
Happy reading 😊
☘️☘️☘️
" lelahnya!" ucap Farah sambil rebahan.
" Huh! kenapa perasaanku nggak enak gini yah." gumam Farah.
Sedangkan di lain tempat ada seorang wanita yang sedang bertengkar dengan kekasihnya.
" Aku tidak menyangka ternyata kau adalah wanita murahan. Aku kira karena kau dari keluarga terpandang seharusnya kau adalah wanita berkelas." ucap seorang laki-laki dengan memakai setelan jas mahal.
" Itu adalah masa lalu, itu semua aku lakukan karena..." jawab gadis tersebut yang terpotong.
" Karena apa? karena kembaranmu. Huh! mulai saat ini hubungan kita selesai sampai di sini." ucap laki-laki itu lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
" Mike! jangan tinggalkan aku. Hiks hiks hiks hiks. aku menyesal Mike." teriakan tangis gadis itu.
" Apa tidak ada yang mengharapkan aku di dunia ini. Mereka selalu menyalahkan ku. Hiks hiks hiks." ucap gadis tersebut.
...****************...
Jam menunjukkan pukul empat sore dan Farah sedang mengemas satu persatu oleh-oleh dari kota yang akan ia berikan ke warga setempat.
" Sudah siap! sekarang waktunya bagi-bagi." ucapnya lalu pergi ke beberapa rumah warga untuk memberikan oleh-oleh dari kota.
Farah yang sedang singgah di halaman rumah Bu Ita untuk memberikan oleh-oleh tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan perawakan gagah.
" Permisi Nona, saya mau bertanya apakah Anda adalah Nona Farah Dewi?" tanya Preman tersebut kepada Farah.
__ADS_1
" Betul, Anda siapa yah?" tanya Farah balik.
" Saya ingin memberikan berkas ini kepada Anda." jawab laki-laki tersebut sambil menyerahkan beberapa berkas.
" Proyek besar!" kaget Farah yang melihat berkas tersebut.
" Betul Nona, Minggu depan Tuan Muda sendiri yang akan datang untuk membahas proyek tersebut kalau Anda setuju." jawab laki-laki tersebut.
" Baiklah, saya akan mempelajari ini dulu. Nanti saya akan memberi kabar." ucap Farah.
" Terimakasih Nona. Nomor sudah tercantum di berkas tersebut untuk nanti Anda memberi kabar. Saya permisi." ucap laki-laki tersebut meninggalkan Farah dan Bu Ita.
Farah pun pamit pulang kepada Bu Ita karena dia tidak sabar mempelajari berkas tersebut.
...****************...
Di sebuah kafe yang sedang booming terdapat dua orang laki-laki yang sedang mengobrol serius di ruangan khusus tamu VVIP.
" Sudah Tuan, anak buah saya sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Kita tinggal menunggu keputusan Nona Farah." jawab Sekertaris Jo.
" Bagus!" tambah Adam dengan menyeruput secangkir kopi hitam.
Ketika mereka sedang mengobrol tiba-tiba datang manager kafe yang menawarkan supaya Adam dan Sekertaris Jo turun ke bawah untuk menyaksikan pertunjukan spesial. Awalnya Sekertaris Jo tidak menyetujui tawaran tersebut akan tetapi Adam menyetujuinya karena dia menghargai upaya manager kafe tersebut.
Mereka berdua pun turun ke bawah dan menjadi pusat perhatian karena Adam adalah pengusaha muda yang sedang naik daun.
" Wah itukan Tuan Adam Wijaya yah!" bisik gadis-gadis dengan pakaian yang sedikit seksi.
" Iya ternyata lebih tampan dari di foto." jawab gadis lainnya.
__ADS_1
Adam dan Sekertaris Jo duduk di bangku paling depan karena arahan dari Manager kafe. Ternyata pertunjukannya adalah seorang penyanyi yang sedang ngetrend.
Tiba-tiba datang seorang wanita seksi dan cantik ke meja Adam dan Sekertaris Jo. Lalu dia menyentuh lengan Adam dengan agresif. Adam lantas melepaskan tangan wanita itu dengan kasar.
" Lepas! saya sudah punya pasangan. Jonathan Ayo pergi dari sini." ucap Adam lalu meninggalkan kafe tersebut.
Manager pun memarahi wanita tersebut karena perilakunya yang kurang sopan kepada tamu VVIP nya.
" Huh! bodoh sekali kamu. Saya menyuruhmu merayu Tuan Adam supaya dia memberikan saham kepada kafe kita." ucap Manager dengan kesal.
" Maaf Pak! saya tidak bisa menahan diri." jawab wanita tersebut.
Sedangkan di mobil Adam menggerutu karena lengannya di pegang oleh wanita tadi.
" Seenaknya saja dia memegang lenganku. Pasti ini rencana manager itu." ucap Adam.
Sekertaris Jo yang mendengar ucapan Adam pun tersenyum karena awal dia bekerja dengan Adam, Bosnya itu adalah seseorang yang suka merayu wanita dan sering pergi ke klub malam. Akan tetapi, akhir-akhir ini Bosnya itu malah beda. Jarang ke klub malam, dan di rayu wanita saja langsung emosi tidak seperti biasanya.
" Tuan, siapa yang Anda maksud tadi?" tanya Sekertaris Jo dengan tersenyum jahil.
" Apa maksudmu kalau bertanya yang jelas." jawab Adam.
" Anda tadi saat di kafe mengatakan bahwa Anda memiiki pasangan. Memangnya siapa pasangan Anda?" tanya Sekertaris Jo.
" Kau mau tau?" tanya Adam.
" Pastilah." jawab Sekertaris Jo dengan semangat menunggu jawaban Adam.
" Tunggu proses dulu, nanti akan ku beri tahu." jawab Adam dengan tersenyum.
__ADS_1
" Yah!" ucap Sekertaris Jo pasrah.
...****************...