
Happy reading 😊
☘️☘️☘️
Sorakan dari para siswa membuat jiwa Farah yang tadinya lemah sekarang menjadi berkibar seperti api.
" Bismillah." gumam Farah.
" Assalamualaikum." ucapan salam Farah sambil tersenyum kepada seluruh siswa.
" Waalaikumsalam." jawaban salam serentak dari para siswa.
" Hai temen-temen sebenarnya aku ini nervous sekali berada di panggung ini, hehehe. Kenalin namaku Farah Dewi dari kelas TI 03 dan biasanya di panggil Farah. Jujur di sini aku bingung mau nunjukin bakat apa? " ucap Farah dengan jujur.
" Wow Farah! kamu bingung yah gimana kalau ada yang usul nih Farah enaknya ngapain? " ucap Pemandu meminta pendapat kepada para siswa lainnya.
Di tengah-tengah para siswa ada yang mengangkat tangan untuk memberikan usulan.
" Nah itu?" tunjuk pemandu kepada anak tersebut yang ternyata adalah Adam.
" Gimana kalau nyanyi?" ucap Adam.
Siswa yang lainnya pun ikut mendukung usulan dari Adam dan pemandu pun menyetujui usulan dari Adam.
" Nyanyi-nyanyi!" suara sorakan dari beberapa siswa.
" Duh Adam awas kamu yah aku kok malah di suruh nyanyi." kata hati Farah dengan ekspresinya yang kesal karena usulan dari Adam karena selama ini dia tidak pernah bernyanyi di hadapan seseorang, bernyanyi pun hanya di dalam kamar mandi.
" Okey Farah hukuman yang kamu terima adalah menyanyi, mau nyanyi lagu apa? " tanya pemandu kepada Farah.
" Sejujurnya saya tidak hafal banyak lagu Kak, hanya satu lagu yang hafal sepenuhnya. " ucap Farah.
" Tidak apa-apa, judulnya?" tanya pemandu.
" Anggi Marito - Tak Segampang Itu." jawab Farah.
" Okey, Pak putar musiknya. "
Musik pun di putar dan Farah mulai bernyanyi dengan suaranya yang merdu.
__ADS_1
( Para readers juga bisa memutar lagunya sambil membaca hehehe )
Waktu demi waktu
Hari demi hari
Sadar ku t'lah sendiri
Kau t'lah pergi jauh
Tinggalkan diriku
Ternyata ku rindu
Senyuman yang s'lalu membungkus hati yang terluka
Di depan mereka
Tuhan masih pantaskah ku ‘tuk bersamanya
Karna hati ini inginkannya
Tak segampang itu ku mencari penggantimu
Kau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamu
Mengapa kau memilih untuk berpisah
Ho
Terlalu besar kutaruh harapan pada dirimu
Itu alasanku lama tanpa dirimu oh
Mereka yang bilang ku akan dapat lebih darimu
Tak mungkin
Semua itu tak mudah oh
__ADS_1
Ku mencari penggantimu
Tak segampang itu ku menemukan sosok seperti dirimu
Oh cinta
Kau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamu
Mengapa kau memilih untuk berpisah
Ku mencari penggantimu ho
Sosok seperti dirimu cinta
Kau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamu
Mengapa kau memilih untuk berpisah
Kau memilih untuk berpisah
.......
Entah keberanian dari mana Farah menyanyikan lagu tersebut dengan percaya diri. Suara tepukan tangan dari seluruh siswa pun menggema di lapangan.
" Terimakasih semuanya." ucap Farah.
" Woww menakjubkan suaramu Farah, kamu pantas menjadi penyanyi internasional." ucap Pemandu yang takjub dengan suara Farah meskipun dengan di iringi musik seadanya.
" Terimakasih!" ucap Farah lalu turun dari panggung.
Ketika Farah sudah turun dari panggung Bu Nia menghentikan langkah Farah untuk bergabung bersama teman lainnya.
" Farah, kamu harus ikut seni musik sekolah ya? " mohon Bu Nia kepada Farah.
" Bu, saya? " ucap Farah.
" Saya akan melatih kamu Far, suaramu itu bukan hanya merdu tapi sangat unik saya mohon? " permohonan Bu Nia.
" Baiklah Bu." ucap Farah.
__ADS_1
" Mungkin menyanyi adalah bakat ku karena selama ini aku tidak menyadarinya karena rasa insecure ku yang berlebihan dari pada rasa percaya diriku. " kata hati Farah.
...****************...