
Happy reading 😊
☘️☘️☘️
Pak Kades mengantar Adi dan Farah ke terminal bus untuk melakukan perjalanan ke kota. Sesampainya di sana Farah dan Adi langsung menuju bus yang akan mengantar mereka menuju kota.
Sebelum bus berangkat ke kota, Adi menanyakan kepada Farah di mana Mas Fakhri bekerja karena dia ingin menemuinya.
" Mbak Farah, tempat bekerja Mas Fakhri jauh tidak dari rumah Mbak Farah?" tanya Adi.
" Kamu kangen?" tanya Farah balik.
" Iya, nanti kita temuin Mas Fakhri." jawab Adi.
" Nanti aku hubungin Fakhri, besok kan hari sabtu pasti dia libur. Terus kita jalan-jalan bareng." tambah Farah.
Bus yang di tumpangi Farah dan Adi pun berangkat menuju kota. Mereka melakukan perjalanan selama 5 jam. Sesampainya di terminal kota Farah memesan taksi untuk menuju ke rumahnya. Karena Ibuk dan Abangnya tidak mengetahui atas kepulangannya.
...****************...
Taksi yang di tumpangi Farah dan Adi sudah sampai. Mbak Gita yang sedang berada di teras rumah pun terkejut karena kedatangan Farah dan Adi. Biasanya Farah kalau pulang akan memberi kabar terlebih dahulu.
" Farah kamu pulang?" tanya Mbak Gita dengan gugup.
" Iya Mbak. Soalnya mau kasih suprise buat Ibuk dan Abang." jawab Farah.
" Adi kamu akhirnya ke sini juga yah?" tanya Mbak Gita yang melihat Adi datang bersama Farah.
" Hehehe iya Mbak Gita, baru di bolehin sama Bapak buat ke kota." jawab Adi dengan tertawa.
" Ibuk sama Abang ke mana Mbak?" tanya Farah kepada Mbak Gita.
" Aduh aku harus jawab apa? Ibuk sama Abang lagi ke rumah Tuan Wijaya tentang kelakuan Adam selama ini." kata hati Mbak Gita.
" Hmm oh itu...." Jawab Mbak Gita terpotong karena melihat Ibu mertua dan suaminya sudah pulang.
" Farah kamu pulang Nduk." ucap Ibunya Farah lalu memeluk anaknya dengan erat sambil menangis.
" Iya Buk." Jawab Farah sambil membalas pelukan Ibunya.
" Ibuk kok nangis?" tanya Farah yang melihat Ibunya menangis.
" Ibuk soalnya kangen sama kamu. Loh Adi kamu juga ikut nak, ayo masuk pasti kamu juga lelah. Bibi akan buatkan susu almond buat kamu." jawab Ibunya Farah lalu menggandeng Adi untuk masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
" Abang kangen sama kamu Dek." ucap Abang Zian kepada Farah.
" Aku juga, Abang dari mana sama Ibuk?" tanya Farah.
" Oh dari warung soalnya tadi ada pemasok telur sama beras datang." jawab Abang Zian berbohong.
" Maaf kan Abang mu ini Farah." kata hati Abang Zian yang merasa bersalah karena sudah membohongi Adiknya. Tapi itu semua dia lakukan supaya tidak menyakiti hati Farah.
" Ayok masuk ke dalam." ajak Mbak Gita.
" Iya Mbak." jawab Farah.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah menyusul Adi dan Ibunya Farah yang masuk terlebih dahulu.
...****************...
Angin malam membuat Farah kedinginan dan segera menutup jendela kamarnya. Dia meminum segelas susu almond yang di buat oleh Ibunya tadi.
" Alhamdulillah, susu almond ini sangat enak sekali." ucap Farah.
" Kenapa aku merasa Ibuk, Abang sama Mbak Gita lagi menyembunyikan sesuatu dariku yah." gumam Farah.
" Tok-tok." bunyi ketukan pintu kamar Farah.
" Farah kamu sudah mau tidur?" tanya Ibunya Farah.
" Belum Bu." jawab Farah.
" Nduk kamu masih memakai kalung dari Adam dulu?" tanya Ibunya Farah kepada anaknya.
" Masih Bu memangnya kenapa?" tanya Farah balik.
" Kamu harus kuat yah." ucap Ibunya Farah.
" Memangnya kenapa Bu?" tanya Farah dengan cemas.
" Huh! Ibuk harus cerita sama kamu dan kamu harus siap menerima kenyataan." perintah Ibunya Farah.
" Iya." jawab Farah.
" Tiga bulan lalu saat kamu kembali ke Desa besoknya Adam pulang ke negara ini. Dia sudah menjadi pengusaha sukses. Meskipun dia sukses akan tetapi, dia berbeda sekarang tidak seperti dulu. Sekarang dia suka membawa wanita dan sering ke club malam. Ibu mengetahui semua itu dari Abang Zian. Alasan Pak Wijaya dan Bu Erna tidak memberitahu keadaan Adam saat di luar negeri kepada kamu karena Adam sendiri yang meminta supaya tidak memberitahu tentang keadaannya kepada kamu. Pak Wijaya merasa curiga dengan sikap Adam kepada kamu karena saat Pak Wijaya menyebut namamu Adam selalu marah. Dan mengatakan bahwa kamu adalah wanita yang murahan." Ucap Ibunya Farah.
" Lalu Pak Wijaya dan Bu Erna membatalkan pertunangan kalian karena mereka merasa anaknya tidak pantas untuk kamu yang begitu tulus. Meskipun Pak Wijaya bangga kepada Adam karena dalam waktu singkat Adam berhasil membangun usaha yang sukses." ucap Ibunya Farah.
"Ternyata firasatku benar Bu, aku akan mencoba untuk ikhlas. Tapi, kenapa Paman dan Bibi tidak mengatakan pertunangan antara aku dan Adam sudah di batalkan?" tanya Farah dengan kedua mata yang sudah berembun.
__ADS_1
" Karena mereka mengatakan tadi sore saat Ibuk dan Abang Zian ke rumah mereka. Pak Wijaya dan Bu Erna sangat takut untuk mengatakannya kepada kamu." jawab Ibunya Farah.
" Heem aku akan segera menemui Adam untuk mengetahui apa salahku dan aku sudah menerima keputusan Paman dan Bibi yang sudah membatalkan pertunangan kami." ucap Farah.
Ibunya Farah pun keluar dari kamar Farah dengan meneteskan air mata karena merasakan apa yang di rasakan Farah selama ini.
Saat tadi di depan Ibunya dia tahan supaya air matanya tidak mengalir akan tetapi sekarang air mata itu mengalir dengan derasnya.
" Adam selama ini aku begitu tulus kepadamu. Tapi kenapa kamu menyakitiku? Huh! Sekarang aku akan berusaha melupakanmu. Dan aku akan mencari tahu kenapa kau membenciku dan mengatakan bahwa aku wanita murahan. Hiks hiks hiks hiks." gumam Farah sambil menangis.
...****************...
Pagi-pagi sekali Adi sudah siap dengan handphone dan tas ranselnya yang akan ia bawa untuk jalan-jalan hari ini.
" Adi kamu udah siap?" tanya Farah yang baru keluar dari kamarnya.
" Sudah kan Mbak Farah sudah janji sama aku berangkat jam tujuh. Tapi, Mbak Farah malah belum siap sekarang. Eits itu kenapa mata Mbak Farah sembab kayak habis nangis?" tanya Adi yang melihat kondisi Farah.
" Kurang tidur aku, maaf yah aku bakalan siap-siap secepatnya." jawab Farah lalu menuju kamar mandi.
Farah dan Adi pun sudah siap untuk berangkat. Mereka menggunakan mobil Abang Zian untuk jalan-jalan keliling kota dan menemui Fakhri. Mobil tersebut di kendarai oleh Farah karena Farah sudah pandai menyetir mobil berkat Pak Kades yang mengajarinya di Desa.
Setengah jam mereka melakukan perjalanan dan sampailah di tempat kosan Fakhri.
" Mbak Farah, Adi kalian sudah sampai." ucap Fakhri yang menunggu di depan kosan.
" Kamu apa kabar?" tanya Farah kepada Fakhri.
" Baik Mbak." jawab Fakhri.
" Mas Fakhri aku kangen." ucap Adi lalu memeluk Fakhri.
" Aku juga." ucap Fakhri membalas pelukan Adi.
" Udah pelukannya?" tanya Farah yang melihat dua orang laki-laki itu sedang berpelukan.
" Iya Mbak." jawab Adi.
" Ini ada titipan dari Ibumu. " ucap Farah menyerahkan bingkisan kepada Fakhri.
" Terimakasih Mbak Farah. Oh iya Mbak, kapan hari di kantor ada OB yang buang sebuah figura yang ada foto seorang gadis remaja sekitar umur 18 tahunan yang mirip banget sama Mbak Farah." ucap Fakhri.
" DEG!" kaget Farah.
...****************...
__ADS_1