
Happy reading 😊
☘️☘️☘️
" Huh! sebaiknya aku memesan hotel yang low badget saja. Meskipun dady memberiku uang banyak akan tetapi aku tidak mau menghabiskan cuma-cuma. Cukup dulu saja aku begitu." gumam Fad dengan membawa koper nya.
Fad pun memesan taksi di sekitar bandara dan menuju hotel yang di rekomendasikan oleh supir taksi karena baru pertama kali dia datang ke Indonesia.
Sesampainya di sana Fad pun memesan kamar hotel dan akan istirahat dulu. Nanti malam ia berencana akan berkeliling di sekitar hotel untuk refreshing dan mencari makan malam.
...****************...
Suasana hati Farah saat ini sangat baik karena dia berhasil membuat kue lapis legit jadul yang sesuai resep Bibi nya.
" Wah! harum sekali baunya." ucap Farah sambil mengambil kue lapis legit jadul dari dalam oven.
"Kuenya sudah matang ternyata, kamu buat dua loyang Far ?" tanya Bibi Ani.
" Iya Bik, satunya buat Tuan Adam karena hari ini dia pulang ke kota." jawab Farah jujur.
" Baiklah, kasih juga tuh buah alpukat buat karyawannya juga." perintah Bibi Ani kepada Farah.
" Siap Bik!" jawab Farah.
Farah pun bergegas ke penginapan desa untuk mengasih buah alpukat yang sudah di kemas beberapa untuk anak buah Adam serta mengasih kue lapis legit untuk Adam.
Sesampainya di sana ternyata Adam sedang bersiap-siap untuk pulang ke kota. Farah pun membagikan buah alpukat ke anak buah Adam dan dia juga mengasih kue buatannya tadi.
" Apa ini Ra?" tanya Adam yang Di kasih sebuah kotak oleh Farah.
" Itu kue lapis legit, aku buat sendiri. Kalau kamu tidak suka kamu bisa beri Kan ke yang lainnya." jawab Farah.
" Pasti suka aku, terimakasih yah kamu mau batin aku kue. Oh iya, kamu baik-baik di sini tunggu aku bawah bukti sama kamu." pesan Adam.
" Iya aku tunggu, sebenarnya aku buat kue karena aku ingin coba resep Bibi ternyata berhasil. Terus aku ingat kamu mau balik ke kota, jadi aku kasih ke kamu." jawab Farah.
__ADS_1
" Oh ya?" tanya Adam menggoda sambil tersenyum kepada Farah.
Farah pun hanya diam saja dan berpamitan kepada Adam serta yang lainnya. Adam dan anak buahnya pun segera pulang ke kota karena nanti malam Adam harus bertemu dengan klien penting dari London di restoran bintang lima.
Farah sampai di rumah dan ternyata Adi dari tadi menunggunya pulang.
" Mbak Farah kok nggak bilang kalau Tuan Adam yang datang ke sini itu yang bentak Mbak Farah pas waktu..." ucap Adi yang langsung di bungkah oleh Farah.
" Jangan keras-keras!" ucap Farah sambil menutup mulut Adi dengan telapak tangan nya.
" Iya." jawab Adi.
" Dulu hanya salah paham Dek, kamu jangan bilang ke siapa-siapa yah tentang kejadian waktu itu!" pesan Farah.
" Siap!" jawab Adi.
...****************...
Malam pun tiba Fad pun sudah siap untuk pergi mencari makan sekalian jalan-jalan. Dia menggunakan hoodie warna hitam serta celana kulot warna cokelat muda dan menguncir rambut ikalnya. Tidak lupa juga membawa tas selempang kecil kesayangannya yang selalu ia bawa kemana-mana.
" Permisi, Kek buat Kan saya satu yah." pesan Farah.
" Alhamdulillah, Terimakasih Neng. Akhirnya ada yang beli juga." jawab Kakek itu.
" Nama saya bukan Neng Pak?" tanya Fad polos.
" Neng itu panggilan seorang gadis kalau di sini. Sepertinya Neng ini bukan dari sini yah?" tanya Kakek itu dengan tersenyum.
" Iya Kek, wah bentuknya lucu sekali." jawab Fad sambil menerima permen gulali berbentuk ayam jago dari Kakek itu.
" Ini Kek uangnya." ucap Fad dengan memberi uang lima ratus ribu kepada Kakek tersebut.
" Ini banyak sekali, harganya hanya lima ribu saja." ucap Kakek itu.
" Tidak papa, ini sudah rezeki Kakek." jawab Fad.
__ADS_1
" Iya Neng, Semoga Allah membalas kebaikan Neng yah." tambah Kakek tersebut.
" Aamiin, Kakek apa saya boleh bertanya?" tanya Fad.
" Boleh, mau tanya apa?" tanya Kakek balik.
" Apakah dulu di taman ini ada seorang wanita bunuh diri?" tanya Fad.
" Iya, sekitar 26 tahun lalu karena saat itu saya sedang jualan juga di sini." jawab Kakek tersebut.
" Boleh saya tau Kek dimana yah letak bangku taman yang dulu di letakkan bayinya wanita yang bunuh diri tersebut?" tanya Fad.
" Di sebelah kolam ikan yang ada lampunya, disisi kanannya." jawab Kakek itu jujur.
" Terimakasih yah Kek." ucap Fad.
Fad pun menuju bangku taman yang di tunjuk oleh Kakek penjual gulali tadi. Dia duduk di sana dan meletakkan kotak burger dan minuman kaleng nya di samping ia duduk. Dia menghabiskan permen gulali nya dan enggan untuk memakan burger nya karena dia sudah tidak selera.
Dia menangis karena dulu di bangku ini dia di temukan oleh Dady nya. Dulu dia membenci dokter yang membawanya dari rumah sakit akan tetapi ia sekarang tidak membencinya lagi.
" Bu dokter saya di sini. Hiks hiks hiks!" tangis Fad sambil menundukkan kepalanya dengan bertumpu pada kedua tangannya.
Lalu ada seorang wanita cantik yang duduk di sebelahnya dan merangkul nya dari samping.
" Maafkan saya yah, temui lah Ibumu nak." pesan wanita itu lalu saat Fad menoleh ke arah nya dia menghilang.
" Apakah tadi Bu dokter?" tanya Fad.
" Apakah memang Ibu kandungku tidak tau kalau aku di bawa oleh Bu dokter. Atau merelakan aku di bawa oleh Bu dokter? Dady hanya tau bahwa aku di bawa dari rumah sakit beliau tidak tau tentang aku di berikan ke dokter itu atau aku di culik." gumam Fad.
" Bu dokter kalau tadi adalah Anda, saya sudah Maafkan Anda. Sebaiknya aku makan saja nanti mag ku kambuh dan akan menyusahkan dady kalau aku kenapa-napa di sini." ucap Fad lalu memakan burger.
Fad pun makan burgernya dengan keadaan kedua matanya sembab karena menangis terus dari tadi. Selesai makan dia memutuskan untuk jalan-jalan di trotoar jalan yang indah. Saat dia berjalan tiba-tiba dia teringat Mike yang selalu membawa nya jalan-jalan di taman. Akan tetapi, hubungannya harus kandas karena Mike tidak mau menjalin hubungan dengan mantan gadis nakal sepertinya. Awalnya Fad sedih karena Mike meninggalkan nya akan tetapi ia paham bahwa Mike memang orang yang baik dan tidak mungkin mau bersamanya yang begitu buruk. Sekarang fokus nya adalah membenahi dirinya supaya jauh lebih baik.
...****************...
__ADS_1