
Setibanya di toko kue, Angel bertanya pada Kevin tentang kue apa saja yang di sukai oleh mamanya.
"Yang lembut, tidak terlalu manis!" kata Kevin.
"Sponge cheese cake, bagaimana? tidak terlalu manis, sangat lembut?" tanya Angel tersenyum pada Kevin.
"Kamu bisa menebaknya dengan sangat mudah" kata Kevin yang semakin kagum pada Angel.
'Tentu saja, aku adalah menantunya. Bagaimana aku tidak tahu kue yang dia sukai!' batin Angel.
"Kebetulan saja mungkin, tapi kakakku juga suka sekali kue itu!" kata Angel.
"Kamu tidak suka?" tanya Kevin.
"Ah, aku tidak suka makanan manis!" kata Angel.
Sebenarnya itu bertentangan sekali dengan Eva, Eva sangat suka makanan manis. Tapi dokter yang melakukan operasi pada Angel minta agar dia tidak makan makanan yang manis.
Kevin mengangguk paham, dia tahu kalau wanita cantik memang jarang yang suka makanan manis. Vanya bahkan sama sekali tidak menyukai makanan manis.
Setelah membayar kuenya, mereka berdua meninggalkan toko kue itu. Kevin sempat menghubungi Vanya. Dan ternyata ibunya sudah berada di rumah.
Kevin dan Angel pun ke rumah Kevin. Melangkahkan kakinya ke rumah itu lagi, hati Angel sangat kesal, sangat marah. Darahnya nyaris terasa mendidih. Namun dia tetap tersenyum di depan Kevin.
Kevin mengajak Angel masuk. Vanya yang mengira Kevin pulang sendirian pun terlihat sangat senang dan bergegas keluar dari kamar Marta. Dia sangat lelah, sejak tadi Marta menyuruhnya melakukan ini dan itu.
Tapi begitu sampai di ruang tamu, langkah Vanya terhenti ketika dia melihat Angel di sebelah Kevin.
"Nona Vanya, dia...?"
Angel berpura-pura bingung dan tidak mengerti.
Vanya yang ingin menunjukkan siapa sebenarnya dirinya di depan Angel, langsung bergegas mendekat ke arah Kevin dan merangkul lengan Kevin.
Namun dengan cepat Kevin menepis tangan Vanya.
"Tentu saja, dia sepupu ku. Dia tinggal di rumah ini bersama aku dan mamaku!" jelas Kevin.
__ADS_1
"Mas!" Vanya melayangkan protes pada Kevin dan matanya pun melebar, hampir seperti melotot.
"Vanya, kamu bikin minum untuk Angel ya, plis!" kata Kevin yang tersenyum pada Vanya.
'Menjijikkan!' batin Angel.
"Mari ku antar ke kamar
mamaku!" kata Kevin mempersilahkan Angel.
Angel pun mengikuti Kevin. Marta lumayan terkejut melihat wanita cantik yang masuk ke dalam kamarnya bersama Kevin.
"Ma..!"
"Selamat siang Tante!" sapa Angel dengan sangat ramah dan sopan.
Angel tersenyum sangat manis, padahal di dalam hatinya dia begitu banyak memendam kebencian pada dua orang yang bersamanya saat ini di ruangan ini.
"Siapa ini?" tanya Marta.
"Ini Angel ma, dia model baru di perusahaan. Dia baru tanda tangan kontrak hari ini, begitu mendengar mama sakit. Dia ingin menjenguk mama, jadi Kevin bawa dia kemari!" jelas Kevin.
"Wah, kamu baik sekali nak. Aku Marta, mamanya Kevin!" kata Marta merentangkan tangannya bermaksud untuk memeluk Angel.
Angel pun memeluk Marta sambil tersenyum. Tapi ketika dia sudah memeluk Marta, mata Angel mendadak berganti menunjukkan raut wajah dan tatapan mata yang begitu penuh dengan amarah.
Begitu dia menarik dirinya, Angel kembali tersenyum.
"Aku bawakan Tante sponge cheese cake. Kata Kevin Tante suka kue itu! Tapi apa dokter memperbolehkan Tante makan kue itu?" tanya Angel.
Mendengar kue kesukaannya, mesti dokter tadi melarangnya makan yang terlalu berkalori dan manis semacam itu. Tapi tetap saja Marta tidak menghiraukan apa kata dokter.
Marta langsung mengangguk dan mengatakan kalau tidak masalah jika dia makan kue itu.
Setelah Vanya datang dan membawakan Kus jeruk untuk Angel, Angel minta tolong lagi pada Vanya untuk mengambil piring dan garpu.
Awalnya Vanya terlihat tidak senang, dan tidak mau melakukan hal itu. Tapi tatapan Kevin membuatnya terpaksa kembali ke dapur dan membawakan semua itu.
__ADS_1
Ketika Angel menyuapi Marta, saat itu Vanya menarik lengan Kevin agar keluar dari kamar Marta.
"Ada apa, kenapa kamu menarik ku seperti ini?" tanya Kevin yang jelas tidak senang di tarik-tarik begitu oleh Vanya.
"Mas, harusnya aku yang protes sama kamu. Kamu ngapain sih bawa perempuan itu kemari? terus kenapa pakai bilang aku sepupu kamu? aku ini pacar kamu mas, kekasih kamu!" kata Vanya menunjukkan ketidaksukaannya.
"Vanya, kamu ini bagaimana? Angel itu brand ambassador perusahaan, dia juga dekat dengan papa mertuaku, bagaimana mungkin aku katakan kalau kamu kekasihku!" kata Kevin menjelaskan.
Sebenarnya cukup masuk akal, tapi tetap saja mendengar hal itu rasanya Vanya sangat emosi.
"Lalu sampai kapan kita akan sembunyi-sembunyi begini?" tanya Vanya meminta kepastian Kevin.
"Kenapa bicara begitu, kita hanya sembunyi di depan keluarga papa mertuaku dan karyawan kantor kan. Begitu peringatan seratus hari meninggalnya Eva, dan perusahaan jatuh di tanganku. Aku akan singkirkan William Mukhtar dan menikah denganmu!" kata Kevin.
Vanya langsung memeluk Kevin dengan mesra dan mencium bibir pria itu.
"Benar ya, itu dua bulan lagi kan? aku akan menunggunya. Tapi kenapa kamu bawa wanita itu kemari?" tanya Vanya yang masih tidak suka dengan Angel.
"Dia simpati pada mama, itu bagus kan. Dia itu kemarin sangat akrab dengan papa mertua, aku tidak bisa menolaknya ketika ingin menjenguk mama, kamu mengerti kan? kalau nanti dia mengadu pada papa mertua bagaimana?" tanya Kevin yang memberikan alasan yang sebenarnya terdengar kurang masuk akal.
Tapi karena Vanya sudah terlalu senang, mereka akan menikah dua bulan lagi. Vanya mengabaikan itu dan memaafkan apa yang di lakukan Kevin saat ini.
Di dalam kamar, Angel tampak telaten menyuapi Marta.
"Tante, kenapa tidak pakai asisten rumah tangga saja. Tante akan sangat lelah mengurus rumah ini sendirian!" kata Angel.
"Mungkin nanti Tante akan bicarakan pada Kevin. Sebenarnya kalau Tante tidak sakit, pekerjaan di rumah ini tidak terlalu berat!" kata Marta.
'Dasar perhitungan, aku tahu kamu tidak mau pakai asisten rumah tangga agar jatah bulanan yang di berikan Kevin tidak berkurang kan, sementara kamu menyuruhku melakukan semua pekerjaan selain memasak. Benar-benar kikirr!' batin Angel.
"Wah tante memang wanita yang begitu hebat dan kuat. Kevin pasti bangga sekali memiliki Tante sebagai ibunya!" kata Angel yang sengaja mengeluarkan sapu tangan mahalnya di depan Marta.
"Nak Angel, itu sapu tangan limited edition itu kan. Kamu pasti sangat kaya, sampai kamu memilikinya?" tanya Marta.
"Ini? benarkah? ini hanya hadiah ulang tahunku dari seseorang. Aku belum menggunakannya. Jika Tante mau, ini untuk Tante saja!" kata Angel membuat mata Marta melebar.
"Hah, yang benar. Terimakasih nak, kamu baik sekali!"
__ADS_1
***
Bersambung...