Beautiful Revenge Istri Yang Di Lenyapkan

Beautiful Revenge Istri Yang Di Lenyapkan
Bab 37


__ADS_3

Setelah Vanya keluar dari dalam rumah, Lala yang sejak tadi berdiri di salah satu sudut karena sedang membersihkan jendela mendengar semua yang di katakan oleh Vanya. Baik saat dia bergumam kesal ataupun saat dirinya menghubungi seseorang di telepon itu. Dan semua itu bukan hanya terdengar oleh Lala, tapi juga sudah tersimpan di memori ponselnya.


Lala yang memang harus pergi hari ini, dia merapikan semua barangnya dan memperlihatkan semua yang dia bawa pada Marta juga berpamitan pada Marta.


"Saya minta maaf kalau selama saya bekerja di sini saya melakukan kesalahan nyonya" kata Lala.


Marta menghela nafas panjang, sebenarnya dia sangat terbantu dengan hadirnya Lala. Setelah memeriksa semua barang Lala, Marta mengijinkan Lala keluar rumah dan pergi dari rumah itu.


Sementara itu di kafe, Vanya sedang seorang bersama seseorang yang dulunya bekerja di rumah sakit sebagai penjaga keamanan. Karena uang dari Vanya dan beberapa bisnis serupa yang membuatnya tak perlu bekerja setiap hari, pada akhirnya pria itu berhenti dari rumah sakit dan bekerja sebagai seseorang yang bisa di sewa jasanya untuk melakukan perbuatan tidak baik dengan imbalan uang besar.


"Jangan memerasku, kamu pikir aku tidak menyimpan semua bukti keterlibatanmu dengan kasus Eva. Aku merekam semua percakapan kita!" gertak balik Vanya setelah pria itu menggertaknya dengan imbalan yang di luar nalar menurut Vanya.


"Dasar perempuan licik!" pekik pria bernama Jarwo itu.


Vanya terkekeh.


"Jangan banyak negoisasi denganku. Aku akan membayarmu 10 juta..."


"Katamu dua kali lipat, kenapa sama dengan..."


"Tadinya memang begitu, tapi aku berubah pikiran karena kamu sudah menggertak ku" sela Vanya dengan penuh percaya diri.


"Sekarang juga, ikuti kemanapun Angel pergi, dan begitu ada kesempatan. Culik dia dan bawa ke gudang pinggir pelabuhan, aku sendiri yang akan melenyapkan wanita yang sudah merusak semua rencanaku yang sudah aku persiapkan dengan susah payah" kata Vanya.


Jarwo pergi dengan kesal, meskipun begitu dia memang tidak punya pilihan lain. Dia baru saja keluar dari rumah sakit, masak iya harus masuk penjara karena bukti yang di pegang Vanya.


Begitu Jarwo pergi, Vanya terlihat puas sekali dengan rencananya yang dia pikir akan berhasil seratus persen itu.


"Angel, kamu salah sudah masuk ke dalam hubungan ku dengan mas Kevin. Lihat apa yang akan aku lakukan padamu!" kata Vanya bergumam dengan sangat yakin.


Malam harinya, Angel yang akan makan malam dengan Darren, mulia di ikuti oleh Jarwo.

__ADS_1


Mereka menuju ke sebuah restoran yang letaknya tak jauh dari Rosella Residen. Mereka tampak makan malam dengan tenang. Sampai Jarwo memanggil seorang pelayan dan memberikannya uang pecahan seratus ribuan sebanyak lima lembar untuk menumpahkan minuman kepada Angel.


Pelayan yang mata duitan itu pun langsung setuju dan melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Jarwo. Pelayan itu berjalan melewati meja Darren dan Angel, namun tiba-tiba dia berbalik dan seolah terselandung lalu gelas minuman yang ada di tangannya itu dia miringkan ke Raha pakaian Angel.


Dan tertumpahlah minuman itu ke lengan kemeja dan celana panjang Angel.


"Maaf nona, saya benar-benar minta maaf. Apa yang sudah saya lakukan, saya bisa di pecat kalia seperti ini, saya minta maaf nona. Tolong jangan laporkan saya pada manager saya nona, nanti saya akan di pecat. Maafkan saya nona" kata pelayan itu dengan panik.


Angel yang kasihan pada pelayan itu pun berdiri dan berkata.


"Sudah, sudah...tidak apa-apa. Kamu tidak sengaja kan?" tanya Angel.


Darren melihat ke arah pelayan yang menurutnya terlalu berlebihan bereaksi saat menumpahkan minuman seperti itu.


"Kalau kerja yang benar!" seru Darren.


"Sudah kak, tidak apa-apa. Aku akan bersihkan di toilet" kata Angel yang tidak mau memperpanjang masalah yang menurutnya sepele ini.


"Saya benar-benar minta maaf nona"


"Kak, aku ke toilet dulu ya" kata Angel berpamitan pada Darren dan langsung di angguki oleh Darren.


Angel berjalan dengan tasnya ke arah toilet, dia masuk ke dalam toilet dan membersihkan tumpahan minuman itu dengan tissue yang di beri air. Kemudian dia keringkan dengan alat pengering tangan yang ada di toilet.


Namun saat dia melakukan semua itu, dia merasa ada yang sedang memperhatikan dirinya. Angel menoleh ke arah belakang dan ke sekeliling. Tapi dia tidak menemukan orang lain selain dirinya di toilet itu.


"Mungkin aku terlalu khawatir" gumamnya dan melanjutkan mengeringkan celananya bagian pahaa.


Namun ketika Angel sedang fokus, tiba-tiba saja ada suara langkah kaki berat dari arah belakang. Dia yakin itu bukan suara kaki wanita, Angel mencoba melihat siapa yang berjalan mendekat dari arah belakang itu. Tapi baru saja dia akan berbalik.


Brukk

__ADS_1


Ada yang memukul angel dari belakang, hingga Angel terjatuh ke lantai dan pingsan.


Terlihat sebuah sosok pria berbadan tidak kekar yang tersenyum menyeringai melihat Angel pingsan.


"Aku memang sejak tadi di belakang mu, seharusnya kamu percaya pada insting mu dan pergi, tapi ya.. mau bagaimana lagi. Kalau kamu pergi, aku tidak bisa menyelesaikan tugasku" kata pria itu sambil mengangkat tubuh Angel.


Jarwo membawa Angel dari restoran tersebut lewat pintu belakang yang minim pengawasan dan hanya di lewati oleh para pelayan yang membuang sampah. Jarwo membawa Angel ke dalam mobil minibus tuanya meninggalkan restoran itu.


Sementara itu Darren sudah cukup lama menunggu Angel. Merasa dia harus memastikan Angel baik-baik saja, Darren pun menyusul ke toilet. Darren mengetuk pintu toilet itu dan memanggil-manggil nama Angel.


"Angel"


"Angel"


Tok tok tok


Seorang wanita keluar dari toilet itu dan berkata pada Darren.


"Maaf pak, tapi tidak ada orang lain di dalam toilet itu!" kata wanita itu yang berbuat baik memberitahu pada Darren kalau yang dia cari tidak ada di toilet itu.


"Apa?" tanya Darren.


Darren pun masuk ke dalam toilet wanita itu dan mencari Angel. Tapi yang di katakan oleh wanita yang baru keluar toilet tadi ternyata benar. Tidak ada siapapun di dalam toilet. Darren pun pergi ke pusat keamanan restoran, dan minta rekaman CCtv koridor menuju ke toilet wanita.


Sementara itu, Angel sudah di bawa oleh Jarwo ke gudang di dekat pelabuhan. Dimana Vanya sudah berada di sana, karena Jarwo sudah menghubunginya kalau dia sudah berhasil membawa Angel.


Vanya tersenyum menyerupai ketika melihat Jarwo mengangkat tubuh Angel yang tidak sadarkan diri masuk ke dalam gudang.


"Mau di taruh di mana wanita ini?" tanya Jarwo yang memanggul Angel seperti memanggul karung beras.


"Lemparkan saja di lantai, tidak perlu kasihan atau bersikap baik padanya" kata Vanya kesal.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2