Beautiful Revenge Istri Yang Di Lenyapkan

Beautiful Revenge Istri Yang Di Lenyapkan
Bab 7


__ADS_3

Semua orang terkejut begitu mendengar audisi sudah berakhir dan perusahaan sudah mendapatkan brand ambassador yang mereka cari.


"Bagaimana bisa seperti itu, aku baru datang..!"


"Ya ampun, aku baru lolos audisi tahap pertama!"


"Seperti apa sih bentuknya, katanya dapat golden ticket ya?"


"Paling juga masih keponakan atau anak yang jadi juri!"


"Siapa sih, masak iya audisi belum ada setengah jam sudah di tutup!"


Berbagai selentingan seperti itu terus di katakan dan terdengar saling sahut bersahutan antara beberapa wanita-wanita cantik yang ikut audisi.


Namun begitu ke empat juri dan seorang wanita cantik keluar dari dalam ruangan itu. Semuanya terdiam.


"Cantik sekali!"


"Pasti oplas tuh!"


"Iya bener, buat apa cantik tapi oplas!"


Masih tidak puas juga mereka sampai mengatakan hal itu satu sama lain lagi.


"Selamat pagi semuanya, audisi sekarang resmi kami tutup. Perkenalkan brand ambassador AW Company, charming soft elegant parfum by Deborah Nastiti. Angelica Nickolay!" kata Justin memperkenalkan Angel pada semua yang hadir di sana.


Beberapa karyawan dan mereka yang ikut audisi bertepuk tangan. Cara Justin memperkenalkan Angel memang sangat baik. Membuat tepuk tangan para karyawan pun menular ke peserta audisi.


Meski beberapa di antaranya masih terlihat kesal dan tak sudi menerima keputusan itu. Tapi mereka bisa apa. Keputusan mutlak dari ke empat juri itu.


Setelah itu Kevin yang tadinya berdiri di samping Deborah, langsung beralih ke samping Angel.


"Selamat bergabung Angel!"


Rasanya Angel ingin sekali menyikat pria yang berbisik pelan di belakangnya itu. Rasanya benar-benar ingin menampar pria itu dengan sangat kuat.


Angel benar-benar sangat emosi karena ternyata pria yang selama ini dia anggap malaikat itu memang adalah pria yang begitu mata keranjang. Sudah punya selingkuhan masih juga seperti sangat ingin mendekati Angel.

__ADS_1


'Dasar suami brengsekk!' pekik Angel di dalam hatinya.


Meski kesal namun dia berusaha untuk tidak menanggapi apapun yang di katakan oleh Kevin. Darren berkata padanya kalau pria macam Kevin itu lebih suka pada wanita yang sulit di kejar. Angel pun berusaha untuk tetap acuh pada Kevin.


Melihat Angel diam dan tidak menanggapinya Kevin pikir memang Angel tidak mendengarnya.


Maka Kevin maju lebih dekat dan menoleh ke arah Angel.


"Baiklah, sekarang kita bisa ke ruanganku untuk penandatanganan kontraknya!" kata Kevin pada Angel.


"Ke ruangan mu? memangnya kamu siapa?" tanya Angel yang berpura-pura tidak mengenal Kevin.


Lagipula memang saat audisi tadi tidak ada papan nama di atas meja meraka. Hanya ada tulisan Juri saja.


Semua orang terkejut mendengar Angel bertanya begitu pada Kevin.


Vanya yang merasa wanita di depan Kevin itu terlampau tidak tahu diri dan sombong pun mendekat.


"Hei, apa kamu tidak tahu. Dia ini pimpinan...!"


Angel yang mendengar papanya sakit pun menjadi sedih. Mungkin itu alasan Darren tak kunjung mengatakan tentang kabar papanya pada Angel.


"Sudah dengar, jadi tunjukkan rasa hormat mu!" kata Vanya.


"Sudah sudah, apa kamu tidak dengar Vanya. Dia bahkan baru kembali dari Jerman semalam, mana dia tahu!" kata Deborah yang memang kurang suka dengan Vanya.


Mereka lantas ke ruangan Kevin, Deborah mengajak Vanya pergi. Karena merasa mereka sudah tidak perlu lagi ada di tempat itu.


"Aku akan tetap di sini!" kata Vanya.


"Untuk apa? kamu itu direktur pemasaran, sekarang lebih baik pikirkan konsep apa yang akan kamu pakai untuk memasarkan produk baru kita. Aku juga akan pergi ke departemen design untuk tentukan kemasan produk yang lebih mahal, karena kita sudah dapatkan brand ambassador yang sangat mahalll!" kata Deborah keluar dari ruangan itu.


Vanya tampak kesal, tapi memang dia tidak di butuhkan lagi di situ. Kalaupun dia memaksa ada di situ, Justin akan curiga padanya. Dan akhirnya dia pun pergi.


"Sejak tadi kamu tidak banyak bicara Angel, tapi aku pikir pengucapan kata dan bahasa kamu sudah sangat lancar seperti orang Indonesia. Atau memang kamu pribadi yang introvert?" tanya Justin ketika Angel sedang membaca poin kontrak di depannya.


"Tidak juga tuan Justin...!"

__ADS_1


"Jangan panggil aku tuan, Angel. Usia kita hanya berbeda 2 tahun. Panggil saja aku Justin!" sela Justin yang tidak mau di panggil tuan.


Angel meletakkan dokumen yang dia baca lalu menoleh ke arah Justin.


"Kakakku bilang, di sini tidak sama dengan di tempat asal kami. Banyak orang yang menggunakan topeng, kakakku bilang aku harus sangat berhati-hati!" kata Angel.


Kevin sejak tadi hanya duduk di kursinya sambil memperhatikan Angel yang terlihat sangat acuh dan tidak perduli padanya. Kevin jadi begitu penasaran pada wanita di depannya itu.


"Kakakmu benar, tapi aku tidak termasuk kan Angel. Apa aku terlihat menggunakan topeng?" tanya Justin yang terlihat belum menyerah mendekati Angel.


"Sayangnya aku bukan orang yang bisa menilai seseorang dalam waktu sehari. Aku sudah baca semuanya, poin 14 dan 15 aku pikir ini sama sekali tidak berguna. Aku tidak suka di bayar kalau tidak melakukan apapun, aku tidak perlu bonus seperti itu. Bisa revisi ini secepatnya, aku harus makan siang dengan kakakku?" tanya Angel.


Kevin makin suka melihat Angel, wanita itu benar-benar sangat menarik menurutnya. Benar-benar berbeda dengan Eva yang terlalu penurut dan bodoh, juga dengan Vanya yang hanya cantik, genit dan agresif.


Justin menoleh ke arah Kevin. Dan Kevin pun mengangguk setuju.


"Baiklah, aku akan minta sekertaris ku merubahnya dengan cepat!" kata Kevin.


Kevin lantas menghubungi sekertaris nya, dokumen itu di bawa oleh Nancy. Sekertaris Kevin. Tak lama Justin juga mendapatkan panggilan telepon, hingga dia harus keluar dulu sebentar dari ruangan itu.


Kevin menggunakan kesempatan itu untuk bisa lebih dekat dengan Angel. Kevin berdiri dari kursinya, dan mendekati Angel.


"Sepertinya kamu sangat dekat dengan kakakmu ya?" tanya Kevin Random.


Angel hanya menoleh sekilas ke arah Kevin.


"Memangnya ada orang yang tidak dekat dengan saudaranya?" tanya balik Angel.


Kevin benar-benar di buat gemas sekaligus penasaran dengan wanita di depannya itu. Siapa yang bisa menolak pesona Kevin. Dia tampan, mulutnya manis, pekerjaannya bagus. Kevin benar-benar tidak percaya ini.


"Kamu benar, oh ya kalian akan makan siang dimana? kalian kan baru di kota ini. Aku bisa mengajak kalian ke restoran terbaik di kota ini kalau kamu mau?" tanya Kevin mencoba lebih dekat dengan Angel.


"Tidak perlu, aku dan kakakku suka masakan rumah. Kami akan makan siang bersama di rumah!" tolak Angel lagi.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2