
Vanya terlihat senang, dia pikir mungkin rencananya benar-benar berjalan mulus. Dia akan menyingkirkan Angel dan Kevin tidak akan pernah menikah dengan Angel.
Vanya cukup kecewa pada keputusan Kevin, sebenarnya bukan hanya cukup kecewa. Bisa di bilang Vanya sangat kecewa pada Kevin.
Bukan satu dua bulan hubungan mereka. Sudah bertahun-tahun, lalu setelah Kevin bertemu dengan Eva, Vanya harus menjadi simpanan Kevin lagi, bahkan untuk waktu yang lama dia harus rela melihat pria yang dia cintai berbagi cinta dengan wanita lain.
Meski katanya Kevin tidak cinta, tapi tetap saja Kevin menunjukkan sikap romantis pada Eva di depan Vanya.
Dan ketika Vanya sudah berhasil membuat rencana yang sempurna untuk menyingkirkan Eva, dan membuat Kevin menjadi duda kaya raya dengan jabatan yang begitu tinggi.
Vanya lagi-lagi harus menerima ketika Kevin mengatakan akan menikahi Angel dan menyuruh Vanya untuk bersabar lagi. Tapi kali ini kesabaran Vanya sudah habis.
Vanya menyiram wajah Angel dengan botol air mineral yang di bawa oleh Jarwo.
Byurrrr
Angel pun tersadar dari pingsannya, dan sedikit tersedak karena air yang di siramkan oleh Vanya, nyaris masuk ke pernafasannya.
"Uhukk... Uhukk"
Angel membuka matanya, saat itu dia sadar kalau dia sudah berada di sebua tempat yang sangat berbahaya baginya. Saat Angel akan menggerakkan tangannya, dia tidak bisa melakukan itu karena ternyata tangannya terikat.
"Agkkk"
Angel memekik terkejut, ketika merasa rambutnya di tarik oleh seseorang dengan sangat kencang, membuatnya merasakan sangat sakit juga panas pada kulit kepalanya.
"Bangun, wanita genit!" seru Vanya dengan suara lantang.
"Vanya" ucap Angel pelan.
Brakkkk
__ADS_1
Vanya menghempaskan apa yang dia genggam dengan sangat kuat. Membuat Angel terjatuh kembali ke lantai dengan punggung yang membentur lantai dengan sangat kuat. Karena posisinya tangannya di ikat di belakang punggungnya.
"Agkhhh"
Lagi-lagi Angel memekik kesakitan. Karena di jambak dan di hempaskan seperti itu rasanya memang benar-benar seperti remuk semua tubuh.
"Sakit?" tanya Vanya dengan tatapan yang begitu meremehkan.
"Sakit kan? makanya jadi wanita jangan genit. Aku sudah bilang kalau aku bukan sepupu mas Kevin, aku sudah bilang aku adalah kekasihnya. Kenapa tidak memutuskan hubungan dengannya? kenapa masih mau bertunangan dan menikah dengan mas Kevin?" tanya Vanya sambil menendang kaki Angel.
Mata Angel sudah berkaca-kaca, siksaan itu begitu menyakitkan baginya. Rambutnya dan kulit kepalanya rasanya belum hilang sakitnya, di tambah lengan dan punggungnya yang terbentur lantai, dan sekarang di tendang dengan sepatu model boots yang begitu keras. Angel tak bisa menahan air matanya yang menetes karena tubuhnya yang merasakan banyak rasa sakit itu.
"Kevin bilang, dia tidak mencintai mu. Dia hanya memanfaatkan mu untuk sampai di tujuannya... "
"Bohong!" pekik Vanya tidak percaya.
Angel merasa dia harus memprovokasi Vanya untuk mengatakan semuanya. Karena itu dia berusaha untuk membuat Vanya kesal.
Angel membenarkan posisinya, membuatnya menjauh dari Vanya.
"Agkkk" pekik Vanya sambil melemparkan botol sisa air mineral yang dia pegang ke arah Angel.
Brakkkk
Untung saja, Angel berhasil menghindar. Sehingga botol itu tidak mengenai dirinya. Kalau sampai kena kepalanya, Angel pasti akan pingsan.
"Kamu pasti merayunya kan? sampai dia mau tidur denganmu. Dasar wanita genit" kesal Vanya yang ingin segera mencekik Angel dengan tangannya.
"Aku tidak pernah melakukan itu, Kevin yang datang padaku. Dan waktu itu dia memberiku obat, setelah itu dia menceritakan semua untuk meyakinkan aku kalau dia tidak mencintai mu, dan hanya memanfaatkan mu saja..."
"Diam, aku akan menghabisimu" kata Vanya yang benar-benar mencekik leher Angel.
__ADS_1
Angel yang tangannya terikat tidak bisa melawan atau memberontak. Tapi dia tetap berusaha berkata.
"Dia bilang Eva bukan meninggal karena kecelakaan, tapi dia sendiri yang menabraknya di pinggir jurang uhukk..."
Vanya melepaskan tangannya, dia tidak percaya dia mendengar itu dari Angel. Rahasia itu, rahasia dimana hanya dirinya dan Kevin yang tahu. Mendengar Angel mengetahui rahasia itu, hati Vanya benar-benar patah. Kali ini dia mulai ragu, apakah yang di katakan oleh Angel benar. Kalau sebenarnya selama ini Kevin tidak mencintai dirinya dan hanya memanfaatkannya.
"Tidak mungkin... mas Kevin mencintai ku, dia sangat mencintaiku. Tidak mungkin dia bilang begitu padamu. Kamu pasti hanya mengarang di cerita kan?" tanya Vanya memegang dua bahu Angel dan menggoyangkan dengan sangat kuat.
Angel benar-benar merasa seperti sudah tidak sanggup lagi bertahan. Kepalanya terasa pusing, dan seluruh tubuhnya sakit.
"Kalian juga tidak menemukan mayat Eva, bukan? Kevin bilang kalian merencanakan semua itu, mayat wanita yang di kuburkan itu bukan Eva. Itu semua Kevin bilang adalah rencana mu..."
"Tidak, tidak mungkin"
Angel semakin membuat Vanya merasa sangat patah hati. Kenapa Kevin bisa menceritakan semua rahasianya pada Angel. Apakah Kevin benar-benar sudah tidak mencintai dirinya dan begitu mencintai Angel sampai Kevin menceritakan hal yang merupakan rahasia terbesarnya sendiri pada Angel. Bukankah itu sama artinya Kevin menyerahkan hidupnya pada Angel, rahasia itu adalah hidupnya.
Vanya terduduk lemas, dia tidak bisa membayangkan kalau ternyata Kevin benar-benar sudah tidak mencintainya. Perasaan wanita yang patah hati sangat mempengaruhi Vanya.
"Kevin juga bilang, dokter Herman kalian yang memintanya menukar obat paman William" kata Angel lagi semakin membuat Vanya tertegun.
'Mas Kevin juga menceritakan hal itu padanya, mas Kevin benar-benar percaya pada wanita ini. Apa dia benar-benar mencintai wanita ini... tega sekali kamu mas, aku yang sudah melakukan segalanya untukmu' lirih Vanya dalam hati.
"Apa semua yang di katakan Kevin itu benar? apa kalian yang mencelakai Eva? kalian yang melenyapkan Eva?" tanya Angel pada Vanya.
Vanya langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Angel. Vanya berdiri dan menarik lengan Angel. Menatap Angel dengan tatapan yang begitu mengerikan.
"Kamu ingin mendengarnya? aku akan memberitahukan padamu kebenarannya. Bukankah kata orang, setidaknya orang yang mau mati harus di beritahu apa yang ingin dia ketahui agar dia mati dengan tenang?" tanya Vanya yang menatap dengan tatapan tidak berperasaan pada Angel.
"Aku dan mas Kevin yang menghabisi Eva, seperti aku dah mas Kevin melenyapkan Eva. Seperti itu juga aku dah mas Kevin akan melenyapkan mu. Jarwo, juga akan mencari mayat di rumah sakit untuk menjadikan itu mayatmu yang seolah meninggal karena kecelakaan di jurang. Aku yang akan menabrak mobil yang di dalamnya ada dirimu seperti mas Kevin menabrak mobil Eva waktu itu, ha ha ha" Vanya tertawa puas.
Dia benar-benar berniat melakukan itu. Melenyapkan Angel, dengan cara yang sama seperti dia dan Kevin dulu melenyapkan Eva.
__ADS_1
***
Bersambung...