Beautiful Revenge Istri Yang Di Lenyapkan

Beautiful Revenge Istri Yang Di Lenyapkan
Bab 34


__ADS_3

Kevin mengantarkan Angel keluar dari perusahaan itu. Dia sadar kalau masih ada urusan dengan Vanya yang harus dia selesaikan.


"Sayang, kamu kembali saja ke rumah. Aku akan menemui mu setelah menyelesaikan urusan ku di sini" kata Kevin sambil menangkup lembut wajah Angel.


Angel pun mengangguk menurut. Kevin memang suka pada wanita yang penurut, Angel tahu itu.


Angel pun memesan sebuah taksi online, begitu taksi itu datang. Kevin membukakan pintu untuk Angel, setelah Angel masuk ke dalam mobil taksi online itu, Kevin tersenyum dan melambaikan tangannya pada Angel.


Begitu mobil itu sudah melaju dan meninggalkan perusahaan. Kevin kembali ke dalam kantor lalu bergegas mencari Vanya. Kevin yakin Vanya ada di ruangannya.


Sedangkan Angel, dia pun minta supir taksinya untuk kembali lagi ke perusahaan. Setelah sampai Angel bergegas ke ruangan William Mukhtar untuk menyarankan rekaman yang sudah dia copy dan di kirimkan salinannya ke Darren.


Begitu Angel membuka pintu, William Mukhtar dan Viktor tampak terkejut. Mata William Mukhtar masih merah menahan emosi. Kursi yang memang adalah milik William Mukhtar kembali dia duduki, namun dengan perasaan yang tidak senang.


"Untuk apa nona kemari?" tanya Viktor dengan wajah khawatir.


Dia takut William Mukhtar akan marah dan itu sangat tidak baik bagi kesehatannya.


"Aku hanya ingin memberikan ini pada paman William..."


"Kamu masih memanggilku paman? masih berani memanggilku paman? kamu keterlaluan Angel. Aku sudah menganggap mu seperti anakku sendiri. Kenapa kamu dan Kevin melakukan ini? kalian kenapa begitu membuatku kecewa?" tanya William Mukhtar dengan emosi.


Namun Angel hanya diam, seperti kata Darren. Angel harus diam dan hanya menyerahkan rekaman bukti percakapan yang meningkat hubungan sebenarnya Kevin dengan Vanya.


"Paman Viktor, tolong dengarkan ini. Ini sangat penting, di dalamnya juga ada perkataan Vanya terkait kematian Eva" kata Angel pada Viktor sambil memberikan alat perekam pada Viktor.


Angel lalu menghadap ke arah William Mukhtar.

__ADS_1


"Aku minta maaf paman, tapi aku hanya ingin membantu paman" kata Angel yang langsung pergi dari ruangan itu dengan cepat.


Mata Angel berkaca-kaca, ternyata William Mukhtar tidak semarah yang dia duga. Tapi itu malah membuatnya semakin sedih, pasti papanya itu sangat berusaha menahan amarahnya.


Dengan cepat Angel meninggalkan perusahaan itu, tentu saja dia tidak mau baik Vanya maupun Kevin melihatnya.


Setelah Angel pergi, Viktor pun memplay alat perekam itu. Dan terdengar suara Vanya yang mengatakan kalau ternyata hubungannya dengan Kevin adalah sepasang kekasih selama ini, bukan sepupu. Mereka telah menipu Eva.


Tangan William Mukhtar terkepal keras matanya semakin merah dan sangat marah. Bahkan terdengar Vanya mengatakan kalau Eva meninggal bukan kerena kecelakaan.


Viktor mendekati William Mukhtar yang terlihat sangat sedih, marah dan kecewa dalam waktu yang bersamaan.


"Tuan, anda baik-baik saja?" tanya Viktor cemas.


"Panggil pengacaraku Viktor, panggil Yanuar kemari, dan segera buat surat pemecatan secara tidak hormat pada dua manusia penipu itu. Mereka telah menipuku dan anakku selama bertahun-tahun. Anakku yang malang... pecat Kevin dan Vanya dari perusahaan ini Viktor. Usir mereka, jangan biarkan mereka menunjukkan wajah mereka di perusahaan ini!" kata William Mukhtar dengan marah.


Viktor pun segera melaksanakan perintah William Mukhtar.


"Kamu dengar apa yang aku katakan? kalau kamu mengungkapkan semua kejahatan yang kita lakukan, bukan hanya aku yang akan berakhir di penjara, kamu juga akan di penjara Vanya" kata Kevin mencoba menggertak Vanya.


"Aku tidak perduli mas, lihat aku? apa aku terlihat takut masuk penjara. Daripada menyaksikan kamu menikahi wanita genit itu, lebih baik kita berdua masuk penjara!" pekik Vanya yang sudah sangat emosional.


"Jangan bodoh Vanya, jangan membuatku seolah merasa akulah yang mengkhianati kamu. Kamu pikir aku sudah tahu, kalau kamu sudah tidur dengan dokter Herman dan polisi yang katanya masih kerabatmu itu.. jangan sok setia dan tidak pernah mengkhianati aku Vanya" kata Kevin terdengar begitu merendahkan Vanya.


Vanya semakin marah pada Kevin. Vanya memukul dada Kevin beberapa kali dengan isak tangis.


"Siallan kamu mas, kamu tahu tidak aku melakukan semua itu untukmu. Demi lancarnya rencana kamu menguasai harta Eva dan perusahaan. Kamu malah berkata seperti itu padaku, Angel itu juga bukan malaikat mas! dia itu juga bermuka dua, lihat saja, dia tidak benar-benar mencintai kamu. Dia akan memanfaatkan kamu!" kata Vanya marah.

__ADS_1


Kevin langsung menggenggam kedua tangan Vanya yang sejak tadi memukul dirinya.


"Hentikan Vanya, Angel tidak seperti itu. Dia wanita baik-baik, yang kelas dia cantik, kata dan saat aku menidurinya dia masih perawan" kata Kevin membuat mata Vanya makin melebar.


"Apa kamu bilang mas?"


"Apa katamu tadi mas?"


"Siallan kamu mas, kamu benar-benar sudah tidur dengannya. Jahat kamu mas, benar-benar tidak punya hati. Aku sudah membantumu mencapai tujuan mu ini, setelah kamu menemukan wanita lain kamu juga mau membuangku seperti kamu membuang Eva? aku tidak terima mas, aku tidak terima!"


Vanya berusaha memberontak, melepaskan tangannya dari Kevin. Meski selama ini dia adalah otak di balik semua rencana jahat Kevin, namun situasinya saat ini, Vanya sedang sangat patah hati. Vanya benar-benar mencintai Kevin, kalau tidak untuk apa sampai dia berbuat semua hal untuk Kevin. Sampai mau tidur dengan dokter Herman dan polisi yang membawakan dia jasad palsu itu.


"Hentikan drama kalian"


Sebuah suara membaut Kevin yang menahan tangan Vanya, dan Vanya yang tengah histeris mencoba melepas diri dari Kevin menoleh ke arah pintu ruangan Vanya.


"Paman Viktor!" kata Kevin yang langsung melepaskan tangan Vanya dan menjauh darinya.


"Maaf paman sepupu ku sedang emosi, aku mencoba untuk..."


"Tidak usah bersandiwara lagi Kevin. Aku dan tuan William Mukhtar sudah tahu, kalau kalian bukan saudara. Tapi sepasang kekasih. Ini surat pemberhentian kalian secara tidak hormat. Kalian bisa meninggalkan kantor ini dalam sepuluh menit. Atau security akan mengusir kalian. Dan kasus kematian nona Eva juga sudah di buka kembali, tuan William Mukhtar sudah melaporkan dan memberikan bukti untuk kasus itu bisa di buka kembali. Jika kalian terlibat, kalian harus menanggung akibatnya" kata Viktor melemparkan dua surat pemecatan ke arah Kevin dan Vanya lalu pergi dari sana meninggalkan empat orang security di depan pintu.


Kevin dan Vanya terkejut bukan main.


"Ini pasti ulah Angel..."


"Masih menyalahkan Angel, dia bahkan sudah sampai di rumahnya sekarang. Ini pasti ada yang mendengar percakapan kita saat bicara di ruangan CEO. Dasar ceroboh, semua ini karena mulutmu yang sudah bisa diam dan terus mengoceh itu. Sekarang kita harus bagaimana? aku sudah kehilangan semuanya gara-gara kamu yang bodoh, Vanya!" kesal Kevin pada Vanya.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2