Beautiful Revenge Istri Yang Di Lenyapkan

Beautiful Revenge Istri Yang Di Lenyapkan
Bab 27


__ADS_3

"Mas, ini apalagi coba? kamu keluarkan uang 75 juta hari ini. Buat apa?" tanya Vanya yang kebetulan mengecek pengeluaran Kevin dari sekertaris nya Nancy.


Kevin yang baru saja selesai makan malam dan ingin bersantai sejenak di taman rumahnya pun menjadi sangat terganggu dan langsung berdiri.


"Vanya, kenapa kamu jadi seperti ini sih sekarang? mau aku gunakan untuk apa uangku ya terserah aku. Kenapa aku harus terus laporkan semua yang aku lakukan dan uang yang aku gunakan pada kamu? kamu bukan istriku?" tanya Kevin yang benar-benar mulai jengah.


"Kamu akan menyesal karena bicara seperti ini padaku!" gertak Vanya lagi.


"Terus saja menggertak, aku bosan mendengar semua ancaman darimu. Memangnya kalau bukan karena usahaku menjerat Eva dalam cinta dan pernikahan palsu, apa kamu bisa menikmati semua fasilitas ini? apa kamu bisa memiliki semua perhiasan dan barang-barang mewah yang memenuhi lemari di kamarmu itu? jangan lupa, kalau aku masuk penjara, kamu juga akan masuk penjara!" kata Kevin yang langsung pergi begitu saja.


Vanya menghentakkan kakinya di tanah beberapa kali. Wanita cantik yang punya tubuh bak gitar spanyol itu terlihat angkat kesal.


Kevin kembali ke dalam rumah, Kevin pikir dia ingin menemui mamanya dan meminta mamanya datang ke rumah Angel untuk minta maaf mewakili dirinya. Karena seingat Kevin, Angel begitu respect dan simpati pada mamanya. Buktinya saat Kevin mengatakan mamanya sedang sakit, Angel mau datang dan menjenguknya.


Saat Kevin masuk ke dalam kamar mamanya, dia melihat Marta sedang di pijat oleh Lala.


"Ma!" panggil Kevin.


Marta menoleh dan meminta Lala keluar. Lala juga langsung keluar setelah sebelumnya membungkukkan badan sedikit ke arah Marta.


"Ada apa?" tanya Marta menepuk sofa di sebelahnya, meminta anaknya agar duduk di sana.


"Aku tidak berhasil membujuk Angel, aku rasa dia benar-benar takut dan menurut sekali pada kakaknya. Mama harus membantuku, kalau seperti ini terus, aku tidak bisa menemuinya terus. Bagaimana aku bisa mendekatinya" keluh Kevin pada mamanya.


"Oh begitu ya, baiklah kalau begitu beri alamat rumah Angel pada mama. Biar mama yang kesana besok. Kamu fokus saja pada perusahaan, jangan sering-sering tidak datang ke perusahaan, nanti di dengar tuan William Mukhtar, dia bisa saja mencabut kuasa untukmu mewakilinya memimpin sementara perusahaan" kata Marta.


Kevin mengangguk paham, apalagi sekarang kondisi kesehatan William Mukhtar sudah pasti membaik karena sudah tak lagi mengkonsumsi obat yang salah dari dokter Herman, dokter yang bersekongkol dengan Kevin dan Vanya.


Keesokan harinya, Darren dan Angel berada di satu meja makan yang sama. Mereka juga duduk berdekatan, tapi tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka berdua.


Sampai sarapan pagi mereka selesai, dan keduanya sama-sama berdiri dari kursinya. Karena keduanya berdiri ke arah yang sama, mereka pun akhirnya bertabrakan.

__ADS_1


Agar Angel tidak jatuh karena menabrak tubuh kekar Darren. Darren pun meraih pinggang Angel dan memeluknya. Benar-benar di peluk, bahkan pakaian yang melekat pada tubuh mereka pun benar-benar saling menempel.


Deg deg deg


Jantung keduanya berdetak sangat cepat, sampai keduanya bisa mendengarnya masing-masing.


Satu detik, dua detik, tiga detik


"Tuan, nona.. ada tamu di luar. Katanya namanya nyonya Marta... maaf tuan, nona!" pelayan itu baru mengangkat kepalanya dan melihat Darren dan Angel berpelukan pun menjadi canggung dan tidak enak hati.


Angel menarik dirinya dari Darren, sementara Darren tampak tak ingin melepaskan Angel.


"Kak, lepaskan aku!" ucap Angel yang pada akhirnya membuat Darren tersadar dengan apa yang dia lakukan dan buru-buru melepaskan Angel.


"Angel maaf, tadi itu..!"


Angel malah tersenyum.


Tapi saat Angel pergi ke ruang tamu, Darren masih terus memandangi punggung wanita itu dengan tatapan khawatir. Meski dia sudah membicarakan masalah ini dengan Angel, dan langkah apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Tapi yang Angel hadapi itu benar-benar orang-orang yang licik. Yang akan melakukan segala cara agar Angel terjerat oleh mereka dan tidak bisa melepaskan diri.


"Selamat pagi tante!" sapa Angel dengan ramah.


"Angel!" kata Marta yang langsung berdiri dan menghampiri Angel dan memeluknya.


"Silahkan duduk Tante, aku akan buatkan Tante minum dulu!" kata Angel.


"Tidak usah sayang, Tante ingin bicara padaku dulu. Apa kakakmu ada di rumah?" tanya Marta.


Angel mengangguk.


"Karena itu jangan kemana-mana, Tante ingin bicara dulu. Tante mohon kamu duduk dulu di sini Angel!" kata Marta dengan sangat lembut.

__ADS_1


Angel pun duduk di samping Marta.


"Sayang, tante kemari karena Kevin tidak bisa menemui kamu. Mungkin kamu berpikir kalau Kevin itu seharusnya tidak melakukan semua ini karena istrinya memang baru meninggal. Tapi Angel, Kevin tidak pernah sampai seperti ini mengejar seorang wanita. Dia sangat mencintai kamu, dia benar-benar kacau sampai tidak fokus pada pekerjaannya beberapa hari ini. Siapa yang bisa mengendalikan persen Angel, tolonglah temuilah Kevin sekali saja!" pinta Marta sampai menyatukan kedua telapak tangannya di depan wajahnya.


Angel pun langsung memegang tangan Marta itu.


"Tante jangan seperti ini, tapi aku tidak boleh keluar. Kak Darren sangat cemas, terakhir kali aku di karantina di rumah sakit waktu itu, kak Darren sangat marah. Dia bahkan membuang puluhan buket dan karangan bunga yang di kirimkan oleh Kevin. Dia sudah membayar ganti rugi juga 15 milyar ke perusahaan paman William...!"


Mata Marta langsung berbinar.


'Apa.... 15 milyar untuk ganti rugi. Sekaya apa wanita di depanku ini? aku harus bisa membujuknya bertemu dengan Kevin. Saat itu terjadi, Kevin akan menjalankan rencananya. Dan Angel akan menjadi miliknya!' batin Marta yang memang sudah punya rencana licik kalau Angel mau ikut dengannya.


"Jadi Tante, sekali lagi aku mohon maaf..!"


"Agkhhh... aduh sakit Angel, tolong Tante!" kata Marta yang memang dadanya dan kesakitan.


'Ah, aku pura-pura sakit saja. Yang penting Angel keluar dulu dari rumah ini!' batin Marta.


Darren yang melihat semua itu dari salah satu ruangan semakin mengkhawatirkan Angel, entah apa yang sudah di rencanakan Kevin dan Marta sampai berpura-pura sakit seperti itu.


"Tante, aku akan bawa Tante ke rumah sakit! penjaga, pelayan?" seru Angel meminta bantuan pada penjaga rumahnya untuk membawa Marta ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di rumah sakit terdekat dari Rosella Residen. Setelah di periksa, akhirnya kondisi Marta membaik.


"Tante, syukurlah semua sudah baik-baik saja. Aku akan ke bagian administrasi sebentar!" kata Angel.


Dan saat itulah Marta menghubungi Kevin agar segera datang ke rumah sakit.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2