
"Lalu apa yang akan kamu dapatkan dengan melakukan semua itu?" tanya Angel.
Wajah mengerikan Vanya langsung berubah. Bisa-bisanya setelah dia mengatakan hal mengerikan itu, masih terlihat ketenangan dalam suara Angel saat bertanya padanya.
"Apa katamu?" tanya Vanya kembali mendekati Angel.
"Kamu tidak akan mendapatkan apapun dengan melakukan semua ini, apa menurutmu kakak ku, Darren Nickolay membiarkan aku dengan mudah di bawa oleh orang bayaran mu itu kemari?" tanya Angel yang mulai mengangkat wajahnya.
Wajah Vanya langsung berubah, bukan hanya Vanya. Jarwo yang sedang tadi terus tertawa melihat penderitaan Angel juga langsung panik. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri begitu mendengar suara benturan keras di pintu.
Brakkkk
Angel menghela nafas lega, sejujurnya dia nyaris pingsan. Dia sudah tak kuat lagi menahan dirinya, untung saja dia mendengar suara mobil itu, dia tahu itu pasti Darren dan para petugas yang sudah mendengar semuanya, karena dalam pakaian Angel, mereka memang sudah memasang alat pelacak dan perekam.
Pintu gudang itu di dobrak dari luar, dan beberapa petugas langsung datang menghampiri Jarwo yang akan berlari menuju jendela.
Namun sayang hal itu percuma, karena Jarwo sudah lebih dulu tercekal oleh salah satu petugas yang memegang kerah jaketnya bagian belakang dan membantingnya ke lantai.
Brukkk
Sementara itu Vanya langsung berniat menghampiri Angel untuk menjadikan Angel sandera agar bisa meloloskan diri. Namun sayang, Darren lebih dulu menerjangnya dari arah belakang, membuat Vanya tersungkur dengan posisi tengkurap membentur keras lantai. Dia sampai terbatuk-batuk dan dari wajahnya tergambar jelas rasa sakit yang dia rasakan.
Darren langsung menghampiri Angel dan menolong Angel.
"Kita ke rumah sakit ya, bertahan lah sayang" kata Darren yang langsung melepaskan ikatan di tangan Angel dan mengangkat tubuh Angel, menggendongnya menuju mobil untuk kemudian mereka akan pergi ke rumah sakit.
Vanya yang masih berusaha untuk bangun lantas di borgol tangannya di belakang punggungnya oleh petugas wanita yang juga datang.
"Lepaskan aku..."
"Melepaskan mu, kamu ini manusia bukan. Kami saja yang mendengar semuanya di mobil tadi sangat geram padamu, dimana hatimu? kamu juga wanita, tidak tahukah kamu rasa sakit apa yang di rasakan wanita lain? benar-benar kejam" kata petugas itu yang langsung membawanya ke mobil polisi.
__ADS_1
Vanya terus menggertakkan giginya, dia tidak menyangka kalau semua akan jadi seperti ini. Dalam hatinya dia menyalahkan Kevin, dari apa yang dia dengar dari Angel tadi. Kevin yang menceritakan semua pada Angel. Jadi Vanya berpikir kalau Kevin yang membuat semua rencananya berantakan.
Di kantor polisi, karena marah pada Kevin. Vanya pun membongkar semuanya, dia tidak ingin di penjara sendirian, dia ingin Kevin juga mendekam di penjara sama seperti dirinya. Dia bersaksi secara gamblang tentang keterlibatannya dan Kevin dalam pelenyapan Eva.
William Mukhtar di panggil ke kantor polisi untuk mendengarkan semuanya yang di cerita oleh Vanya.
Kevin yang juga sudah mendengar tentang penangkapan Vanya langsung melarikan diri bersama dengan ibunya. Namun sayangnya usahanya itu tidak berhasil, dia di tangkap di bandara saat mereka akan ke luar kota. Marta menangis tersedu-sedu, karena harus melihat anaknya itu di penjara.
Saat Vanya dan Kevin di pertemukan dalam satu ruangan, Kevin langsung menggebrak meja dan menyalahkan Vanya atas apa yang terjadi.
"Kenapa begitu bodoh! kenapa mengatakan semuanya..."
"Kamu yang bodoh mas, kenapa memberitahu semuanya pada Angel. Apa kamu secinta itu sama dia sampai mengungkapkan kejahatan yang merupakan kartu mati kita?" tanya banyak dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu bilang apa? aku memberitahu apa pada Angel?" tanya Kevin bingung.
"Jangan pura-pura lagi mas, hidup kita sudah tamat. Kamu yang memberitahu Angel kalau kita yang melenyapkan Eva, kamu yang menabrak mobilnya di pinggir jurang, mayat itu bukan Eva. Kamu memberitahu segalanya pada Angel mas, kamu yang bodoh, kamu yang berkhianat" tangis Vanya pecah.
Vanya menyesal kenapa tidak mendengarkan orang tuanya dulu, kalau Kevin itu tidak baik untuknya. Dia menyesal kenapa mau bertahan terus padahal hanya di jadikan simpanan. Sekarang hidupnya berakhir di penjara, Vanya benar-benar hanya bisa meratapi nasibnya saat ini.
Sementara di hadapan Vanya, Kevin sedang sangat kebingungan.
"Aku tidak pernah mengatakan itu pada Angel, aku tidak sebodoh itu untuk mengatakan semua itu padanya" kata Kevin membantah.
Sambil menyeka air mata, Vanya menatap marah pada Kevin.
"Lalu darimana dia tahu semua itu, hal itu hanya kita berdua yang tahu. Hanya kita berdua yang menyaksikan bagaimana mobil itu terjatuh ke jurang dan meledak lalu terbakar" kata Vanya.
Saat Kevin kembali diam dan berpikir. Petugas mengatakan waktu bertemu mereka sudah selesai.
Di selnya, Kevin terus memikirkan semua yang di katakan oleh Vanya. Dia benar-benar bingung, darimana Angel mengetahui semua itu. Semua yang di lakukan oleh Kevin dan Vanya di malam itu, saat mereka melenyapkan Eva.
__ADS_1
Sementara itu di rumah sakit, Darren terus memeluk Angel.
"Aku sudah tidak apa-apa" kata Angel pelan.
Darren melepaskan pelukannya pada Angel. Dan mengambil jarak untuk bisa memandang wajah Angel yang terdapat beberapa luka tamparan dan benturan oleh Vanya saat berada di gudang.
"Semua ini pasti sakit kan? maafkan aku, aku datang terlambat" kata Darren merasa sangat bersalah pada Angel.
"Tidak, kamu tidak datang terlambat Darren. Kamu datang di saat yang tepat, saat aku jatuh ke jurang, dan saat di gudang kemarin. Jika tidak ada kamu yang datang menyelamatkan aku di jurang itu, mungkin sekarang Kevin dan Vanya pasti sudah berhasil dengan rencana mereka. Mereka sudah pasti akan mendapatkan apa yang menjadi tujuan mereka, perusahaan papa, dan semua aset papa, lalu bebas dari semua kejahatan mereka. Terimakasih, karena sudah datang dalam hidupku Darren" kata Angel dengan mata berkaca-kaca.
Darren kembali meraih Angel ke dalam pelukannya.
"Aku yang berterima kasih padamu sayang, kamu sudah kembali dalam hidupku. Kamu merubah hidupku yang kelam dan gelap menjadi sangat bercahaya dan berwarna. Sekarang kamu istirahat ya, pengacara kita sedang mengurus segalanya. Besok kamu akan bertemu dengan dua orang itu" kata Darren dan Angel pun mengangguk paham.
Keesokan harinya, di saat Kevin masih terus menduga-duga dan memikirkan kira-kira siapa yang tahu masalah itu atau tidak sengaja lewat di sana saat peristiwa malam itu terjadi. Petugas mengatakan ada yang ingin bertemu dengannya.
Kevin menuju ke ruang besuk tahanan, dan dia terkejut melihat Angel dan Darren yang ada di sana.
"Kalian..."
"Bagaimana kabarmu mas?" tanya Angel pada Kevin.
"Mas? sejak kapan kamu panggil aku mas? dan apa kenapa kamu melakukan semua ini Angel..."
"Bukan Angel mas, tapi Eva... Eva Tatiana, istrimu yang kamu lenyapkan mas Kevin"
Kevin nyaris tak punya tenaga untuk berdiri, dia terduduk lemas di kursi yang ada di ruangan itu.
"Apa..... ini... ini tidak mungkin"
***
__ADS_1
Bersambung...