Beautiful Revenge Istri Yang Di Lenyapkan

Beautiful Revenge Istri Yang Di Lenyapkan
Bab 40


__ADS_3

"Apa yang tidak mungkin?" tanya Darren yang berada di samping Angel.


"Kamu dan selingkuhanmu itu telah melenyapkan Eva, kalian ketahuan berselingkuh kemudian menabrak mobil Eva di pinggir jurang, mobil itu meledak. Eva terbakar, kamu tahu seperti apa keadaannya saat itu? dan rasa sakitnya saat itu. Masih bagus Eva hanya ingin kalian membayar semuanya dengan mendekam di penjara. Kalau aku, aku akan bakar kalian hidup-hidup. Supaya kalian tahu rasa sakit Eva saat itu!" ucap Darren yang memang sangat kesal dan marah pada Kevin dan Vanya.


Kevin terdiam, dia mengusap kasar kepalanya. Semua rencananya selama ini berantakan, sia-sia.


"Jangan-jangan dokter Herman..."


"Benar mas, dokter Herman juga. Kamu bisa merencanakan semua itu, melenyapkan aku, merebut semua milikku, bahkan menyakiti papaku yang sudah menganggap mu anak sendiri. Aku kemari, hanya ingin memberikan ini" kata Angel yang memberikan surat cerai pada Kevin.


"Tanda tangani saja itu mas, itu akan lebih baik..."


"Kalau aku tidak mau?" tanya Kevin yang ingin mempersulit Angel.


"Semua terserah padamu, kamu tanda tangani itu sekarang. Maka setidaknya aku akan membiarkan mama kamu tinggal di rumah itu. Kalau kamu mempersulit aku, aku mungkin akan mengambil kembali rumah itu. Dan mama kamu..."


"Aku akan tanda tangan" kata Kevin yang dengan cepat mengambil pulpen yang ada di samping dokumen tersebut dan menandatangani dokumen tersebut.


"Baiklah, urusan kita sudah selesai. Akan aku pastikan, kamu dan Vanya mendapatkan hukuman yang pantas untuk kalian, jika bisa bertobatlah mas. Sesungguhnya apa yang kita tanam, itu yang akan kita tuai" kata Angel yang matanya berkaca-kaca.


Rasa sakitnya amat besar, tapi dia tahu kalau Kevin pasti akan mendapatkan hukuman yang pantas dan sepadan dengan perbuatannya. Kevin yang sangat menyayangi mamanya, pasti juga tersiksa memikirkan bagaimana nasib mamanya tanpa dia.


Angel segera keluar dari ruangan besuk tahanan itu. Darren terlihat mengepalkan tangannya kuat.


"Ada apa?" tanya Angel.


"Dia sama sekali tidak minta maaf padamu, kalau kamu tidak melarang ku melenyapkan mereka, aku pasti..."


Angel menggenggam tangan Darren dan tersenyum pada Darren.


"Kalau kita melakukan hal itu, apa bedanya kita dengan mereka. Yang terpenting, semua bukti kejahatan mereka sudah terungkap. Sudah ada pada polisi. Masalah peradilan, kita serahkan saja pada petugas" kata Angel.

__ADS_1


Angel dan Darren pun pergi dari kantor polisi, pengacara Darren juga sudah mengurus perceraian Eva dan Kevin. Juga mengurus segalanya agar bisa mengembalikan nama Eva pada Angel.


William Mukhtar yang mengetahui hal itu langsung mendatangi rumah Darren Nickolay.


Dengan tergopoh-gopoh, dan mata berkaca-kaca. William Mukhtar turun dari mobilnya dan mengetuk pintu besar itu.


"Selamat malam, tuan siapa? dan ingin bertemu siapa?" tanya asisten rumah tangga Darren dengan sopan dan ramah.


"Eva.. Eva anakku" kata William Mukhtar yang sudah tidak sabar bertemu Eva setelah mendengar semua penjelasan polisi dan juga Viktor.


Eva dan Darren pun menghampiri William Mukhtar, Eva memeluk erat papanya itu.


"Maafkan papa nak, papa tidak mengenali mu. Maaf karena papa kemarin marah padamu. Papa senang kamu masih hidup nak, Eva..."


Tangis bahagia bercampur haru membasahi mata Eva, William Mukhtar, Viktor dan beberapa asisten rumah tangga Darren.


Cukup lama William Mukhtar memeluk Eva, dan kemudian Darren pun menceritakan semuanya. Apa yang terjadi pada malam mengenaskan itu.


William Mukhtar cukup terkejut, tapi dia senang karena Eva di cintai orang yang begitu baik seperti Darren.


Namun karena proses perceraian Eva masih berlangsung. Darren harus sabar menunggu untuk bisa menikah dengan Eva.


Beberapa bulan kemudian, Eva yang sudah resmi bercerai dengan Kevin. Menghadiri persidangan akhir Kevin dan Vanya. Hukuman selama 15 tahun penjara untuk mereka berdua karena pasal berlapis yang menjerat mereka. Sudah membuat Eva lega.


Waktu selama itu, Eva berharap Kevin dan Vanya menyadari kesalahan mereka dan menjadi orang yang lebih punya hati nurani. Tidak lagi berbuat kejam.


Namun bukanya seperti yang di harapkan oleh Eva. Vanya justru mengamuk dan mengancam Eva. Dia bahkan berteriak pada Eva sebelum di masukkan ke dalam mobil tahanan.


"Eva, aku tidak akan diam saja. Aku akan membalas semua ini padamu. Aku akan membalas mu Eva. Tunggu saja, tunggu daja pembalasan ku" kata Vanya.


Eva hanya bisa menghela nafasnya, dia yang tadinya berpikir dengan hukuman itu Vanya bisa sadar dan menjadi lebih baik. Ternyata harapannya itu salah, Vanya justru semakin dengki di dalam hatinya.

__ADS_1


Darren yang berdiri di samping Eva, merangkul Eva dan mengusap lembut tangan wanita yang dia cintai itu.


"Jangan khawatir, aku akan selalu bersamamu. Selama ada aku, tidak akan ada yang menyakiti mu" kata Darren menenangkan Eva.


Dan masih sama, saat terakhir kali Eva bertemu dengan Kevin. Mantan suaminya itu hanya melewati Eva begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata.


Hati Kevin dan Vanya memang sudah tidak bisa tertolong.


Beberapa bulan berlalu, Darren dan Eva pun menggelar acara pernikahan mereka dengan meriah. Semua karyawan perusahaan Nickolay dan AW Company turut di undang dalam acara bahagia itu.


Semua karyawan sangat senang, karena ternyata Eva masih hidup. Pesta pernikahan itu berlangsung dengan lancar. Bahkan ada media yang meliputnya. Hingga seseorang yang berada di luar negeri. Terlihat tersenyum menyeringai menatap wajah Darren yang bahagia.


"Lihat wajah bahagianya ini, setelah merebut semua yang seharusnya menjadi milikku. Tak seharusnya kamu bahagia seperti ini, kakak tiriku" gumam seorang pria yang memakai mantel tebal yang melihat ke arah layar ponselnya.


Pria itu lantas melihat ke arah istri Darren, senyum menyeringainya semakin lebar.


"Cantik juga kakak iparku ini, benarkan Tommy?" tanya pria itu pada asisten pribadinya yang ada di belakangnya.


"Iya tuan!" jawab pria bernama Tommy itu.


"Hem... bagaimana kalau merebut wanita ini darimu Darren Nickolay. Kamu pasti akan menjadi Darren Nickolay berhati dingin lagi kan? aku sudah membayar orang untuk mematahkan hati adik kandungmu, supaya kamu tidak bahagia sama seperti aku, tapi wanita ini membuatmu bahagia. Bagaimana aku bisa membiarkan hal itu" gumamnya pada video Darren yang dia lihat di ponselnya.


"Tommy, siapkan kepulangan kita. Aku akan memberi hadiah kecil dan ucapan selamat pada kakak tiri dan kakak iparku" kata pria itu.


"Baik tuan Luke" jawab Tommy.


Pria itu adalah Luke, adik tiri Darren dari wanita yang telah menjebak dan menghancurkan rumah tangga ayah Darren.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2