Beautiful Revenge Istri Yang Di Lenyapkan

Beautiful Revenge Istri Yang Di Lenyapkan
Bab 29


__ADS_3

Darren memang mengerti apa yang di katakan oleh anak buahnya itu. Dia tahu kalau obat yang di berikan oleh Kevin hanya bisa di hilangkan dengan cara seperti itu.


Angel berusaha untuk menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya, linu dan panas, Angel berusaha menggigit bibirnya menahan rasa sakit. Darren pun segera mendekati Angel dan melarangnya melakukan itu.


"Jangan gigit bibirmu Angel, itu akan menyakitimu!" kata Darren memegang kedua lengan Angel.


Angel terlihat mengeluarkan air mata karena memang sangat tidak nyaman baginya. Darren memandang ke arah mata Angel yang pandangannya sudah tidak fokus lagi.


"Apa kamu akan membenciku, jika aku menyentuhmu?" tanya Darren yang meskipun menyukai Angel tapi tidak mau memanfaaatkan keadaan Angel yang sedang tidak berdaya.


Angel tidak bisa menjawab pertanyaan itu, dia tidak tahu apa yang ada di pikirannya saat ini. Dia tidak bisa berpikir.


Memandang mata Angel mengingatkan Darren pada saat pertama kali dia melihat manik mata coklat kehitaman itu. Di tengah rintik hujan, beberapa tahun yang lalu. Gadis berseragam yang membawakannya payung, ketika dia berdiri di tengah derasnya hujan karena kekecewaannya pada sesuatu hal.


Manik mata yang sama, yang membuat Darren jatuh hati meski saat itu wajah dan penampilan Angel saat masih sebagai Eva sangat biasa dan nyaris tidak menarik. Tapi mata itu, kepedulian gadis itu telah mencuri hati Darren.


Cup


Darren mencium sekilas, mengecup bibir Angel dan membuat Angel merasakan perasaan berdesir yang tak dapat dia jelaskan. Namun rasa sakit yang dia rasakan berkurang.


Angel merengkuh Darren ke pelukannya, memeluk pria yang telah menolongnya itu dengan erat.


"Aku tidak akan membencimu kak..." lirih Angel.


Darren pun mulai meraih dagu Angel dan kembali menciumnya. Keduanya terhanyut dalam perasaan yang tak bisa mereka jelaskan.


Sampai di atas tempat tidur, dah entah sejak kapan keduanya sudah tak dalam balutan kain apapun lagi.


Darren memejamkan matanya ketika pertama kali dia merasakan dirinya benar-benar menjadi seorang pria sejati. Bagi Darren, itu adalah hubungan yang dia lakukan untuk pertama kali. Angel dengan peluh dan wajah memerah, mulai mendapatkan kembali kesadarannya. Tapi setelah semua rasa sakit dan tidak nyaman di tubuhnya hilang, dia pun tidak menghentikan Darren melakukan apapun pada tubuhnya.


Hingga suara erangan keras terdengar dari Darren lagi. Hingga pria itu merubuhkan dirinya di samping Angel yang juga masih meremass sprei karena dia juga masih bisa merasakan efek dari apa yang Darren lakukan padanya. Sesuatu masih berkedut kencang, membuatnya menutup mulutnya dengan satu tangan karena tak ingin mengeluarkan suara yang akan membuat wajahnya semakin merona.

__ADS_1


Darren memeluk Angel dan mencium kening Angel sambil mengatur nafasnya.


"Aku mencintaimu" bisik Darren di telinga Angel.


Mata Angel yang terpajang, perlahan terbuka ketika dia mendengar apa yang di katakan Darren.


Angel menoleh ke samping, melihat mata Darren yang tengah menatapnya sayu.


"Kamu..."


"Iya Eva, aku mencintaimu. Sejak pertama kali melihatmu memanjat pohon untuk menyelamatkan seekor kucing yang tersangkut di batang pohon itu. Sejak kamu datang memberikan payung untukku, sejak saat itu aku menyukai mu" kata Darren dengan suara yang begitu lembut.


"Eva?" tanya Angel dengan mata yang berkaca-kaca.


"Benar, Eva Tatiana. Gadis dengan rambut keriting, dan kulit sawo matang yang selalu menundukkan kepalanya ke arah bawah kalau berjalan" tambah Darren yang semakin membuat Angel menitihkan air matanya.


"Tapi kenapa?" tanya Angel lagi.


"Aku tidak pantas..."


Darren langsung memeluk Angel dan mencium keningnya lagi.


"Tidak ada yang lebih pantas darimu Eva, aku akan selalu berada di sisimu untuk menyelesaikan dendam ini. Setelah semuanya berakhir, dan kamu resmi berpisah dengan Kevin. Aku akan melamar mu pada tuan William Mukhtar" ucap Darren yang membuat Angel tak bisa berkata-kata.


Darren memeluk Angel dengan sangat erat. Ketika suara ketukan pintu terdengar dari luar.


Tok tok tok


"Bos, mungkin sebentar lagi Kevin akan siuman, kita bisa mulai rencana kita?" tanya anak buah Darren dari luar pintu.


"Tunggu sebentar!" sahut Darren pada anak buahnya.

__ADS_1


Darren pun bangun dari tidurnya, dia juga menuntun Angel untuk bangun.


"Lilitkan selimut ini ke tubuhmu. Kita akan buat seolah-olah Kevin berhasil dengan rencananya. Kamu harus berpura-pura sedih dan menangis, anak buahku akan siapkan cairan merah di sprei" jelas Darren.


Darren merencanakan semuanya, dia membuat seolah Angel baru pertama kali di sentuh oleh Kevin dan saat itu terjadi. Maka mau tidak mau Kevin memang harus membicarakan tentang pernikahannya dengan Angel yang akan sangat di tentang oleh Darren. Sementara hal itu juga akan membuat hubungan Vanya dan Kevin hancur.


Anak buah Kevin sudah melepaskan semua pakaian Kevin, lalu membaringkannya di atas tempat tidur. Sementara sebuah patung di letakkan di bawah tempat tidur. Itu adalah alasan kenapa Kevin pingsan nantinya.


Darren dan anak buahnya pun keluar dari kamar itu, juga dari villa itu, tapi mereka tetap mengawasi dari kejauhan.


Beberapa saat kemudian, ketika Kevin terlihat bergerak. Angel langsung memulai aktingnya. Dia menangis tersedu-sedu sambil memeluk lututnya dengan selimut yang membungkus dirinya.


"Hu.. hu...hu... hu..."


Kevin terkejut dan langsung bangun, dia melihat dirinya yang terasa begitu lengket dan tidak bersih di tubuhnya. Dia melihat ke arah tubuhnya dan tidak menggunakan apapun, dia melihat ke bawah tempat tidur, pakaian wanita dan pakaiannya berserakan di mana-mana.


Saat dia menoleh ke samping. Dia melihat Angel tengah menangis. Kevin menjadi bingung. Tapi dia langsung mendekati Angel.


Sementara Angel mencoba menghindar saat Kevin akan memeluknya.


"Angel...!"


"Menjauh dariku, aku membenci mu. Bagaimana kamu melakukan semua ini padaku Kevin? kenapa kamu melakukan semua ini? kak Darren akan menghabisi ku! kamu jahat Kevin!" kata Angel yang langsung turun dari tempat tidurnya dengan akting kesakitan.


Susah payah dia memunguti pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi. Saat selimutnya di angkat oleh Angel, Kevin melihat noda merah di sprei.


"Apa yang aku bingungkan? artinya rencanaku berhasil kan? aku sudah menidurinya, dan aku tinggal bertanggung jawab saja. Bagus, rencanaku berhasil, Angel tidak akan menolak ku. Karena aku yang merenggut kesuciannya!" gumam Kevin yang merasa rencananya berhasil.


Sekali lagi, Kevin merasa Angel yang masuk dalam jeratnya. Pada kenyataannya, Angel dan Darren yang sudah membuat masalah besar untuk Kevin dan Vanya. Sebentar lagi akan terjadi pertengkaran besar antara mereka berdua, dan itu akan membaut sedikit demi sedikit kejahatan mereka berdua akan di bongkar oleh masing-masing dari mereka.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2