
Sementara kepanikan juga sedang terjadi di rumah Kevin, beberapa petugas juga tampak datang ke rumah Kevin dan Eva itu untuk mencari barang bukti terkait laporan yang mengatakan kalau Eva kemungkinan meninggal bukan karena kecelakaan.
"Ini kenapa Kevin gak bisa di telepon sih? aku harus apa? bagaimana kalau mereka menemukan bukti kalau Eva memang bukan meninggal karena kecelakaan, tapi di lenyapkan. Aduh bagaimana ini?" gumam Marta dengan pelan sambil mondar mandir di depan kamarnya mencoba terus menghubungi Kevin.
Sementara Kevin sendiri, ponselnya sudah hancur akibat di banting oleh Vanya.
Di saat genting mereka, saat mereka keluar dari perusahaan. Vanya masih sangat kesal karena Kevin malah ingin menghubungi Angel. Karena kesal Vanya merebut ponsel Kevin dan membantingnya.
"Ini semua karena mulut ceroboh mu, sekarang kamu harus singkirkan semua barang buktinya. Jangan sampai ada yang tersisa" kata Kevin kesal.
"Aku sudah menyimpan semuanya di tempat aman, aku sudah bilang padamu kan! aku menyimpan semua rahasia mu, kenapa juga kamu malah mau menikahi wanita itu. Aku tidak mau tahu, kamu tidak boleh menikah dengan wanita itu. Aku sudah banyak berkorban untukmu Kevin!" Vanya masih terus bersikeras.
Kevin yang merasa kalau Vanya itu memang memegang semua bukti kejahatannya. Kevin pun mencoba untuk tidak membuat masalah dulu dengan Vanya. Kevin pikir lebih baik dia menggunakan cara yang sama seperti dulu. Berpura-pura mencintai Angel, seperti dia dulu berpura-pura mencintai Eva.
"Vanya, apa kamu tidak paham. Aku melakukan semua ini untuk kita!" kata Kevin berdalih.
"Apa maksud mu?" tanya Vanya.
"Seperti aku menaklukkan hati Eva, aku juga akan melakukan hal yang sama pada Angel. Dia adik orang yang kaya raya, tapi Darren itu berbeda dengan William Mukhtar, dia lebih pintar. Aku harus membuat Darren percaya kalau aku benar-benar sudah cinta mati dan tak berdaya pada Angel. Kamu mengerti kan?" tanya Kevin.
Tapi kali ini Vanya tidak percaya begitu saja.
"Lalu kenapa kamu tidur dengannya?" kata Vanya bertanya lagi.
"Kalau tidak begitu, bagaimana caranya aku meyakinkan Darren untuk menerima ku. Dengar, aku berjanji padamu. Setelah aku menikah dengan Angel, aku akan mengambil semua hartanya. Dan kita bisa pergi berdua ke tempat yang sangat jauh dengan semua harta Angel!" kata Kevin terdengar meyakinkan bagi Vanya yang memang mencintai pria licik dan pengkhianat itu.
"Kamu tidak berbohong padaku kan?" tanya Vanya.
"Kapan aku berbohong padamu?" tanya Kevin lagi.
Kevin memeluk Vanya, dia tersenyum licik karena berhasil membujuk Vanya. Dia hanya tinggal mencari semua bukti dari Vanya lalu membuat Vanya yang menanggung segalanya akibat perbuatan dan rencana licik mereka dulu melenyapkan Eva.
Begitu sampai di rumah, Kevin terkejut dengan kedatangan banyak petugas.
__ADS_1
"Tenang saja, semua buktinya tidak ada di rumah ini!" bisik Vanya pada Kevin.
"Benarkah? lalu dimana?" tanya Kevin.
"Ada di tempat yang aman, bukti perbaikan mobil di hari itu, keterangan dari rumah sakit, dan laporan yang di ambil dari kantor polisi. Semua ada di tempat yang aman" kata Vanya.
"Iya dimana?" tanya Kevin.
Tapi Vanya langsung menatap Kevin dengan curiga.
"Aku bilang di tempat aman, artinya di tempat aman" kata Vanya.
Tapi percakapan mereka berhenti ketika Marta melihat kedatangan Kevin dan Vanya lalu menghampiri mereka.
"Kevin, petugas sedang..."
"Aku tahu ibu, tapi ibu tidak perlu khawatir. Semua akan baik-baik saja" kata Kevin mencoba membuat Marta yang panik untuk tenang.
Sementara itu petugas yang melihat kedatangan Vanya juga langsung menghampiri Vanya.
"Kenapa? ada apa?" tanya Vanya yang mulai panik.
"Tolong anda kooperatif saja, ikuti kami. Saat ini anda adalah saksi dalam kasus ini" kata petugas itu lagi.
Vanya pun mengikuti petugas itu. Dan di bawa ke kantor polisi.
Kevin yang tidak mau menimbulkan kecurigaan, tidak mengikuti Vanya.
Di kantor polisi, di ruang penyelidikan, seorang petugas tampak sesekali melihat ke arah Vanya sambil membaca berkali-kali laporan yang ada di depannya.
Vanya yang sudah lima belas menit berada di ruangan itu tapi tidak satu pun pertanyaan di ajukan padanya menjadi gelisah.
"Pak, kalau memang tidak ada yang mau di tanyakan. Apa saya bisa keluar dari ruangan ini?" tanya Vanya yang tidak nyaman berada di ruangan yang terkesan sempit dan pengap itu.
__ADS_1
Padahal ruangan itu ada pendingin udaranya, hanya saja karena memang suasana yang temaram membuat siapapun yang menyembunyikan kejahatan dan bukan seorang penjahat expert, pasti tertekan berada di ruangan itu tanpa tahu dia di situ untuk apa.
"Nona Vanya, anda mengatakan kalau mendiang saudari Eva, meninggal bukan karena kecelakaan! itu sangat jelas anda ucapkan di ruangan CEO AW Company bukan? coba jelaskan, kenapa anda mengatakan hal itu?" tanya petugas itu dengan tempo yang sangat lambat.
Eva menghela nafas berat.
"Itu... itu karena saya kesal saja pak, saya hanya asal bicara" kata Vanya mencoba untuk menutupi kebenaran.
"Asal bicara saja?" tanya petugas itu dengan tatapan penuh curiga pada Vanya.
"Iya, saya asal bicara" kata Vanya lagi.
"Tapi di sini, anda terdengar serius. Di kalimat sebelumnya anda mengungkap semua kebenaran yang ada. Anda dan saudara Kevin ternyata bukan sepupu, tapi sepasang kekasih. Dan anda menyembunyikan hubungan itu di belakang saudara Eva yang adalah istri sah saudara Kevin. Bukankah ini sebuah kebetulan yang kalau anda bilang hanya asal bicara saja, terdengar sebuah alasan yang sangat memaksa?" tanya petugas itu dengan kalimat yang rancu dan membuat Vanya kesulitan memikirkan jawaban selanjutnya yang harus dia katakan.
"Itu semua ide Kevin..."
"Tentang?" tanya petugas itu.
"Dia yang memintaku berpura-pura menjadi sepupunya, kami saling mencintai. Tapi Eva mencintai Kevin dan ingin menikah dengan Kevin..."
"Bukankah artinya kalian mengkhianati mendiang saudari Eva?" sela petugas itu bertanya.
Petugas itu semakin menyudutkan Vanya. Tapi karena kurangnya alat bukti, hanya motif yang di duga oleh petugas itu saja masih belum cukup untuk membuktikan kalau mereka terlibat dalam kasus itu.
Anak buah Darren, yang mendengar kalau Vanya di perbolehkan pulang. Menghubungi Darren dan menjelaskan semua situasinya.
"Angel, Vanya tidak di tahan, masih belum ada bukti yang menunjukkan mereka berdua terlibat, kita harus mencari cara untuk menekan mereka, sampai bukti itu akan muncul dengan sendirinya" kata Darren.
"Bagaimana kalau kita beritahu dokter Herman kalau Kevin dan Vanya sudah tidak bekerja. Setidaknya hal ini akan membuat mereka pusing dan tertekan, karena jika mereka tidak punya uang, mereka tidak bisa mengirim uang ke keluarga dokter Herman. Dan keterlibatan mereka dalam kejahatan dokter Herman, pasti akan di ungkap oleh dokter Herman!" kata Angel.
"Kamu benar, aku akan segera meminta anak buahku memberi kabar ini pada dokter Herman" kata Darren.
***
__ADS_1
Bersambung...