Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 09 - Pembunuh II


__ADS_3

”Hei! Yin Zhen! Sejak kapan kau tahu kalau aku adalah Inkarnasi Iblis hitam? Bukankah kau bilang kalau kau buta sejak lahir?” tanya Xiao Qing Xuan sambil menunggangi seekor keledai yang diberikan oleh Yin Zhen padanya.


Yin Zhen tampak tertegun dan ia pun mengalihkan perhatiannya selama beberapa saat. ”... Karena aku merasakannya. Aku bisa merasakan keberadaan sihir gelap yang mengalir dalam dirimu. Selain itu, aku bisa mendengar suara-suara menakutkan yang ada di sana. Sangat berisik bahkan membuatku ketakutan. Karena itu, aku langsung menghampiri mu dan memastikan bahwa apa yang kurasakan ini benar terjadi.”


”J~ jadi itu yang membuatmu bisa mendengar apa yang kukatakan dalam benak ku?” tanya Xiao Qing Xuan yang tampak terkejut setelah mendengarnya.


Yin Zhen mengeluarkan sebuah apel dari balik pakaiannya dan memberikannya pada Xiao Qing Xuan. ”... Aku ingat kau belum makan sejak pagi. Makanlah!”


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan heran. Ia pun menerima apel tersebut meskipun ia tampak ragu untuk mengambilnya. ”Boleh kutanya satu hal? Sebenarnya, apa tujuanmu mengikutiku pergi?” tanya Xiao Qing Xuan yang berhasil membuat ekspresi Yin Zhen tampak sangat terkejut. ”... Ah! Apakah aku salah bicara?” Xiao Qing Xuan tampak canggung setelah Yin Zhen menunjukkan ekspresinya.


Yin Zhen menarik senyum dan menjawab, ”Tujuanku, hanya untuk melindungi diri.”


Xiao Qing Xuan tertegun mendengarnya dan ia pun kembali bertanya, ”Apakah kau takut aku akan membunuhmu jika kita tak saling kenal?”


”Bukan!” celetuk Yin Zhen. ”... Sebenarnya, aku selalu hilang kendali saat sendiri. Itu semua terjadi setelah aku kehilangan adik. Orang tua yang hidup di kuil dewa ikan mas bilang kalau aku harus pergi menemui seseorang yang telah meninggalkan kursi kosong dalam pikiranku. Dan kebetulan sekali, aku menemukan seseorang yang mirip dengannya. Orang itu, adalah kau, Tuan muda. Meskipun aku tidak tahu seberapa bahayanya jika aku terus berada di sebelah Inkarnasi Iblis hitam, asalkan tidak ada kursi kosong dalam pikiranku, aku yakin aku baik-baik saja.”


Xiao Qing Xuan tampak terkejut setelah mendengarnya. Ia terdiam dan mengalihkan perhatiannya. Ia mungkin percaya dengan ucapan Yin Zhen karena belum lama ini, Yin Zhen telah menunjukkan sedikit kekuatannya. Ia bisa menghancurkan sebuah tubuh hanya menggunakan mantra yang sangat sederhana. Bahkan ia tampaknya tidak kelelahan setelah melakukan semua itu.


Yin Zhen tampaknya sangat sedih ketika ia kembali menceritakan hal itu padanya. Ia merasa telah mengganggu ketegangannya dan membuatnya kembali mengingat masa lalunya. Ia pun menepuk pundak Yin Zhen dan berkata, ”Kakak beradik itu, seharusnya saling melindungi 'kan? Karena itu, mulai sekarang kau bisa menganggapku seperti adikmu. Setidaknya, itu bisa mengurangi rasa perih dalam jiwamu.” ucap Xiao Qing Xuan sambil menarik senyum lebarnya.


Yin Zhen tertegun dan ia pun menepuk balik tangan Xiao Qing Xuan yang menyentuh pundaknya. ”... Kau sangat baik. Orang-orang pasti tidak akan menyangka bahwa kau bisa seramah ini.”


”Jangan memujiku, tolong.” batin Xiao Qing Xuan yang mulai berlebihan saat memikirkannya.


Setelah keduanya saling bicara, tangan Yin Zhen menghentikan sebuah pisau belati yang sebelumnya telah melesat ke arah kepala Xiao Qing Xuan. Beruntung saja serangan tersebut berhasil dilihat olehnya sehingga mereka pun tak mengalami luka sama sekali.


”Kau baik-baik saja?” tanya Xiao Qing Xuan setelah ia melihat Yin Zhen yang langsung menghentikan serangan lawan.


Yin Zhen menunjukkan pisau belati itu padanya dan berkata, ”Sepertinya, kita kedatangan musuh. Mereka adalah sekelompok pencuri yang berjumlah sepuluh orang. Senjata yang mereka gunakan cukup besar namun, tidak memiliki energi spiritual sama sekali."

__ADS_1


”Anak muda, serahkan seluruh harta bendamu dan kami akan membiarkanmu pergi.” ucap seorang laki-laki yang berpenampilan sangat berantakan, tengah berjalan menghampiri keduanya dengan sekelompok pemuda yang membawa kapak dan tombak.


***


Di tengah hilir sungai, Liu Zhang Chen berhenti di sana sekadar untuk mencuci wajahnya. Saat ini ia selalu direpotkan dengan tingkah Zhi Shuang yang masih kekanak-kanakan. Mau bagaimanapun juga, ia harus menghindari pertarungan sengit.


”Lagipula ini hanya sementara. Dia akan kembali seperti semula jika kekuatannya sudah terkumpul.” gumam Liu Zhang Chen sambil bercermin di atas permukaan sungai yang tampak tenang.


Ekspresinya berubah terkejut setelah ia merasakan keberadaan hawa kekuatan yang sangat besar, berada di dalam hutan, tempat ia membiarkan Zhi Shuang berkeliaran di dalamnya. Ia pun langsung berdiri dan menghadap ke belakang. ”... Hawa kekuatan milik dewa jahat! Apakah dia sedang bersama dengan Zhi Shuang?” batin Liu Zhang Chen yang langsung berlari memasuki hutan.


Beberapa saat setelah ia terus mencari, tempat di tengah-tengah hamparan rumput, ia melihat seorang wanita berambut emas, tengah membawa Zhi Shuang yang tertidur dalam pelukannya. Liu Zhang Chen tidak merasakan hawa membunuh di sekitarnya. Ia pun berjalan mendekatinya dan berkata, ”Kembalikan anak itu padaku.”


Wanita itu pun tampak terkejut dan langsung menatap ke arah Liu Zhang Chen. Dari wajahnya, Liu Zhang Chen langsung teringat bahwa wanita ini adalah salah satu dari tiga Dewa penipu bernama, Jinyu Xiaojie yang mampu merubah dirinya menjadi laki-laki dan perempuan.


”Oh? Zhang Chen? Apakah dia ini adalah anakmu? Wah, kau sangat tidak bertanggung jawab sekali dengan membiarkan anak ini berkeliaran di hutan. Bagaimana jika dia dimakan hewan sihir?” ucap Jinyu Xiaojie yang menatapnya dengan senyum mengejek.


Liu Zhang Chen tampak bingung dan menjawab, ”Dia bukan anakku dan aku juga belum menikah.”


”Aku yang membuatnya seperti ini jadi, aku yang harus bertanggung jawab untuknya.” jawab Liu Zhang Chen yang membuat Jinyu Xiaojie semakin bingung.


Zhi Shuang terbangun dan langsung menatap ke arah Jinyu Xiaojie yang sedang membawanya. Setelah itu, ia pun menatap ke arah Liu Zhang Chen dan memanggilnya, ”Ayah! Kau sudah kembali.”


”....”


”Haah,... Lagi-lagi dia membuat kata-kata yang membingungkan.” batin Liu Zhang Chen yang tampak bersalah karena sulit menjelaskannya.


BUGH!!!


”Laki-laki br*ngs*k! Bau bawang! Pergilah ke neraka!” teriak Jinyu Xiaojie yang langsung menampar wajah Liu Zhang Chen setelah ia menduga bahwa Liu Zhang Chen telah melakukan hubungan yang membuatnya memiliki anak haram.

__ADS_1


Liu Zhang Chen terdiam sambil memegangi pipinya yang tampak memerah. ”Jangan asal memutuskan. Aku ini belum pernah membuat anak. Lagipula, sudah kubilang kalau dia itu bukan anakku.” ucap Liu Zhang Chen. ”... Dia adalah salah satu dari tujuh inkarnasi Kaisar bumi yang sudah dikendalikan sihir gelap. Aku membuatnya menyusut agar aku bisa membunuh roh jahat yang sedang mengendalikannya.”


”Oh.” Jinyu Xiaojie langsung terdiam dan menatapnya dengan heran.


”Setidaknya minta maaf karena sudah menamparku.” batin Liu Zhang Chen sambil menggandeng tangan Zhi Shuang. ”... Aku perlu berbicara dengan wujud laki-lakimu. Bisakah kau bertukar selama beberapa saat?”


”Hah? Kenapa harus dia? Lagipula, aku sudah di sini. Wanita cantik sepertiku tidak akan pernah berkata kebohongan.” ucap Jinyu Xiaojie dengan nada seperti membangga-banggakan dirinya.


”Jika tidak pernah berkata bohong, mengapa kau sampai dinobatkan sebagai salah satu dari tiga Dewa penipu?” tanya Liu Zhang Chen.


”Jangan sembarangan bicara!” ketus Jinyu Xiaojie.


”Kalau begitu, tunjukan wujud laki-lakimu. Aku perlu berbicara dengannya.” ucap Liu Zhang Chen sekali lagi.


”Tidak! Aku tidak akan menunjukkannya! Saat ini ia sedang tidur dan tidak bisa dibangunkan sampai besok pagi—


Wujud Jinyu Xiaojie berubah menjadi laki-laki ketika ia belum sempat mengakhiri kalimatnya. ”Cih! Wanita yang menyebalkan!” ketus Jinyu Xiaojie yang telah berubah menjadi laki-laki sepenuhnya.


Jinyu Xiaojie menatap ke arah Liu Zhang Chen dengan tatapan heran dan bertanya, ”Jadi,... Kemana saja kau selama ini? Sepertinya kau siap untuk dipenggal.”


”Jika ingin kepalaku, nanti saja sampai aku selesai membayar perbuatanku.” jawab Liu Zhang Chen. ”... Ngomong-ngomong, aku ingin kau memanggil seseorang untuk datang kemari.”


Jinyu Xiaojie tertegun dan bertanya kembali, ”Huh? Siapa yang kau miliki saat ini? Aku pikir kau menjadi kesepian setelah membunuh banyak orang.”


”Sudah kubilang kita bicarakan lagi nanti. Keadaannya sangat darurat. Saat ini, ada seseorang yang telah dibangkitkan kembali dengan energi kebencian yang sangat besar. Orang itu sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja.” jawab Liu Zhang Chen.


”Lalu, siapa yang ingin kau panggil?”


Liu Zhang Chen menatap serius ke arahnya dan menjawab, ”Bawa kemari Xiao Qing Xuan. Saat ini, ia pasti sedang dalam bahaya.”

__ADS_1


Bersamaan dengan hal itu, sebuah genangan darah dan potongan daging dengan menyebar di seluruh tempat dan membuat bau anyir yang begitu menusuk. Saat ini, Xiao Qing Xuan seperti mati rasa setelah melihat Yin Zhen membunuh seluruh pencuri yang mencoba untuk membunuh mereka.


”Tuan muda tidak perlu takut. Bukankah pemandangan seperti ini, sudah biasa untuk Tuan muda?” tanya Yin Zhen sambil menunjukkan senyum seringai.


__ADS_2