
”Kau baru saja kehilangan adikmu? Siapa namanya? Mengapa kau bisa kehilangannya?” tanya Xiao Qing Xuan setelah ia duduk di sebelah Yin Zhen.
”Aku bisa mengenalnya lewat suara. Aku pikir kau benar-benar dia tapi, ternyata tidak begitu. Bagiku, ia itu lebih dari sekedar saudara yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun yang ada di dunia ini.” jawab Yin Zhen sambil memandangi langit. ”... Aku menyesal karena telah meninggalkannya. Dia pasti begitu menderita selama aku pergi. Aku sendiri, tidak bisa melakukan apapun untuknya. Hingga, pada akhirnya ia pun mati di tangan seseorang yang dekat dengannya.”
Xiao Qing Xuan tampak sedih setelah mendengar seluruh ceritanya. Ia merasa sangat familiar dengan cerita yang baru saja dibicarakan oleh Yin Zhen padanya. Xiao Qing Xuan ingat kalau ia memiliki seorang kakak tiri bernama Xiao Ruo. Xiao Ruo sudah seperti perisai dan pedang untuknya meskipun Xiao Qing Xuan sendiri tidak ingin Xiao Ruo terus melindunginya. Namun, pada akhirnya Xiao Ruo mati di tangan Liu Zhang Chen dan ia juga pernah mati satu kali di tangan yang sama.
”Apakah adikmu dibunuh oleh Gurunya sendiri? A~ apa aku benar-benar mengenalmu sama seperti saudara?” tanya Xiao Qing Xuan yang tampak terkejut setelah Yin Zhen menceritakan semua kisahnya.
Yin Zhen tertawa kecil setelah mendengarnya. ”Tidak mungkin itu aku. Apakah kau juga memiliki seorang kakak? Seperti apa dia?”
Xiao Qing Xuan berpikir sebelum menjawab, ”Ya, aku juga memilikinya. Dia begitu baik pada semua orang bahkan terlalu baik. Dia selalu melindungiku padahal aku sama sekali tidak memintanya. Orang yang baik akan selalu berakhir baik. Dia mati di depan mataku sendiri saat mencoba untuk melindungiku. Meskipun begitu, dia sama sekali tidak menyimpan dendam pada orang yang telah membunuhnya. Di saat terakhirnya, dia masih bisa tersenyum seperti biasa dan mencoba untuk mengatakan padaku bahwa semua akan baik-baik saja.”
Yin Zhen tampak terkejut setelah mendengarnya sampai-sampai ia tidak sadar bahwa ada tetesan darah yang mengalir jatuh dari kelopak matanya.
”Ada apa denganmu? Kau terluka!” ucap Xiao Qing Xuan yang tampak terkejut setelah melihat darah mengalir melewati pipi Yin Zhen.
__ADS_1
Yin Zhen tertegun dan langsung mengusap matanya yang berdarah. ”... Tidak apa-apa. Ini hanya luka lama. Aku baik-baik saja.” jawab Yin Zhen. ”... Mendengar ceritamu tadi, membuatku seperti menyadari sesuatu.”
Xiao Qing Xuan tertegun dan bertanya, ”... Apa itu?”
Yin Zhen menoleh ke arah Xiao Qing Xuan dan menjawab, ”Kau akan tahu suatu saat nanti.”
Sementara ini, di waktu yang sama. Liu Zhang Chen tampak berlindung di balik sebuah pohon besar yang memiliki daun lebat. Saat ini, terdapat luka gigitan serigala yang berada di kaki kiri dan bahu kanannya. Jika pendarahannya tidak segera dihentikan, mungkin saja ia akan mati kehabisan darah dan pertarungan ini akan segera berakhir.
”Siapa yang sudah mempengaruhi pikirannya?! Ahh, benar-benar merepotkan. Untuk apa aku harus melawannya? Jiwanya sudah tercemar dan tidak bisa dikembalikan lagi. Satu-satunya cara untuk menyelamatkannya hanyalah membunuhnya dan membuatnya kembali bereinkarnasi.” batin Liu Zhang Chen sambil menyeka darah yang mengalir di bawah bibirnya.
”Lihatlah dirimu, Zhang Chen! Kau pikir kau bisa bersembunyi dariku?” ucap Zhi Shuang dari balik pepohonan yang tumbuh dan menghalangi pandangannya.
”Haah,... Aku pikir semuanya akan berjalan lancar. Tapi, sepertinya hal itu sangat sulit untuk dilakukan. Katakan padaku siapa yang sudah menyuruhmu? Arwah polos sepertimu tidak pantas membunuh manusia.” ucap Liu Zhang Chen dengan suaranya yang terdengar pelan.
”Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? Apa tujuanmu yang sebenarnya?” tanya Zhi Shuang sambil tersenyum seringai ke arahnya. ”... Tindakanku tidak ada yang salah. Kaulah yang telah membunuh banyak manusia yang tidak bersalah dan menghancurkan wilayah-wilayah yang tidak berdosa. Aku yakin, jika mereka yang sudah dibunuh olehmu berada di sini, mereka pasti menginginkan kematianmu. Apakah ada yang salah dengan perkataanku ini?”
__ADS_1
Liu Zhang Chen tersenyum tipis dan berkata, ”Kau benar.”
Zhi Shuang tampak sangat senang saat mendengarnya. Ia pun berteriak, ”... Kalau begitu, terima lah kematianmu!”
Dan tepat setelah itu, ratusan ular yang menggantung di atas pohon langsung bergerak cepat mengarah ke arah Liu Zhang Chen yang berada di tempat yang sama. Akan tetapi, beberapa saat setelahnya, Zhi Shuang menjadi sangat heran karena ia tidak mendengar satupun teriakan yang berasal dari Liu Zhang Chen. Seharusnya, racun ular itu mampu menyiksanya selama berjam-jam. Namun, ia sama sekali tidak mendengar jeritannya. ”... Tidak mungkin dia bisa bertahan!”
”Kau benar. Ternyata, racunmu sangat kuat. Aku hampir saja mati di tempat itu.” ucap Liu Zhang Chen yang muncul secara mendadak di belakangnya.
Zhi Shuang yang tampak sangat terkejut langsung mengeluarkan pisau belatinya ke arah Liu Zhang Chen. Saat ia hendak menusuk jantungnya, Liu Zhang Chen menjentikkan jarinya dan hal itu membuat tubuhnya terasa sakit seperti ingin meledak. Tanpa disadari olehnya, lima bilah pedang telah menembus tubuhnya hingga membuatnya berlumuran dengan darahnya sendiri.
”... A~ apa yang terjadi?” ucap Zhi Shuang dengan nada bicara yang terputus-putus.
”Inkarnasi Kaisar bumi adalah pemilik kekuatan terbawah diantara tiga Inkarnasi legenda yaitu, Inkarnasi Kaisar bumi, inkarnasi Jenderal langit dan yang teratas adalah Inkarnasi Iblis hitam dan putih. Apakah kau tidak pernah tahu bahwa aku adalah salah satu dari delapan Jenderal langit bagian Utara?” bisik Liu Zhang Chen di belakang Zhi Shuang.
”Inkarnasi Jenderal langit Utara? Huh! Aku sudah menduganya. Pantas saja kau ahli dalam berpedang.” ucap Zhi Shuang yang langsung terjatuh karena kehabisan banyak darah.
__ADS_1
Setelah ia terjatuh dan tewas, tubuhnya perlahan menyusut dan berubah menjadi seorang anak kecil yang berumur lima tahun. Saat itu juga, beberapa arwah kebencian keluar dari tubuh Zhi Shuang yang telah menyusut. Langsung saja, Liu Zhang Chen kembali membuka sarung pedangnya membunuh para arwah pendendam yang sebelumnya telah mengendalikan tubuh Zhi Shuang hingga membuatnya seperti ini.
”Memang tidak ada cara lain selain membuatnya menyusut hingga seperti ini. Haah,... Lagi-lagi aku harus bertanggung jawab untuk mengurusi anak kecil. Merepotkan sekali.” gumam Liu Zhang Chen sambil membawa tubuh kecil Zhi Shuang bersamanya. ”... Tapi, siapa yang berhasil mengubahnya hingga seperti ini? Apakah orang yang sedang bersama Qing Xuan yang membuatnya seperti ini? Aku harus segera pergi menemuinya!”