Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 37 - Air Es


__ADS_3

”Tuan! Tuan muda!” seru seorang gadis pelayan yang masuk tanpa izin dan mencoba membangunkan Xiao Qing Xuan yang masih tertidur pulas.


”Tuan muda! Tuan muda!” lanjut beberapa pelayan laki-laki yang berdiri di sebelah dipannya.


Merasa risih karena terus dipanggil Tuan muda, Xiao Qing Xuan akhirnya terbangun dengan langsung melemparkan selimutnya ke arah para pelayan yang mencoba membangunkannya disaat ia sedang bermimpi indah. ”... Mau apa kalian?! Tidak lihat kalau aku sedang tidur?!” bentak Xiao Qing Xuan tanpa membuka matanya sama sekali.


Beberapa pelayan itu langsung meletakkan selimutnya dan berkata, ”Tuan muda, penduduk desa Yunnan dan Fujian datang kemari! Lagi-lagi, mereka membicarakan masalah tentang pencurian yang dilakukan oleh desa Yunnan.”


”Masa bodo! Aku tidak peduli dengan mereka.” ucap Xiao Qing Xuan yang langsung menyembunyikan wajahnya menggunakan bantal.


Gadis pelayan itu kembali berkata, ”Tapi, Tuan muda. Para penduduk saat ini sedang naik darah. Mereka saling beradu mulut di luar sana.”


Xiao Qing Xuan menunjuk ke arah pintunya dan berkata, ”Katakan semua ini pada kak Ruo! Dia pasti bisa menyelesaikannya dengan sangat mudah.”


”Tapi, Tuan muda—


Tiba-tiba saja suasana hening terjadi padahal sebelumnya, terdengar puluhan orang yang saling membentak dan berteriak di luar sana. Lalu, tak lama setelahnya, Xiao Ruo memasuki kamar tersebut dan tampak jelas di luar pintu, sudah ada puluhan orang yang tampak ketakutan untuk berbicara. Mereka semua hanya diam tak berkutik seperti ikan dalam air.


”Apakah ini semacam jurus rahasia?!” batin salah seorang pelayan yang tampak heran setelah keheningan terjadi seketika.


Saat ini, Xiao Ruo telah berdiri di antara beberapa pelayan yang sedang mencoba membangunkan Xiao Qing Xuan. Saat ini, kelopak matanya tampak menghitam. Ia seperti tidak tidur selama bertahun-tahun seolah tak ingin bertemu dengan mimpinya sendiri.


”Adik Xuan! Bangun!” ucap Xiao Ruo sambil meraih pundak Xiao Qing Xuan namun, Xiao Qing Xuan menolak untuk bangun dan tetap berada di posisi yang sama.

__ADS_1


Salah seorang pelayan laki-laki berkata, ”Maaf, tuan muda. Kami telah berusaha membangunkannya tapi, Tuan muda Xiao tidak ingin beranjak dari tempat tidurnya.” ucapnya dengan ketakutan karena ia baru saja melihat hawa membunuh milik Xiao Ruo yang membuat seluruh penduduk desa Yunnan dan Fujian tidak berkutik.


Meskipun begitu, Xiao Ruo tetap melakukan cara yang baik untuk membangunkan Xiao Qing Xuan. Namun, setelah sepuluh menit ia terus mencoba, akhirnya kesabaran Xiao Ruo menurun sehingga, membuatnya tampak marah hanya karena melihat Xiao Qing Xuan yang sangat sulit untuk dibangunkan.


Pada akhirnya, Xiao Ruo menyuruh pelayan wanita untuk pergi dan pelayan laki-laki tetap berada di kamar untuk membantunya. Lalu, setelah pelayan wanita itu pergi dan menutup pintunya rapat-rapat, Xiao Ruo mulai memikirkan hal yang sangat ampuh untuk membangunkan seseorang yang sangat sulit untuk dibangunkan.


”Siapkan bak mandi di depan tempat tidurnya. Lalu, kalian isikan dengan air dan es.” ucap Xiao Ruo.


Salah seorang pelayan sempat menolak dengan berkata, ”Tapi, Tuan muda!” namun, ucapannya itu ditolak oleh Xiao Ruo yang telah kehabisan kesabarannya.


Tak lama setelahnya, bak mandi berisikan air dan es telah berada di depan tempat tidurnya. Hawa dingin pun terasa saat bak mandi itu berada di tengah-tengah mereka. Dan saat itu juga, Xiao Ruo langsung menarik kerah pakaian Xiao Qing Xuan dan kemudian, ia pun dengan sengaja memasukkannya ke dalam bak air dingin sehingga, hal itu membuat Xiao Qing Xuan seketika terbangun dan merasa menggigil di seluruh tubuhnya.


Xiao Qing Xuan langsung menatap ke arah Xiao Ruo dengan ekspresi kesal dan bertanya, ”Mengapa kak Ruo melemparku ke dalam air dingin?!”


”Haruskah seperti ini caranya?” potong Xiao Qing Xuan yang terlihat sangat marah padanya. ”Bukankah aku sudah bilang kalau aku menyerahkan semua tugas ini pada kak Ruo saja? Apakah kalian tidak mengatakannya?” tanya Xiao Qing Xuan pada beberapa pelayan laki-laki yang ada di sebelahnya.


”Mengapa menyerahkannya padaku?” tanya Xiao Ruo. ”... Saat ini adik Xuan masih berada di posisi Tuan muda. Tugas seperti ini saja, kau sudah menyerahkannya pada orang lain. Aku tidak bisa membayangkan apa jadinya jika kau yang menjadi kepala keluarga berikutnya. Mungkin saja, keluarga Xiao yang terkenal dengan kekuatannya telah berada diujung tanduk dan akan digantikan oleh keluarga yang lain. Sebaiknya kau pikirkan itu baik-baik jika ingin mendapatkan permintaan maaf dariku.” ucapnya dengan dingin sambil berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


Tak lama setelah Xiao Ruo meninggalkan kamarnya, Xiao Qing Xuan tampak terdiam dalam lamunannya. Untuk pertama kalinya Xiao Ruo bersikap dingin padanya. Ia seolah telah bertemu dan berbicara dengan orang lain. Dia pasti bukanlah Xiao Ruo yang asli! Seseorang pasti sudah mempengaruhinya!


Salah seorang pelayan datang dengan membawakan handuk dan baju ganti untuknya, ”Tuan muda. Saya akan membasuh Anda dan membantu mengganti pakaian.”


Xiao Qing Xuan tertegun saat mendengarnya. Ia kemudian mencoba untuk keluar dari bak tersebut namun, tiba-tiba saja ia merasakan kaku di seluruh persendiannya. ”Tubuhku sudah kaku seperti kayu! Bagaimana ini?” ucapnya sambil menatap ke arah beberapa pelayan di dekatnya.

__ADS_1


Sementara ini, Xiao Ruo yang baru saja keluar dari kamar tersebut merasa tak percaya kalau ternyata ia akan sanggup membentaknya seperti tadi. Ia memukul dinding berkali-kali dan bersandar di depannya.


”Pada akhirnya, aku bisa memperlakukan adik Xuan seperti orang lain. Dengan begini, setidaknya dia tidak akan mengandalkan ku lagi.” gumam Xiao Ruo sambil memandangi telapak tangannya yang memiliki luka bakar cukup parah. ”... Tetap saja. Takdirku sebagai orang mati tidak bisa dielakkan. Tubuh ini tak akan bisa bertahan lama. Apa yang dikatakan Hui Song benar. Bagaimanapun juga, tubuh ini hanyalah segumpal daging yang akan membusuk dan terbakar menjadi abu. Haah, aku harus segera bertemu dengannya sekarang.”


Ia kemudian berjalan kembali dan akan meninggalkan kediaman tersebut. Namun, tanpa sengaja ia menabrak seorang laki-laki yang juga sedang berjalan di depannya sehingga, keduanya sempat saling bersentuhan langsung.


”Ah! Xiao Ruo. Kebetulan sekali aku bertemu denganmu. Ada sesuatu yang harus ku bicarakan tentangmu.” ucap Liu Zhang Chen yang berdiri di hadapannya. Namun, karena Xiao Ruo terlalu terburu-buru, ia pun hanya menjawab, ”Maaf, tidak bisa hari ini.” ucapnya sambil berjalan kembali.


Saat melihatnya pergi menjauh, Liu Zhang Chen memegangi bahunya yang sempat bersentuhan dengan Xiao Ruo. Ia pun menatap cemas ke arah perginya Xiao Ruo dan bergumam, ”Tubuhnya sangat dingin dan jantungnya tidak berdetak sama sekali. Hui Song tetaplah dewa penipu. Mengapa dia ingin pergi ke sana?”


****


22 Jan — 27 Jan


27 Jan — 28 Mei


****



illustrasi Hui Song, Dewa penipu kedua.


Source P I N T E R E S T

__ADS_1


__ADS_2