
Untuk memastikan bahwa apa yang terjadi di dalam mimpinya tidak benar-benar terjadi, Xiao Ruo segera berlari menuju kamar Xiao Qing Xuan yang berada di bangunan utama. Jaraknya yang cukup jauh membuat Xiao Ruo membutuhkan waktu lama untuk sampai ke sana. Lalu, setelah ia sampai di depan sebuah rumah yang berada di depan taman bunga tabebuya, Xiao Ruo langsung membanting pintunya dan masuk ke dalam. Namun, tak lama setelah ia memperhatikan isinya, ia tidak juga melihat keberadaan Xiao Qing Xuan padahal, saat ini hari telah sangat malam dan bulan berada tepat di atas kepala mereka.
Tak ingin membuang waktunya dengan pergi ke tempat kosong, ia berlari kembali mencari keberadaan Xiao Qing Xuan yang tak diketahui olehnya. Kediaman tersebut sangatlah luas sehingga, membuat Xiao Ruo kesulitan saat mencarinya. Apalagi, tak ada satupun pelayan yang sedang berlalu-lalang di sekitar kediaman tersebut sehingga, Xiao Ruo harus mencarinya sendiri.
Lalu, tak lama setelah ia terus berlari dan sampai di depan sebuah danau teratai. Ia melihat seorang pemuda yang sedang membungkuk di antara rerumputan yang tumbuh tinggi. Ia tampak sedang mencari sesuatu di dalam sana. Ia terus menggali tanah hingga, pada akhirnya ia mengangkat seekor kumbang tanduk di tangannya.
”Zhi Shuang! Aku menemukannya satu!” seru pemuda yang mengundang perhatian seorang anak laki-laki yang muncul dari dalam rumput. Anak itu tampak sangat senang dan langsung berlari menghampiri pemuda tersebut.
Seakan ia sangat mengenal suara ini, Xiao Ruo berseru, ”Adik Xuan!” ucapnya yang berhasil membuat pemuda itu menoleh ke arahnya.
Lalu, tak lama setelahnya, wajah pemuda tersebut akhirnya terlihat dan ia adalah Xiao Qing Xuan yang sedang membantu Zhi Shuang mengambil kumbang tanduk di sekitar danau.
”Ah! Kak Ruo! Kemarilah dan bantu aku di sini!” seru Xiao Qing Xuan sambil melambaikan tangannya tinggi-tinggi.
Xiao Ruo langsung berlari mendekatinya. Saat ini, ia merasa semua tampak baik-baik saja. Ia hanya terlalu mengkhawatirkannya saja padahal, tak ada satupun hal buruk yang terjadi di sini.
”Mengapa adik Xuan di sini? Kau tidak tidur?” tanya Xiao Ruo sambil melihat Xiao Qing Xuan yang masih memakai pakaian tidurnya yang hanya selembar tanpa memakai jubah untuk menghangatkan dirinya.
Sambil memberikan kumbang tersebut pada Zhi Shuang, Xiao Qing Xuan menjawab, ”Aku kemari untuk membantunya. Zhi Shuang bilang, tuan panda mengalami sakit mata. Jadi, dia datang padaku di tengah malam untuk membantunya mencari kumbang tanduk.”
Xiao Ruo langsung menatap ke arah Zhi Shuang dengan dingin.
Bola mata Zhi Shuang seketika berkaca-kaca karena ketakutan ketika melihatnya. Ia pun segera pergi berlindung di belakang punggung Xiao Qing Xuan dan enggan untuk menatap ke arah Xiao Ruo yang tampak marah padanya.
”Jangan terlalu menakut-nakutinya. Kekuatannya belum pulih sama sekali. Jika kak Ruo geram ingin memukulnya, kau bisa melakukannya saat ia sudah mendapatkan kekuatannya kembali. Untuk sekarang, kau hanya bisa memperlakukannya seperti anak kecil.” jelas Xiao Qing Xuan yang melihatnya.
__ADS_1
Xiao Ruo menghela nafasnya dan berkata, ”Setidaknya jangan malam-malam seperti ini! Terlalu berbahaya jika kau berkeliaran di sini! Ada banyak musuh dan hewan-hewan sihir yang selalu menyerang di waktu malam!”
Xiao Qing Xuan menolehkan kepalanya namun, ia masih menatap ke arah Xiao Ruo sambil berkata, ”Mau bagaimana lagi? Zhi Shuang terus memaksaku dan aku tidak bisa melakukan apapun selain menuruti perkataannya.”
Xiao Ruo mulai menatap keduanya dengan kesal. Lalu, tak lama setelahnya, ia pun menarik tangan Xiao Qing Xuan dan pergi menuju suatu tempat.
”Heh? Kak Ruo mau membawaku kemana?” tanya Xiao Qing Xuan yang tampak heran saat melihatnya.
Xiao Ruo langsung menjawab, ”Tentu saja kembali ke kamarmu!”
”Bagaimana dengan Zhi Shuang? Jangan meninggalkan anak kecil sendirian di tengah malam!” lanjut Xiao Qing Xuan yang langsung mendapat jawaban, ”... Biarkan saja dia! Lagipula, usianya sudah ratusan tahun! Tak lama setelahnya, ia pasti akan kembali!”
Saat keduanya pergi, Zhi Shuang hanya akan menonton mereka dari belakang sambil memegang sebotol penuh dengan kumbang tanduk. Sebagian besar dari kumbang ini ditemukan oleh Xiao Qing Xuan sementara, ia hanya bisa diam sambil menontonnya dari kejauhan.
Tak lama setelah ia merasa sendiri dan masih berada di tempatnya berdiri, seseorang datang dan menepuk pundaknya dari belakang. Ia pun merasa sangat terkejut dan langsung menoleh ke arah seorang pemuda tinggi yang berada di sana.
Liu Zhang Chen tersenyum dan mengusap kepalanya sambil berkata, ”Hari sudah sangat malam. Sebaiknya kau tidur. Aku akan menemanimu ke kamar.” ucapnya sambil menarik tangan Zhi Shuang.
Zhi Shuang melangkah di belakangnya. Ia menunjukkan botol berisikan kumbang tanduk miliknya pada Liu Zhang Chen dan berkata, ”Lihat! Kakak Xuan menangkap kumbang ini untukku! Bukankah mereka semua terlihat indah?” ucapnya sambil memperhatikan dirinya.
Liu Zhang Chen terdiam selama beberapa saat dan bertanya, ”Apakah kau telah berbohong padanya agar kau bisa bermain dengannya?”
Zhi Shuang seketika terkejut ketika mendengarnya. Ia pun terdiam dengan raut wajahnya yang tampak bersalah dan tak lama setelahnya, ia pun menganggukkan kepalanya.
Liu Zhang Chen bertanya kembali, ”Mengapa kau ingin bermain dengannya di tengah malam begini?”
__ADS_1
Zhi Shuang menatapnya dengan ekspresi yang terlihat polos dan berkata, ”... Kakak seram itu selalu bersamanya setiap saat. Jadi, aku tidak bisa bermain dengannya di siang hari.”
”Bagaimana denganku?” tanya Liu Zhang Chen kembali yang membuat canggung Zhi Shuang untuk menjawabnya.
”A- aku tidak ingin menyusahkan kakak Chen! Saat pagi hingga sore hari, aku selalu melihat kalian sibuk. Jadi, aku memilih bermain dengan Tuan panda. Sebelum kakak seram itu kembali kemari, aku selalu bermain dengan kakak Xuan. Jadi, saat ini aku berbohong karena aku ingin bermain lagi dengannya.” ucapnya dengan canggung sambil menundukkan kepalanya. Namun, Liu Zhang Chen tetap mengerti apa yang dijelaskan olehnya.
Ia mengusap kepalanya dan berkata, ”... Katakan saja padanya kalau kau ingin bermain. Dia pasti tidak akan menolaknya.”
Sementara ini, di sisi lain. Xiao Qing Xuan langsung dilempar masuk ke dalam kamarnya oleh Xiao Ruo yang tampak dingin. Ia awalnya merasa heran dengan sifat baru yang dialami oleh Xiao Ruo. Namun saat Xiao Ruo berkata, ”Aku akan berada di sini sampai kau tidur!” hal itu membuat Xiao Qing Xuan seketika merinding dan tak berani mengatakan apapun padanya.
Xiao Qing Xuan langsung menaruh punggungnya di atas dipan dengan malas. Ia menoleh ke arah pintu yang tertutup rapat dan dibaliknya, telah berdiri Xiao Ruo yang masih berjaga di sana.
”Haah,... Rasanya seperti diawasi setiap saat.” batin Xiao Qing Xuan yang tampak kesal.
”Kak Ruo! Mengapa kali ini kau terlihat dingin seperti itu? Apakah aku membuat kesalahan padamu?” tanya Xiao Qing Xuan pada Xiao Ruo yang berada di balik pintu.
Beberapa saat setelahnya, Xiao Ruo tak juga menjawab pertanyaannya. Ia hanya terdiam di sana meskipun sebenarnya ia mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Qing Xuan padanya.
Karena tak juga mendapatkan jawaban, Xiao Qing Xuan lebih memilih menarik selimutnya dan berkata, ”Tidak masalah jika tidak ingin menjawabnya. Aku akan tidur saja!” ucapnya sambil membelakangi pintunya.
Saat Xiao Qing Xuan benar-benar akan tertidur, dari balik pintu terdengar suara Xiao Ruo yang menjawab, ”... Karena aku mendapatkan mimpi yang sangat buruk dan aku berharap, hal itu tidak akan pernah terjadi. Jiu Meishan akan datang kemari untuk mengambilnya darimu.”
Source P I N T E R E S T
__ADS_1
Ilustrasi Zhi Shuang