Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 29 - Alam Bawah Sadar


__ADS_3

”Chu Rong!” teriak Xiao Qing Xuan yang langsung melompat ke arah Chu Rong dan memeluk tubuhnya yang besar dan hangat seperti kue.


”Ah! Adik Xuan! Jangan menyentuhnya!” seru Xiao Ruo yang langsung menarik Xiao Qing Xuan yang masih memeluk tubuh besar Chu Rong.


”Hei! Jangan memeluknya! Chu Rong milikku!” teriak Chunyue yang juga menarik Xiao Qing Xuan.


Sementara, penduduk desa Fujian dan Yunnan merasa heran setelah melihat hal itu terjadi. Mereka tak menyangka Xiao Qing Xuan memiliki keberanian yang sangat besar untuk memeluk Chu Rong yang memiliki wajah menyeramkan bahkan membuat semua bayi mereka menangis.


”Tuan muda! Jangan dipeluk! Jika benda itu menimpa Anda maka, kehidupan Anda akan berakhir.” ucap pemuda desa Fujian.


”I- itu benar Tuan muda. Keringatnya pasti sangat tidak enak dan bisa saja dia memiliki kuman-kuman berbahaya yang membuat Anda sakit.” lanjut pemuda desa Yunnan.


”Hei! Apa yang kalian katakan?! Chu Rong tidak jorok seperti itu!” bentak Chunyue yang tidak terima dengan semua perkataan mereka.


”Apa yang salah denganmu nona muda? Dia itu gemuk dan berkeringat! Pastinya, dia mandi setahun sekali!” celetuk penduduk Fujian.


”Kalian salah!” bentak Chunyue yang terlihat marah. ”Chu Rong tidak jorok! Dia orang yang mencintai kebersihan! Dia selalu mandi lima kali sehari dan mencuci pakaiannya setiap menitnya! Bagaimana mungkin kalian menuduhnya sebagai orang terkotor hanya karena badan gemuknya saja?!”


”Ini namanya pemborosan air!” ucap penduduk desa Yunnan. ”... Sungai kami pasti akan keruh jika dia terus mandi dan mencuci pakaiannya!”


”@;$7$!-*8!$-(#!$:$+!”


”!#7$8#):$84?-$($?#”


Beruntungnya Chu Rong tak bisa mendengar sehingga hal itu tidak membuatnya tersinggung. Chu Rong hanya memiliki Indera penciuman dan perasa. Sedangkan, mata, telinga dan mulutnya sudah tidak berguna karena ia tidak bisa menggunakannya lagi setelah, pertarungannya dengan Jiu Meishan 30 tahun lalu.

__ADS_1


”Tabib, Yue! Kau akan memeriksa keadaan adik Xuan saat ini?” tanya Xiao Ruo setelah ia merasa suasananya yang semakin memanas dan ada banyak mulut yang sedang berbicara.


Chunyue langsung berteriak, ”Jangan berisik! Aku akan memberi pelajaran pada orang-orang bodoh ini!”


Xiao Ruo seketika terdiam dan mengeluh dalam benaknya, ”Aku pikir semua akan baik-baik saja.”


Tak lama setelahnya, ia pun kembali menatap ke arah Xiao Qing Xuan yang masih memeluk tubuh besar Chu Rong. Namun, tak disangka racun itu telah merusak sebagian organ dalamnya bahkan ia terlihat sangat kesulitan untuk membuka matanya. Kini, ia seperti kertas putih yang tenggelam di dalam air.


”Racun yang ada di dalam tubuh adik Xuan semakin menyebar. Tabib Yue! Lakukan sesuatu!” pinta Xiao Ruo yang terlihat pucat karena cemas.


Chunyue melemparkan sebuah bunga Azalea pada meja yang terlihat panjang sehingga, timbul aroma harum yang langsung mengundang perhatian Chu Rong. Lalu, setelah itu Chu Rong langsung menaruh tubuh Xiao Qing Xuan di atas meja yang telah ditunjuk oleh Chunyue. Dan tak lama kemudian, Chunyue segera berjalan menghampirinya dan memeriksa keadaannya saat ini.


Chunyue meraih pergelangan tangan Xiao Qing Xuan dan memeriksanya selama beberapa saat. Setelah itu, ia tampak terkejut dan wajahnya langsung menatap ke arah Xiao Ruo yang berada di depannya.


Xiao Ruo langsung bertanya, ”Apa yang terjadi padanya?”


Xiao Ruo menatapnya dengan bingung dan bertanya, ”Lalu, mengapa dia bisa seperti ini? Sepertinya ada yang salah! Tolong lakukan dengan benar.”


Chunyue menatapnya dengan malas dan berkata, ”Kenapa kau begitu mengkhawatirkannya? Dia hanya terjebak dalam alam bawah sadarnya sendiri. Sebentar lagi, dia pasti akan sadar.”


Xiao Ruo terlihat sangat terkejut setelah mendengarnya. Ia pun menatap ke arah Xiao Qing Xuan dengan cemas dan berkata dalam benaknya, ”... Jika hal ini terjadi itu artinya, ada arwah pendendam yang hidup di alam bawah sadarnya.”


***


Xiao Qing Xuan langsung terbangun begitu ia mendengar suara percikan air yang ada di sekitarnya. Ia pun langsung terduduk dan memperhatikan lantai pijakan yang telah dibanjiri dengan darah. ”Kenapa aku berada di sini? Apakah aku baru saja tertidur?” batin Xiao Qing Xuan sambil mengusap-usap kepalanya.

__ADS_1


”Dasar kebo! Kau tidur lama sekali!” ucap Xianyun Yuan yang muncul secara mendadak di depan wajah Xiao Qing Xuan yang baru saja terbangun.


Xiao Qing Xuan tampak tidak terkejut dan ia pun langsung mengalihkan perhatiannya ke sisi lain. ”... Kenapa memanggilku secara tiba-tiba? Apakah kau kesepian dan membutuhkan teman bicara?” tanya Xiao Qing Xuan sambil menatapnya dengan malas. Ia tak nyaman karena terus-terusan berada di tempat yang berbau amis apalagi, Xianyun Yuan selalu mengajaknya bicara belakangan ini.


”Kenapa marah-marah seperti itu? Aku hanya ingin berbicara denganmu. Aku pikir, sudah lama kita tidak bicara seperti ini.” ucap Xianyun Yuan dengan santainya.


”Sudah lama apanya? Rasanya aku baru berbicara denganmu kemarin. Kira-kira lima jam yang lalu.” jawab Xiao Qing Xuan. ”... Oh, ya. Tidak biasanya kau membiarkanku bebas seperti ini. Kupikir, saat aku terbangun di tempat ini, kau akan mengikatku pada kayu besar seperti saat pertama kali kita bertemu.”


”Oh? Jadi kau ingin diikat?”


”Tidak perlu repot-repot. Aku bisa melakukannya sendiri kalau aku mau.”


Xianyun Yuan menghela nafasnya. Ia menjentikkan jarinya lalu muncul sebuah kursi singgasana yang terpasang di belakangnya. Saat itu juga, ia pun langsung duduk di atasnya dan menatap Xiao Qing Xuan dengan heran. ”... Sebenarnya, ada beberapa hal yang membuatku penasaran tentangmu.” ucapnya sambil memperhatikan dirinya.


Xiao Qing Xuan tak menjawab dan ia pun hanya terdiam sambil mendengarkan apa yang akan dikatakan olehnya nanti.


”Menurutmu, kami ini apa?”


Mendengar pertanyaan ini, membuat Xiao Qing Xuan menjadi sangat terkejut. Ia pun menatapnya dengan bingung dan bertanya, ”Bukankah kalian itu semacam orang-orang penting yang ada di Istana iblis?”


Xianyun Yuan tertawa dan berkata, ”Kau hanya tahu tempat tinggal kami saja? Haah,... Padahal kau ini tidak tahu apa-apa tapi, kau memilihku sebagai kekuatanmu dan kau sebagai inkarnasi ku.”


”Mana kutahu.” batin Xiao Qing Xuan yang kemudian teringat sesuatu dalam pikirannya. ”... Aku ingat ucapan kakek tua penjaga kuil! Dia bilang kalau kau adalah anak haram dari seorang wanita yang bermimpi melihat Iblis.”


”Bodoh banget! Ucapan penjaga kuil dewa penipu kau percaya begitu saja.” celetuk Xianyun Yuan yang menatapnya dengan datar.

__ADS_1


”Kalau begitu, kau ini sebenarnya makhluk apa?” tanya Xiao Qing Xuan yang tampak penasaran.


Xianyun Yuan menyandarkan punggungnya pada kursi singgasananya dan menjawab, ”Sebenarnya, aku bukanlah anak manusia maupun iblis. Aku tercipta dari keinginan semua orang. Saat satu jiwa meminta hal buruk terjadi pada orang lain lalu, muncul kembali satu jiwa yang menginginkan hal yang sama, seluruh kebencian mereka akan terkumpul dalam satu wadah yang berbentuk bayi manusia. Saat itulah, aku lahir sebagai jawaban atas permintaan kebencian mereka semua.”


__ADS_2