
Huanxu, Kediaman Keluarga Xiao, 11 Tahun lalu.
”Anak haram! Kau tidak akan menjadi penerus keluarga!” ketus seorang anak muda berumur tujuh tahun bersama dengan ketiga anak muda yang memihak padanya.
”Berisik!” teriaknya. Xiao Qing Xuan yang mendapatkan cibiran itu, merasa sangat kesal dan ia pun melemparkan sebuah batu kerikil yang akhirnya mengenai tepat di dahi anak muda tadi. ”Aku akan meminta Ayahku untuk mengusir kalian semua!”
”Huh! Sudah berani rupanya.” ucap anak muda yang mendapatkan luka di dahinya. ”Hajar dia! Jangan biarkan dia lepas kali ini!”
Tepat setelah mengatakannya, beberapa anak muda ini langsung menghajar Xiao Qing Xuan secara bersamaan. Tentunya, Xiao Qing Xuan sendiri tidak akan tinggal diam dan mencoba untuk melawan meskipun kekuatannya saat ini tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh keempat anak muda ini.
Pada akhirnya, Xiao Qing Xuan menjadi sangat terpojok dan ia pun hanya bisa telungkup di atas tanah sambil memegangi kepalanya yang dipukul berulang kali begitupun dengan seluruh tubuhnya yang terus ditendang oleh mereka.
”Hah? Hanya segini saja kemampuan mu? Lemah sekali!” cibir seorang anak muda yang meludah di atas kepala Xiao Qing Xuan.
Xiao Qing Xuan menjadi semakin marah. Ia pun mencoba untuk bangkit kembali meskipun kedua kakinya sudah tidak bisa menopang tubuhnya sendiri. Dengan wajah penuh memar dan darah yang ada di sudut bibirnya, Xiao Qing Xuan menatap mereka dengan marah.
”Aku bukanlah anak haram! Aku pasti akan menjadi kepala keluarga berikutnya dan kalian harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kalian lakukan padaku!” teriaknya sambil berlari menghampiri salah satu anak muda di depannya. Namun, dengan sedikit tenaga, Xiao Qing Xuan tetap terbanting ke belakang oleh segerombol anak muda yang sedang melawannya.
”Kenapa tidak menyerah dan akui saja kalau kau adalah anak haram? Memangnya kau tahu, mengapa kepala keluarga menikah lagi dengan wanita lain?” ucap anak muda sambil menarik rambut depan Xiao Qing Xuan dan membisikkannya, ”... Itu karena dia sama sekali tidak mencintai Ibumu.”
Mendengar hal tersebut, Xiao Qing Xuan menjadi semakin marah. Ia pun meninju wajah anak muda hingga membuatnya terhempas ke samping. Sejurus kemudian, ia pun berdiri sambil mengeraskan kepalan tangannya.
”Kau tidak memiliki hak untuk bicara!” teriak Xiao Qing Xuan yang langsung berlari menghampiri anak muda di depannya. Ia langsung mendudukinya dan memukul-mukul wajahnya sekeras mungkin dan ia tidak peduli apakah lawannya akan mati atau tidak.
Di saat Xiao Qing Xuan sedang memukuli anak muda yang terus mencibirnya, tiga anak muda lainnya datang untuk membantu. Dan pada akhirnya, Xiao Qing Xuan tetap kalah karena perbedaan kekuatan. Ia pun kembali tersungkur dengan luka yang ada di seluruh tubuhnya dan kepala yang mengeluarkan darah. Ketiga anak muda itu memukulnya tanpa ampun bahkan membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.
__ADS_1
”Kau hanyalah anak pembawa sial! Pantas saja ibumu meninggal! Dia mati karena harus melahirkanmu!” teriak anak muda yang baru saja dipukuli olehnya.
Xiao Qing Xuan tidak merespon karena ia tidak bisa menggerakkan seluruh anggota tubuhnya dan bahkan suaranya saja tidak bisa dikeluarkan. Dalam benaknya, ia sangat marah dan sangat ingin memukul wajah mereka hingga hancur. Namun, karena saat ini ia hanyalah orang biasa, ia tidak akan bisa melawan empat orang sekaligus.
”Huh! Payah! Tidak berguna! Pembawa sial! Sebaiknya kau pergi saja ke Mubei! Mereka masih menerima anak lemah seperti mu!” ketus anak muda sambil meludahi kepala Xiao Qing Xuan dan pergi bersama ketiga anak muda lainnya.
Tak lama setelahnya, Xiao Qing Xuan mencoba untuk duduk kembali di tempatnya. Ia terlihat berdarah dan rambutnya tampak sangat berantakan. Ekspresinya terlihat sedih dengan kedua mata yang sembab. Sambil mengusap kedua matanya, Xiao Qing Xuan berkata pada seseorang yang bersembunyi di balik pohon, ”... Kenapa kau hanya diam saja? Apakah kau senang melihatku tersiksa seperti ini?”
Beberapa saat setelahnya, Xiao Ruo keluar dari balik pohon dan menunjukkan dirinya di depan Xiao Qing Xuan. ”Maaf. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang.” ucapnya sambil mengalihkan perhatiannya.
Xiao Qing Xuan menggertakan giginya dan berteriak, ”Aku membencimu! Aku benar-benar membencimu! Mengapa Ayahku mau menikahi ibumu yang miskin dan tidak berpendidikan?! Karena kau, semua orang menganggap Ayahku tidak pernah mencintai ibuku! Kaulah pembawa sial yang sebenarnya!” teriaknya yang langsung berlari meninggalkan tempat tersebut sambil mengusap-usap matanya.
Xiao Ruo tampak bersalah. Ia pun menurunkan pandangannya dan merenungkannya selama beberapa saat.
Selembar tangan yang halus, menyentuh pundak Xiao Ruo hingga membuatnya terbangun dari lamunannya. Ia pun segera menoleh ke arah seorang pemuda yang telah berdiri di sebelahnya.
Pemuda dengan hanfu putih bercorak bangau hitam, tengah tersenyum ramah padanya. ”Namaku, Liu Zhang Chen. Ngomong-ngomong, bisakah aku bertemu dengan Ayahmu?”
Xiao Ruo tersentak kaget dan langsung menjawab, ”Tapi, Ayahku dia sudah tidak ada.”
Liu Zhang Chen tertegun dan bertanya kembali, ”Xiao Lian Lei bukan Ayahmu? Bukankah ibumu sudah menikah dengannya?”
Xiao Ruo tampak ragu saat ia menjawab, ”Ya, memang seperti itu. Tapi, Tuan muda tidak pernah mau mengakuinya.”
”Kalau begitu, kau hanya perlu membuatnya mengakuimu saja kan?” celetuk Liu Zhang Chen. ”... Kau hanya menilainya dari luar saja. Sebenarnya, ia orang yang cocok denganmu. Kau hanya perlu membuat kenangan yang berharga untuknya.”
__ADS_1
”Tapi, bagaimana caranya?” tanya Xiao Ruo.
Liu Zhang Chen meletakkan telapak tangannya di atas kepala Xiao Ruo dan berkata, ”Buktikan kalau kau menyayanginya seperti seorang adik.”
Begitu mendengarnya, Xiao Ruo tersenyum senang dan berkata, ”Terima kasih karena kakak sudah mengatakan hal yang bagus untukku. Aku sangat berhutang budi padamu.” ucapnya dengan antusias dan setelah itu, ia pun langsung berlari ke arah perginya Xiao Qing Xuan.
Xiao Ruo langsung berlari menuju pohon bunga tabebuya yang tumbuh di dekat kediaman. Meskipun pohon tersebut berada di tengah hutan, Xiao Ruo tahu bahwa Xiao Qing Xuan sangat menyukai bunga tabebuya. Karena itu, ia langsung berlari ke tempat tersebut tanpa ragu. Tak lama setelahnya, ia pun melihat Xiao Qing Xuan yang sedang berada di atas dahan pohon. Ia membenamkan wajahnya di tekukan lututnya dan tangan kanannya memegang sebuah dahan kecil yang memiliki daun yang sudah layu.
”Tuan muda! Tuan muda!” seru Xiao Ruo yang berhasil mengundang perhatian Xiao Qing Xuan untuk segera menatapnya.
”Mengapa menghampiriku sampai di tempat ini? Kau sudah membuang-buang waktumu.” ketus Xiao Qing Xuan yang menatapnya dengan kesal.
”Aku tahu Tuan muda sangat menyukai bunga tabebuya karena itu, aku langsung berlari kemari. Ngomong-ngomong, aku ingin meminta maaf atas tindakanku tadi. Setelah kupikir pikir, ternyata memang akulah yang salah karena tidak bisa bertindak seperti kakak yang baik untukmu.”
”Mengapa kau masih saja menganggapku ini sebagai adikmu?! Aku tidak terima jika kau masuk ke dalam kehidupanku—
Tiba-tiba saja Xiao Qing Xuan memuntahkan seteguk darah dari tenggorokannya. Dan karena itu, ia pun mengakhiri perkataannya karena tak sanggup untuk berbicara lagi. Xiao Ruo sendiri merasa sangat terkejut setelah darah menetes di permukaan tanah. Ia pun segera menatap ke arah Xiao Qing Xuan dan melihatnya sedang berpegangan pada pohon besar agar ia tidak terjatuh.
”Tuan muda! Kemarilah!” teriak Xiao Ruo yang tampak mencemaskannya.
”Tidak perlu mencemaskanku! Aku tahu kau hanya berpura-pura saja!” balas teriak Xiao Qing Xuan. ”... Sebaiknya katakan saja apa tujuanmu mendekatiku? Apakah kau ingin menjadi kepala keluarga berikutnya? Apa itu tujuanmu yang sebenarnya?!”
Xiao Ruo terkejut dan langsung berkata, ”Tidak Tuan muda! Aku sama sekali tidak menginginkannya! Aku hanya ingin melindungi Tuan muda.”
”Bohong! Aku tidak percaya!” Xiao Qing Xuan berteriak keras hingga ia tidak menyadari keadaannya saat ini. Ia pun kembali memuntahkan seteguk darah dan akhirnya terjatuh dari atas pohon.
__ADS_1
Dengan sigap, Xiao Ruo langsung menangkapnya saat ia hampir saja menyentuh tanah. Namun, ia harus terbanting keras ke belakang karena berat badannya saat ini tidak kuat menahan tubuh Xiao Qing Xuan yang jatuh dari atas pohon.
”Uhh,... Sakit sekali. Sepertinya bahuku terkilir.” batin Xiao Ruo saat ia berhasil menangkap Xiao Qing Xuan. ”... Apakah penyakit bawaan Tuan muda kembali? Panas sekali. Apakah dia mengalami demam?”