
”Aku dengar seseorang mengatakan kalau saat ini, Tuan muda Xiao berada di desa Shaanxi.” bisik salah seorang pelayan di depan kamar yang saat ini telah ditempati oleh Yin Hua. Namun, keduanya sama sekali tidak menyadari bahwa Yin Hua sedang mendengarkan mereka berbicara dari balik pintu.
”Ya, aku juga mendengarnya. Yang membuatku terkejut setelah mendengar pembicaraan mereka adalah tentang adanya seorang pemuda di sebelahnya. Dia adalah orang yang dibangkitkan kembali oleh dewa penipu. Putra dari Nyonya Yin, namanya adalah Xiao Ruo!”
Yin Hua terlihat sangat terkejut setelah mendengarnya. Secara tak sadar ia menangis saat ia jatuh terduduk di belakang pintu. Seketika, nafasnya menjadi sesak dan ia terus menurunkan pandangannya.
”A-Ruo,... Dia benar-benar masih hidup? Apakah dia benar-benar masih hidup?” batin Yin Hua yang terlihat berantakan karena sibuk memikirkannya. Ia pun menatap ke arah jendela yang terbuka dan melihat seekor kuda hitam yang sengaja ditinggalkan di sana.
”Satu-satunya cara untuk membuktikannya, hanyalah dengan datang langsung ke sana. Ku harap apa yang kudengar ini adalah benar terjadi.”
Yin Hua melompat ke luar jendela dan setelah itu, ia pun pergi dengan menunggangi seekor kuda hitam yang berada di sana.
***
”Nah, apa yang kau lakukan Qing Xuan? Kemarilah! Aku lelah terus mencarimu!” ucap He Nan Ming sambil mengulurkan tangannya.
Saat melihat He Nan Ming mengajaknya pergi, muncul rasa bingung dalam benak Xiao Qing Xuan. Ia merasa tidak bisa pergi begitu saja. Saat ini, ia hanya ingin kembali ke Huanxu, tempat tinggalnya sendiri. Ia sama sekali tidak memikirkan tentang He Nan Ming yang juga menyusulnya kemari.
”Bagaimana Paman tahu kalau aku berada di sini?” tanya Xiao Qing Xuan.
He Nan Ming tertegun dan menjawab, ”Mengapa bertanya? Bukankah bagus jika aku berhasil menemukanmu? Jiu Meishan dan Jinyu Xiaojie yang mengatakannya padaku. Dia bilang kau berada di desa Shaanxi. Memangnya aku salah jika aku berada di sini untuk membawamu pulang?”
Xiao Qing Xuan terdiam sambil memikirkannya. Keadaannya semakin tidak masuk akal. Beruntung saja Liu Zhang Chen langsung mengerti untuk segera bersembunyi di dalam penginapan tanpa menunjukkan wajahnya di depan He Nan Ming. Ia tahu jika saja ia menunjukkan wajahnya, mungkin keduanya akan memulai pertarungan sampai mati.
Xiao Qing Xuan menggelengkan kepalanya dan menggenggam tangan Xiao Ruo dengan erat. ”... Tidak. Saat ini, aku hanya ingin bersama kak Ruo. Karena itu, aku sangat menikmati perjalanannya dan berharap tidak ada yang mencariku sampai kemari. Karena, saat aku sampai di Huanxu, ada kemungkinan aku akan melepaskan kak Ruo lagi.”
He Nan Ming terdiam selama beberapa saat. Tak lama, ia pun tertawa kecil dan berkata, ”Ada apa denganmu? Apakah kau ingin membalas jasanya karena dia telah melindungimu sampai mengorbankan nyawa? Yang kau lihat saat ini, tidak lain hanyalah mayat yang dihidupkan kembali. Apakah kau tidak jijik melihatnya?”
Xiao Qing Xuan tampak geram setelah mendengarnya. Tak lama, Xiao Ruo melepaskan pegangan tangan Xiao Qing Xuan sambil berkata padanya, ”Kembalilah padanya. Aku akan baik-baik saja.” ucapnya diakhiri senyum tipis.
__ADS_1
Xiao Qing Xuan menatapnya dengan cemas. Karena tak bisa berpikir jernih, Xiao Qing Xuan langsung menarik Xiao Ruo pergi dari sana.
Langsung saja, He Nan Ming memerintahkan pada para pasukannya untuk segera mengejar mereka berdua namun, ia sendiri hanya diam di tempat dan menunggu sesuatu datang padanya.
Saat semuanya telah pergi, He Nan Ming menatap ke arah sebuah penginapan yang berdiri tak jauh di depannya. Ia pun berseru, ”... Sampai kapan kau akan bersembunyi di sana, Zhang Chen?”
Tak lama kemudian, Liu Zhang Chen akhirnya keluar dari dalam penginapan tersebut. Ia membiarkan Zhi Shuang tetap berada di dalam kediaman sementara dirinya akan berhadapan dengan He Nan Ming yang terlihat sangat marah padanya.
He Nan Ming tersenyum saat melihat Liu Zhang Chen telah berani berhadapan dengannya. ”... Kau sungguh tidak tahu diri. Setelah kau membunuh mereka berdua, kau masih berani menunjukkan wajahmu di depan mereka?” ucapnya dengan ekspresi yang terlihat sangat kesal. ”... Qing Xuan mungkin akan sanggup memaafkan mu tapi, kau tidak tidak bertanya apakah aku sanggup memaafkan mu?”
Liu Zhang Chen tersenyum seringai saat ia menyembunyikan ekspresinya. ”Kau benar. Karena aku sudah berdiri di depanmu, mengapa kau tidak membunuhku sekarang? Aku sudah tidak peduli dengan apa yang harus kulakukan selanjutnya. Silahkan! Lakukan sesukamu.” ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya.
He Nan Ming tidak berekspresi saat mendengarnya. Tak lama setelahnya, ia mengeluarkan satu jarinya lalu, dari bawah tanah muncul beberapa rantai tajam yang langsung mengikat Liu Zhang Chen hingga membuatnya jatuh berlutut karena rantai yang begitu berat.
He Nan Ming menatapnya dengan tajam sambil berkata, ”Kau pikir dengan membunuhmu aku akan puas? Aku rasa, menyiksamu sampai mati adalah pilihan yang tepat.”
Lalu, setelah itu muncul beberapa pasukan berjubah hitam yang berada di belakangnya. Orang-orang itu langsung membawa Liu Zhang Chen saat He Nan Ming berkata, ”... Bawa dia kembali ke Mubei dan jangan sampai Qing Xuan mengetahuinya.”
***
Xiao Qing Xuan terus terdiam disaat Xiao Ruo mulai mempertanyakannya. Ia tampak cemas dan khawatir. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya jika ia pergi bersama He Nan Ming tanpa mengunjungi Huanxu lebih dulu.
Tak lama setelahnya, keduanya pun berhenti ketika mereka menemukan sebuah dinding jurang yang membuat mereka terpojok. Xiao Qing Xuan telah kehilangan akal untuk pergi. Ia menatap ke segala arah namun, ia tidak juga menemukan jalan keluar karena sudah terkepung.
Xiao Qing Xuan melepaskan pegangan tangannya dan berkata dengan pelan, ”Maaf, kak Ruo. Aku tidak bisa berpikir jernih. Aku hanya tidak ingin kembali ke Mubei. Aku ingin kehidupanku seperti dulu.”
Mendengar hal itu, Xiao Ruo tampak tertegun. Ia menyentuh pundak Xiao Qing Xuan dan berkata, ”Suatu hari, semua itu pasti akan kembali. Adik Xuan jangan terlalu mencemaskannya.”
”Tuan muda! Tuan muda!” seru seorang pemuda yang berlari menerobos barisan para pasukan yang mengepungnya. ”... Akhirnya aku menemukanmu, Tuan muda. Aku sangat senang karena Tuan muda masih hidup hingga saat ini.”
__ADS_1
Xiao Qing Xuan menatap ke arah seorang pemuda yang memanggilnya. Awalnya ia merasa sangat bingung dengan munculnya pemuda tanpa memakai tudung kepalanya sehingga wajahnya mampu dilihat oleh semua orang.
Pemuda ini adalah, Chang Ye, anak dari Paman kedua He Litao.
Melihatnya, Xiao Qing Xuan semakin berjalan mundur menjauhinya. Ia tidak tahu mengapa semua orang tiba-tiba mengunjunginya seperti ini. Jika ia membawa Xiao Ruo bersamanya, He Nan Ming mungkin akan menolaknya mentah-mentah dan menggantikan posisi Xiao Ruo dengan beradanya Chang Ye di sebelahnya.
”Ada apa Tuan muda? Kau tidak ingin kembali ke Mubei?” tanya Chang Ye kembali.
Xiao Qing Xuan terdiam selama beberapa saat. Ia sempat berpikir mengapa He Nan Ming tidak di sini untuk menemuinya dan memberikan ceramah padanya. Namun, hal itu dengan mudahnya ia lupakan dan berfokus pada apa yang saat ini dialami olehnya.
”Aku hanya ingin kembali ke Huanxu.” singkat Xiao Qing Xuan.
Chang Ye tertegun dan langsung berkata, ”Kalau begitu, aku akan mengantarkanmu ke sana. Lagipula, di depan sana ada sekelompok hewan sihir yang siap menyerang dan bahkan membuat setengah dari pasukan kami gugur. Jadi, kami akan melindungi Tuan muda untuk sampai ke Huanxu.”
”Aku tahu dia bisa dipercaya tapi, He Nan Ming sedang berada di sini.” batin Xiao Qing Xuan yang terlihat bingung.
”A-Ruo? Kau berada di sana?” tanya seorang wanita yang berjalan melewati beberapa pasukan yang menghalanginya. Lalu, tak lama setelahnya, wajah dari wanita itu pun terlihat dan membuat ekspresi Xiao Ruo seketika sangat terkejut.
”A-Ruo? Kau sungguh masih hidup? Apakah ini benar-benar kau?” tanya Yin Hua sambil memegang wajah Xiao Ruo seakan tidak percaya bahwa apa yang dilihatnya adalah kenyataan.
Xiao Ruo terlihat sangat tertekan saat melihatnya. Ia pun terdiam selama beberapa saat sambil melepaskan tangan Yin Hua yang terus menyentuh wajahnya. ”Ibu benar, ini adalah aku.”
Yin Hua tersenyum senang saat mendengarnya. Lalu, saat ia melihat Xiao Qing Xuan yang berdiri di belakangnya, Yin Hua langsung menarik Xiao Ruo ke belakang dan menghunuskan pisau belatinya ke arah Xiao Qing Xuan.
”Kau pembunuh! Pergilah dari hadapanku!” teriak Yin Hua yang terlihat sangat marah padanya.
Melihat hal itu, Xiao Ruo menjadi sangat terkejut dan ia pun langsung menurunkan pisau yang berada di tangan Yin Hua. ”Ibu, tenanglah! Ini semua bukan kesalahan adik Xuan!”
”Jangan melawanku! Dia adalah pembunuh!” ucap Yin Hua.
__ADS_1
Xiao Qing Xuan terdiam sambil menundukkan kepalanya. Sebuah jubah hitam melayang dan mendarat tepat di kepalanya. Lalu, He Nan Ming muncul di sebelahnya dan langsung menepuk kedua pundaknya. ”... Maafkan aku tapi, keponakan ku juga pernah dibunuh oleh orang yang sama. Jadi, jangan sembarangan menuduhnya atau kau akan menelan akibatnya.” ucap He Nan Ming sambil menatap dingin ke arah Yin Hua.