Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 28 - Kepala Keluarga


__ADS_3

2 Tahun setelahnya, Huanxu Kediaman Keluarga Xiao.


”Haah, rasanya dua tahun berada di sini seperti 20 tahun. Tak banyak yang bisa ku lakukan di tempat ini. Bangun tidur dan makan terus sepanjang hari. Untungnya aku tidak bisa gemuk.” gumam Xiao Qing Xuan yang terlihat malas karena terus-terusan duduk di kursi utama yang ada di dalam paviliun Bulan salju, tempat semua orang melaporkan masalah mereka.


Karena Xiao Lian Lei pergi ke gunung Shinyu bersama dengan Yin Hua, Xiao Qing Xuan harus menggantikan posisinya sebagai kepala keluarga selama ia pergi. Tidak hanya itu, Xiao Ruo juga berada di Huanxu karena Xiao Lian Lei sendiri yang memintanya untuk menjaganya agar sesuatu hal buruk tidak menimpa Xiao Qing Xuan.


”Masalah yang belakangan ini terjadi, apakah Adik Xuan sudah menyelesaikannya?” tanya Xiao Ruo yang berdiri tepat di sebelahnya.


Dengan tatapan yang terlihat sangat mengantuk, Xiao Qing Xuan menoleh ke arahnya dan menjawab, ”Tentu saja belum. Kau pikir aku bisa menyelesaikan semua tugas itu dengan cepat dan tuntas? Lagipula, aku tidak pernah melihat Ayahku menyelesaikan masalahnya karena, sejak kecil aku sudah meninggalkan rumah.”


”Tapi, jika adik Xuan tidak segera menyelesaikannya, masalah akan terus bertambah banyak.” lanjut Xiao Ruo.


”Haah, sudahlah! Aku akan makan saja.” ucapnya sambil meraih sebuah apel kecil yang berada di atas mejanya. Lalu, tepat setelah itu, muncul puluhan penduduk desa yang masuk ke ruangannya dengan perasaan marah yang meluap-luap dan mereka terbagi menjadi tiga kubu yang berbeda arah.


”Berisik kau!”


”Kaulah yang berisik dasar pencuri!”


”+#+@8-3(;$+3+#”


”+#+2-(2!#+/@@”


Xiao Qing Xuan yang melihatnya menjadi sangat terkejut dan ia pun tidak jadi mengambil apelnya. ”... Hei! Masuklah dengan hati-hati! Tempat ini bukan pasar malam jadi, jangan berisik!” ucap Xiao Qing Xuan yang terlihat kesal.


”Tuan muda! Tuan muda!” seru seorang pemuda desa yang berasal dari Fujian. ”Salah satu dari penduduk desa Yunnan mengambil hasil kebun kami!”


”Jangan sembarangan bicara! Kami tidak pernah melakukannya! Justru, kalianlah yang sudah mencuri hasil kebun kami!” teriak salah seorang penduduk Yunnan.


”Semuanya tenang. Tak perlu ada perkelahian. Bukankah sudah ada seorang Raja yang akan menyelesaikan masalah kalian?” ucap seorang laki-laki berkepala plontos yang ternyata adalah seorang pendeta Tao yang berasal dari desa perbatasan.

__ADS_1


”Berisik! Jangan menasehati kami yang sedang berseteru!” teriak pemuda desa Fujian.


”Tidak ada akhlak! Bagaimana mungkin kau membentak seorang pendeta Tao?!” teriak pemuda desa Yunnan.


”Heh! Kalian pencuri! Sebaiknya diam saja!”


”Beraninya kalian menyebut kami pencuri!”


”@&$73;6*($69?”


”!+(_57&$6((&7(”


Mendengar semua ucapan mereka, membuat isi kepala Xiao Qing Xuan nyaris saja meledak. Ia menatap ke arah Xiao Ruo yang mencoba menenangkan suasana. Namun, tampaknya ia tidak bisa menenangkan mereka semua sehingga, Xiao Ruo menjadi sangat kesal dan bahkan sempat membuka sarung pedangnya.


”Hahh, hatiku lelah. Kalau sudah seperti ini, biarkan saja sampai mereka berdamai.” ucap Xiao Qing Xuan sambil meraih apel miliknya.


”Adik Xuan? Kau baik-baik saja?” tanya Xiao Ruo yang tampak cemas setelah melihat kejadian yang baru saja menimpanya.


Dengan malasnya, Xiao Qing Xuan kembali bersandar pada kursinya sambil meletakkan bekas gigitan apelnya di atas meja. ”... Haah, sepertinya aku keracunan. Adakah yang bisa mengambilkan ku segelas air?” ucapnya sambil menatap ke arah beberapa gadis pelayan di dekatnya.


Tak lama setelahnya, segelas air datang padanya dan ia pun langsung meminumnya dengan perasaan sangat haus. Keringatnya mulai bercucuran dan bahkan ia pun tak sanggup duduk tegak seperti tadi.


”Siapa yang sudah meracunimu? Kau baik-baik saja sekarang?” tanya Xiao Ruo yang tampak mencemaskannya.


”Apakah aku terlihat baik-baik saja?” ucapnya sambil meletakkan wajahnya di atas meja.


”Ada apa dengan Tuan muda?! Apakah dia sudah diracuni? Siapa yang berani melakukan hal itu padanya?!” teriak pemuda desa Fujian. ”Jangan-jangan kalian yang sudah meracuninya!” lanjutnya sambil menunjuk ke arah orang-orang desa Yunnan.


”Mustahil! Kami tidak mungkin melakukannya!” balas teriak pemuda desa Yunnan.

__ADS_1


”Lalu siapa yang melakukannya?! Kalian pasti mengambil hasil kebun kami untuk meracuni Tuan muda!”


”Pelaku yang sebenarnya biasanya hanya bisa menuduh orang lain saja!”


”@+$;$7!$($0#(#+$”


”\=€÷¢}-#7$;*8#?”


BRAKKK!


”Berisik! Setidaknya panggil seorang tabib jika kalian ingin masalahnya selesai!” teriak Xiao Qing Xuan yang terlihat sangat kesal.


”Tuan muda! Izinkan saya memeriksa keadaan Anda saat ini.” ucap pendeta Tao dari desa perbatasan yang saat ini sedang berjalan menghampirinya.


Saat pendeta itu tengah berada di hadapannya, ia mengambil sebuah apel yang baru saja dimakan oleh Xiao Qing Xuan. Ia sempat memperhatikannya selama beberapa saat dan tak lama setelahnya, ia pun merasa sangat terkejut dengan hasilnya.


”Tidak mungkin! Di dalam apel ini ada sejenis racun yang mampu menidurkan seseorang dengan cepat dan melemahkan fisik mereka!”


”Tidak perlu mengatakannya! Aku sudah tahu!” Xiao Qing Xuan langsung menjawab sambil memegangi kepalanya.


”Sebentar lagi, tabib akan datang. Apakah adik Xuan mau kembali ke kamar?” tanya Xiao Ruo yang tampak mencemaskannya.


”Aku rasa tidak perlu. Dengan duduk di sini saja aku sudah merasa nyaman.” ucapnya sambil menatap ke arah penduduk desa Yunnan dan Fujian serta beberapa penduduk yang ada di perbatasan. ”... Kenapa tidak bertengkar seperti tadi? Ayolah! Aku tidak akan marah-marah lagi. Setidaknya, kematianku bisa dipercepat dan kalianlah yang akan disalahkan.”


Seluruh penduduk desa terdiam sambil menundukkan kepalanya seakan tahu dimana letak kesalahan mereka. Lalu, tak lama setelahnya, seorang tabib wanita dengan seorang laki-laki besar di belakangnya datang dan memasuki ruangan tersebut. Saat tabib tersebut memasuki ruangan, semua laki-laki yang berada di sana merasa tercengang dengan kecantikannya. Namun, mereka malah menjadi ketakutan ketika melihat wajah seorang laki-laki besar yang berada di belakangnya.


”Eh? Jadi anak ini sudah menjadi kepala keluarga? Hahahah! Bocah bau bawang sepertimu mana mungkin bisa menyelesaikan masalah mereka!” ucap tabib wanita dengan suara tertawanya yang terdengar sangat mengerikan dan bahkan membuat seisi ruangan menjadi sangat ketakutan.


”Berisik!” teriak Xiao Qing Xuan yang langsung mengangkat kepalanya di saat ia mencoba untuk tidur di atas meja. Namun, hal itu malah membuatnya sangat terkejut setelah ia tahu bahwa tabib wanita dengan pengawal laki-laki berbadan kekar itu adalah Chunyue dan Chu Rong.

__ADS_1


__ADS_2