
”Bagaimana keadaannya saat ini?” tanya Xiao Lian Lei setelah ia mendapati kabar bahwa anaknya terjatuh dari atas pohon.
Seorang tabib laki-laki yang baru saja memeriksa keadaan Xiao Qing Xuan menjawab, ”Tuan muda hanya mengalami demam. Dia pasti sangat kelelahan setelah bermain-main keluar. Biarkan dia beristirahat selama beberapa hari sampai keadaannya membaik.”
”Tidak! Jika hanya demam, tidak mungkin bisa separah ini bahkan sampai membuatnya muntah darah. Pastinya ada yang salah di sini.” celetuk Liu Zhang Chen yang mencurigai diagnosa tabib di depannya.
Liu Zhang Chen berjalan mendekati Xiao Qing Xuan yang terbaring di atas dipan kayu. Ia menyentuh dahinya dan memeriksa denyut nadinya. Setelah memeriksanya, ia tampak terkejut dan langsung menatap ke arah tabib di sana.
”Tuan besar Xiao. Apakah anak ini memiliki penyakit bawaan yang membuatnya harus bergantung pada sejumlah obat?” tanya Liu Zhang Chen. ”... Bisakah aku melihatnya?”
Xiao Lian Lei tampak tertegun. Ia pun memerintahkan pada salah satu pelayannya untuk segera membawakan obat milik Xiao Qing Xuan. Dan tak lama setelahnya, pelayan itu pun kembali dengan membawa barang yang dimaksud.
Liu Zhang Chen langsung mengambil obat tersebut dari tangan pelayan. Ia pun memeriksanya selama beberapa saat. Sekilas memang tampak seperti obat biasa namun, tak ada yang tahu bahwa di dalamnya terdapat racun yang membuat seseorang menemui ajalnya lebih cepat.
Liu Zhang Chen menatap ke arah tabib Wen dengan tatapan serius dan bertanya, ”Tabib Wen, untuk apa kau meracuni anak ini? Apakah kau memiliki dendam padanya?”
Tabib Wen tampak terkejut. Ia pun terdiam selama beberapa saat dan mengelak, ”Jelas-jelas itu hanya obat biasa! Orang ini pasti sudah mengarangnya! Kau yang tidak memiliki pengetahuan medis tidak pantas menuduhku seperti itu!” ucapnya dengan tatapan kesal.
”Aku memang tidak memiliki pengetahuan medis tapi, setidaknya aku mampu membedakan antara tanaman racun dengan tanaman obat. Di dalam obat yang kau berikan pada anak ini mengandung tanaman racun daun api yang tidak bisa tercium aromanya. Karena jumlahnya yang sangat sedikit, mungkin itu tidak akan berpengaruh apa-apa terhadapnya. Namun, jika sudah dikonsumsi dalam jumlah banyak, mungkin nyawa anak ini juga akan dalam bahaya. Mungkin saja kau akan membunuhnya dalam waktu lama tapi, jika sudah seperti ini, tidak sampai enam jam dia bisa mempertahankan kehidupannya.” jelas Liu Zhang Chen.
”Tidak mungkin! Jangan menuduhku yang tidak-tidak! Kau pikir, penjelasanmu ini akan dipercaya oleh semua orang?! Bisa saja itu karena keadaannya yang sudah semakin parah.” berontak tabib Wen yang tidak terima dengan tuduhan Liu Zhang Chen padanya.
”Zhang Chen, apakah dugaanmu bisa dipercaya?” tanya Xiao Lian Lei.
”Aku percaya dengan apa yang kakak Chen katakan.” celetuk Xiao Ruo yang memecahkan suasana. ”... Kakak Chen mungkin mengetahuinya setelah ia merasakannya. Obat yang tidak mengandung racun pasti akan sangat halus dan berwarna hijau muda. Tapi, jika obat itu mengandung racun maka, akan ada perbedaan dari bentuk dan warnanya. Bentuknya pasti akan kasar dan warnanya pasti akan sedikit tua.”
__ADS_1
Xiao Lian Lei tampak tertegun dan bertanya padanya, ”Darimana kau mengetahuinya?”
Xiao Ruo tampak canggung setelah ia secara tidak sadar menjelaskannya tadi. ”... Aku membacanya di ruang perpustakaan. Aku dengar adik Xuan memiliki penyakit bawaan. Jadi, aku mempelajari banyak buku di sana.”
”Kau benar-benar mempelajarinya? Tidak perlu repot untuk mengurusnya. Aku saja yang melakukannya.” ucap Xiao Lian Lei yang merasa keberatan.
”Bodoh banget! Untuk apa kau mempelajari semuanya?!” ucap Xiao Qing Xuan yang sudah mendengar percakapan mereka sejak tadi bahkan saat Xiao Ruo membawanya kembali ke kediaman.
”Xuan'er? Kau sudah sadar?” tanya Xiao Lian Lei sambil berjalan menghampirinya.
Xiao Qing Xuan mengalihkan perhatiannya dan menjawab, ”Sudah sejak tadi. Aku tidak bisa beristirahat karena kalian terlalu berisik! Kenapa tidak membicarakannya di luar saja?”
Beberapa saat setelahnya, semua orang pergi terkecuali Xiao Ruo yang masih menunggu di sana. Ia tidak ingin meninggalkan Xiao Qing Xuan sendirian di kamarnya karena itu, ia pun memutuskan untuk tetap diam meskipun Xiao Qing Xuan akan marah padanya.
”Kenapa kau masih ada di sini?! Aku sudah meminta kalian semua untuk pergi tanpa kecuali!” ketus Xiao Qing Xuan sambil menatap Xiao Ruo dengan kesal.
”Siapa yang kau panggil adik? Aku masih tidak menerimanya.” ucap Xiao Qing Xuan.
Xiao Ruo menurunkan pandangannya dan wajahnya tampak kecewa. Ia kembali menghela nafasnya dan berkata, ”Adik Xuan mungkin membenciku tapi, aku akan tetap berdiri di sebelahmu!” ucapnya dengan antusias.
Xiao Qing Xuan mengalihkan perhatiannya dan bergumam, ”Merepotkan saja! Aku mau tidur!” ucapnya sambil menarik selimut dan membelakangi Xiao Ruo yang masih berdiri di sana.
Suasana seketika menjadi sepi dan hening. Xiao Ruo tetap diam di tempat tanpa melakukan apapun. Lalu, beberapa saat setelahnya, Xiao Qing Xuan melirik ke arah Xiao Ruo dan berkata, ”... Oh ya, terima kasih karena sudah membawaku kemari. Jika kau tidak ada, mungkin aku sudah menjadi makanan hewan-hewan sihir di sana.”
Xiao Ruo tampak sangat terkejut setelah mendengarnya. Ini adalah pertama kalinya Xiao Qing Xuan berterima kasih padanya. Karena terus memikirkannya, Xiao Ruo tidak sadar bahwa saat ini ia sedang menangis terharu. Begitu terharu sampai membuat nafasnya terisak-isak.
__ADS_1
Mendengar suara tangisannya, Xiao Qing Xuan kembali terbangun dan melihat ke arah Xiao Ruo. ”Hei! Kenapa kau menangis? Laki-laki tidak boleh menangis!” ucap Xiao Qing Xuan yang terlihat panik setelah melihat Xiao Ruo menangis karenanya.
Sambil mengusap-usap matanya, Xiao Ruo menarik senyum dan berkata, ”Maaf. Aku hanya teringat sesuatu yang membuatku menangis.”
”Apa maksudnya ini? Apa aku yang membuatnya sedih?” batin Xiao Qing Xuan.
***
11 Tahun kemudian, Xiao Qing Xuan dikejutkan dengan keberadaan Xiao Ruo yang seharusnya sudah mati beberapa bulan lalu. Ia pun membuka topi bambunya agar ia bisa melihat Xiao Ruo dengan sangat jelas.
”Dia adalah orang yang sudah membunuh mereka semua? Sejak kapan? Siapa yang sudah membangkitkannya kembali?” batin Liu Zhang Chen yang menatapnya dengan serius.
”Kenapa kau menjadi seperti ini, kak Ruo? Aku percaya kau adalah orang yang baik tapi, kenapa kau sangat berubah kali ini?” tanya Xiao Qing Xuan sambil berjalan mendekatinya dengan perlahan.
Xiao Ruo terdiam tanpa menatap ke arah Xiao Qing Xuan. Ia terlihat sedih dan tidak berani menunjukkan wajahnya saat ini. Kedua tangannya yang berlumuran darah gemetar dan langkahnya terus bergerak mundur.
”Maaf, adik Xuan. Tolong jangan mendekat.” pinta Xiao Ruo yang membuat langkah Xiao Qing Xuan seketika terhenti.
”Ada apa kak Ruo? Apakah kau tidak bisa menceritakannya padaku apa yang selama ini terjadi padamu? Kenapa menjauh padahal kau adalah orang yang mudah didekati?”
Xiao Ruo menggigit bibirnya dengan ekspresi yang sama seperti tadi. Xiao Qing Xuan tampak sangat mencemaskannya dan sangat ingin bertanya banyak hal padanya. Padahal saat itu Xiao Ruo benar-benar mati di hadapannya namun, sekarang ia malah kembali bertemu dengan Xiao Ruo dalam keadaan sehat.
Xiao Ruo menghela nafasnya dan menatap wajah Xiao Qing Xuan dengan ekspresi yang terlihat senang sambil bertanya, ”Apakah adik Xuan tidak senang aku berdiri di depanmu?”
”Kenapa bertanya? Tentu saja aku sangat senang melihat kak Ruo berdiri di sini. Hanya saja, aku sangat tidak menduganya.” jawab Xiao Qing Xuan.
__ADS_1
Mendengar jawaban tersebut, Xiao Ruo tampak senang. Ia tersenyum selama beberapa saat dan berkata, ”... Adik Xuan adalah orang yang membuatku dihidupkan kembali.”