Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 15 - Hui Song


__ADS_3

”Oh? Sepertinya aku kedatangan tamu yang sangat istimewa di sini. Aku telah membuat kesalahan yang sangat besar karena tidak menyambutmu lebih dulu.” ucap laki-laki dengan tatapan kosong.


Setelah melihatnya, Xiao Qing Xuan menjadi sangat terkejut. Kedua tangannya seketika gemetar dan perhatiannya tidak lepas dari seorang laki-laki yang berdiri di depannya. Ia menyodorkan tangan manusia yang baru saja ditemui olehnya dan berkata, ”Ada yang ketinggalan di sana. Aku datang untuk memberikan ini.” ucapnya sambil melempar tangan tersebut dan mendarat di tengah-tengah keduanya.


Laki-laki itu terdiam dan melihat tangan manusia yang baru saja dilempar oleh Xiao Qing Xuan. Ia pun berjalan maju untuk mengambilnya. Langkahnya yang begitu tenang, membuat Xiao Qing Xuan merasa tidak terancam ketika berada di dekatnya. Dengan perlahan ia berjalan mundur dan menjaga jarak dengannya.


”Haah,... Padahal aku sangat tidak suka jika ada seseorang yang mengawasiku saat waktuku tiba. Tidak peduli apakah orang itu lebih kuat dariku, aku pasti akan membunuhnya!”


Laki-laki itu bergerak cepat ke arah Xiao Qing Xuan di depannya. Xiao Qing Xuan segera menghindar dan membiarkan laki-laki itu menabrak sebuah pohon besar hingga membuatnya tumbang.


Setelah melihat serangan pertamanya, Xiao Qing Xuan menjadi sangat terkejut ketika pandangannya dipenuhi dengan debu yang berterbangan. Di tengah-tengah debu tersebut, ia melihat beberapa kilat hitam yang menyambar ke segala arah. Ia berpikir laki-laki itu mungkin akan menyerangnya dari depan namun, tiba-tiba saja sebuah dorongan keras menimpa punggungnya sehingga membuatnya terbanting ke depan.


Ia jatuh tepat di depan mayat manusia yang telah di makan. Pakaiannya kini berlumuran darah manusia yang bukan miliknya. Semuanya berbau amis bahkan wajahnya juga terlihat sangat kotor. Ia mencoba bangkit kembali tanpa melihat mayat manusia yang berada tepat di depan wajahnya.


”Ahh,... Aku belum pernah melihat yang seperti ini.” batin Xiao Qing Xuan yang mencoba untuk tidak melihatnya.


Saat ia mengalihkan perhatiannya ke sisi lain, sebuah bisikan tiba-tiba saja menggema di telinganya. Suara ini adalah milik mayat manusia yang mati di depannya. Orang ini sangat ingin ia membunuh Hui Song yang sudah membuatnya seperti ini. Namun, yang tersisa dari tubuhnya hanyalah tulang belulangnya saja. Selain itu, kepalanya juga sudah menghilang dan daging miliknya sudah dihancurkan oleh Hui Song.


”Yang ada di belakangku ini adalah Hui Song? Dewa penipu yang bisa membangkitkan orang mati dengan melihat energi kehidupannya?!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa sangat terkejut.


”Beraninya kau menyentuh makananku!” teriak Hui Song yang kembali bergerak ke arah Xiao Qing Xuan.

__ADS_1


Dengan cepat Xiao Qing Xuan bergerak menghindar dan berdiri di sisi lain. Ia menyeka darah di pipinya dan menatap Hui Song dengan serius. ”Aku dengar dia memiliki waktu makan selama satu jam. Dan jika ada yang mengganggunya maka, dia akan berubah menjadi pemarah. Dilihat dari sisa makanannya, sepertinya jam makan malamnya sudah berlangsung selama seperempat jam dan dia sudah bertarung denganku selama sepuluh menit. Haah, terpaksa aku harus melayaninya selama lima menit lagi.” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.


”Maaf, tapi kau memang pantas dibunuh. Seorang penjahat yang merampas harta penduduk miskin dan membunuh mereka yang tidak bersalah. Hui Song, telah melakukan tugasnya dengan benar!” ucap Xiao Qing Xuan pada arwah milik pemuda yang menjadi makan malam Hui Song.


Hui Song kembali bergerak maju dan menyerang Xiao Qing Xuan dengan tangan kosong. Xiao Qing Xuan sendiri mencoba untuk tidak melukai Hui Song dengan terus menghindari semua serangannya. Jika ia terluka, ia terpaksa meminta pertanggung jawaban darinya.


”Hanya tersisa dua menit lagi dan Hui Song masih tidak mau berhenti menyerangku! Mungkin, menyerangnya sedikit itu tidak akan masalah baginya.” batin Xiao Qing Xuan yang kemudian mengeluarkan sebuah kertas mantra dari balik pakaiannya. Setelah itu, ia pun bergerak menyerang dengan gerakan yang lebih cepat dibandingkan dengan Hui Song.


Hui Song tak memiliki kemampuan untuk melihat gerakannya yang begitu cepat. Tanpa disadari olehnya, Xiao Qing Xuan sudah berada di belakangnya dan langsung meletakkan sebuah mantra penahan di punggungnya. Seketika, muncul beberapa rantai yang berasal dari dalam tanah. Rantai rantai tersebut langsung mengikat Hui Song dengan sangat kuat bahkan membuatnya tak bisa bergerak sama sekali.


Setelah mengikatnya dengan benar, Xiao Qing Xuan akhirnya bisa bernafas lega. Ia pun duduk bersandar di bawah pohon yang berada di dekatnya sambil memperhatikan pergerakan yang dilakukan Hui Song selama ia terjebak dalam mantranya.


”Hanya tersisa satu menit. Apakah dia masih bisa bertahan dalam keadaan diam.” batin Xiao Qing Xuan yang memperhatikan.


Tak sampai mengenainya, tiba-tiba saja Hui Song berhenti ketika kepalan tangannya berada tepat di depan wajah Xiao Qing Xuan.


”Apakah kau adalah dewa penipu yang sedang dibicarakan itu? Hui Song?” tanya Xiao Qing Xuan sambil menunjukkan wajahnya di depan Hui Song yang sudah mendapatkan kesadarannya kembali.


Hui Song merasa sangat terkejut ketika melihat inkarnasi Iblis Hitam berada di depannya. Hui Song langsung menurunkan tangannya dan berlutut di depan kaki Xiao Qing Xuan sambil meminta maaf padanya.


”Aku tidak sengaja! Aku benar-benar tidak sengaja! Maafkan aku, Yang Mulia!” teriak Hui Song dengan keras bahkan hampir membuat gendang telinga Xiao Qing Xuan pecah.

__ADS_1


”Berhenti berteriak! Kau akan membuatku tuli!” teriak Xiao Qing Xuan sebelum ia akhirnya menyadari sesuatu yang berbeda dengan ucapan Hui Song. ”... Mengapa kau memanggilku Yang Mulia?”


Hui Song tertegun dan langsung mengangkat kepalanya. ”Apakah Yang Mulia masih tidak mengetahuinya? Anda memiliki Istana sendiri di alam iblis. Bagaimana mungkin Yang Mulia tidak mengetahuinya?”


Xiao Qing Xuan berkedip selama beberapa kali dan bertanya, ”Apa maksudmu aku memiliki istana sendiri? Sejak kapan aku membangunnya? Apakah aku baru saja terlahir kembali?” tanyanya dengan bingung.


Hui Song tertawa kecil dan berkata, ”Yang Mulia jangan mempermalukan inkarnasi Iblis Hitam terdahulu. Mereka pasti akan menertawai mu sampai mati.” ucapnya yang membuat Xiao Qing Xuan seketika terdiam. ”... Karena Yang Mulia pernah mati satu kali dan kemudian hidup kembali dengan kekuatanmu sendiri, bukankah sudah jelas kalau Yang Mulia bukan lagi berasal dari alam fana melainkan berasal dari alam iblis?”


”Aku betulan bukan manusia?” batin Xiao Qing Xuan yang tidak berekspresi.


Baru saja ia mengakhiri kalimatnya, seseorang menariknya dari belakang dan langsung menjauhkannya dari Hui Song yang masih berlumuran darah makanannya sendiri. Orang yang menariknya langsung menghunuskan pedangnya ke arah Hui Song yang tampak mengerikan.


”Adik Xuan! Apakah dia melukaimu?” tanya Xiao Ruo yang tidak henti memegangi tangan Xiao Qing Xuan.


”T~ tunggu sebentar! Kak Ruo!” ucap Xiao Qing Xuan begitu ia merasa bahwa Xiao Ruo telah salah paham padanya.


Hui Song tertegun saat melihat Xiao Ruo menarik Xiao Qing Xuan ke belakang. Sedangkan saat ini, Mo Yunyang tengah berdiri di belakangnya. Tampaknya, Xiao Ruo dan Mo Yunyang sama sekali tidak memulai pertarungan. ”... Oh, rupanya A-Ruo! Bagaimana rasanya ketika kau bertemu kembali dengan adikmu?” tanya Hui Song pada Xiao Ruo di depannya. ”... Bisakah kau menurunkan pedangmu? Tenang saja, aku tidak akan melukai Yang Mulia.”


Xiao Ruo langsung berkata, ”Apa maksudmu tidak melukai? Jelaskan padaku bagaimana dia bisa memiliki luka memar di wajah dan punggungnya?”


”.....”

__ADS_1


”Dia ini posesif sekali.” batin Xiao Qing Xuan yang merasa aneh dengannya.


__ADS_2