Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 27 - Mengasingkan Diri


__ADS_3

”Sudah dua hari, Tuan muda Xiao terus menunggu Gurunya sadar kembali. Dia bahkan tidak tahu kalau Ayahnya sedang berada di sini.” bisik salah seorang pelayan gadis yang berbicara tepat di depan kamarnya.


”Dia selalu mengunci pintu kamarnya. Dia tahu kalau semua orang yang ada di sini sangat membenci Gurunya. Jadi, dia terus berada di kamarnya agar tidak ada penyelinap yang masuk ke dalam.”


”Tapi, apakah hal itu tidak terlalu berlebihan? Tuan besar sangat menyayanginya jadi, ia mungkin tahu bagaimana perasaan Tuan muda Xiao saat ini. Aku rasa, tak ada satupun orang yang berani membunuh Gurunya setelah mereka melihat Tuan besar.”


”Haah,... Dia pasti tidak tahu. Memangnya, bagaimana menurutmu jika, kau dibunuh oleh seseorang yang berharga dalam hidupmu? Seharusnya kau merasa dikhianati olehnya! Setidaknya, itulah yang akan dirasakan oleh orang biasa.”


”Ah! Kau benar! Aku dengar Tuan muda Xiao pernah jatuh ke dalam lubang mayat saat ia dan Gurunya pergi dari Sekte. Akan tetapi, orang itu membiarkannya di sana sampai pada akhirnya ia dirasuki oleh arwah pendendam. Tidak hanya itu, arwah pendendam yang merasukinya adalah arwah dari teman dekat Gurunya!”


”Entah dia terlalu naif atau terlalu baik menurutku, orang itu memang pantas dibunuh. Padahal, dia sudah membuat Tuan muda Xiao begitu menderita tapi, dia tetap saja tidak tahu diri seperti itu.”


Di tengah-tengah pembicaraan mereka, tak ada satupun yang tahu bahwa ada seseorang yang telah mendengarnya sejak awal. Liu Zhang Chen yang tak sadarkan diri selama tiga hari tampak sedih ketika mendengar suara mereka yang membuatnya terbangun.


Ia tahu kalau saat ini, ia telah menyinggung banyak orang. Karena itu, ia tidak pernah mengelak apa yang mereka bicarakan tentangnya. Karena ia tak paham dengan situasi yang terjadi saat ini, ia pun menoleh ke samping dan melihat Xiao Qing Xuan yang sedang tertidur di atas sebuah meja lantai. Di atas meja tersebut, terdapat semangkuk bubur gandum dan segelas air hangat. Lalu, di bawah dipannya terdapat perban bekas yang dipenuhi dengan darah.


Liu Zhang Chen mencoba untuk duduk meskipun hal itu membuat luka di seluruh tubuhnya kembali terbuka. Ia terus menatap ke arah Xiao Qing Xuan yang tampaknya tidak tidur selama beberapa hari.


Merasa bahwa Xiao Qing Xuan tidak akan bangun, Liu Zhang Chen memutuskan untuk berjalan mendekatinya. Ia mengambil pedangnya yang berada di atas meja lalu, mengeluarkannya dari dalam sarung. Pedang yang tipis dan tajam kini, tengah berada di atas kepala Xiao Qing Xuan. Ekspresi Liu Zhang Chen saat ini terlihat sedih dan kecewa. ”... Mengapa harus menyelamatkanku dan tidak membiarkanku mati di tangannya? Setidaknya, kau bisa mendapatkan kehidupanmu kembali dan sekarang, adalah yang terakhir.” gumam Liu Zhang Chen sambil mengangkat pedangnya ke atas.


***


Beberapa saat setelahnya, seseorang mengetuk pintunya dengan hati-hati sambil berkata, ”Tuan muda Xiao! Bolehkah aku masuk ke dalam?” ucap seorang gadis pelayan karena ia tak bisa membuka pintunya dari luar.

__ADS_1


Xiao Qing Xuan tersentak kaget dan langsung terbangun dari tidurnya. Ia menatap sekitar dan merasa ada yang aneh di sekitar sini. ”Ah! Kemana dia pergi?!” Xiao Qing Xuan tampak terkejut setelah ia tidak melihat Liu Zhang Chen berada di atas dipannya. Selain itu, pakaiannya juga tidak berada di tempatnya. Ia merasa kalau He Nan Ming tidak mungkin mengambilnya kembali. Lalu, ia pun menatap ke arah sebuah pedang yang berdiri di sudut kamarnya. Pedang itu, adalah milik Liu Zhang Chen yang sengaja ditinggalkan di sana.


Ia pun langsung berjalan menghampiri pedang tersebut. Di dalamnya, terselip secarik kertas kecil yang bertuliskan sesuatu. ”Ini adalah surat dari Liu Zhang Chen? Wahh, tulisannya bagus sekali.” gumam Xiao Qing Xuan yang langsung membaca surat tersebut. ”... Aku rasa aku sudah cukup membuatmu banyak menderita. Aku memanglah bukan orang baik dan tidak pantas menjadi seorang Guru. Aku akan pergi berkelana sendiri. Kau tidak perlu mencariku. Aku baik-baik saja. Sebagai ucapan terima kasih, pedang itu aku berikan padamu. Namanya adalah Yunqi.”


^^^(运气 keberuntungan) ^^^


”B*ngke!”


Xiao Qing Xuan langsung menghancurkan kertas tersebut. Ia kemudian membuangnya dan menjatuhkan tubuhnya di atas dipan. ”Tidak sopan sekali. Seharusnya, dia mengatakan selamat tinggal atau setidaknya, membangunkanku untuk mengatakan selamat tinggal. Kalau seperti ini, aku tidak tahu apa yang direncanakannya saat ini.” gumam Xiao Qing Xuan yang terlihat kesal.


”Tuan muda! Tuan muda! Kau ada di dalam?” ucap gadis pelayan yang sudah sejak tadi terus mengetuk-ngetuk pintunya.


Xiao Qing Xuan langsung terduduk sambil menoleh ke arah pintu kamarnya. ”Aku sedang tidak ada di dalam! Pergilah!” ucapnya dengan malas.


Xiao Qing Xuan langsung membentak, ”Sudah kubilang aku tidak ada di dalam! Pergilah!”


Beberapa saat setelahnya, pelayan itu akhirnya terdiam.


Terkejut karena ia tidak lagi mendengar suara ketukan pintu, ia pun segera berjalan perlahan mendekati pintu kamarnya dan mencoba membukanya sedikit.


Lalu, saat ia sedang membukanya, tiba-tiba saja pintu tersebut terbuka lebar karena seseorang mendorongnya dengan sangat kuat. Alhasil, Xiao Qing Xuan langsung terbanting ke belakang karena ditabrak oleh pintunya sendiri.


”Tidak bisa pelan sedikit?! Kau ingin membuat pintunya rusak?!” bentak Xiao Qing Xuan sambil memegangi pinggangnya yang menabrak ubin lantai.

__ADS_1


Namun, belum sempat ia menatapnya, sebuah pelukan keras tiba-tiba saja mendatanginya sehingga hal itu membuatnya terlihat sangat terkejut.


”Syukurlah, selama ini kau baik-baik saja. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Maaf, karena sudah memarahimu kemarin.” ucap seorang pria yang saat ini sedang mendekapnya.


”Suara ini? Selain Liu Zhang Chen, He Nan Ming dan Xiao Ruo, tidak ada yang pernah memperlakukan ku seperti ini. Mungkinkah orang ini adalah, Xiao Lian Lei sungguhan?!” batin Xiao Qing Xuan yang terlihat sangat terkejut karena pada akhirnya, ia tahu siapa yang selama ini menjadi aib baginya dan mendapatkan sebutan pengecut berhati mulia.


***


Sungai Rong'an, kabupaten Wushan.


Saat ini, Jinyu Xiaojie tengah berendam di sebuah mata air yang masih sangat jernih. Ia selalu merubah wujudnya menjadi seorang wanita ketika akan mandi dan merubah wujudnya menjadi laki-laki ketika ia berhadapan dengan musuh. ”... Haah, sangat melelahkan. Tiba-tiba saja aku terbangun di dalam kubangan lumpur yang sangat menjijikkan. Kira-kira, siapa yang tega melakukan hal itu padaku? Kejam sekali! Bagaimanapun juga, aku juga seorang wanita yang memiliki kehormatan!” gumam Jinyu Xiaojie yang tampak kesal.


”Kau sudah selesai mandi?” ucap seorang laki-laki yang berdiri di belakangnya.


”BR*NGS*K!” Jinyu Xiaojie langsung melempar sebuah batu besar ke arah laki-laki itu namun, lemparannya berhasil dengan mudah dihindari olehnya. ”Hei! Meishan! Berapa kali harus kukatakan?! Aku selalu mandi dengan wujud perempuan! Jadi, jangan sembarangan mengintip!” teriaknya dengan sangat marah.


Jiu Meishan menatapnya dengan malas dan berkata, ”Apa peduliku kau ini laki-laki atau perempuan? Terkadang, aku bingung apakah kau ini memiliki jenis kelamin atau tidak.”


Jinyu Xiaojie membenamkan seluruh tubuhnya di dalam air sambil bergumam, ”Menyebalkan! Aku benar-benar membencimu!”


”Sudah selesai? Aku perlu berbicara denganmu.” ucap Jiu Meishan kembali.


Jinyu Xiaojie menunjukkan wajahnya di atas permukaan air sambil bertanya, ”Apa yang ingin kau bicarakan? Bicara saja! Aku akan mendengarmu dari sini.”

__ADS_1


Jiu Meishan tampak ragu kalau Jinyu Xiaojie akan mendengarnya dari dalam air. Namun, karena ia adalah Dewa ikan mas yang bisa bernafas di dalam air, ia pun akhirnya memutuskan untuk berkata, ”... Aku memerlukan kristal monster air agar aku bisa mengambil seluruh kekuatan milik Iblis hitam yang ada di dalam tubuh anak kemarin sore.”


__ADS_2