
Sebuah tempat, yang dipenuhi dengan orang-orang mati. Ia tak menyangka bahwa tempat tersebut adalah, kediamannya sendiri. Saat ini, Xiao Ruo tampak terkejut setelah kedua kakinya menapak pada sebuah genangan darah yang tercipta akibat sebuah pertarungan. Ia menoleh ke segala arah namun, ia tidak menemukan seorangpun yang masih hidup di sana. Dan bahkan, ia menemukan mayat Yin Hua dan Xiao Lian Lei yang mati karena pedang menembus dada mereka. Begitupun dengan Liu Zhang Chen yang harus mati karena leher yang terkena sayatan pedang.
”Apa yang terjadi di sini? Mengapa hanya aku saja yang hidup?” batin Xiao Ruo yang tampak terkejut karena tak percaya.
Lalu, tak lama setelahnya. Suara dentuman keras terjadi di belakangnya sehingga, hal itu membuat beberapa bangunan yang ada di sana hancur seketika. Tak sampai memikirkannya, ia terlalu larut dalam suasana yang membuatnya bingung dan tidak bisa berpikir jernih. Ia pun segera menghampiri suara tersebut dan melihat seorang pemuda yang berbaring di atas antara puing-puing bangunan.
Saat ia sedang memperhatikannya dan mencoba untuk berjalan mendekat. Sebuah plat keluarga Xiao terlempar dan mendarat tepat di depan kakinya.
”Ah! Adik Xuan!” seru Xiao Ruo yang tampak sangat terkejut setelah ia melihat plat tersebut jatuh di depannya. Ia langsung berlari mendekatinya dan benar saja, pemuda yang terlempar tadi adalah, Xiao Qing Xuan yang asli.
Saat ini, wajahnya berlumuran darahnya sendiri. Pedang Ruixi yang ada di tangan kanannya saat ini, hanya tersisa pegangannya saja. Tubuhnya terjebak di antara puing-puing bangunan yang sangat berat.
”Adik Xuan! Siapa yang melakukan ini padamu?” tanya Xiao Ruo yang tampak sedih setelah ia melihat keadaan Xiao Qing Xuan saat ini.
Dengan perlahan, Xiao Qing Xuan mencoba untuk membuka matanya dan menatap langsung ke arah Xiao Ruo yang telah berada di depannya. Ia tampak lelah dan tak bisa bergerak lagi. Bahkan, untuk mengambil nafas rasanya sangat sulit baginya setelah ia kehilangan seluruh kekuatannya.
Setelah Xiao Ruo membuang seluruh puing-puing bangunan yang menimpa setengah dari tubuh Xiao Qing Xuan, ia merasa terkejut karena di dalam puing tersebut, terdapat sepasang tangan manusia yang sedang memegang kedua kaki Xiao Qing Xuan sehingga membuatnya sulit untuk berjalan.
__ADS_1
Xiao Ruo langsung menghilangkan kedua tangan tersebut dan berkata, ”Aku akan membawamu ke tempat yang lebih aman.” ucapnya sambil mencoba memapah tubuh Xiao Qing Xuan namun, Xiao Qing Xuan malah menolaknya sehingga, keduanya tetap berada di tempat yang sama.
”Ada apa adik Xuan? Luka di tubuhmu, harus segera diobati!” ucap Xiao Ruo dengan sedikit membentaknya karena cemas.
Xiao Qing Xuan bersandar pada puing bangunan yang ada di belakangnya. Ia terlihat serius menatap langit abu-abu saat ia berkata, ”... Tidak perlu repot melakukannya. Lagipula, itu semua percuma. Aku sudah kehilangan semua kekuatanku. Orang itu, mengambil kekuatan Iblis hitam dariku sehingga, aku pun kembali menjadi seperti semula. Aku yang sekarang hanyalah seorang pemuda lemah yang memiliki dantian cacat dan tak bisa menggali kemampuanku lagi.”
”Bicara apa kau ini, adik Xuan? Aku sangat mencemaskanmu saat ini! Karena itu, ikutlah denganku!” ucap Xiao Ruo sambil menarik tangan Xiao Qing Xuan namun, Xiao Qing Xuan tetap menolak untuk bergerak.
”Haah, kau hanya membuang-buang sisa tenagaku saja.” ucap Xiao Qing Xuan dengan suara pelan dan kali ini, wajahnya tampak sangat kesal padanya.
Lalu, tak lama setelahnya. Muncul seorang laki-laki berjubah hitam yang berdiri di atas sebuah batu besar yang ada di belakang keduanya. Laki-laki itu memiliki hawa kekuatan yang sangat besar dan tak terkalahkan. Ia memiliki sorot mata merah dan arwah-arwah kebencian yang selalu setia melayaninya. Begitupun dengan sebuah pedang besar yang ada di tangan kanannya. Tampaknya, ia telah membunuh lebih dari seratus orang termasuk seluruh keluarga Xiao yang tersisa.
”Qing Xuan! Tak ku sangka, dirimu yang sebenarnya ternyata hanyalah yang lemah. Kau bahkan tidak bisa menggunakan kekuatan Iblis hitam dengan baik.” ucap Jiu Meishan sambil tertawa lepas.
Xiao Ruo tampak terkejut setelah melihat bahwa, Jiu Meishan lah yang telah mengambil seluruh kekuatan iblis hitam yang seharusnya berada di dalam tubuh Xiao Qing Xuan. Jiu Meishan adalah Dewa yang selalu menginginkan kekuatan dan kekuasaan. Karena itu, apa saja akan dilakukannya agar ia bisa mendapatkan apa yang diinginkannya saat ini.
”Tidak! Adik Xuan tidak akan mati!” gumam Xiao Ruo yang langsung berdiri membelakangi Xiao Qing Xuan dan berhadapan langsung dengan Jiu Meishan yang telah menghitam.
__ADS_1
”Kau yang telah melakukan semua ini padanya. Aku, tidak akan memaafkanmu!” teriak Xiao Ruo yang langsung mengeluarkan pedangnya dan berlari ke arah Jiu Meishan yang masih berdiri di hadapannya.
Namun, saat ia akan melancarkan serangan pertamanya, sehelai kelopak bunga persik melayang di depan matanya. Akan tetapi, hal itu tetap dihiraukan olehnya sehingga, ia bisa menyerang Jiu Meishan secara leluasa.
Saat pedangnya berhasil menembus tubuh Jiu Meishan, Xiao Ruo tersenyum seringai karena ia berhasil menyerangnya. Namun, dugaannya ini salah ketika ia mendengar suara Jiu Meishan yang mengatakan, ”Aduh, kau ini tidak pernah memperhatikan lawanmu, ya? Lihatlah! Apa yang telah kau lakukan pada adikmu sendiri! Kau telah mempercepat kematiannya!”
Begitu mendengar suaranya, Xiao Ruo tampak sangat terkejut dan ia pun langsung menatap ke depan. Benar saja, saat ini ia bukan sedang menusuk tubuh Jiu Meishan melainkan, ia malah menusuk jantung Xiao Qing Xuan sehingga hal itu, membuatnya tampak berdarah-darah.
”K~ kau jahat sekali. Kak Ruo!” ucap Xiao Qing Xuan dengan kesulitan sebelum akhirnya, ia terjatuh ke belakang dengan pedang milik Xiao Ruo yang masih menancap di tubuhnya.
Saat itu terjadi, Xiao Ruo hanya bisa terdiam sambil memandangi mayat-mayat yang ada di sekitarnya. Ia tampak tak bisa membendung kesedihannya lagi. Lalu, pada akhirnya ia pun berteriak keras namun, hal itu terjadi bersamaan saat tubuhnya terbelah karena pedang milik Jiu Meishan yang diayunkan sekali.
”HAAH!”
Xiao Ruo yang asli langsung terbangun dari tidurnya. Ia pun sadar bahwa semua ini hanyalah mimpi setelah ia tertidur di kamarnya karena lelah.
__ADS_1
Source : P I N T E R E S T
ilustrasi Chunyue dan Chu Rong