
”Kau yakin, tidak ingin hidup kembali A-Ruo?” tanya Hui Song saat ia menyerbu alam bawah sadar Xiao Ruo yang masih sekarat di kuilnya.
Pemandangan gelap dan suram. Hanya dipenuhi dengan suara tetesan air dan sebuah jam pasir yang berada di belakang mereka. Tak tercium aroma darah maupun aroma daging busuk di sekitarnya. Hanya pemandangannya yang tampak gelap dan membuat siapapun merasa tidak nyaman.
”Adik Xuan sudah memutuskan untuk mengakhirinya. Tubuhnya tak akan kuat jika dia menanggung kekuatan yang sebesar ini. Bisa-bisa, tubuhnya akan hancur lebih dulu sebelum dia menghancurkan seluruh kekuatan Iblis hitam dalam dirinya.” ucap Xiao Ruo pelan.
Hui Song melipat tangannya dan bertanya, ”Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau akan pergi ke sana dan meninggalkan abu mayat mu di kuilku?”
”Mau bagaimana lagi? Jika aku hidup, mungkin aku akan menyusahkan adik Xuan lagi. Dia sangat sulit dihentikan jadi, aku saja yang berhenti. Setidaknya, aku bisa sedikit membantu. Adik Xuan juga, tak akan sedih jika aku pergi kan?” ucapnya sambil tersenyum pahit.
Hui Song terdiam selama beberapa saat dan berkata, ”Mungkin dia tidak akan sedih tapi, dia akan merasa kecewa. Kau adalah saudara terdekatnya. Kau pasti akan mengerti perasaannya saat ini. Jika kau yang berada di posisinya, apa yang akan kau rasakan? Kehilangan orang terdekat lebih menyakitkan daripada kehilangan semua kekayaanmu.”
”Tapi, aku juga tak ingin jika adik Xuan yang harus mati. Lebih baik aku saja yang mengakhirinya. Terima kasih sudah memberikanku kesempatan untuk tetap hidup dan melakukan semua yang belum aku lakukan.” ucap Xiao Ruo dengan seluruh tubuhnya yang perlahan berubah menjadi abu cahaya yang berterbangan ke langit. Tak lama setelahnya, ia pun akhirnya menghilang dan meninggalkan tubuhnya yang sudah berubah menjadi mayat.
”A-Ruo, ada satu hal yang harus kau ketahui. Menanggung begitu banyak kebencian adalah suatu hal yang sangat sulit dilakukan. Dan bahkan, Iblis hitam seperti Xianyun Yuan tak bisa melakukannya sehingga dia memecahnya menjadi tujuh bagian. Kuharap kau sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.”
__ADS_1
***
”Keterlaluan!” teriak Liu Zhang Chen sambil memukul-mukul dinding penghalang dengan tangannya hingga membuatnya berdarah. ”Kenapa selalu aku yang berada di belakang?! Xuan Ying! Kau benar-benar curang!”
Dari belakang, Zhi Shuang menyentuh pundaknya dan mencoba untuk menenangkannya sesaat. ”Mereka berdua berencana untuk menghapus seluruh jejaknya dan menciptakan sebuah dunia yang jauh dari perang. Jika kekuatan membuat semua orang saling membunuh maka, sebaiknya dihancurkan dan dihapus jejaknya. Kau harus mengerti bagaimana situasinya saat ini. Kau juga tidak bisa menggenggam seseorang terus menerus karena terkadang, kau harus melepasnya saat bertemu celah yang dalam.”
Liu Zhang Chen terdiam selama beberapa saat. Perhatiannya terus menatap ke depan dengan tatapan yang terlihat kosong. Ia bergumam tentang dunia baru yang akan lahir sebentar lagi. Melewati pertumpahan darah yang tak ada habisnya, mungkin sebaiknya semua orang yang ada di sini, mati saja.
Ia mencabut pedang Ruixi dari dalam tanah. Setelah itu, ia menebas leher Zhi Shuang yang masih berdiri di belakangnya hingga membuat Zhi Shuang berdarah-darah.
Ia langsung terduduk sambil memegangi lehernya yang hampir terputus. Ekspresi kecewanya muncul saat ia menatap Liu Zhang Chen yang seperti sedang dirasuki oleh arwah pendendam.
Setelah ia mengatakan kalimatnya, Zhi Shuang akhirnya terjatuh dengan kelopak mata yang sedikit terbuka. Ia memutuskan untuk membunuh dirinya sendiri karena ia tak ingin hancur bersama dengan saudara-saudaranya yang lain. Sementara itu, mulut Liu Zhang Chen tampak gemetar setelah ia melihat mayat Zhi Shuang yang sedang berada di depannya.
Akulah yang seharusnya meminta maaf.
__ADS_1
”Musuh!” teriak salah seorang penduduk biasa yang langsung berjalan mundur menjauhi Liu Zhang Chen yang telah berlumur darah. Di tengah-tengah rasa takut mereka, Liu Zhang Chen malah membuat sebuah pertunjukan yang membuat mereka semakin merinding dan merasa kalau usianya akan berakhir sampai disini.
”Hanya aku yang bisa melakukannya. Ini adalah kehormatan yang diberikan pada Jenderal pertama untuk mengakhiri semuanya jika mereka tidak lagi memiliki pemimpin. Untuk kali ini dan selamanya, tenanglah di alam sana dan jangan pernah berinkarnasi!”
Saat itu juga, Liu Zhang Chen langsung membunuh seluruh Inkarnasi Delapan Jenderal mata angin termasuk Chunyue dan Chu Rong yang masih saling bertarung dengan Fu She juga dengan Du Yuan.
Tak ada yang menyangka Liu Zhang Chen akan menjadi musuh terbesar mereka. Meskipun ia tak membunuh rakyat biasa, tetapi tetap saja ia sudah membuat semua orang bergidik ketakutan melihat ayunan pedangnya yang sungguh tajam.
Dengan nyawa yang berada di ujung tanduk, Chunyue menunggu penjelasan dari Liu Zhang Chen yang telah berdiri di sebelahnya. Keduanya matanya sedikit terbuka saat ia bertanya, ”Kenapa membunuh kami semua? Apakah kau marah.” tanyanya dengan suara pelan.
Liu Zhang Chen langsung berlutut di sebelahnya ketika ia mendengarnya masih berbicara. ”Maaf. Masa di saat semua orang bisa hidup dengan tenang tanpa adanya kekuatan akan datang. Aku mohon padamu, tenanglah di sana dan jangan pernah bereinkarnasi lagi.”
Setelah mengatakan hal singkat tersebut, Chunye langsung menutup matanya. Meskipun pada akhirnya ia tak menyangka akan mati di tangan Liu Zhang Chen, ia akhirnya bisa tenang dan membayangkan saat ketenangan melanda dunia dan saat berbagai pertarungan telah dihapus.
”Selanjutnya, hanya tinggal beberapa orang lagi.” gumam Liu Zhang Chen sambil berdiri kembali dan kemudian, ia pun menatap ke langit yang tampak gelap tertutup awan mendung dan diselimuti petir yang menyambar. ”... Lei Yun mungkin tahu apa yang harus dilakukannya sekarang dan aku harap, dia bisa mengerti dan menerimanya.”
__ADS_1
Di waktu yang bersamaan, Lei Yun tengah berada di sebuah ruangan kosong yang ada di istana langit. Mendengar kabar bahwa Iblis hitam akan menghancurkan seluruh kekuatannya, hal itu membuat Lei Yun mendapatkan firasat buruk yang mengharuskannya untuk segera mengakhiri nyawanya.
”Pada akhirnya, semua berakhir dengan pertumpahan darah yang tak ada habis-habisnya. Ku harap apa yang dikatakan oleh kakak Chen benar. Dengan menghilangnya Iblis hitam dan Jenderal mata angin, dunia bisa menjadi seperti dulu. Tak ada perang dan tak ada pertumpahan darah. Aku senang, semua ini akhirnya selesai. Terima kasih karena akhirnya kami bisa tenang.” Lei Yun berkata sambil meletakkan pedangnya di sebelah lehernya. Tak lama kemudian, dengan berani ia langsung menggorok lehernya sendiri dan menciptakan sebuah genangan darah yang menyebabkan kematiannya.