Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 38 - Sebuah Tubuh


__ADS_3

Xiao Ruo berjalan tanpa arah keluar dari kediaman keluarga. Saat ini, keadaannya sedang tidak baik-baik saja. Luka bakar yang ada di sekujur tubuhnya semakin membesar dan menghambat langkahnya. Kedua lubang hidungnya mengeluarkan darah dan pandangannya semakin kabur. Tangan kanannya bersandar pada sebuah pohon tua dan mencengkramnya hingga rusak.


”Sampai kapan aku bisa bertahan? Mungkinkah aku akan mati di tempat seperti ini?” batin Xiao Ruo.


Tidak! Ini bukan akhir dari segalanya!


Xiao Ruo berjalan kembali. Namun, tiba-tiba saja ia terjatuh ke depan dan dari belakang, seseorang menggunakan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.


”Xiao Ruo! Kau sekarat?” tanya pemuda yang telah menolongnya.


Merasa kalau ia sangat mengenal suara ini, Xiao Ruo langsung mengalihkan perhatiannya pada seorang pemuda yang ada di sebelahnya. Begitu ia tahu kalau dia adalah Liu Zhang Chen, wajahnya tampak sangat kesal dan ia pun langsung menghindarinya.


”Pergilah! Kaulah yang membuatku seperti ini! Sekarang pergilah!” bentak Xiao Ruo yang tampak kesal.


Mendengar hal itu tidak membuat Liu Zhang Chen mundur. Ia tetap berjalan mendekati Xiao Ruo dan menarik tangannya. ”Sampai kapan kau akan menghindar? Kau tidak akan selamat jika kau menemui Hui Song! Dia itu dewa yang akan menipu mu!” ucap Liu Zhang Chen dengan keras.


Xiao Ruo menarik tangannya kembali dan berkata, ”Memangnya apa yang kau tahu dariku? Ini semua salahmu! Salahmu! Alasanku untuk tetap bertahan hidup meskipun sekarat, untuk melindungi adik Xuan darimu. Kaulah yang membuatnya menderita selama ini!”


Liu Zhang Chen menatapnya dengan sedih dan terdiam selama beberapa saat. ”Kau benar. Akulah yang membuat kalian menderita dan aku sudah mengatakannya berulang kali. Aku juga tidak akan melawan jika kau ingin membunuhku. Tapi, dengarkan aku sekali saja. Kau tidak akan pernah bisa mempercayai dewa penipu seperti Hui Song.”


”Cih!”


Xiao Ruo menggeram kesal dan berkata, ”Jika tidak bisa maka, aku hanya akan memilih mati saja!”

__ADS_1


Lagi-lagi, Liu Zhang Chen meraih tangan kanannya dan membuat Xiao Ruo bertambah kesal padanya. Namun, kali ini ia merasakan ada sesuatu yang berbeda. Ia merasa rasa sakitnya semakin berkurang dan luka yang ada di seluruh tubuhnya perlahan menghilang.


Ia tampak sangat terkejut dan langsung bertanya, ”Apa yang kau lakukan padaku?! Mengapa jadi seperti ini?”


Liu Zhang Chen membuka matanya perlahan dan saat itu juga, ia langsung menjawab, ”Aku mengalirkan energi kekuatanku padamu. Kerusakan yang terjadi pada tubuhmu hanya setengahnya saja. Karena itu, semua akan baik-baik saja. Qing Xuan tidak akan tahu tentang hal ini.”


Xiao Ruo tampak cemas dan langsung berkata, ”Mengapa melakukan semua ini? Itu sama saja seperti aku mengambil sebagian dari sisa umurmu!”


”Mengapa? Bukankah kau sangat mengharapkan kematianku? Dengan begini, kau tidak perlu melumuri tanganmu dengan darah. Biarlah aku mati dengan sendirinya dan menyerahkan sisa usiaku padamu.”


”Bukan ini yang aku inginkan! Lepaskan!” bentak Xiao Ruo yang mencoba untuk melepaskan tangannya. Akan tetapi, Liu Zhang Chen tetap menahannya sekuat tenaga.


”Apa yang akan Qing Xuan katakan jika dia melihatmu seperti ini?” tanya Liu Zhang Chen yang tampak serius.


”Apa yang akan aku katakan nanti?” tanya seorang pemuda yang muncul di belakang keduanya.


”Kak Ruo sekarat dan Guru besar Chen memberikan sisa umurnya? Mengapa hanya aku yang tidak mengerti? Apakah karena aku adalah orang asing sehingga kalian takut untuk menceritakannya?” tanya Xiao Qing Xuan sambil berjalan menghampiri keduanya.


Keduanya terdiam selama beberapa saat dan membiarkan Xiao Qing Xuan terus berjalan mendekatinya.


Tak lama setelahnya, Liu Zhang Chen akhirnya melepaskan tangan Xiao Ruo dan berjalan menghampiri Xiao Qing Xuan yang ada di belakangnya.


Saat ia telah berada di hadapannya, Liu Zhang Chen menunjukkan senyum tipisnya. Ia menyentuh pundak Xiao Qing Xuan dan berkata, ”Tenang saja. Semua akan baik-baik saja. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan.”

__ADS_1


Xiao Qing Xuan langsung membuang tangan Liu Zhang Chen yang masih menyentuh pundaknya dan membentak, ”Apanya yang baik-baik saja?! Justru yang paling aku cemaskan adalah kalian berdua! Selama ini, kalian terus mengatakan 'baik-baik saja.' dan sekarang aku ingin bertanya, apanya yang baik-baik saja?”


Liu Zhang Chen menjawab, ”Baik-baik saja dalam semua arti yang kau mengerti maupun tidak.”


Xiao Qing Xuan langsung menarik kerah pakaian Liu Zhang Chen dan menatapnya dengan sangat marah sambil membentak, ”Berhenti mengatakan kalimat-kalimat yang tidak masuk akal! Apakah sangat sulit untuk menjelaskan keadaan kalian berdua?”


Tiba-tiba saja, Xiao Ruo menariknya dari belakang. Dan setelah itu, ia membawa Xiao Qing Xuan pergi dari tempat tersebut. Namun, karena rasa penasarannya dengan apa yang terjadi di belakangnya, Xiao Qing Xuan menarik tangannya kembali dan berkata, ”Aku tidak akan pergi sebelum kalian menjelaskan semuanya. ” ucapnya sambil berjalan mundur dengan perlahan.


Xiao Ruo sempat terdiam selama beberapa saat dan menatapnya dengan dingin. Sikapnya sangat jauh berbeda dengan apa yang ditunjukkan olehnya di tahun-tahun yang lalu. Xiao Ruo seperti orang asing yang sengaja bertindak lain agar ia bisa pergi darinya. Ditambah lagi, Xiao Ruo yang tidak tahu kalau Xiao Qing Xuan akan memaksanya seperti ini.


Lalu, tak lama setelah mereka berada di tengah keheningan pepohonan, Xiao Ruo akhirnya berkata, ”Jika tidak ingin pergi maka, tetaplah di sini.” ucapnya dengan dingin sambil melangkah pergi meninggalkannya.


Xiao Qing Xuan yang mendengarnya hanya bisa terdiam sambil melihatnya pergi. Ia kemudian merunduk selama beberapa saat sambil menatap rerumputan hijau yang diinjaknya saat ini.


Tak lama, ia mendengar suara langkah kaki yang sedang berjalan menghampirinya. Terdengar ringan namun, sebenarnya sangat sulit untuk dilakukan.


Liu Zhang Chen meletakkan telapak tangannya di atas kepala Xiao Qing Xuan dan berkata, ”Kembalilah pulang. Kau mencemaskan Xiao Ruo dan Xiao Ruo juga selalu mencemaskanmu. Seharusnya, kalian berdua bisa saling menjaga dan mengerti. Jadi, sebaiknya kau pulang saja.” ucapnya sambil melepaskan telapak tangannya dan setelah itu ia pun juga ikut pergi.


Beberapa saat terus merunduk dan menatap pada objek yang sama, Xiao Qing Xuan akhirnya berbalik ke arah yang berlawanan dengan keduanya. Ia berjalan kembali meninggalkan tempat tersebut dan ketika ia bertemu dengan sebuah danau, ia pun akhirnya berhenti di sana.


Untuk sesaat ia membasuh wajahnya dengan kasar dan berkali-kali sampai membuat wajahnya memerah karena perih.


”Haah, aku benar-benar sudah gila! Untuk apa menanyakan hal seperti itu? Rasanya mau mati saja.” gumam Xiao Qing Xuan sambil menatap dirinya di permukaan danau.

__ADS_1


”Ahh! Malu sekali! Apakah aku tidak bisa bertindak normal seperti biasanya?!” teriak Xiao Qing Xuan dalam benaknya sambil merunduk di atas kedua lengannya.


Beberapa saat setelah ia terus melakukan hal yang sama, Xiao Qing Xuan mendadak terbangun saat ia merasa ada sesuatu yang sedang mengarah padanya. Ia pun langsung menatap arah tersebut dan merasa sangat terkejut setelah melihat puluhan arwah tanpa tubuh sedang bergerak ke arahnya.


__ADS_2