
”Cari di seluruh tempat! Jangan biarkan siapapun bergerak!” teriak Xiao Ruo pada seluruh pasukan yang dilepas ke seluruh kota untuk menemukan petunjuk mengenai Xiao Qing Xuan yang menghilang.
Xiao Ruo tampak sangat mencemaskannya saat ini. Ia seakan tak percaya bahwa kejadian itu terjadi saat ia tidak sedang bersamanya. Ia selalu merasa kecewa dan berharap hal ini tidak akan terulang lagi.
Seluruh penduduk ketakutan karena seluruh pasukan yang memeriksa setiap sudut rumah mereka untuk menemukan petunjuk. Namun, tidak ada satupun benda misterius yang berhubungan dengan permainan ini.
Meskipun Qin Ling terlihat seperti seorang remaja yang berumur 14 tahun namun, sebenarnya ia hanyalah seorang anak kecil yang masih berumur tujuh tahun. Ia memiliki kemampuan merubah bentuk tubuhnya sehingga ia terlihat seperti anak remaja kebanyakan. Dia selalu memulai permainan anak-anak ketika ia bertemu dengan sekelompok orang. Namun, permainan ini disebut dengan permainan bertaruh nyawa. Setiap ia memulai permainan, pasti akan ada satu nyawa yang harus mati karena mereka gagal menyelesaikan permainannya. Tak peduli seberapa besar dan kuat orang itu, dia tetaplah anak kecil yang sangat ingin bermain dengan orang dewasa.
”Kak Ruo!” seru Zhi Shuang sambil menarik pakaiannya sehingga membuat Xiao Ruo terkejut.
”Ada apa?” jawabnya sambil menatap ke arahnya.
Terlihat kedua bola mata Zhi Shuang yang berair setelah ia mengingat semua kejadian itu. ”... Maaf, kak Ruo. Kak Xuan pergi karena ia ingin melindungiku.” ucapnya sambil mengusap-usap matanya.
Xiao Ruo tersenyum tipis sambil memegang kepalanya. ”Tidak ada yang disalahkan dan tidak akan ada yang mati. Aku pasti akan segera menemukannya. Tetaplah di kamarmu dan jangan keluar dari sana.” ucapnya sambil berjalan pergi meninggalkannya.
Beberapa saat setelahnya, Zhi Shuang masih terdiam di tempat yang sama. Ia hanya diam memandangi beberapa pasukan yang memasuki satu persatu rumah penduduk. Lalu, tak lama setelahnya seseorang menepuk pundaknya sehingga ia pun tampak terkejut dan langsung menoleh ke arahnya.
”Kakak Chen!” seru Zhi Shuang yang terlihat senang begitu ia melihat Liu Zhang Chen yang sedang berdiri di belakangnya.
Liu Zhang Chen berlutut di depannya sambil memegangi kepalanya dengan lembut. ”... Apa yang terjadi di sini? Mengapa semua orang terlihat cemas?”
Zhi Shuang menatapnya dengan cemas dan menjawab, ”Kakak Xuan menghilang. Dia diculik oleh seseorang yang akan membunuhnya.”
__ADS_1
***
Suara tetesan air yang terdengar, membuat kesadarannya perlahan kembali. Ia mulai membuka matanya sedikit dan terlihat samar-samar, sebuah genangan darah yang membanjirnya. Ia merasa sangat terkejut karena ia tidak bisa menggerakkan kedua tangannya saat ini. Ia pun langsung terbangun dan melihat kedua tangannya yang dirantai diantara dua batang besi yang cukup besar dan tinggi.
”Mengapa aku selalu mendapatkan peran yang seperti ini?” batin Xiao Qing Xuan yang merasa kesal karena ia tidak bisa melakukan apapun saat ini.
”Kakak sudah bangun? Mengapa kakak terkejut?” tanya seorang anak laki-laki yang sedang berdiri di hadapannya dengan senyum kekanak-kanakannya.
Xiao Qing Xuan menatapnya dengan bingung dan ia pun langsung berkata, ”Bukankah sudah pantas aku terkejut? Siapa kau ini dan mengapa aku berada di sini? Lalu, ada apa dengan rantai rantai besar yang mengikat kedua tanganku?”
Anak itu tersenyum dan berkata, ”Saat ini, kakak sedang berada di dalam alam bawah sadar kakak sendiri. Tenang saja, aku tidak melakukan apapun pada kakak saat ini.”
”Hei! Jika tidak melakukan apapun, mengapa rantai ini masih mengikatku? Lepaskan sekarang!” ketus Xiao Qing Xuan sambil menatap anak itu dengan curiga.
Saat Xiao Qing Xuan menatapnya, ia merasa familiar namun, ia tidak bisa mengingat namanya.”... Siapa laki-laki itu?” tanyanya sambil berekspresi bingung padanya.
Laki-laki itu menatapnya dengan kesal karena Xiao Qing Xuan tidak ingat bahwa sebenarnya ia adalah Xianyun Yuan, wujud dari Inkarnasi Iblis hitam yang sebenarnya. Ia melempar kipas lipatnya ke arah Xiao Qing Xuan dan mendarat tepat di atas kepalanya. ”... Melupakanku sama saja dengan melupakan dirimu! Kau tidak ingat kalau selama ini akulah yang melindungimu?!” ketus Xianyun Yuan yang terlihat kesal.
”Kakak Yuan! Jangan lukai kakak Xuan!” ucap anak laki-laki sambil memeluk leher Xiao Qing Xuan yang masih terikat.
Xiao Qing Xuan menatap Xianyun Yuan dengan tatapan mengejek seolah ia sedang mengatakan, ”Ikuti ucapan anak ini!”
”Kenapa kau tidak menghindarinya?!” ucap Xianyun Yuan dengan dingin pada Xiao Qing Xuan.
__ADS_1
”.......”
”Hah? Ada apa dengannya? Oh, ya. Darimana anak ini berasal?” batin Xiao Qing Xuan yang merasa heran dengan keberadaan anak laki-laki yang masih memeluk lehernya.
”Menjauh darinya!” teriak Xianyun Yuan yang langsung menarik Xiao Qing Xuan menggunakan sebuah tali yang keluar dari lengan pakaiannya. Sedangkan, rantai yang sebelumnya telah mengikat kedua tangannya mendadak lepas seperti tidak dikunci sama sekali.
Saat ini, Xiao Qing Xuan berada di belakang Xianyun Yuan. Ia tidak mengerti mengapa Xianyun Yuan begitu peduli padanya padahal, orang asing di depannya hanyalah anak kecil yang terlihat polos.
”Mengapa kau membiarkannya menyentuh jiwamu? Lihatlah dirimu saat ini! Aku yakin, kutukan itu akan semakin membesar dan merusak jiwamu hingga hancur.” ucap Xianyun Yuan sambil menunjuk ke arah leher Xiao Qing Xuan yang memiliki noda hitam yang terus membesar.
Xiao Qing Xuan menyentuh bagian yang ditunjuk oleh Xianyun Yuan. Dengan perlahan, ia mulai merasa sakit bahkan seperti ada ratusan pedang yang menusuknya. Ia pun seketika terdiam kesakitan sambil merasakan tanda kutukan yang semakin menyebar.
Anak itu tersenyum seringai. Ia pun menatap kembali ke arah Xiao Qing Xuan dan berkata, ”Permainan mencari raja sudah dimulai. Akan ada beberapa orang yang mencari kakak Xuan. Jika sebelum matahari terbit mereka tidak bisa menemukan kakak maka, itu artinya kakak yang akan dikorbankan.”
Xiao Qing Xuan menatapnya dengan serius dan berkata dalam benaknya, ”... Mencari raja? Apakah itu sejenis dengan berburu harta karun?”
”Qin Ling, kau tidak akan pernah dewasa.” keluh Xianyun Yuan yang langsung berdiri di depan anak laki-laki tersebut. Ia meletakkan telapak tangannya di atas dahi Qin Ling dan berkata, ”... Aku mengusirmu dari tempat ini untuk selamanya. Pergilah dan jangan pernah kembali!”
Sebuah cahaya merah muncul secara tiba-tiba dan saat itu juga menghilang bersamaan dengan Qin Ling yang telah kembali ke dalam tubuh aslinya. Saat ini, ia sedang berada di sebuah sarang ular raksasa yang berada di hutan gunung Yunyou, jauh dari wilayah Huanxu dan empat wilayah Sekte lainnya.
Ia meletakkan Xiao Qing Xuan yang sedang terjebak di dalam alam bawah sadarnya di atas meja batu. Terdapat sekumpulan ular besar beracun yang sedang mengelilinginya. Tempat ini, digunakan olehnya sebagai titik akhir dari permainan yang dimulai olehnya. Karena merasa sangat kesal dengan hal yang baru saja dialami olehnya, Qin Ling mengambil pedang Yunqi yang sudah menjadi milik Xiao Qing Xuan.
Ia langsung membuka sarung pedangnya dan ketika ia akan menusuk tubuh Xiao Qing Xuan, tiba-tiba saja tangannya terhenti saat melihat kedua bola mata Xiao Qing Xuan yang terbuka secara mendadak apalagi, warnanya telah berubah menjadi merah seutuhnya.
__ADS_1
”Membunuh anak ini sama saja dengan mengakhiri pewaris kekuatanku. Kau yang sekarang sudah berani melawan seluruh perkataanku, Qin Ling.” ucap Xianyun Yuan yang telah merasuki pikiran Xiao Qing Xuan sehingga ia bisa mengendalikan tubuhnya dengan mudah.