
Penginapan Desa Dianwu.
”Haah,... Sungguh aneh yang terjadi hari ini. Entah kenapa aku merasa penasaran dengan orang itu. Bagaimana bisa dia mengenalku bahkan mampu berbicara denganku begitu akrab.” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya. ”... Aku harus memastikannya! Kalau tidak salah dia berada di sebelah kamar ini 'kan?”
Ia pun langsung berdiri dari atas dipannya dan berjalan keluar menuju kamar Yin Zhen yang berada di sebelahnya. Saat itu hari sudah cukup malam dan semua orang tengah tertidur di tempatnya masing-masing. Ia berpikir mungkin saja Yin Zhen sudah tertidur saat ini. Ia pun mengendap keluar dan membuka sedikit pintu kamarnya.
”Ah! Dia tidak berada di dalam kamarnya?” batin Xiao Qing Xuan yang tampak tertegun saat melihat ke dalam kamarnya. ”Kemana dia pergi saat ini?”
”Untuk apa kau mencariku?” bisik Yin Zhen yang muncul secara mendadak di belakang punggungnya.
Xiao Qing Xuan sangat terkejut dan menoleh ke belakang dengan perlahan. Ia pun tersenyum canggung dan melupakan bahwa Yin Zhen bisa mendengar seluruh perkataan yang diucapkan dalam benaknya.
”A~ aku hanya tidak bisa tidur. Jadi, aku keluar untuk mencari teman bicara.” jawabnya dengan canggung.
Yin Zhen tampak tidak berekspresi saat mendengar jawaban tersebut. Perhatiannya seketika teralihkan pada sebuah pohon besar yang berdiri tidak jauh dari penginapan. Rupanya, ia sedang menatap ke arah seorang laki-laki bercadar yang sedang bersembunyi di sana. Laki-laki itu tampaknya sedang mengawasi keduanya sejak tadi.
Begitu ia tahu bahwa penyamarannya ini berhasil diketahui, laki-laki itu tampak ketakutan dan segera pergi dari tempat tersebut.
Yin Zhen tersenyum seringai saat melihat laki-laki itu mencoba untuk menghindarinya. Tak lama setelahnya, ia pun kembali menatap ke arah Xiao Qing Xuan dan berkata, ”Tidurlah di kamarku jika kau tidak merasa nyaman di kamarmu. Aku memiliki urusan mendadak.” ucapnya sambil berjalan keluar penginapan.
Saat melihatnya pergi, Xiao Qing Xuan menghela nafasnya seolah ia telah terbebas dari tali kematian. ”... Melihat ekspresinya saja, pasti semua orang sudah merinding ketakutan karenanya. Tenang,... Tenang,... Tenang. Sebaiknya jangan membuatnya marah atau aku akan bernasib sama seperti harimau sore tadi.” batin Xiao Qing Xuan yang berusaha tetap tenang.
Sementara ini, Yin Zhen tampak sedang mengejar seorang laki-laki yang sudah sejak tadi mengawasi keduanya sampai saat ini. Yin Zhen curiga kalau laki-laki ini berasal dari Istana langit yang ditugaskan untuk mengawasi mereka berdua. Apalagi, orang ini mungkin sudah mengetahui bahwa Xiao Qing Xuan adalah Inkarnasi Iblis hitam dan ia akan segera melaporkannya pada Istana langit untuk segera membunuhnya. Tentu saja, ia tidak bisa membiarkan hal ini terjadi.
__ADS_1
”Kalian, orang-orang Istana langit sudah membuatku muak!” bentak Yin Zhen yang langsung mengepalkan tangannya dan memukul tanahnya hingga membuat sebuah cekungan besar yang tidak terlalu dalam. Setelah ia melakukan serangan pertamanya, muncul puluhan rantai yang langsung mengikat laki-laki di depannya. Rantai tersebut mengikatnya dengan sangat kuat hingga membuatnya tidak bisa bernafas.
Yin Zhen berjalan menghampiri laki-laki yang terikat di depannya. Ia terus mengeraskan rantainya hingga membuat tulang laki-laki itu remuk dan hancur.
”Siapa yang kau incar saat ini? Mengapa kau terus mengawasi kami?” tanya Yin Zhen sambil menatapnya dengan dingin.
Laki-laki itu tidak juga membuka mulutnya. Ia hanya terdiam sambil merasakan seluruh tulangnya remuk karena rantai yang mengikat terlalu kuat.
”Ada apa? Kau tidak ingin menjawabnya?” tanya Yin Zhen kembali.
Meskipun rantai telah memutus lengan pemuda, ia tetap diam dan tidak juga membuka mulutnya. Darah terus membasahi pakaiannya sendiri dan mulutnya terus terkatup rapat. Yin Zhen tak mampu mendengar apa yang dikatakan oleh laki-laki ini dalam benaknya. Ia bahkan merasa bahwa laki-laki ini pasti tidak akan mengatakan semua yang dia tahu padanya.
”Haah,... Kau benar-benar merepotkan. Jadi, kau lebih memilih mati daripada harus memberitahukannya padaku?” ucap Yin Zhen. ”... Baiklah jika itu yang kau inginkan.”
Setelahnya, pemuda itu berubah menjadi segumpal daging yang menyerupai manusia. Segumpal daging yang tidak memiliki tulang dan organ dalam. Kedua bola matanya keluar sehingga darah terus mengalir keluar dari dalam tubuhnya.
Yin Zhen tersenyum sinis dan memperhatikan mayat laki-laki yang tewas mengerikan di depannya. Ia mengambil bola matanya dan memperhatikannya sekilas.
”Hanya rakyat biasa. Ternyata aku sudah salah mengira. Lagipula, ini adalah salahnya karena tidak berani mengatakan apapun padaku.”
”Pembunuh!” teriak seorang anak laki-laki yang berada tidak jauh di belakangnya.
Begitu ia mendengar teriakan ini, Yin Zhen langsung menoleh ke belakang dengan wajah yang tampak terkejut. Anak laki-laki di belakangnya tampak sangat ketakutan dan sepertinya ia akan melarikan diri dari tempat ini lalu melaporkannya pada seluruh penduduk desa.
__ADS_1
Dengan gerakan yang sangat cepat, Yin Zhen langsung menutup mulut anak laki-laki itu dan menghancurkan seluruh tulang dan organnya, sama seperti yang ia lakukan terhadap pemuda tadi. Anak itu pun tewas dalam keadaan yang sama.
Sebuah hamparan rumput yang sedang berembun berubah menjadi genangan darah yang tak ada habisnya. Pakaian Yin Zhen saat ini telah berlumuran darah begitupun dengan kedua tangannya.
Sambil memandangi tangan kirinya, Yin Zhen berkata dalam benaknya, ”... Pembunuh? Inikah yang mereka sebut dengan membunuh? Tapi, apa masalahnya? Jika sudah mati, mereka hanyalah gumpalan daging yang harus dibuang 'kan? Lalu, bagaimana dengannya? Apakah beberapa orang mulai tahu bahwa ia adalah Inkarnasi Iblis hitam?”
”Aku harus segera menyembunyikannya.”
***
Keesokan harinya, Xiao Qing Xuan berniat untuk pergi meninggalkan penginapan tersebut. Namun, siapa sangka Yin Zhen tetap bersikeras untuk terus mengikutinya. Tindakannya ini benar-benar tidak disangka apalagi, Yin Zhen selalu saja mengatakan kalau ada monster yang sedang mengejar keduanya.
”Sebenarnya monster apa yang dimaksudnya itu? Bukankah kemarin dia baru saja membunuh seekor harimau raksasa dengan sangat mudahnya? Seharusnya, ia bisa mengalahkan monster itu sama seperti harimau kemarin.” gumam Xiao Qing Xuan yang menunggu di depan penginapan.
Tiba-tiba saja pandangan Xiao Qing Xuan terhalangi oleh kain hitam. Ia pun cukup terkejut dan melepaskan sebuah topi bambu yang baru saja dipakaikan oleh seseorang padanya.
”Sejak kapan kau di sana? Mengapa memberikanku topi?” tanya Xiao Qing Xuan setelah ia melihat Yin Zhen berdiri di sebelahnya dengan membawa seekor keledai.
”Pakai saja. Dengan begini tidak akan ada yang mengawasimu lagi.” jawab Yin Zhen.
”Hah? Mengawasiku? Memangnya siapa yang melakukannya? Lagipula, orang itu hanya akan membuang-buang waktunya saja.” ucap Xiao Qing Xuan yang sambil menatapnya dengan bingung.
”Sudahlah, pakai saja. Aku juga akan memberikanmu keledai ini agar perjalanannya menjadi lebih cepat.” ucapnya sambil memberikan tali pengait keledai pada Xiao Qing Xuan.
__ADS_1
”Ada yang aneh. Apakah dia salah makan?” batin Xiao Qing Xuan yang merasa bingung dengan sikap yang ditunjukkan Yin Zhen padanya.