
Saat palu besar itu akan menghantam tubuhnya, dengan cepat Xiao Qing Xuan langsung menyentuh bagian palu yang akan menghantamnya. Setelah itu, tanpa sadar ia membuang palu tersebut sehingga, orang yang menggunakannya juga ikut terlempar.
”Eh? Apakah aku sungguh sekuat itu? Ahh, tidak mungkin. Jangan-jangan aku sedang dirasuki.”
Xiao Qing Xuan tampak terkejut begitu melihatnya. Namun, ia berusaha yakin kalau semua itu bukanlah kekuatan aslinya.
”Bicara apa kau ini? Jelas-jelas kalau kaulah yang melakukannya.” ucap Xianyun Yuan yang berbicara melewati alam bawah sadarnya.
”Tidak mungkin! Aku merasa tidak melakukan apapun tadi. Aku pikir, kau berusaha merasuki tubuhku lagi.” jawab Xiao Qing Xuan.
”Aku bukanlah arwah seperti orang-orang yang sudah mati! Aku adalah harapan dari mereka yang ingin balas dendam. Jadi, aku hanya akan menjadi kekuatanmu saja dan bukannya iblis yang mengendalikan manusia.” jelas Xianyun Yuan yang tak mendapatkan jawaban dari Xiao Qing Xuan selama beberapa saat.
”Sepertinya, perasaanmu sedang tidak bagus. Kau tiba-tiba teringat pada seorang anak manusia yang pernah menyelamatkan mu.” ucap Xiao Qing Xuan yang berhasil membuat Xianyun Yuan tampak tertegun setelah mendengarnya.
Xianyun Yuan tertawa kecil dan berkata, ”Wajar jika kau mengetahuinya. Kau dan aku saling terhubung. Jadi, aku tahu apa yang akan kau lakukan setelah ini. Dan, boleh aku peringatkan satu hal?”
Xiao Qing Xuan tampak terkejut dan langsung bertanya, ”Apa itu?” tanyanya dengan rasa penasaran.
Xianyun Yuan menjawab beberapa saat kemudian, ”Berhati-hatilah terhadap Jiu Meishan. Jika dia benar-benar datang maka, kau hanya memiliki dua pilihan. Lari atau melawannya sampai mati.”
Xiao Qing Xuan seketika terdiam setelah mendengarnya. Ia tahu kalau Jiu Meishan adalah dewa penipu yang cukup berbahaya bahkan Xiao Ruo melarangnya untuk berpapasan dengannya. Meskipun begitu, ia tidak tahu mengapa Jiu Meishan begitu berbahaya. Yang pasti, tampaknya Jiu Meishan adalah musuh seluruh dunia.
”Aku mengerti.”
Xiao Qing Xuan langsung mengambil pedangnya kembali. Setelah itu, ia pun berlari menghampiri kepulan asap debu yang berterbangan setelah ia melempar sebuah palu besar bersama dengan orang yang menggunakannya.
Setelah ia berada di antara tumpukan pasir yang berterbangan, sebuah pedang muncul di depan matanya dan serangan tersebut telah berhasil ditepis olehnya. Selain itu, terdapat puluhan arwah tanpa tubuh yang juga sedang menyerangnya. Mereka menggunakan kuku-kukunya yang tajam untuk mencakar tubuhnya. Namun, lagi-lagi Xianyun Yuan melindunginya dengan sebuah penghalang yang dia ciptakan menggunakan energi pendendam miliknya. Alhasil, semua arwah tanpa tubuh ini perlahan mundur begitu mereka tahu bahwa, Iblis hitam berada di antara mereka.
__ADS_1
Tak lama setelahnya, pasir yang berterbangan itu akhirnya menghilang. Xiao Qing Xuan tak menemukan siapapun yang sedang berdiri di depannya maupun di belakangnya. Saat itu, ia jelas-jelas melihat sesosok pemuda yang sedang menggunakan palu tersebut dan seorang gadis muda yang menggunakan ratusan pisau.
Namun, saat ini kedua sosok tersebut tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak. Ia bahkan tak bisa merasakan hawa kekuatan mereka berdua. Tampaknya, saat ini kedua orang itu tidak sedang mengincarnya. Mereka hanya mengulur waktu agar Xiao Qing Xuan bisa berada jauh dari kediamannya.
”Apa mungkin aku salah lihat?”
Xiao Qing Xuan tampak bingung karena tak menemukan apapun sejak tadi. Beberapa saat kemudian, perhatiannya tertuju pada sebuah pisau yang menancap di atas tanah. Ia pun segera mengambilnya dan memperhatikan bentuk corak yang ada pada mata pisau tersebut.
”Apa ini? Bentuknya seperti ular. Memangnya, ada klan yang begitu fanatik dengan ular atau sejenisnya?” batin Xiao Qing Xuan yang tampak bingung.
Pisau yang ada di tangannya kemudian dilempar dan tepat mengenai sebuah akar pohon besar yang sedang merambat menghampirinya. Akar tersebut dipenuhi dengan bunga pohon persik yang seharusnya tidak tumbuh di sekitar Huan Xu.
”Jebakan?”
Xiao Qing Xuan seketika terdiam saat ia melihat akar pohon seketika lagi setelah tertancap pisau yang ditemukan olehnya. Dalam pisau tersebut terdapat sebuah racun yang cukup berbahaya bahkan bisa membuat seluruh pergerakan lawannya lumpuh.
Xiao Qing Xuan tak begitu terkejut ketika mendengarnya. Sejak tadi, ia sudah tahu kalau Jiu Meishan berada di sekitarnya. Dan itulah yang membuat Xianyun Yuan mengatakan untuk berhati-hati dengan keberadaan Jiu Meishan di sekitarnya.
”Jika sudah mengetahuinya, mengapa tetap di sini? Gadis dengan pisau beracun, namanya adalah Fu She. Dia adalah inkarnasi Jenderal Timur . Lalu, laki-laki dengan palu besar yang bertopang pada pundaknya, dia adalah Du Yuan, inkarnasi Jenderal Utara sama seperti Guru besar Chen. Kau cukup pandai mempengaruhi dua jenderal sekaligus.” ucap Xiao Qing Xuan tanpa menatap ke arah Jiu Meishan yang telah berada di belakangnya.
Jiu Meishan tersenyum tipis dan berkata, ”Terima kasih atas pujian dari Yang Mulia.”
Setelah terdiam selama beberapa saat, Xiao Qing Xuan bertanya kembali, ”Lalu, tujuanmu kemari hanya untuk mengambil kekuatan Iblis hitam dariku?”
Jiu Meishan menjawab, ”Tentu saja. Bagaimanapun juga, wadah dari Iblis hitam itu adalah seorang anak manusia yang lemah dan berumur pendek. Kau tidak akan sanggup menahan kekuatan yang sebesar itu untuk bertahan hidup.”
Xiao Qing Xuan tersenyum seringai. Tak lama, ia pun berbalik ke arahnya sambil mengeluarkan pedang Yunqi dari dalam sarungnya. Ia kemudian menghunuskan pedang tersebut ke arahnya dan berkata, ”Kau mungkin harus berjuang keras untuk mendapatkannya.”
__ADS_1
***
Disisi lain, Liu Zhang Chen yang telah kembali ke Huan Xu mendapatkan sebuah kejutan besar. Tiba-tiba saja, mayat-mayat hidup itu menggali lubang keluar dan menyerang para penduduk desa yang sedang berada di sana. Dengan sendirinya, Liu Zhang Chen akhirnya melawan tanpa menggunakan pedang.
Ia mengoyak daging mereka menggunakan tongkat kayu yang berjejer di sekitarnya. Namun, karena banyaknya mayat hidup yang keluar dari dalam tanah, mereka semua berhasil menyelinap masuk ke dalam kediaman utama. Akan tetapi, semua itu berhasil dihentikan oleh para pasukan perang dan beberapa dari mereka membuat dinding penghalang agar para mayat hidup itu tidak masuk ke dalam kediaman mereka.
”Apa yang terjadi di sini? Mengapa mayat-mayat hidup itu merangkak keluar dari dalam tanah?” batin Liu Zhang Chen setelah ia berada di dalam kediaman tersebut sambil menyentuh tanah yang ada di bawah kakinya.
Di atas!
Liu Zhang Chen langsung menatap ke atas setelah ia bertemu dengan hawa kekuatan yang sangat besar bahkan tampaknya, orang itu sedang melancarkan serangannya.
Beberapa saat setelah ia melihatnya, muncul seorang pemuda yang mengangkat sebuah palu besar yang kemudian, palu tersebut bertumbukan dengan dinding penghalang hingga membuat dinding tersebut hancur seketika.
Para mayat hidup itupun akhirnya berhasil masuk dan menghancurkan semuanya.
Saat Liu Zhang Chen akan bergerak mundur beberapa langkah, tiba-tiba saja muncul beberapa tangan manusia yang langsung menahan kakinya. Lalu, saat itu juga muncul kembali seorang gadis yang berlari ke arahnya dengan membawa beberapa pisau belati pada jari jemarinya yang kecil.
Saat ia akan melawannya, tangan-tangan itu telah berhasil menahan kedua tangannya sehingga ia tidak bisa bergerak. Dan saat gadis itu telah sangat dekat dengannya, muncul seorang wanita berhanfu merah yang langsung menendang kepala gadis tersebut sehingga membuatnya terhempas beberapa langkah darinya.
”Chunyue? Kau masih di sini?” tanya Liu Zhang Chen yang tampak terkejut setelah ia melihat keberadaan Chunyue dan Chu Rong yang sedang melawan pemuda dengan palu besarnya.
Chunyue langsung menatapnya dengan malas. Ia pun segera menarik tangan Liu Zhang Chen sehingga tangan-tangan mayat tersebut berhasil terlepas darinya.
Chunyue menampar wajah Liu Zhang Chen dan berkata, ”Di saat-saat seperti ini, kau masih bertanya tentang hal konyol seperti itu?! Seharusnya kau langsung mengerti bagaimana situasinya saat ini.” ketusnya dengan sangat kesal.
Liu Zhang Chen terdiam dan mendengarkannya bicara selama beberapa saat.
__ADS_1
Chunyue menghela nafasnya dan berkata, ”Lupakan apa yang aku katakan. Aku sudah tahu. Tidak seharusnya kau meninggalkan muridmu sendirian di sana. Apa kau tidak tahu kalau saat ini, Jiu Meishan sedang mengincarnya?”