
”Hmm, tidak ku sangka kutukannya akan cepat menyebar seperti ini. Kau pasti sangat kesakitan, kan?” tanya Xianyun Yuan sambil menunjukkan senyum lebarnya pada Xiao Qing Xuan yang duduk terdiam di depannya sambil menatapnya dengan jengkel.
”Jika bukan karena kau yang mengikatku, aku pasti bisa menghindarinya dengan mudah!” ketus Xiao Qing Xuan yang terlihat kesal sambil memegangi dadanya yang terasa panas.
Xianyun Yuan menatapnya dengan bingung dan bertanya, ”Jadi, semua ini adalah salahku? Mengapa selalu aku yang disalahkan padahal niatku hanya ingin melindungi—
”Bisa kau ulangi?” ucap Xiao Qing Xuan yang terlihat sangat tersentuh begitu Xianyun Yuan mengakhiri kalimatnya secara tiba-tiba sehingga, hal itu membuatnya merasa sangat penasaran.
”Ah! Aku sudah lupa!” ucap Xianyun Yuan yang langsung berdiri membelakanginya dan berdalih, ”... Kutukan itu, hanya bisa dihilangkan jika penggunanya mati. Karena itu, aku akan mengendalikan tubuhmu selama beberapa menit saja.”
”Hah? Apa yang kau katakan?! Jangan bilang kalau kau akan menggunakan tubuhku untuk menguasai rumah hiburan!” celetuk Xiao Qing Xuan yang terlihat panik dan sangat terkejut ketika ia selesai mendengarnya.
”Tadinya.” jawab Xianyun Yuan. ”... Tapi, setelah aku melihat wanita-wanita ada di sini, semuanya tidaklah cantik secara natural. Mereka juga terlalu lemah dan minta untuk dilindungi. Haah, pastinya aku akan repot jika mendapatkan wanita yang seperti itu.”
”Hah? Jadi, dia memang berniat untuk menguasai tubuhku agar ia bisa memuaskan keinginannya?! Yang benar saja? Reputasiku pasti akan lenyap terbawa angin.” batin Xiao Qing Xuan yang tampak heran sebelum akhirnya, ia merasa kutukannya semakin menyebar sehingga, hal itu membuatnya terlihat kesakitan selama beberapa saat.
Xianyun Yuan sedikit menoleh ke arahnya dan berkata, ”Kau tidak bisa pingsan saat berada di alam bawah sadarmu sendiri. Karena itu, nikmatilah rasa sakitmu sementara aku akan memberi pelajaran pada anak tadi.” Xianyun Yuan langsung menghilang begitu ia selesai mengakhiri kalimatnya.
***
__ADS_1
Suara daging terkoyak dan darah yang berjatuhan dimana-mana, terus terdengar dan membuat hutan Yunyou tampak berwarna merah. Terdapat beberapa potongan daging yang menyebar bahkan ada yang terjatuh ke dalam jurang. Kini, sarang ular tersebut berubah menjadi genangan dan hujan darah yang tak ada habis-habisnya. Pakaian merah yang dipakainya saat ini tampak semakin memerah dan semakin basah. Ia tak berhasil menemukan payung sehingga, membuat kedua bola matanya seolah terlihat di atas genangan darah yang memenuhi wajahnya.
”Sudah lama aku tidak membunuh dan menodai tanganku dengan darah. Tidak heran kalau kalian semua sangat senang membunuh orang lain.” ucap Xianyun Yuan yang berjalan menghampirinya Qin Ling yang telah kehilangan kaki kanannya.
”Dasar monster! Menjauh!” teriak Qin Ling yang terus bergerak mundur dengan menyeret tubuhnya yang penuh luka.
Xianyun Yuan tersenyum seringai dan bertanya, ”Memangnya, apa yang kau tahu tentang monster? Kau sendiri adalah bagian dari kekuatanku yang dipecah menjadi tujuh bagian. Dan kau, adalah bagian terkecil diantara semua saudara-saudaramu.” Xianyun Yuan tertawa sinis dan melanjutkan, ”... Makhluk lemah sepertimu ingin membunuhku? Yang benar saja? Sampai kapanpun, kau tidak akan bisa melakukannya.”
Qin Ling terdiam sambil menatapnya dengan penuh ketakutan.
Melihat ekspresinya saat ini membuat keinginan membunuhnya semakin besar. Ia mengumpulkan seluruh energi kebencian di tangan kanannya dan membentuk sebuah tombak besar yang memiliki ujung sangat tajam dan besar.
Xianyun Yuan tampak kecewa setelah melihat hal tersebut terjadi. Ia segera menoleh ke arah kanan dan melihat seorang laki-laki berjubah putih yang sedang menatapnya dengan serius sambil berkata, ”Hentikan semua ini, Qing Xuan!”
***
”Tuan muda! Seluruh hewan sihir dan mayat hidup yang ada di sini telah mati karena pedang listrik. Tampaknya, orang itu hanya perlu mengayunkan pedangnya sekali sehingga, menciptakan sebuah parit besar seperti ini.” jelas salah seorang pasukan yang berdiri di depan sebuah parit besar yang di dalamnya terdapat bangkai hewan-hewan sihir dan beberapa abu mayat yang berterbangan.
Xiao Ruo memperhatikan sekitar. Ia menyentuh sebuah batang pohon yang masih kokoh meskipun terdapat goresan pedang yang sangat dalam. ”... Aura pedang yang sama. Aku seperti pernah melihatnya.” batin Xiao Ruo yang memikirkannya. ”... Ruixi?! Mungkinkah pedang Ruixi berhasil ditemukan? Tapi, siapa yang bisa menggunakannya sebaik ini?”
__ADS_1
Tak lama setelahnya, salah seorang pasukan kembali berjalan menghampirinya dengan membawa sebuah liontin giok bulat bercorak Phoenix di dalamnya. ”Tuan muda! Satu-satunya petunjuk yang bisa kami dapatkan hanyalah liontin kecil ini.” ucapnya sambil menunjukkan liontin tersebut pada Xiao Ruo.
Saat melihatnya, Xiao Ruo sedikit terkejut mengetahui bahwa Liu Zhang Chen telah datang lebih dulu darinya. Ia menjadi sedikit waspada terhadapnya. Bisa saja kedatangan Liu Zhang Chen membawa berita buruk bagi mereka sehingga, mereka juga harus berhati-hati terhadapnya.
”Ikuti jejak pertarungan mereka! Jika bisa, carilah petunjuk sebanyak-banyaknya!”
***
”Ada apa denganmu, Qing Xuan? Kau yang sudah membunuh mereka semua?” tanya Liu Zhang Chen yang terlihat mencemaskannya.
Xianyun Yuan tersenyum seringai dan berkata, ”Orang yang kau cari sedang tidak berada di sini. Saat ini, dia sedang sekarat di dalam alam bawah sadarnya sendiri. Kau tidak akan bisa melihatnya lagi karena sekarang, hanya ada Xianyun Yuan dalam tubuh ini.”
Liu Zhang Chen tampak terkejut dan langsung berkata, ”Apa maksudmu tidak ada?!” tanyanya dengan sedikit berteriak.
”Tenang saja, kau tidak akan bisa bertemu dengannya lagi. Bukankah itu yang kau inginkan? Mengapa begitu mempedulikannya? Kau bukanlah siapa-siapa lagi baginya. Meskipun dia memanggilmu seperti seorang Guru, itu hanyalah sekedar formalitas saja karena, kau pernah menjadi gurunya hanya selama beberapa bulan saja.” ucap Xianyun Yuan yang berhasil membuat Liu Zhang Chen tampak ragu.
Karena terus memikirkannya, ia menatap ke arah Qin Ling yang tampak ketakutan karena satu kakinya yang telah terputus. Melihat kalau ia sedang diabaikan, Xianyun Yuan menjentikkan jarinya sehingga, hal itu membuat tubuh Qin Ling hancur dan berubah menjadi gumpalan darah.
Dengan wajah yang terlihat berlumuran darah, Xianyun Yuan berkata dengan dingin, ”Tak ada seorangpun yang berani mengalihkan perhatiannya padaku. Seharusnya, aku sudah membunuh makhluk itu sejak tadi namun, kau malah datang dan menghalangiku. Kau tahu, apa akibatnya jika menghalangi seorang raja yang sedang berperang di Medan tempur?”
__ADS_1