Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 30 - Alam Bawah Sadar II


__ADS_3

”Selain itu, delapan Jenderal mata angin juga sama sepertiku. Mereka lahir dari sebuah benda bersinar yang jatuh di delapan tempat yang berbeda sesuai dengan arah mata angin yang dituju. Benda itu akan menetas menjadi seorang bayi manusia yang memiliki keistimewaan. Mereka bisa berbicara tanpa ada seorangpun yang harus mengajari mereka dan mereka memiliki kemampuan khusus yang yang tidak perlu dikembangkan lagi. Lalu, mengenai tujuh Kaisar bumi, mereka adalah pecahan dari kekuatanku yang telah mencapai puncaknya. Jadi, menurutmu kami ini apa? Manusia ada untuk melakukan kebaikan. Sedangkan kami ini bukanlah manusia. Hanya wujudnya saja yang sama tapi, kami tidak memiliki tujuan dan selalu bertanya-tanya, mengapa kami harus ada.”


”Mereka menyebutmu iblis karena kau selalu bertindak kejam. Lalu, mengapa tidak menjadi baik agar mereka menganggapmu sebagai manusia dan akan mengingatmu saat kau mati?” singkat Xiao Qing Xuan yang tak begitu mempedulikan darimana asal mereka semua. ”... Bukankah itu adalah pemikiran yang cukup mudah?”


Xianyun Yuan tertawa kecil dan berkata,”Ringan sekali saat kau mengatakannya. Tapi, kau tidak pernah berpikir kalau aku ini hidup dalam dirimu? Jadi, siapa yang disebut Iblis?”


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan serius dan langsung berkata, ”Tentu saja, aku akan tetap menjadi manusia! Aku juga, mungkin bisa mengubahmu meskipun aku harus gagal berulang-ulang kali. Karena, aku tahu kau juga manusia sama sepertiku.”


Xianyun Yuan terdiam, tidak berekspresi selama beberapa saat. Tak lama setelahnya, ia tersenyum seringai dan kemudian tertawa lepas sehingga membuat Xiao Qing Xuan terlihat bingung. ”... Sudah kuduga kau akan mengatakan hal itu padaku.” ucapnya yang kemudian berhenti tertawa. ”... Tapi, ngomong-ngomong aku sudah mengawasimu sejak usiamu lima tahun. Aku terus memperhatikan sifatmu, tingkah anehmu dan orang-orang yang selalu ada di sebelahmu.”


”Mengawasiku? Bagaimana dia melakukannya?” batin Xiao Qing Xuan yang terlihat heran.


Xianyun Yuan beranjak dari kursinya dan berjalan mendekatinya. Saat ia berada tepat di depannya, ia menarik dagu Xiao Qing Xuan dan memperhatikannya sekilas. ”... Sifatmu mudah sekali berubah. Apakah kau dirasuki arwah seseorang yang mati ratusan tahun lalu?”


Xiao Qing Xuan tidak berekspresi dan berkata dalam benaknya, ”Justru akulah orang yang akan lahir seratus tahun mendatang!” batinnya sambil menampar tangan Xianyun Yuan yang terus menyentuhnya. ”... Sudahkah? Aku harus kembali! Jika aku tidak kembali juga, mereka akan mengira kalau aku sudah mati dan mengkremasikan ku hidup-hidup!”


Xianyun Yuan duduk kembali di atas kursinya. Pipi kanannya bertopang pada telapak tangannya dan menatap Xiao Qing Xuan dengan sinis. ”Apakah itu kata-kata terakhir yang kau katakan padaku?”

__ADS_1


”Hah?” Xiao Qing Xuan terlihat sangat bingung dan bertanya, ”Apa maksudmu? Kau ingin mencari wadah baru yang lebih kuat dan membiarkanku mati dengan perlahan? Apa itu yang kau maksud?”


Xianyun Yuan tersenyum lebar padanya dan berkata, ”Tidak ada. Aku hanya ingin mengatakan, berhati-hatilah dengan Dewa penipu yang ada di sekitarmu. Meskipun harum dan indah, bunga memiliki rasa yang pahit.”


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan bingung dan bertanya kembali, ”Kau ini sedang membacakan mantra atau membaca syair?”


Xianyun Yuan berdiri kembali dan berjalan membelakanginya sambil berkata, ”Jangan biarkan aku menguasai pikiranmu. Berhati-hatilah dengan semua orang yang ada di sekitarmu.”


Setelah melihatnya menghilang dari pandangannya, Xiao Qing Xuan langsung terbangun dari tidurnya. Ekspresinya terlihat sangat terkejut karena tak menyangka hari sudah malam dan tak ada satupun suara yang terdengar. Ia menoleh ke sisi kanannya dan melihat Xiao Ruo yang sedang tertidur dengan kepala dan tangan berada di atas dipannya.


Xiao Qing Xuan beranjak dari tempatnya dan melompat keluar melewati jendela yang masih terbuka. Saat mendarat tepat di halaman belakang, ia merasa sangat terkejut karena tak ada satupun suara yang terdengar di telinganya seolah, dunia telah menjadi bisu.


”Uhh, dingin sekali. Mengapa mereka selalu memakaikanku pakaian tipis saat tidur?” gumam Xiao Qing Xuan sambil memeluk dirinya begitu hembusan angin malam datang melewatinya.


”.....?”


Saat ia memutuskan untuk diam, tiba-tiba saja sesuatu yang berbulu dan berbadan besar datang memeluknya dari belakang. Nafasnya terdengar sangat jelas dan bahkan pelukannya nyaris menghancurkan seluruh tulang tulangnya. Lalu, tak lama setelahnya, ia pun menoleh ke belakang dan melihat seekor panda yang sangat besar tengah memeluknya sambil memakan sebatang bambu kecil.

__ADS_1


”Heh?! Kenapa bisa ada beruang besar di sini?!” teriak Xiao Qing Xuan yang terlihat panik sambil mencoba melepaskan dirinya dari genggaman panda di belakangnya.


Tak lama, datang seorang anak laki-laki yang berlari menghampirinya sambil berkata, ”Kakak Xuan sudah sadar!” ucapnya dengan raut wajah yang terlihat sangat senang.


”Hei! Zhi Shuang! Mengapa kau menyewa seekor panda untuk menyandera ku seperti ini?” tanya Xiao Qing Xuan setelah melihat Zhi Shuang kecil berdiri di depannya.


Bukannya menjawab, Zhi Shuang langsung memeluk paha Xiao Qing Xuan sambil berteriak, ”Shuang'er sangat mencemaskan Kakak Xuan! Tuan panda dan tuan ular juga merasakan hal yang sama begitupun dengan hewan-hewan lainnya!”


Setelah mengatakan kalimatnya, muncul beberapa hewan-hewan besar berkaki empat dan beberapa jenis ular yang berlarian ke arahnya. Suara hentakan kaki mereka bahkan membuat semua orang yang ada di kediaman tersebut terbangun dan beberapa pasukan yang berjaga terlihat sangat panik dan berlarian mengikuti arah hewan-hewan itu pergi.


”Oh, tidak. Apakah rumahku telah menjelma menjadi kebun binatang?” batin Xiao Qing Xuan yang mencoba untuk menyingkir dari sana namun, panda yang ada di belakangnya tidak mau melepaskannya.


Di saat hewan-hewan itu berada di jarak yang sangat dekat dengannya, sebuah dinding pelindung terbentuk sehingga, hewan-hewan itu tidak bisa meraihnya.


Terkejut setelah melihatnya, Xiao Qing Xuan langsung menoleh ke arah kamarnya yang berada di lantai dua dan melihat Xiao Ruo yang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan dingin.


”Kadang aku bertanya-tanya, apakah Xiao Qing Xuan adalah tokoh utama dalam novelnya sendiri? Tapi, mengapa pesona Xiao Ruo lebih tajam dan lebih luas daripada Xiao Qing Xuan?” batin Xiao Li yang merasa heran dengan bentuk wajah dan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2