Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 17 - Kakek Penjaga Kuil


__ADS_3

800 tahun lalu, seorang wanita desa bermimpi melihat Iblis saat dirinya berada di sebuah ruangan besar yang dipenuhi dengan tulang belulang manusia. Lalu, keesokan harinya, wanita itu mengandung seorang anak yang tidak jelas dari mana asalnya padahal, wanita ini tidak pernah berhubungan dengan laki-laki apalagi telah menikah.


Sembilan bulan kemudian, wanita ini pun melahirkan seorang anak laki-laki. Namun, ada keanehan yang terjadi pada bayinya. Ia seperti memiliki sebuah tanda kutukan pada dahinya. Tanda itu berwarna merah seperti darah yang berada di tengah-tengah salju. Dan wanita itu, tetap menyayanginya seperti anaknya sendiri.


Lalu, beberapa tahun kemudian tepatnya saat usia anak itu menginjak sepuluh tahun, tiba-tiba saja anak itu memiliki kemampuan untuk menghidupkan orang yang sudah mati. Kehadirannya bahkan membuat para hewan sihir berkumpul untuk melindunginya.


Awalnya, wanita itu masih mengabaikan keanehan yang terjadi pada putranya. Namun, beberapa tahun berselang, Putranya menjadi sangat aneh. Tiba-tiba saja ia dikuasai oleh sisi tergelapnya sendiri sehingga, ia pun berubah menjadi Iblis hitam yang menghancurkan desanya sendiri. Wanita itu tewas di tangan anaknya sendiri begitupun dengan seluruh penduduk desa. Kini, orang-orang mulai menyebutnya sebagai Iblis terkutuk.


Saat Kultivasi anak itu telah mencapai puncak, ia membelah kekuatannya sendiri sehingga terciptalah Iblis putih.


”Hei! Kakek tua! Kau sudah selesai ceritanya?” celetuk Xiao Qing Xuan yang mendengar seluruh cerita yang diceritakan oleh seorang kakek penjaga kuil Dewa Pohon Persik saat keduanya tengah beristirahat di sana.


”Kau ini sangat tidak sopan pada orang tua!” bentak kakek tua yang langsung menarik kedua pipi Xiao Qing Xuan hingga membuatnya terlihat sangat kesal.


Sambil menampar tangan kakek tua, Xiao Qing Xuan berkata, ”Berhentilah melakukan itu! Aku ini bukan cucumu apalagi anakmu!” ucapnya sambil memegang pipinya. ”... Aduh,... Kupikir wajahku akan semakin membengkak lebih parah lagi. Dan lagi, pakaianku benar-benar tidak nyaman.” gumamnya setelah melihat pakaiannya dipenuhi darah kering.


”Kenapa pakaianmu sampai seperti itu? Membuat semua orang tidak nyaman berada di dekatmu saja.” ucap kakek tua dengan nada mencibir.


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan bingung dan bertanya, ”Lalu, kenapa kau masih berada di sini? Sana pergilah!”


”Seharusnya kau yang pergi dari sini, bocah!” teriak kakek tua yang kembali menarik pipi dan telinga Xiao Qing Xuan.


”Cih! Orang ini benar-benar membuatku teringat seseorang.” batin Xiao Qing Xuan yang menahan kesalnya yang semakin menjadi-jadi.


”Adik Xuan! Kau harus segera membasuh tubuhmu. Aku yang akan mencuci pakaianmu.” ucap Xiao Ruo yang berjalan menghampiri mereka berdua.


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan heran dan bertanya-tanya dalam benaknya, ”Membasuh tubuh? Apakah itu artinya aku di suruh mandi?”


***


”Tidak mau! Aku tidak mau melepaskan pakaian!” teriak Xiao Qing Xuan sambil memeluk dirinya ketika ia dan Xiao Ruo berada di sebuah danau yang tertutupi oleh hutan.

__ADS_1


”Tapi, jika kau tidak melepasnya, adik Xuan akan masuk angin. Sebaiknya kau lepas saja agar aku bisa mencucinya.” ucap Xiao Ruo yang tetap bersikeras untuk membuka pakaian atas Xiao Qing Xuan.


”Tidak! Aku tetap tidak mau!” teriak Xiao Qing Xuan yang melangkah menjauhinya kemudian berkata dalam benaknya, ”... Jika saja kau tahu betapa tertekannya diriku saat melihat tubuh ini! Lagipula jiwaku tetap perempuan yang baik dan tidak sombong! Tidak mungkin aku membuka pakaianku di tempat umum apalagi di dalam hutan seperti ini.”


”Mengapa tidak ingin membukanya? Bukankah aku dan adik Xuan adalah laki-laki? Lagipula tak akan ada yang mengintip di sini.” ucap Xiao Ruo.


”Bukan begitu!” teriak Xiao Qing Xuan. ”Sebenarnya, aku bukan berasal dari sini dan jiwaku adalah seorang gadis biasa. Jadi, aku tidak bisa sembarangan membuka pakaian.”


Xiao Ruo menatapnya dengan bingung. Semakin lama, ia pun merasa sangat heran dengan sifat Xiao Qing Xuan yang selalu berubah-ubah. Ia pun memaksa untuk berjalan mendekatinya sambil berkata, ”Jangan berkata aneh-aneh lagi! Cepat buka pakaianmu agar aku bisa mencucinya.” ucap Xiao Ruo yang langsung menarik ikat pinggang Xiao Qing Xuan.


”Tunggu sebentar!” teriak Xiao Qing Xuan yang langsung mendorong Xiao Ruo ke dalam air. Namun, tanpa sengaja Xiao Ruo menarik tangan Xiao Qing Xuan sehingga keduanya pun terjatuh secara bersamaan.


Air yang ada di dalam danau tersebut memiliki ketinggian sampai di bawah lutut mereka sehingga keduanya tidak sampai hanyut ke dasar sungai. Xiao Qing Xuan merasa sangat terkejut ketika dirinya juga terdorong ke dalam air. Seluruh tubuhnya menjadi basah dan darah kering yang melekat di pakaiannya dengan perlahan mulai menghilang.


”Adik Xuan? Kau baik-baik saja di sana?” tanya Xiao Ruo yang langsung berlari menghampirinya.


Sambil mengusap kepala belakangnya, Xiao Qing Xuan menjawab, ”Ya, aku baik-baik saja—


”Ah! Adik Xuan? Kau kenapa? Hidungmu berdarah!” ucap Xiao Ruo yang tampak terkejut.


Xiao Li memiliki trauma terhadap roti sobek sehingga membuatnya mimisan.


Xiao Qing Xuan tertawa kecil dan menjawab, ”Tidak apa-apa. Sepertinya lintah air baru saja melekat padaku.”


”Kalau begitu, kau bisa membasuhnya dengan air 'kan?” ucap Xiao Ruo yang berhenti di depannya.


Tak lama setelah Xiao Qing Xuan membersihkan darah yang berada di bawah hidungnya, mimisannya semakin bertambah parah dan menyembur keluar ketika ia melihat Xiao Ruo membuka pakaian atasnya.


”K~ kak Ruo! Kenapa kau membuka pakaianmu di sini?” tanya Xiao Qing Xuan dengan canggung setelah ia melihat Xiao Ruo selesai membuka pakaiannya.


Xiao Ruo tertegun dan langsung menatap ke arahnya. ”Jika tidak dibuka adik Xuan akan masuk angin. Sebaiknya dibuka saja dan biarkan dia mengering dengan sendirinya.”

__ADS_1


Wajah Xiao Qing Xuan seketika memerah dan berkata, ”Tidak! Tidak! Aku tidak mau membukanya!” ucapnya sambil berjalan menjauhinya.


Xiao Ruo menatapnya dengan sedih dan berkata, ”Jika adik Xuan tidak melepasnya, aku takut adik Xuan akan sakit sedangkan perjalanannya masih sangat jauh. Jika itu terjadi maka, aku yang akan repot.”


”Huh! Dia pasti hanya menggertak saja! Aku tidak akan membukanya!” batin Xiao Qing Xuan sambil membuang wajahnya.


”.....”


”Anak muda, kau sangat keras kepala. Sini, biar aku saja yang membukanya untukmu.” ucap seorang kakek tua yang berdiri di belakang Xiao Qing Xuan. Sejak saat itu, kakek tua langsung membuka seluruh pakaian Xiao Qing Xuan dan melemparnya ke pinggir danau.


”Ahh! Dasar kakek tua! Kau tidak tahu betapa tertekannya diriku?!” teriak Xiao Qing Xuan yang langsung menjambak rambut kakek tua di belakangnya.


”Tidak sopan! Beraninya kau memperlakukan orang tua seperti ini!” balas teriak kakek tua yang langsung membanting kepala Xiao Qing Xuan ke permukaan air.


Tidak sampai di sana, Xiao Qing Xuan membalas dengan menendang kaki kakek tua hingga membuatnya tersandung yang tenggelam di dalam air.


Saat terjatuh ke dalam air, kakek itu mendorong pinggang Xiao Qing Xuan sehingga membuatnya terbanting ke belakang dan tenggelam di dalam air selama beberapa saat.


”Ah! Jangan bertingkah saat berada di dalam air. Tubuh kalian akan sakit-sakitan nanti.” ucap Xiao Ruo dengan cemas sambil berjalan menghampiri keduanya. Namun, percuma saja keduanya tetap bergulat di dalam air seolah tak mempedulikan bagaimana kondisi mereka nantinya.


Benar saja, beberapa saat setelahnya, mereka pun mengeluh sakit pada bagian persendian dan juga punggung mereka. Keduanya berhenti dan memutuskan untuk beranjak dari dalam air.


”......”


”......”


”Seluruh tubuhku pegal-pegal. Jika bukan si tua bangka itu mengganggu privasi ku, aku mungkin tak akan menjadi seperti ini.” cibir Xiao Qing Xuan dengan kesal.


”Siapa yang kau panggil tua?! Dasar bocah keledai!” teriak kakek tua yang tampak kesal.


”Memangnya siapa yang menyuruh kalian berdua untuk bergulat di dalam air?” tanya Xiao Ruo yang tampak marah saat ia sedang mengobati punggung Xiao Qing Xuan menggunakan obat yang ada.

__ADS_1


__ADS_2