
”Anak muda, serahkan seluruh harta bendamu dan kami akan membiarkanmu pergi.” ucap seorang laki-laki yang berpenampilan sangat berantakan, tengah berjalan menghampiri keduanya dengan sekelompok pemuda yang membawa kapak dan tombak.
Yin Zhen memperhatikan sekelompok pencuri yang berdiri di depannya. Di antara mereka, ia mulai mencurigai sesuatu dan mengatakannya pada Xiao Qing Xuan, ”... Di antara mereka ada satu arwah pendendam yang berwujud manusia sempurna. Yang satu ini pasti akan sulit dibunuh. Jika kita memenggal kepalanya, ia pasti tidak akan mengeluarkan darah dan kepalanya masih sanggup untuk berbicara.”
Xiao Qing Xuan tertegun dan bertanya kembali, ”Lalu, apa yang harus dilakukan olehku?”
Yin Zhen menarik senyum dan berkata, ”Tuan muda tidak perlu berbuat apa-apa. Akulah yang seharusnya melindungimu.”
Xiao Qing Xuan turun dari atas keledainya dan berdiri di sebelah Yin Zhen, ”... Tentu saja aku tidak akan diam begitu saja. Aku tidak ingin Yin Zhen melawan mereka semua sendirian.” ucapnya sambil menarik senyum.
Yin Zhen membuang wajah dan berkata, ”... Jangan menodai tangan Tuan muda yang masih bersih. Aku saja yang akan membereskan mereka semua.” ucapnya yang mengundang kedatangan seorang laki-laki yang membawa kapak di kedua tangannya.
Begitu ia melihat laki-laki ini sedang berada di atas kepalanya, Yin Zhen merapatkan jari-jarinya dan melompat ke arah lawannya saat ini. Tidak memerlukan waktu lama untuk membunuh lawannya. Hanya menggunakan tangan kosong, kepala laki-laki itu terpenggal dan jatuh tepat di depan kaki Xiao Qing Xuan yang sedang memperhatikannya dari bawah.
Xiao Qing Xuan tampak terkejut setelah melihat bola mata laki-laki yang terbuka lebar. Sesaat, ia mengalihkan perhatiannya karena tidak tahan melihat darahnya yang sampai membuat sepatunya menjadi kotor. Tak lama, ia pun akhirnya berjongkok di depan kepala tersebut agar ia bisa menutup matanya yang terus terbuka.
”Tuan muda, kau tidak perlu berbaik hati pada seorang penjahat.” ucap Yin Zhen yang telah berdiri tidak jauh di depannya.
”Meskipun dia seorang penjahat tapi, dia tetaplah manusia yang pernah memiliki keluarga.” jawab Xiao Qing Xuan.
”Lalu, apakah kau sendiri adalah manusia? Bagaimana kau bisa mengerti perasaan manusia padahal kau sendiri adalah Iblis?” tanya Yin Zhen yang berhasil membuat Xiao Qing Xuan terdiam dan merasa sangat terkejut. Ia pun menurunkan pandangannya dan memikirkannya selama beberapa saat.
__ADS_1
”Lupakan apa yang kukatakan tadi, Tuan muda.” ucap Yin Zhen kembali.
”Apa yang kalian lakukan?! Cepat serang dia!” teriak salah seorang dari sekelompok pencuri di sana.
Langsung saja muncul beberapa lawan bersenjata yang bergerak cepat ke arah Yin Zhen. Sebagian besar dari mereka memegang sebuah kapak dan tombak yang cukup tajam. Begitu sekelompok orang ini berdiri di hadapannya, Yin Zhen langsung menghampiri mereka satu persatu dengan gerakan yang lebih cepat dari mereka. Dan kali ini, ia menggunakan kedua tangannya untuk menyelesaikan pertarungannya saat ini.
Ia mencengkram wajah kedua pemuda menggunakan tangan kosong dan menghancurkan seluruh tulang dan organ dalam keduanya. Setelah itu, ia pun bergerak kembali ke arah yang berlawanan dan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan terhadap kedua pemuda tadi. Namun, ada satu orang yang tewas dengan tubuh yang hancur berkeping-keping setelah ia mencoba untuk memenggal kepala Yin Zhen menggunakan kapaknya. Beberapa kertas mantra mulai berterbangan dan melekat di kepala setiap lawannya. Begitu ia menjentikkan jarinya, seluruh tubuh lawannya hancur dan darahnya menyebar ke seluruh tempat bahkan membuatnya seperti bermandikan darah hingga di atas kepalanya.
Setelah membunuh mereka semua, Yin Zhen tersenyum seringai dan menatap ke arah seorang laki-laki berjubah hitam yang sedang berdiri di depannya.
”Hawa kekuatanmu sangat tidak biasa. Aku tidak percaya kalau kau bisa merubah wujudmu menjadi manusia sempurna.” ucap Yin Zhen.
Yin Zhen langsung menyentuh kepala arwah tersebut sambil berkata, ”... Tidak ada yang bisa mengatakannya di depan Tuan muda!” ucapnya yang membuat tubuh arwah tersebut terbakar dan menjadi abu yang berterbangan dimana-mana.
Xiao Qing Xuan berjalan melangkah dan berhenti tepat di depan genangan darah. Ia mendengar pembicaraan keduanya sejak tadi. Ia pun sadar bahwa selama ini, Yin Zhen hanyalah orang yang dibangkitkan dari kematiannya.
Yin Zhen menoleh ke arah Xiao Qing Xuan yang berdiri di belakangnya dan berkata, ”Ada apa Tuan muda? Bukankah pemandangan seperti ini sudah biasa untukmu?”
Saat ini, Xiao Qing Xuan seperti mati rasa karena akhirnya ia tahu siapa yang selama ini bersembunyi di balik penutup matanya. Nafasnya begitu terengah-engah seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Bersamaan dengan hal itu, Liu Zhang Chen dan Jinyu Xiaojie muncul di belakangnya setelah keduanya menggunakan mantra teleportasi secara bersamaan.
Saat ia mendaratkan kedua kakinya, Liu Zhang Chen dan Jinyu Xiaojie tampak sangat terkejut setelah melihat genangan darah dan tumpukan daging yang berada dimana-mana. Mereka mungkin tidak akan menyangka bahwa semua ini dilakukan oleh satu orang saja.
__ADS_1
”Uhh,... Rasanya aku ingin muntah. Sebaiknya, aku mengganti wujudku saja.” batin Jinyu Xiaojie yang mencoba untuk merubah wujudnya menjadi wanita namun, untuk saat ini ia tidak bisa melakukannya karena wujud perempuannya enggan untuk berada di tempat yang kotor. ”.....”
”Qing Xuan! Apa yang terjadi di sini?” tanya Liu Zhang Chen dengan suara pelan.
Xiao Qing Xuan tampak sedang mengabaikan pertanyaan Liu Zhang Chen padanya. Ia pun kembali menatap ke arah Yin Zhen dengan ekspresi sedih dan bertanya, ”Apakah itu benar-benar kau? Kak Ruo? Apakah itu adalah kau?”
Mendengar hal itu, Yin Zhen terdiam selama beberapa saat. Tak lama setelahnya, ia pun mengulurkan tangan ke arah Xiao Qing Xuan sambil menarik senyumnya. ”... Apa yang kau lakukan di sana, Tuan muda? Monster itu, ada di belakangmu. Kemarilah agar aku bisa melindungimu.”
”Tidak! Aku tidak akan pergi ke sana sebelum kau membuka penutup matamu!” Xiao Qing Xuan langsung berkata dan membuktikan bahwa apa yang selama ini dipikirkannya adalah benar.
Yin Zhen terdiam dan menurunkan tangannya kembali. Ia tampak sangat kecewa saat ia sedang mengalihkan perhatiannya. ”... Mengapa Tuan muda menginginkanku untuk segera membukanya? Apa yang selama ini Tuan muda pikirkan tentangku?”
Xiao Qing Xuan sempat terdiam selama beberapa saat.
”Karena suara yang menakutkan, kau mendatangiku untuk memastikan apakah aku benar-benar Inkarnasi Iblis hitam. Sekarang aku sudah mengakuinya dan aku sama sekali tidak mengelak semua yang kau katakan. Lalu, sekarang aku merasakan suatu hal yang mengguncang pikiranku selama beberapa hari ini. Dan aku datang untuk memastikan apakah, kau adalah Xiao Ruo?” jawab Xiao Qing Xuan.
Yin Zhen tampak tertegun setelah mendengarnya. Ia pun memberanikan diri untuk menatap ke arah Xiao Qing Xuan dan membuka kain hitam yang selama ini menutup kedua matanya.
Kedua bola mata yang berwarna hijau zamrud dan lengkungan bibir yang baru saja dibuatnya. Untuk pertama kalinya, Xiao Qing Xuan merasa sangat terkejut setelah ia melihat wajah Yin Zhen yang baru saja ditujukan padanya.
”Lama tidak melihat wajahmu, adik Xuan.”
__ADS_1