Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 18 - Pertemuan


__ADS_3

Sebilah pedang menembus dan membelah sebuah daging yang sangat keras. Beberapa pohon rusak dan tersayat dengan goresan yang sangat berantakan. Belakangan ini, sering terjadi kerusakan yang disebabkan oleh hewan-hewan sihir yang saling bertarung. Hal itu, membuat para penduduk desa ketakutan dengan suara-suara misterius yang kerap kali muncul.


Liu Zhang Chen kini telah berdiri di antara genangan darah yang tercipta akibat pertarungannya. Ada banyak hewan sihir yang mati dengan tubuh terbelah. Beberapa ada yang jatuh dari atas jurang dan hanyut di dalam sungai deras. Selama pertarungannya, ia terus membawa Zhi Shuang kecil di atas salah satu tangannya. Padahal kejadian ini sudah terjadi sangat lama namun, Zhi Shuang tidak juga kembali ke bentuk semula.


”Kakak! Apakah kau sudah selesai?” tanya Zhi Shuang sambil menatap ke arah Liu Zhang Chen.


Liu Zhang Chen menatap ke arah Zhi Shuang yang berpegangan pada pakaian luarnya. ”... Ya. Semua sudah baik-baik saja. Kita akan mencari tempat untuk beristirahat. Apakah kau ingin berjalan sendiri?”


Zhi Shuang menggeleng-gelengkan kepalanya dan semakin memegang erat pundak Liu Zhang Chen. ”Jika aku tidak memegang kakak maka, aku akan dalam bahaya.”


Liu Zhang Chen tampak keberatan setelah mendengarnya. Ia menghela nafasnya dan memasukkan pedangnya kembali ke dalam sarungnya. Ia pun berjalan menuju sebuah desa yang tak jauh di depannya dan berkata, ”Aku rasa beristirahat di desa lebih baik daripada di sini. Saat sampai di sana, apakah kau akan melepaskan ku?” ucapnya sambil menatap ke arah Zhi Shuang.


Namun, Zhi Shuang tetap menggelengkan kepalanya. ”Ada banyak hewan yang berbahaya. Aku sangat takut ketika melihat matanya yang mengancam.” ucapnya sambil memeluk leher Liu Zhang Chen.


”Haah, padahal sebelumnya ia sangat dekat dengan hewan-hewan yang ada di hutan bahkan yang sangat berbahaya. Apakah awalnya dia memang seperti ini.” batin Liu Zhang Chen yang berhenti berjalan ketika ia sampai di tengah hamparan rumput yang luas.


”Lihatlah di sana!” seru Liu Zhang Chen sambil menunjuk ke arah seekor kelinci putih yang sedang memakan rumput di sekitarnya.


Zhi Shuang menoleh ke belakang dan melihatnya juga. Meskipun tampak tidak berbahaya, Zhi Shuang tampak ketakutan saat melihatnya. Ia semakin mengeraskan pegangannya dan tidak ingin turun sampai Liu Zhang Chen menyingkirkan kelinci itu darinya.

__ADS_1


”Ada apa? Kau masih takut melihatnya?” tanya Liu Zhang Chen.


Zhi Shuang menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, ”Singkirkan dia! Aku tidak mau melihatnya!”


Saat Zhi Shuang mengatakannya, Liu Zhang Chen melangkah mendekati kelinci tersebut dan berlutut di depannya. Ia menyentuh kepala kelinci sambil berkata, ”Lihat kan? Dia tidak menggigit sama sekali. Kau juga bisa menyentuhnya seperti ini.”


Zhi Shuang menoleh ke arah kelinci yang ada di belakangnya. Ia pun mencoba untuk memberanikan dirinya menyentuh kelinci yang ada di sana. Meskipun ia tampak kesulitan ketika akan melakukannya, telapak tangannya berhasil menyentuh kepala lembut kelinci putih.


Zhi Shuang tertegun saat melihatnya. Ia hendak melepaskan tangannya namun, di tahan oleh Liu Zhang Chen. ”... Dia terlihat sangat senang ketika kau menyentuhnya. Sebaiknya jangan di lepas.” ucap Liu Zhang Chen sambil menurunkan Zhi Shuang dan membiarkannya berdiri di depannya.


Zhi Shuang mencoba mengelus kelinci tersebut hingga pada akhirnya, ia pun merasa sangat senang. Ia mengangkat kelinci tersebut dan membawanya pada Liu Zhang Chen.


Liu Zhang Chen tersenyum tipis. Ia menyentuh kepala Zhi Shuang dan berkata, ”Sekarang kau bisa mengatasi ketakutan mu. Ayo kita pergi dari sini.” ucapnya sambil menggandeng tangan Zhi Shuang keluar hutan.


Beberapa saat setelah keduanya berjalan lurus melewati jalan setapak yang ada di depan mereka. Liu Zhang Chen tampak terkejut setelah ia melihat Xiao Qing Xuan dan Xiao Ruo keluar dari dalam hutan. Xiao Qing Xuan sama sekali tidak menyadari keberadaan Liu Zhang Chen di belakangnya. Namun, Xiao Ruo langsung menatap Liu Zhang Chen dengan dingin begitu ia merasakan hawa kekuatan miliknya.


Merasa heran dengan tatapan dingin yang diberikan Xiao Ruo, Xiao Qing Xuan langsung menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang saat ini sedang dilihat olehnya. Setelah itu, ia pun tampak terkejut dan langsung berkata, ”Guru besar Chen!”


”Kenapa Guru bisa ada di sini. Apakah Guru juga akan pergi ke desa Shaanxi?” tanya Xiao Qing Xuan yang berjalan menghampirinya namun, Liu Zhang Chen tidak mempedulikannya dan tetap menatap ke arah Xiao Ruo.

__ADS_1


”Hah? Anak siapa ini? Kecil sekali. Rasanya aku seperti pernah melihatnya.” ucap Xiao Qing Xuan dengan heran sambil menatap ke arah Zhi Shuang yang berjalan di sebelahnya.


Zhi Shuang tampak ketakutan dan ia pun berlindung di belakang kaki Liu Zhang Chen. Melihat hal itu, membuat Xiao Qing Xuan merasa heran dan bertanya-tanya apakah wajahnya begitu mengerikan sehingga anak ini takut untuk menatapnya?


Tak lama setelahnya, Liu Zhang Chen menjawab dengan pelan, ”Dia adalah Zhi Shuang. Kau pasti sangat mengenalnya karena saat itu, dialah yang sudah menyandera mu.”


Setelah mendengarnya, Xiao Qing Xuan tampak terkejut dan langsung menatap ke arah Zhi Shuang di hadapannya. ”... Maksudmu, dia adalah kebun binatang berjalan itu? B~ bagaimana dia bisa bantat seperti ini?” tanya Xiao Qing Xuan dengan heran.


Ia pun mencoba untuk menyentuh Zhi Shuang dengan senyumnya yang terlihat sangat dipaksakan. Namun, saat Xiao Qing Xuan akan menyentuh kepalanya, kelinci putih yang berada di atas tangan Zhi Shuang tiba-tiba saja menggigitnya dan membuatnya sangat terkejut.


”.....”


”Kelinci ini, tidak beracun seperti ular 'kan?” gumam Xiao Qing Xuan yang merasa cemas ketika kelinci itu masih menggigit jarinya.


Tak lama, Xiao Ruo berjalan menghampiri mereka dengan tatapan dingin yang tampak tidak bersahabat. Ia menyentuh pundak Xiao Qing Xuan yang sedang berlutut di depan Zhi Shuang dengan tatapan yang masih melihat ke arah Liu Zhang Chen. ”Maaf, adik Xuan. Bisakah kau tinggalkan kami di sini? Aku perlu berbicara dengannya.”


”Heh?”


Beberapa saat setelahnya, Xiao Qing Xuan membawa Zhi Shuang pergi ke dalam hutan dan membiarkan Liu Zhang Chen dan Xiao Ruo saling berbicara di sana. Xiao Qing Xuan tampak bingung setelah ia melihat ekspresi dingin Xiao Ruo yang menatap ke arah Liu Zhang Chen. Ia tampaknya sangat marah setelah kejadian beberapa bulan lalu. Xiao Ruo bahkan menganggap Liu Zhang adalah monster yang harus segera dibunuh secepatnya.

__ADS_1


Sambil menatapnya dengan dingin dan perasaan yang sangat kesal, Xiao Ruo bertanya, ”Mengapa kami selalu bertemu denganmu? Apa tujuanmu mendekati adik Xuan bahkan sampai seperti ini? Sebenarnya, siapa yang tidak tahu diri di sini? Membunuhnya lalu mengajaknya untuk tetap hidup, aku benar-benar tidak bisa mengerti apa yang kau pikirkan saat ini.”


__ADS_2