Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 26 - Penjara Bawah Tanah


__ADS_3

”Apa maksudmu aku tidak diizinkan masuk ke dalam?!” bentak Xiao Qing Xuan yang tidak percaya dengan seluruh penjaga yang melarangnya untuk masuk ke dalam penjara bawah tanah. Hal ini, tentunya membuat Xiao Qing Xuan merasa sangat kesal dan ia pun berulang kali mencoba untuk masuk ke dalam namun, selalu gagal oleh mereka.


”Tidak Tuan muda! Anda tidak diizinkan masuk ke dalam.” ucap salah seorang penjaga.


”Hahh,... Meresahkan!” batin Xiao Qing Xuan yang terlihat kesal. ”... Biarkan aku masuk ke dalam dan aku akan memberikan kalian sejumlah uang. Tapi, jangan mengatakan hal ini pada siapapun.” ucap Xiao Qing Xuan sambil mengeluarkan sebuah kantong berisi uang keping emas.


”.....”


Dua penjaga itu diam tak berkutik saat Xiao Qing Xuan mencoba untuk menyuap mereka dan bahkan hal itu mengundang beberapa penjaga untuk menutup penjara bawah tanahnya. Ia pun malah menjadi sangat kesulitan untuk memasuki penjara bawah tanah.


Xiao Qing Xuan yang kesal karena sudah dikerjai sejak pagi tadi langsung menabrakkan dirinya pada dinding penjaga yang sangat keras seperti batu. Alhasil, Xiao Qing Xuan malah terpental dan jatuh di atas tanah.


”Tuan muda! Mereka ini tidak bisa dihentikan. Sebaiknya kita pergi saja.” ucap Chang Ye sambil membantu Xiao Qing Xuan berdiri.


Xiao Qing Xuan berdiri sambil menepuk-nepuk pakaiannya yang berdebu. ”Ya, sepertinya kau benar. Mereka memang tidak bisa dihentikan.” ucap Xiao Qing Xuan sambil tersenyum menatap ke arah salah seorang penjaga.


”Itu benar Tuan muda. Jadi, sebaiknya kita pergi—


WHUSSS


Seketika, semua orang terdiam ketika mereka tidak lagi melihat Xiao Qing Xuan yang berdiri di depan mereka. Semua orang langsung menoleh ke belakang dan melihat Xiao Qing Xuan yang sedang berlari masuk ke dalam penjara bawah tanah. Mereka lupa kalau Xiao Qing Xuan mampu menggunakan mantra teleportasi yang membuatnya bisa berpindah tempat dengan mudah.


”T- Tuan muda! Kembali!” seru Chang Ye yang langsung berlari menyusulnya di barengi dengan beberapa pasukan penjaga yang berhadapan dengannya tadi.


”Ahh! Kenapa harus ada tujuh orang yang mengejarku?! Kalau seperti ini, aku akan terlihat seperti seorang penjahat!” gumam Xiao Qing Xuan yang terlihat kesal sekaligus tidak percaya dengannya.

__ADS_1


Xiao Qing Xuan terus berlari tanpa arah. Ia terlihat sangat kesal karena terus dikejar oleh tujuh orang penjaga termasuk Chang Ye. Apalagi, para penjaga tersebut memegang sebuah tombak dengan ujung panjang. Semua tahanan yang berada di sini, pasti menganggap Xiao Qing Xuan adalah penjahat paling berbahaya.


”Sampai kapan kalian mau mengejarku?! Menyerahlah!” teriak Xiao Qing Xuan sambil menoleh ke belakang dengan sangat jengkel.


”Tuan muda! Kau tidak boleh berlari di dalam sini! Tuan muda belum makan apapun sejak kemarin sore!” ucap Chang Ye yang mengikutinya dari belakang.


”Hah? Apakah yang ada di pikiran anak ini hanya ada makanan?!” batin Xiao Qing Xuan yang terlihat heran.


Xiao Qing Xuan terus menghindar dari kejaran mereka sampai akhirnya ia menemukan sebuah pintu yang terbuka di ujung sana. Dan tanpa pikir panjang, ia pun segera berlari memasuki ruangan tersebut. Saat sudah berada di dalam, ekspresinya seketika menjadi sangat terkejut ketika ia melihat He Nan Ming tengah mengangkat pedangnya di atas kepala seorang pemuda yang dirantai.


”Paman He! Berhenti!” teriak Xiao Qing Xuan yang langsung berdiri di hadapannya sambil merentangkan kedua tangannya seolah ia sedang melindungi orang yang ada di belakangnya.


Melihat hal itu, He Nan Ming langsung menurunkan pedangnya dan menatap ke arah Xiao Qing Xuan dengan dingin. “Apa yang kau lakukan saat ini? Pergilah dari hadapanku!” ucapnya sambil mendorong keras Xiao Qing Xuan ke samping. Namun, Xiao Qing Xuan tetap bersikeras melindungi seorang pemuda yang akan dibunuh oleh He Nan Ming yang terlihat sangat marah.


”Ada apa denganmu?! Jangan membunuhnya!” ucap Xiao Qing Xuan dengan serius sambil melindungi laki-laki di belakangnya.


Seluruh pasukan itu menundukkan kepalanya dan berkata, ”Maafkan kami, Tuan besar!”


”Haah,... Tidak berguna!” ucap He Nan Ming dengan pelan sambil membanting pedangnya. Ia mengambil sebuah kain putih dan mengelap tangannya yang penuh dengan darah. ”... Kalau begitu aku akan membiarkanmu. Semoga kau berhasil mengobatinya.” ucapnya sambil berjalan keluar ruangan tersebut.


Setelah melihatnya pergi, Xiao Qing Xuan langsung menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang sedang diikat di sini. Ia pun semakin terkejut ketika ia tahu bahwa ia adalah Liu Zhang Chen yang hampir sekarat.


”Guru besar Chen! Bagaimana kau bisa ada di sini?!” tanya Xiao Qing Xuan yang terlihat cemas sambil memperhatikan lukanya yang begitu parah.


Saat ini, Liu Zhang Chen tidak sadarkan diri setelah He Nan Ming menambah luka cambuk dalam tubuhnya. Karena itu, ia pun segera melepas satu persatu rantai yang mengikat tubuh Liu Zhang Chen. Saat ini, tak ada satupun orang yang mau membantunya. Mereka semua enggan menolong seseorang yang sudah membuat mereka celaka. Namun, di antara mereka semua yang tak peduli, hanya Chang Ye yang mau menolongnya saat ini.

__ADS_1


”Sepertinya, Guru besar Chen adalah sesuatu yang paling berharga di dalam kehidupan Tuan muda. Karena itu, aku akan membantumu melepasnya.” ucapnya sambil melepas rantai yang mengikat kedua tangan Liu Zhang Chen.


***


Seorang anak kecil menangis di tengah hujan. Zhi Shuang yang tidak juga mendapatkan kekuatannya, terus menangis di bawah pohon. Ia mengusap-usap matanya yang terasa sembab dan nafasnya terisak-isak. Lalu, tak lama setelahnya, seorang laki-laki berjalan mendekatinya diikuti oleh beberapa pasukan yang berbaris di belakangnya.


”Anak muda, apa yang membuatmu menangis?” tanya Xiao Lian Lei sambil memayungi Zhi Shuang yang sedang menangis.


Zhi Shuang mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan heran. ”... Kakak ini siapa?”


Xiao Lian Lei tersenyum dan menjawab, ”Aku adalah pemimpin keluarga Xiao, Lian Lei.”


Zhi Shuang tertegun dan bertanya kembali, ”Kakak ini adalah Ayah dari kakak beradik itu?”


”Siapa yang kau maksud kakak beradik itu?” tanya Xiao Lian Lei yang terlihat terkejut setelah mendengarnya.


”Beberapa hari yang lalu, aku pergi bersama mereka. Kakak yang sangat penyayang dan adiknya yang selalu bertindak ceroboh. Aku juga mendengar, kakak Chen menyebut adiknya dengan nama, Qing Xuan.” jelas Zhi Shuang.


Mendengar hal ini, Xiao Lian Lei merasa sangat terkejut. ”Jadi, kau pernah pergi bersama mereka berdua. Bagaimana dengan keadaan mereka saat ini?” tanya Xiao Lian Lei yang terlihat sangat mencemaskannya.


Zhi Shuang tertegun dan langsung menjawab, ”Semuanya menjadi kacau semenjak laki-laki hitam dan pasukannya datang menghampiri. Mereka juga membawa kakak Chen bersamanya.”


Xiao Lian Lei menjadi sangat cemas ketika mendengarnya. Ia pun segera menoleh ke arah seluruh pasukannya dan berkata, ”Kita harus bergerak cepat. Ayo pergi.”


”Kakak! Aku ikut!” ucap Zhi Shuang yang langsung berlari menghampirinya.

__ADS_1


Xiao Lian Lei langsung menjawab, ”Kalau begitu ayo! Kita harus bergerak cepat ke sana.” ucapnya sambil mengawasi Zhi Shuang dan berjalan kembali.


__ADS_2