
Ratusan tahun lalu, ketidakadilan terjadi dimana-mana. Membuat beberapa orang berusaha untuk melawan dengan sekuat tenaga dan beberapa dari yang lain, berharap akan datangnya hal buruk pada orang itu dan timbullah satu harapan jahat.
Harapan itu terus menumpuk dan menumpuk. Kebanyakan dari harapan itu tidak terwujud lalu, pada akhirnya terbuang sia-sia. Melewati tumpukan harapan yang terbuang, lahirlah iblis yang menyerupai manusia. Iblis itulah yang akan melakukan semua harapan yang terbuang sia-sia.
Dingin dan berhati kejam, Iblis itu terus membunuh orang-orang yang disebutkan namanya sehingga, tak ada satupun harapan yang menjadi sia-sia. Ia menjadi semakin kuat dan terus bertambah kuat sampai akhirnya, ia mencoba untuk memecah kekuatannya sendiri menjadi dua dan memberikannya pada seorang anak laki-laki yang telah mati sehingga, muncullah Iblis putih yang kekuatannya hampir setara dengannya.
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, manusia tidak lagi berperang. Mereka mampu menyelesaikan masalahnya tanpa harus menumpahkan darah.
Karena tak ada harapan yang datang padanya, Iblis itu menjadi lemah dan semakin lemah. Lalu, langit menghukumnya karena telah melakukan pembunuhan dan mempertemukannya dengan kematian. Akan tetapi, sebelum langit menghukumnya, ia memecah kekuatannya menjadi tujuh bagian yang mereka sebut, Tujuh Kaisar bumi.
Bertahun-tahun kemudian, harapan jahat itu kembali menumpuk dan terus menumpuk. Hal ini, disebabkan karena keserakahan pemimpin-pemimpin mereka yang berada di tujuh wilayah yang berbeda.
Karena keserakahan dan harapan jahat yang terus menumpuk, ketujuh Kaisar bumi ini mengambil alih pemerintahan dengan membunuh Kaisar dan para bangsawan istana yang serakah.
Harapan jahat itu akhirnya selesai dengan beradanya tujuh kaisar bumi yang kembali menduduki singgasananya. Sebagai hadiah, langit menurunkan delapan Jenderal mata angin melewati bintang jatuh yang tersebar ke seluruh wilayah. Kaisar pertama yang berada di Utara, mendapatkan dua Jenderal sekaligus karena langit menganggap dialah yang paling bijaksana.
Akan tetapi, bertahun-tahun kemudian, ketujuh wilayah diserang oleh iblis putih dan dewa penipu pertama. Karena penyerangan tersebut, semuanya hancur dan bahkan, para Kaisar bumi dan jenderalnya terjatuh ke dalam jurang termasuk Iblis putih. Mereka semua, didorong masuk oleh Dewa penipu sehingga tak ada satupun yang selamat kecuali dia.
Karena perasaan dendam yang tak ada habisnya, ketujuh Kaisar bumi ini berinkarnasi dengan menjadi suatu kekuatan yang dimiliki oleh anak manusia. Sementara iblis Putih dan iblis hitam muncul kembali karena harapan-harapan jahat dan dendam yang muncul dari para manusia.
Mendengar tentang kembalinya mereka semua, Dewa penipu itu menjadi sangat marah. Ia pun memulai pertarungan dengan Iblis hitam dan mencuri sebagian dari kekuatannya. Lalu, setelah ia mengalahkannya, ia pun menyegel jiwanya di dalam sebuah guci kecil dan menyimpannya di kuil miliknya yang berada jauh dari rumah-rumah penduduk.
Dewa penipu itu berpikir kalau Iblis hitam tak mungkin bisa keluar dari dalam kuil tersebut. Namun, ada seorang anak kecil yang tersesat di dalam hutan tersebut dan menemukan kuil, tempat dewa penipu itu menyegel iblis hitam.
Anak itu sempat berbicara dengan Iblis hitam yang berada di dalam guci. Merasa penasaran dengan kisahnya yang begitu panjang dan sulit, anak itu pun memecahkan guci tersebut sehingga iblis hitam yang tersegel di dalamnya keluar dan langsung merasuki tubuh anak itu.
__ADS_1
Saat berada di alam bawah sadarnya, Iblis hitam itu mengatakan kalau ia akan merasuki tubuhnya untuk waktu yang lama. Namun, anak itu tampak tidak keberatan dan malah berkata, ”Ambil saja. Lagipula, kau masih harus menjawab semua harapan-harapan itu 'kan? Dan mungkin, jika kau pergi nanti, aku akan memiliki banyak musuh dan bahkan musuh yang akan membunuhku. Tapi, apakah kau tidak keberatan jika harus menjadi orang lain sepertiku? Bukankah menjadi orang lain adalah suatu pekerjaan yang sangat sulit?”
Mendengar jawaban tersebut membuat iblis hitam memikirkannya kembali. Lalu, pada akhirnya ia hanya akan menjadi kekuatan bagi anak itu jika dia berada di tengah masalah.
Disisi lain, iblis hitam yang berada di alam bawah sadar milik Xiao Qing Xuan seketika terbangun ketika ia kembali mengingat masa lalunya. Dalam kalimatnya, ia sempat menyebutkan nama Luo Xuan Ying dan setelah itu, ia pun kembali tertidur.
Di Waktu bersamaan, Xiao Qing Xuan sempat mengalami beberapa masalah yang ada di tempatnya. Ia mendapati ada puluhan arwah tanpa tubuh yang sedang mengelilinginya di pinggir danau.
”Bagaimana ini? Masalah datang untuk kedua kalinya. Apakah arwah-arwah ini melakukan pawai dan menjadikan diriku sebagai titik akhir mereka?” batin Xiao Qing Xuan sambil meraba pedang Yunqi yang berada di pinggangnya.
Di belakang!
Xiao Qing Xuan langsung menangkis sebuah pisau yang sedang mengarah padanya. Serangan tersebut sempat terjadi beberapa kali dan akhirnya berhenti setelah Xiao Qing Xuan melompat ke atas sebuah dahan pohon yang ada di depannya.
”Ah! Ada dua orang! Hawa kekuatannya sangat besar dari yang aku bayangkan! Mereka, sedang menuju kemari.”
Saat akar-akar itu masih mengikatnya, muncul seseorang yang datang dari atas sana dengan membawa sebuah palu besar yang sedang diarahkan padanya.
”Matilah!”
***
”UHUKK!”
Xiao Ruo mendadak batuk saat ia telah berada di luar hutan. Ia merasa kalau saat ini, pandangannya semakin buram. Luka bakar yang ada di seluruh tubuhnya telah kembali dan hal itu membuatnya tampak kesakitan.
__ADS_1
”Energi kehidupannya tidak cukup. Apa yang terjadi berikutnya jika aku mati di sini?”
Xiao Ruo terus memegangi dadanya yang terasa sakit dan semakin sakit. Luka bakar yang ada di seluruh tubuhnya semakin menyebar dan perlahan membuatnya berubah menjadi abu. Dan saat itu terjadi, muncul seorang laki-laki yang sedang berdiri di depannya.
”Hmm,... Sepertinya objek percobaanku gagal. Dia hanya bisa bertahan selama beberapa tahun saja.”
”Kau harus memperbaikinya. Bagaimanapun juga, kau sudah membuatnya hidup kembali. Lagipula, dia tidak akan tenang jika adiknya terus berada dalam bahaya.”
”Apakah aku peduli? Aku ini adalah dewa penipu. Salahnya sendiri karena telah percaya padaku.”
Xiao Ruo langsung mengangkat kepalanya begitu ia mendengar pembicaraan mereka. Xiao Ruo tampak terkejut setelah ia tahu kalau mereka berdua adalah Hui Song dan Mo Yunyang.
”Kalau sudah rusak seperti ini, tubuhnya tidak akan bisa diperbaiki.” ucap Hui Song yang memikirkannya.
Xiao Ruo mencoba untuk berdiri kembali dan berkata, ”Tidak perlu. Lagipula, aku sudah tahu kalau aku akan mati di sini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku mati dan siapa yang akan melindungi adik Xuan. Aku bahkan belum berbaikan dengan Guru besar Chen dan meninggalkan adik Xuan begitu saja. Tapi, dengan begini, aku akhirnya bisa pergi tanpa membuat mereka bersedih.” ucapnya sambil memuntahkan seteguk darah dari dalam tubuhnya.
”.....”
Hui Song terdiam selama beberapa saat. Ia pun melirik ke arah Mo Yunyang dan berkata, ”Aku rasa, masalah ini belum selesai. Yunyang! Bawa dia ke kuil ku yang ada di Yunnan. Aku akan memperbaiki tubuhnya yang rusak.” ucapnya sambil berjalan menuju suatu tempat.
***
Mo Yunyang
__ADS_1
by : P I N T E R E S T