Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 22 - Hidangan


__ADS_3

Beberapa hidangan besar tersaji di atas sebuah meja yang sangat luas. Terdapat puluhan jenis makanan berat yang sudah disiapkan oleh Xiao Ruo untuk Xiao Qing Xuan yang telah mendapatkan kesadarannya kembali. Karena beberapa hari ini, waktu makan mereka sangat terganggu apalagi Xiao Qing Xuan baru saja terbangun setelah seharian penuh terus tertidur. Hal ini membuat Xiao Ruo merasa harus menyiapkan begitu banyak makanan agar kesehatan Xiao Qing Xuan pulih kembali.


”Kak Ruo! Apakah harus sebanyak ini? Rasanya lebih banyak daging daripada sayuran yang ada di sini.” ucap Xiao Qing Xuan yang merasa semua ini terlalu berlebihan.


”Adik Xuan harus menghabiskannya! Kau harus memulihkan keadaanmu kembali. Perjalanan kita masih sangat jauh dan kita tidak akan melewati desa yang seperti ini. Jadi, adik Xuan harus memakan semuanya.” ucap Xiao Ruo dengan tegas sambil menaruh beberapa piring daging di depan Xiao Qing Xuan.


Xiao Qing Xuan merasa tidak bisa menghabiskan semua makanan yang ada di sini. Jika saja ia menggunakan tubuh gemuknya, mungkin ia bisa menghabiskan seluruh makanan ini hanya dalam beberapa menit saja. Namun, untuk ukuran tubuh Xiao Qing Xuan yang tidak memiliki perut karet, ia merasa kalau ia akan meledak jika dipaksa terus makan seperti ini.


Xiao Qing Xuan menoleh ke arah Liu Zhang Chen yang berada tak jauh di sebelahnya. Ia menatapnya seolah ia bertanya, ”Apakah aku benar-benar harus menghabiskan semua ini?" Namun, Liu Zhang Chen tampak diam dan membuang wajahnya seakan ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Xiao Qing Xuan.


***


”Tidak ada yang berhasil menemukannya? Apakah kalian sudah mencarinya ke seluruh tempat?” tanya Xiao Lian Lei yang berdiam diri di atas kursinya sambil mengurus beberapa kertas yang terpasang di atas mejanya. Lalu, di depannya terlihat jelas beberapa pasukan yang telah diperintahkan untuk segera mencari Xiao Qing Xuan yang sudah menghilang selama dua bulan ini. Namun, tak ada satupun dari mereka yang berhasil menemukannya.


”Benar Tuan besar! Kami sudah mencarinya ke seluruh tempat tapi, kami tak menemukan jejaknya. Tolong ampuni kami.” ucap pemimpin yang langsung membungkukkan badannya.


Xiao Lian Lei mengusap keningnya. Ia terlihat sangat lelah karena harus mengurusi masalah yang terjadi di Huanxu. Masalah tentang adanya pasukan bayangan yang membunuh beberapa penduduk Desa dan membuat mereka semua merasa tidak aman. Ia juga telah memerintahkan kepada sebagian pasukannya namun, hasilnya sama saja dengan mereka. Tak ada satupun yang menemukan petunjuk karena pemimpin mereka yang terlalu lemah.


”Apa yang harus kulakukan? Aku sudah menjangkau tujuh wilayah namun, tak ada satupun yang berhasil menemukannya. Sebenarnya, kemana Zhang Chen membawanya pergi bahkan, tak ada seorangpun yang bisa menemukannya.” gumam Xiao Lian Lei sambil bersandar pada kursinya.


”Lian Lei bajiingan!” teriak seorang wanita yang langsung melemparkan sebuah guci penyimpan abu mayat di hadapan Xiao Lian Lei. Guci itu pun pecah dan muncul seorang wanita berpakaian lusuh yang datang dari arah pintu masuknya. ”Kau kemanakan mayat A-Ruo?!”

__ADS_1


Seluruh pasukan langsung berdiri di depan Xiao Lian Lei dengan pedang yang dihunuskan ke arah wanita tersebut. Saat melihatnya, Xiao Lian Lei merasa sangat terkejut ketika ia tahu bahwa wanita ini adalah Yin Hua yang sudah diceraikan olehnya.


”Yin Hua, mengapa kau ada di sini?” tanya Xiao Lian Lei yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


Yin Hua yang tampak berantakan, terus menatapnya dengan sangat marah. Ia mengeraskan kepalan tangannya dan berteriak, ”Dimana itu? Kau kemanakan mayat A-Ruo?! Kau sungguh tidak tahu diri!”


Xiao Lian Lei sangat terkejut ketika mendengarnya. Lalu, salah seorang pasukannya menggertak, ”Beraninya kau menuduh Tuan besar! Apakah kau ingin mati?!”


Nafas Yin Hua terdengar terengah-engah. Ia tersenyum tipis dan menatap Xiao Lian Lei dengan dingin. ”... Kembalikan mayat A-Ruo padaku. Aku tahu kau yang sudah mengambilnya dan menukarnya dengan mayat yang mirip dengannya, iya kan?!”


Xiao Lian Lei terdiam dan menatapnya dengan serius. ”... Sejak kapan aku mencurinya? Memangnya kau memiliki bukti?”


”Jangan berbohong! Aku tahu kau yang sudah mencurinya! Orang-orang di sana mengatakan kalau kau membayar seseorang untuk mencuri mayat putraku, iya kan?! Kau sangat kejam! Apakah karena kami berasal dari desa kau bisa menginjak kami seperti ini?!” teriak Yin Hua yang langsung duduk berlutut sambil mengusap matanya yang bengkak karena terus menangis.


Xiao Lian Lei kembali menatap ke arah Yin Hua dan berkata, ”Aku akan mencari mayat A-Ruo. Seseorang! Antarkan dia ke kamar yang kosong.” ucapnya sambil berjalan menuju suatu tempat.


”Tunggu! Kau mau pergi kemana?!” teriak Yin Hua yang langsung berlari menghampirinya. Namun, saat ia akan menyentuhnya, beberapa pasukan langsung membuatnya berlutut hingga ia tidak bisa bergerak sama sekali.


”Karena aku yang disalahkan, akulah yang akan mencari orang yang sudah melakukannya agar kesalahpahaman ini berakhir. Untuk sementara, tinggal lah di sini. Kau pasti sangat lelah setelah berjalan seharian penuh untuk menuju kemari.” ucap Xiao Lian Lei yang berjalan menjauhinya.


Yin Hua menunduk dan menyembunyikan ekspresi kesalnya saat ini. ”... Lian Lei, aku benar-benar membencimu! Sangat membencimu!” ucapnya dengan suara pelan yang mampu didengar oleh Xiao Lian Lei.

__ADS_1


Meskipun ia mendengarnya dengan sangat jelas, Xiao Lian Lei memilih untuk tetap diam dan berjalan menuju suatu tempat diikuti oleh beberapa pasukannya.


***


”Ahh,... Aku benar-benar tidak kuat lagi. Tubuh ini tidak didesain untuk terus-terusan makan.” batin Xiao Qing Xuan dengan nada putus asa sambil meletakkan kepalanya di atas meja yang dipenuhi dengan piring-piring kotor.


”Tidak bisa! Adik Xuan harus tetap menghabiskannya!” celetuk Xiao Ruo yang memberikannya semangkuk sup daging.


”Haah,... Aku benar-benar risih. Dia ini terlalu baik!” batin Xiao Qing Xuan yang mulai berpikir untuk kabur dari tempat ini. ”Tapi, pintu keluarnya sangat jauh dari tempat ini sedangkan di sisi kanan dan kiri ku sudah ada Xiao Ruo dan Liu Zhang Chen. Lalu, di depanku ada seorang anak kecil yang sedang memegang ular. Jalan mana yang harus ku pilih agar bisa kabur dari tempat ini?”


”Ah! Kak Ruo!” seru Xiao Qing Xuan. ”... Tali rambutku tertinggal di kamar. Jadi, aku harus mengambilnya.” ucapnya sambil berdiri kembali dan memulai langkah menuju kamarnya. Namun, tiba-tiba saja Xiao Ruo berada di depannya dan langsung berkata, ”Aku saja yang mengambilnya. Kau tetap diam di sini dan habiskan makananmu.” ucapnya sambil berjalan menaiki tangga.


Saat melihat Xiao Ruo telah berada di lantai dua, Xiao Qing Xuan memulai gerakan cepat menuju pintu keluar. Liu Zhang Chen yang melihatnya hanya diam tak berkutik dan membiarkannya bebas pergi keluar. Namun, saat ia hampir saja meraih pintu keluar, tanpa sengaja ia menabrak seorang laki-laki bertubuh raksasa yang baru saja memasuki restoran.


Dengan cepat sekali, Xiao Qing Xuan langsung terduduk sambil memegangi dahinya yang memerah. Ia baru mengetahui kalau ada seorang laki-laki yang memiliki tubuh sangat tinggi dan lebar seperti sebuah benteng pertahanan.


”Uhh,... Mengapa dinding besar ini muncul di depanku?” batin Xiao Qing Xuan yang tak menatap ke arah laki-laki yang baru saja ditabrak olehnya.


”Anak muda, kau baik-baik saja? Maaf, kami telah menabrakmu.” ucap seorang wanita sambil mengulurkan tangannya pada Xiao Qing Xuan.


Saat ia akan menatap ke arah keduanya, Liu Zhang Chen langsung menariknya pergi menjauh dari mereka berdua. Tatapannya terlihat sangat serius saat sedang menatap keduanya seolah ia telah bertemu dengan musuh bebuyutannya.

__ADS_1


”Ada apa ini? Apakah mereka sudah saling kenal?” batin Xiao Qing Xuan yang menatap ketiganya dengan heran.


”Oh! Lihatlah Chu Rong! Sepertinya kita berhasil menemukan Inkarnasi Jenderal Utara. Bukankah begitu, Liu Zhang Chen?” ucap wanita itu sambil menunjukkan senyum menggodanya.


__ADS_2