Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 41 - Gejala


__ADS_3

Xiao Qing Xuan melangkah pergi dan bersembunyi di balik sebuah pohon besar. Jiu Meishan benar-benar telah memberikannya sebuah luka yang sangat banyak bahkan berani memasukkan racun ke dalamnya. Xiao Qing Xuan tampak bingung mengapa kekuatan yang diberikan oleh Xianyun Yuan tidak sekuat yang dulu. Apa yang terjadi padanya?


”Hei! Apa yang terjadi padamu? Mengapa kekuatanmu semakin melemah seperti ini?” tanya Xiao Qing Xuan.


Xianyun Yuan yang berada di alam bawah sadarnya tampak tak menjawab apapun. Lagi-lagi ia menutup mulutnya dan enggan untuk mengatakan apa yang terjadi padanya saat ini.


”Kenapa hanya diam saja?! Jawablah!” bentak Xiao Qing Xuan yang menunggu jawaban dari Xianyun Yuan yang masih saja menutup mulut.


Tak lama setelah itu, ia pun menatap ke atas dan melihat Jiu Meishan yang sedang bergerak cepat ke arahnya. Seketika, langit menjadi gelap ketika Jiu Meishan mengangkat sebuah batu besar yang akan mendarat tepat di atas kepalanya.


”Yang Mulia tidak akan mengikuti perkataanmu, anak manusia! Serahkan kekuatan iblis hitam padaku dan kau akan hidup!” teriak Jiu Meishan sambil melemparkan batu tersebut ke arahnya. Namun, dengan cepat Xiao Qing Xuan menghancurkannya dengan tangan kosong sehingga menyebabkan hujan batu yang membuat pandangan dan jalan mereka berdua terhalang.


Ia memanfaatkan bebatuan tersebut sebagai tempat pijakannya agar ia bisa berlari mendekati Jiu Meishan. Saat ia telah berada di dekatnya, ia langsung mengayunkan pedangnya yang tajam ke arahnya.


Akan tetapi, pedang tersebut berhasil ditahan olehnya hanya dengan menggunakan tangan kosong.


Xiao Qing Xuan begitu terkejut karena tampaknya, Jiu Meishan telah mengabaikan luka yang dia ciptakan sendiri sehingga hal itu tidak membuat pertarungannya terhalang.


Pada saat itu, Jiu Meishan tersenyum seringai ke arahnya dan berkata, ”Masih kurang! Kemampuanmu, tidak akan mungkin bisa membunuhku!”


Ia langsung menarik pedangnya dan membanting tubuhnya ke tanah. Namun, saat itu terjadi, sebuah lidah yang sangat panjang langsung menarik tubuh Xiao Qing Xuan menuju suatu tempat. Dan di waktu yang tepat, Zhi Shuang akhirnya datang dengan beberapa hewan-hewan sihir berukuran besar di sekitarnya.


Namun anehnya, setelah bertahun-tahun tinggal di sisinya, mengapa baru kali ini Zhi Shuang menggunakan tubuh normalnya pada saat genting?!

__ADS_1


”Apakah aku tidak pernah mengatakan padamu kalau aku sangat membenci katak?” ucap Xiao Qing Xuan dengan suara pelan sambil mengalihkan perhatiannya dari seekor katak hijau besar yang ada di belakangnya dengan lidah yang masih mengitari lengan dan pinggangnya.


”Maaf. Jika aku menggunakan ular, mungkin itu akan membuat Kak Xuan pingsan karena racunnya.”


Zhu Shuang memiliki senyum kekanak-kanakan yang membuat semua orang merasa kasihan padanya. Dan saat ia menunjukkannya kembali, tatapan Xiao Qing Xuan seketika menjadi jijik dan ia tak ingin melihatnya untuk beberapa saat.


Di atas sebuah batu yang baru saja mendarat, Jiu Meishan kembali di hadapan mereka berdua. Kali ini, dengan luka yang telah pulih kembali, ia menatap sinis ke arah Zhi Shuang yang tampaknya ingin melawannya. Padahal, dia hanya bagian terkecil dari kekuatan iblis hitam.


”Yang Mulia kasihan sekali. Dia harus membagi kekuatannya menjadi tujuh bagian. Akan tetapi, dia tidak pernah menyadari keadaannya sendiri kalau saat ini, dia semakin melemah.” ucap Jiu Meishan sambil terus menatap ke arah Zhi Shuang di depannya.


Xiao Qing Xuan langsung menatap ke arah Zhi Shuang dan berkata, ”Jangan katakan kau akan melawannya juga.” ucapnya karena mencemaskannya.


Zhi Shuang menatapnya dengan ekspresi bingung dan berkata, ”Baiklah. Aku tidak akan mengatakannya.”


Setelah ia mengakhiri kalimatnya dan mendengar Xiao Qing Xuan yang kembali bernafas lega, dengan cepat Zhi Shuang mengangkat pisau besarnya dan kemudian ia pun menyerang Jiu Meishan dengan senjatanya yang ada.


Saat pisaunya ditahan oleh lengan besi Jiu Meishan, Zhi Shuang menjawab, ”Mengapa? Lagipula aku tidak mengulang apa yang kau ucapkan.” jawabnya sambil menyerang Jiu Meishan di arah sebaliknya.


Sementara, Xiao Qing Xuan tampak mencemaskannya. Ia mencoba untuk melepaskan diri dari lidah panjang milik seekor katak di belakangnya. Akan tetapi, tampaknya katak ini hanya akan mendengar ucapan Tuannya.


”Hei! Tuan katak! Kau tidak bisa menahanku terus di sini! Tuanmu sedang dalam bahaya! Apakah kau ingin kehilangannya?” ucap Xiao Qing Xuan sambil menoleh ke belakang.


Meskipun begitu, katak ini tidak juga melepaskannya. Keduanya tetap berada dalam posisi yang sama sambil menyaksikan pertarungan antara Jiu Meishan dengan Zhi Shuang.

__ADS_1


Xiao Qing Xuan menggigit bibirnya. Ia mulai merasa khawatir dengan keadaan yang terjadi di kediamannya. Fu She dan Du Yuan tampaknya sedang menyerang di sana lalu, sekelompok mayat hidup yang juga menyerang mereka, itu semua pasti ulah Jiu Meishan yang memanfaatkan kitab iblis milik Xianyun Yuan.


”.....”


Beberapa saat setelah ia akhirnya terdiam, Xiao Qing Xuan menoleh ke belakang dan menatap katak tersebut dengan tatapan dingin. ”... Aku dengar lidahmu bisa panjang kembali jika seseorang memotongnya.” ucap Xiao Qing Xuan. ”Kalau begitu, izinkan aku untuk membuktikannya.”


Dengan cepat, hawa kebencian yang ada di sekitarnya memadat dan memotong lidah katak tersebut hingga beberapa bagian. Dan saat darah masih bermunculan keluar dari dalam lidahnya yang terpotong, katak tersebut akhirnya menghilang dari pandangannya sehingga Xiao Qing Xuan kembali terlepas darinya.


”Jiu Meishan yang bahkan bisa menyegel iblis hitam dalam kuilnya, pasti akan sulit dikalahkan olehnya. Yang bisa kulakukan hanyalah mengulur waktu.” gumam Xiao Qing Xuan sambil meletakkan telapak tangannya di atas permukaan tanah. Lalu, beberapa saat kemudian ia pun mengangkatnya kembali dan memunculkan pasukan-pasukan mayat hidup yang perlahan keluar dari dalam tanah.


***


”Tidak mungkin! Aku tidak bisa memanggilnya?” batin Liu Zhang Chen yang tampak terkejut setelah ia mencoba memindahkan Xiao Qing Xuan kembali ke kediamannya menggunakan mantra teleportasinya.


”Meskipun sudah dicoba berulang kali tapi, tetap saja tidak bisa! Apa yang terjadi padanya? Jiu Meishan pasti memasang sebuah penghalang yang membuat siapapun tidak bisa menggunakan mantra teleportasi.”


Melihat keadaannya saat ini, Liu Zhang Chen segera berbalik dan pergi menuju tempat ia meninggalkan Xiao Qing Xuan tadi. Namun, langkahnya seketika disambut dengan datangnya puluhan mayat hidup yang langsung menyerangnya.


Lalu, sebuah kilatan petir mendadak muncul di hadapannya dan petir tersebut langsung membakar mereka.


Merasa terkejut, ia pun langsung menatap ke depan dan melihat pedang Ruixi yang sedang menancap di atas tanah.


”Guru!”

__ADS_1


Mendengar dan mengenal suara ini, Liu Zhang Chen langsung menatap ke atas dan melihat Zhi Shuang yang sedang memapah tubuh Xiao Qing Xuan di sana.


”Mereka berdua, terluka!”


__ADS_2