
Seorang wanita dengan hanfu berwarna merah, datang bersama dengan seorang laki-laki bertubuh sangat besar bahkan sampai menutupi pemandangan. Wanita itu memakai hiasan rambut berbentuk bunga dan di tangannya saat ini, telah berada sebuah cambuk ekor kuda. Karena pesonanya yang begitu memukau, para pengunjung laki-laki yang berada di sana langsung menatapnya, sedangkan istri-istri mereka merasa sangat marah langsung menyeret mereka kembali ke rumahnya sehingga, rumah makan itu pun menjadi sangat sepi.
”Oh? Apakah seseorang menyewa jasa pengusir di sini? Sepertinya aku mencium aroma perkelahian.” batin Xiao Qing Xuan yang berpura-pura tidak melihatnya.
Wanita itu berdecak pinggang sambil mengibaskan rambutnya yang terlalu panjang. ”Chen-Chen,... Apakah kau tidak mengenalku lagi?” ucapnya dengan nada menggoda.
Liu Zhang Chen tidak berekspresi saat melihatnya. ”Maaf, aku tidak mengenalmu. Ayo pergi, Qing Xuan.” ucapnya sambil menarik pergi Xiao Qing Xuan.
”Kenapa kau mengusir tamu yang baru saja datang kemari. Setidaknya berikan dia tempat duduk yang paling sempurna.” ucap Xiao Ruo yang muncul di belakang mereka dengan hawa membunuh yang sangat besar.
”Tolong pisaunya dikondisikan.” batin Xiao Qing Xuan saat melihat Xiao Ruo dengan pisaunya yang sudah ditajamkan.
”.....”
”Oh. Ternyata ada anak muda yang mengerti sopan santun.” ucap wanita sambil melipat tangannya. ”... Tapi, sebelum itu sebaiknya aku perkenalkan diriku. Namaku, Chunyue. Aku adalah Inkarnasi Jenderal Selatan dan laki-laki di sebelahku adalah Chu Rong, Inkarnasi Jenderal tenggara. Aku dan Chu Rong adalah teman kecil dan Zhang Chen adalah tunangan ku.” ucapnya dengan wajah yang terlihat berseri-seri.
Xiao Qing Xuan menjadi tidak berekspresi setelah mendengarnya. ”... Aku pikir Guru besar Chen adalah orang yang paling sengsara tapi, ternyata dia sudah bertunangan.” ucap Xiao Qing Xuan dengan suara pelan.
Dengan senyum yang terlihat dipaksakan, Xiao Ruo berkata, ”Karena Guru sudah memiliki tunangan, mengapa kau tidak pergi dengannya? Dan jangan lupa untuk membawa anakmu juga.” ucapnya sambil memberikan Zhi Shuang pada Liu Zhang Chen.
”Sangat lucu kau mengatakan hal itu tapi, aku sama sekali belum bertunangan. Lagipula, aku tidak mengenal siapa wanita ini.” ucap Liu Zhang Chen yang terlihat tidak peduli.
Chunyue tampak terkejut setelah mendengarnya. Ia terlihat sangat kecewa dan kemudian, ia pun menangis dengan berpura-pura bersikap manis di depannya. ”Zhang Chen,... Kau jahat sekali padaku. Padahal aku sudah berusaha untuk menyukaimu dan menerimamu apa adanya.” ucapnya sambil menangis sehingga mengundang beberapa pengunjung laki-laki yang langsung mengerumuninya.
”Hei! Laki-laki bajiingan! Beraninya kau membuat seorang wanita menangis!” ucap seorang laki-laki berbadan kekar sambil membawa kapak di belakang punggungnya.
”Kau berani melawanku? Laki-laki lemah hanya bisa membuat wanita menangis saja!” ucap laki-laki lainnya dengan membawa sebuah palu besar di tangannya.
Chu Rong : ”.....”
”Senangnya dikelilingi banyak laki-laki. Eh?!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa bingung dengan dirinya sendiri. ”... Haah, hidupku benar-benar tidak masuk akal.”
__ADS_1
”Tidak perlu seperti itu. Aku baik-baik saja.” ucap Chunyue di tengah-tengah Isak tangis sambil mengusap-usap matanya yang sembab.
Laki-laki besar yang membawa kapak merasa sangat marah dan berjalan menghampiri Liu Zhang Chen. ”Beraninya kau membuat Dewi ku menangis! Lawanlah aku sekarang juga!” ucapnya dengan dingin sambil menjatuhkan kapaknya di atas pundak Liu Zhang Chen.
Chunyue langsung berkata, ”Eh? Jangan terlalu kasar padanya! Kalian tidak bisa mengalahkannya.”
Laki-laki besar itu menjawab, ”Tenang saja nona. Laki-laki jahat harus mendapatkan pelajaran!”
Chu Rong : ” ….”
”Haah,... Merepotkan saja.” gumam Liu Zhang Chen yang terlihat kesal.
Lalu, beberapa saat kemudian. Tiga beruang tersebut ditendang keluar oleh Liu Zhang Chen setelah mereka kalah dalam pertarungannya sendiri. Ia juga melempari senjata-senjata besar milik mereka dan menutup pintunya dengan sangat kencang.
Sambil menepuk-nepuk tangannya, Liu Zhang Chen menatap Chunyue dengan kesal dan bertanya, ”Sudah puas main-mainnya?”
Chu Rong berdiri di depan Chunyue seakan ingin melindunginya. Namun, Chunyue langsung mendorongnya ke samping dan berkata, ”Siapa yang bermain-main?! Aku ini benar-benar tunangan mu! Kau saja yang melupakannya!” ketusnya dengan kesal.
Liu Zhang Chen tidak berekspresi dan bertanya, ”Lalu, apa tujuanmu datang kemari?”
Liu Zhang Chen langsung menjawab, ”Aku tidak perlu dikhawatirkan. Aku bisa menjaga diriku sendiri.”
”Wahh! Tubuhmu besar sekali! Berapa mangkuk yang kau habiskan setiap hari?” ucap Xiao Qing Xuan yang terlihat takjub dengan tubuh besar Chu Rong ketika Liu Zhang Chen dan Chunyue sedang memanas di sana.
”Adik Xuan! Keringatnya kotor! Kau jangan menyentuhnya!” ucap Xiao Ruo sambil menarik Xiao Qing Xuan yang terus memeluk tubuh besar Chu Rong.
Setelah Liu Zhang Chen mengakhiri kalimatnya, Chunyue terlihat kecewa. Ia pun menurunkan kedua tangannya dan langsung berbalik membelakanginya. ”Baiklah! Aku tidak akan mengkhawatirkan mu! Lagipula kau bukanlah siapa-siapa bagiku!” ketusnya sambil menaruh kedua tangannya di atas pinggang.
”Rasanya aku yang mengatakan hal itu lebih dulu.” batin Liu Zhang Chen yang terlihat malas saat harus menatapnya.
”Chu Rong! Ayo kita pergi!” seru Chunyue yang menunggunya di depan pintu. Namun, Chu Rong tidak juga menghampirinya selama beberapa saat. Ia pun merasa heran dan langsung menoleh ke arah Chu Rong berada.
__ADS_1
”Aku tidak ingin melepasnya! Dia terlalu empuk dan hangat seperti kue!” ucap Xiao Qing Xuan sambil memeluk tubuh besar Chu Rong dan menahannya selama beberapa saat.
”Adik Xuan! Jangan memeluknya! Dia pasti belum mandi selama bertahun-tahun!” ucap Xiao Ruo yang terus berusaha melepaskan pelukan erat Xiao Qing Xuan.
”Tidak mau!” ucap Xiao Qing Xuan sekali lagi.
”Hei! Apa yang kau lakukan?! Kembalikan Chu Rong padaku!” ucap Chunyue dengan keras sambil menarik Chu Rong agar terlepas dari pegangan tangan Xiao Qing Xuan.
Chu Rong : ”......”
”Qing Xuan! Lepaskan dia dan biarkan mereka berdua pergi.” ucap Liu Zhang Chen sambil memegang pundak Xiao Qing Xuan.
Xiao Qing Xuan menoleh ke arah Liu Zhang Chen dengan ekspresi berpura-pura memelas sambil berkata, ”Tapi, dia hangat dan empuk seperti kue. Aku ingin menjadikannya kasur.”
”Kau bisa meminta Zhi Shuang untuk memanggil beruang kemari.” singkat Liu Zhang Chen.
”Tidak sama!” jawab Xiao Qing Xuan. ”... Selain itu, aku menjadi takut pada beruang setelah mereka menyandera ku selama seharian penuh.”
Chu Rong : ”.....”
Beberapa saat kemudian,....
”Chu Rong,... Jangan pergi.” ucap Xiao Qing Xuan di depan pintu restoran sambil menatap ke arah Chu Rong yang sedang berjalan dengan Chunyue menuju suatu tempat. ”Kasur empuk dan hangat ku hilang,...”
”Adik Xuan! Kita harus berjalan kembali. Kalau kau ingin kasur hangat dan empuk, akan aku carikan nanti.” ucap Xiao Ruo sambil menarik Xiao Qing Xuan keluar dari restoran menuju penginapan mereka.
”Tapi, Chu Rong yang terbaik! Jika dia dijual, mungkin harganya akan sangat mahal.” ucap Xiao Qing Xuan sekali lagi.
Xiao Ruo tersenyum menatapnya sambil meletakkan telapak tangannya di atas kepala Xiao Qing Xuan. ”Adik Xuan sangat berbeda dari apa yang kulihat sejak awal. Aku menyukai sifatmu yang sekarang.”
Xiao Qing Xuan terkejut dan langsung menatap ke arah Xiao Ruo dengan bingung. ”... Tunggu! Apakah dia sudah tahu kalau jiwaku sebenarnya adalah seorang gadis biasa?!” batin Xiao Qing Xuan.
__ADS_1
”Akhirnya kami bisa menemukanmu. Darimana saja kau selama ini, Xuan'er?” ucap seorang laki-laki yang memimpin suatu barisan besar para Kultivator yang berasal dari Mubei.
Seketika, perhatian keduanya langsung mengarah pada laki-laki berjubah hitam yang berdiri di depan mereka. Tak lama setelahnya, laki-laki itu pun membuka tudung kepalanya dan menunjukkan wajahnya di depan semua orang. Saat itu juga, Xiao Qing Xuan dan Xiao Ruo merasa sangat terkejut mengetahui bahwa laki-laki ini adalah He Nan Ming, pemimpin Sekte Puncak Donqiong.