
”Semuanya pergi. Guru besar Chen sudah membunuh mereka dengan tangannya sendiri.” batin Xiao Qing Xuan begitu ia sadar dengan hawa kekuatan yang perlahan menghilang dan terus menghilang.
Lagi-lagi dia harus menanggung kebencian itu seorang diri. Benar-benar membuat siapapun jengkel saat melihatnya.
Tak ku sangka, semua akan berakhir tragis seperti ini. Bagaimanapun juga, ingatanku masih belum hilang. Aku adalah gadis yang menghabiskan waktunya untuk membaca novel dan gadis yang selalu mendapat gangguan. Meskipun aku adalah tipe pembaca yang menyukai semua jenis novel, aku sangat tidak suka jika aku sudah berada di akhir cerita.
”Anak manusia! Akhirnya aku menemukanmu!” teriak Jiu Meishan yang muncul di antara debu yang berterbangan, sedang mengangkat pedangnya ke arah Xiao Qing Xuan di depannya.
Saat itu terjadi, salah satu cahaya yang berada di atas kitab iblis itu mengeluarkan sebuah penghalang yang membuat Jiu Meishan tidak bisa menyentuhnya. Tak lama setelah menyentuh penghalang tersebut, pedangnya hancur berkeping-keping dan ia pun terpaksa bergerak mundur menjauhinya.
Jiu Meishan berdecak kesal dan berkata dalam benaknya, ”Dia bahkan bisa merayu arwah mereka dengan baik bahkan membuat mereka berada di pihaknya. Lagipula hanya ada lima di sana. Tubuhnya pasti tidak akan kuat menahan seluruh kekuatannya sendiri!”
Di sisi lain, lagi-lagi Xiao Qing Xuan kembali memuntahkan seteguk darah dan merasakan beberapa organ dalamnya yang hancur. Ia berpegangan pada sebuah batu besar yang berada di sebelahnya. Tatapannya penuh dengan rasa sakit yang tak tertahankan. Tak ada satupun yang bisa membantunya saat ini. Ia hanya bisa percaya pada kekuatannya sendiri.
”Sebelum tubuhku hancur, Jiu Meishan harus dibunuh lebih dulu.” ucap Xiao Qing Xuan yang mengambil pedangnya kembali. Kemudian, muncul sebuah cahaya merah yang berputar mengelilinginya. Dan saat itulah, ia merasakan adanya kekuatan besar yang tak terkalahkan.
”Apa ini? Semuanya berkumpul di dalam pedang? Mengapa pedang ini tidak hancur?” batin Xiao Qing Xuan yang tampak terkejut saat melihat cahaya merah tersebut.
Xianyun Yuan yang masih berada di alam bawah sadarnya berkata, ”Mungkin kau tidak tahu kalau sebenarnya pedang Yunqi adalah pedang milik ku dan Ruixi adalah pedang milik Iblis putih saat itu. Namun, karena kekuatannya yang semakin melemah, pedang itu akhirnya bisa digunakan oleh siapapun. Menurutmu, mengapa tiba-tiba sekali Liu Zhang Chen memberikan pedangnya padamu?”
Xiao Qing Xuan menggigit bibirnya dan menatap kembali ke arah Jiu Meishan dengan tatapan penuh keyakinan. Lalu, saat ia memutuskan untuk berdiri kembali, dari dalam muncul mayat-mayat ganas yang berasal dari penduduk desa yang mati hari ini.
Hanya sebentar lagi. Aku ingin semua ini berakhir dan kembali ke tempat asalku.
Tak lama, Xiao Qing Xuan akhirnya bergerak kembali. Pedang Yunqi memotong seluruh akar pohon beracun yang digerakkan oleh Jiu Meishan untuk menghalangi mereka. Lalu, para mayat penduduk desa juga ikut bergerak maju dan melawan mayat hidup yang dibangkitkan oleh Jiu Meishan.
Semuanya harus berakhir sekarang juga!
__ADS_1
***
Mubei, kediaman keluarga He.
”Kau datang untuk membunuhku, Zhang Chen?” tanya He Nan Ming saat dirinya berada di depan sebuah meja duduk sambil meneguk beberapa minuman terakhirnya.
Kali ini, Liu Zhang Chen telah membunuh seluruh Inkarnasi yang ada. Ia sengaja menempatkan He Nan Ming di posisi terakhir karena ia yakin, jika mau membunuhnya maka, kau perlu memerlukan waktu yang sangat lama untuk melakukannya.
He Nan Ming menghela nafasnya dan menatap ke arah luar jendela yang sedang hujan. Wajahnya terlihat pucat belakangan ini karena sekarang, ia sengaja meminum racun yang mematikan. Ia tahu kalau Liu Zhang Chen akan datang untuk membunuhnya. Karena itu, ia tak akan merepotkannya dan akan melakukannya sendiri.
”Aku harap di hari kematianku tidak hujan seperti ini. Tapi, apa boleh buat. Lagipula, aku sudah bosan dan tak ingin melanjutkan kehidupanku yang penuh masalah. Aku juga pernah mengatakan pada Xuan'er kalau aku akan melakukan apa saja yang menjadi keputusannya. Jika dia ingin menghancurkan maka, aku akan melakukannya. Dan jika dia ingin sebuah kedamaian dengan mengorbankan nyawa pamannya sendiri, maka aku akan melakukannya.” ucap He Nan Ming yang terus tertunduk di atas mejanya.
Liu Zhang Chen hanya terdiam dan mendengarkan seluruh perkataannya. Lalu, tak lama He Nan Ming kembali berkata, ”Dan untukmu yang terakhir, kali ini aku sudah memaafkan mu. Berterima kasihlah pada Qing Xuan karena dia menginginkannya.”
Setelah itu, He Nan Ming tak bergerak sedikitpun. Pandangannya terus tertunduk sambil menatap mejanya. Liu Zhang Chen tampak sedih ketika mendengarnya. Kedua lututnya mendadak lemah dan ia pun terpaksa duduk berlutut di depannya.
Aku ini benar-benar menjijikan.
***
”Ku kira kau ini sekuat yang aku bayangkan. Tapi, ternyata sama saja! Kau hanyalah anak manusia yang lemah!” ucap Jiu Meishan sambil menendang perut Xiao Qing Xuan yang terbaring di atas tanah.
Tatapan Jiu Meishan begitu dingin dan bahkan dengan seluruh kekuatannya ia mampu melumpuhkan seluruh serangan yang dilakukan oleh Xiao Qing Xuan.
Selama pertarungannya, ia mengangkat tongkat Dewanya yang bahkan mampu menghancurkan sebuah gunung dan mengeluarkan seluruh isinya. Ia menggunakannya untuk menghancurkan tubuh Xiao Qing Xuan lebih cepat dari sebelumnya. Dan pada akhirnya, ia bahkan bisa membuatnya tak bergerak sama sekali.
”Kenapa kau tidak segera memberikannya padaku dan mewariskannya? Kau pikir, anak manusia sepertimu pantas mendapatkannya?” ucap Jiu Meishan sambil menarik dagunya dan menatapnya dengan dingin.
__ADS_1
Beberapa saat setelahnya, Xiao Qing Xuan tersenyum seringai saat menatapnya dan berkata, ”Kau pikir, aku sudah kalah? Kita lihat, sebenarnya siapa yang kalah.”
Jiu Meishan terkejut karena tiba-tiba saja ia merasa seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak dan membakar. Kesadarannya mulai menurun ketika ia masih menatap Xiao Qing Xuan di depannya. Lalu, dengan perlahan ia berjalan mundur menjauhinya dan hal yang tak disangka olehnya, ia memiliki puluhan pedang yang sedang menusuk punggungnya.
”Tidak mungkin! Bagaimana bisa?!” seketika ia langsung jatuh terduduk dan berpegangan pada tongkat Dewanya.
Di depan sana, dengan mudahnya Xiao Qing Xuan berdiri dengan mudahnya seolah ia tak memiliki satupun luka di tubuhnya. ”Aku sengaja berpura-pura kalah untuk melihat ekspresimu saat kau tahu kalau kaulah yang kalah sekaligus, memberikanmu kemenangan meskipun sebentar.” ucap Xiao Qing Xuan sambil berjalan mendekatinya. Ia menarik dagunya dan berkata, ”Apakah aku sudah memperlakukanmu dengan baik?”
Jiu Meishan berdecak kesal ia menggenggam tongkatnya dengan sangat kuat. Setelah itu, untuk kedua kalinya ia mencoba menyerang Xiao Qing Xuan kembali namun, serangan tersebut berhasil dihindari olehnya berulang kali.
“Tongkatmu terlihat sangat indah. Bolehkah aku meminjamnya sebentar?” ucap Xiao Qing Xuan sambil menarik tongkat tersebut darinya. ”... Ku dengar, tanpa sebuah tongkat kau akan mati dan tak pernah terlahir kembali. Bagaimana jika aku mencobanya dan membuktikannya? Aku masih tidak percaya dengan ucapan yang mereka katakan.”
Xiao Qing Xuan memegang kedua sisi tongkat tersebut di depan Jiu Meishan. Takut jika Xiao Qing Xuan akan mematahkan tongkatnya, ia pun berusaha untuk mengambilnya kembali. Namun, Xiao Qing Xuan bukanlah orang yang selalu bermain-main.
Tepat setelah Jiu Meishan mencoba meraihnya, ia langsung mematahkan tongkat tersebut menjadi dua dan kemudian, tubuhnya pun hancur berubah menjadi butiran debu yang menyatu dengan tanah. Hal yang sama juga terjadi pada tongkatnya yang telah hancur menjadi dua.
Kini, ia satu-satunya manusia yang hidup di sana, di tengah-tengah ratusan mayat yang telah mati.
”Semua sudah berakhir. Saatnya aku muncul di atas panggung.”
Xiao Qing Xuan berjalan menuju sebuah tebing yang berada tak jauh di depannya. Dengan masih memegang pedang Yunqi di tangannya, ia mencoba untuk mematahkannya dan menjatuhkannya dari atas tebing.
”Sebelumnya aku memang pernah terjatuh dari atas ketinggian. Tapi, mengapa aku merasa ketakutan? Kali ini, aku akan mati dua kali! Jangan bercanda! Kematian itu sungguh menyakitkan!”
Tidak masalah. Lagipula, rasa sakit ini hanya berlangsung sebentar dan aku pasti akan baik-baik saja.
Tanpa memikirkannya lagi, Xiao Qing Xuan segera mematahkan pedang tersebut menjadi dua dan menjatuhkannya dari atas tebing. Angin berhembus begitu kencang seakan mereka tak sabar ingin melihatnya terjatuh dari atas tebing.
__ADS_1
Lalu, saat ia akan memulai langkah pertamanya, Liu Zhang Chen muncul secara tiba-tiba dan langsung memeluknya dari belakang sambil berkata, ”Aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Tidak akan pernah!” bisiknya sambil mendorongnya ke dalam jurang bersama dengan dirinya yang sudah mendapatkan luka cukup dalam.