Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 34 - Dua Tangan


__ADS_3

Kedua tangannya langsung melingkari bahu dan lengannya. Hal itu, membuat Xianyun Yuan merasa sangat terkejut dan ia pun hanya mampu terdiam sambil menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Kedua tangan Liu Zhang Chen begitu kuat sehingga, ia merasa sesak dan tidak bisa bergerak.


”Meskipun hanya sekedar formalitas yang tak ada artinya, sebesar apapun kau membenciku karena masa lalu, aku akan selalu melindungimu dari belakang. Dulu kau selalu bertanya, mengapa aku memilihmu sebagai murid pribadiku padahal ada banyak murid-murid lain yang memiliki kemampuan lebih. Kau juga selalu merasa penasaran, mengapa dulu aku selalu bersikap dingin padamu.” Liu Zhang Chen berkata sambil tersenyum tipis. ”... Di antara semua pertanyaanmu, aku hanya memiliki satu jawaban yang mewakili semuanya.”


”.....”


”... Bukan karena kau itu sangat mirip dengan Xuan Ying. Tapi, karena kau memiliki segalanya yang tidak bisa kumiliki.” lanjut Liu Zhang Chen yang membuat kesadaran Xiao Qing Xuan perlahan kembali dan kedua bola matanya, kini telah berubah seperti semula.


Saat Xiao Qing Xuan mendapatkan kesadarannya kembali, ia merasa sangat terkejut karena aroma daun mint yang memenuhi penciumannya.


Hidungnya langsung berdarah saat ia tahu bahwa Liu Zhang Chen telah memeluknya dan berhasil membuat kesadarannya kembali. ”Jiwa ku bergejolak!” batin Xiao Li yang langsung menutupi lubang hidungnya yang masih berdarah.


”G- Guru besar Chen! Aku tidak bisa bergerak.” ucap Xiao Qing Xuan yang mencoba melepaskan dirinya dari lengan Liu Zhang Chen yang begitu panjang.


Liu Zhang Chen terkejut dan ia pun langsung menatap matanya yang telah kembali berwarna biru. ”... Mungkinkah? Kau sudah kembali seperti semula?” tanya Liu Zhang Chen yang tampak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan bingung dan bertanya, ”Memangnya ada apa denganku? Aku sehat-sehat saja.” ucapnya sambil melangkah menjauhinya dan mengusap hidungnya yang masih berdarah.


Liu Zhang Chen tertegun dan bertanya kembali, ”Tapi, bagaimana dengan Xianyun Yuan? Dia telah merasuki tubuhmu dan membunuh semua hewan sihir yang ada di sini termasuk Qin Ling.”


Xiao Qing Xuan tertegun dan sempat mengalihkan perhatiannya sebelum menjawab, ”Sepertinya dia tidak ingin mendengarkan pembicaraan guru. Saat guru memeluknya, dia sudah kembali ke alam bawah sadar.”

__ADS_1


”Lalu, bagaimana dengan keadaanmu saat ini? Kau baik-baik saja?” tanya Liu Zhang Chen kembali.


”Tentu saja. Aku merasa baik-baik saja. Sepertinya, kutukannya sudah menghilang.” jawab Xiao Qing Xuan sambil memegang lehernya.


”Adik! Adik Xuan!” seru seorang pemuda yang berlari menghampirinya diikuti dengan beberapa pasukan pedang di belakangnya.


Xiao Qing Xuan langsung menoleh ke arah suara dan melihat Xiao Ruo yang sedang berlari menghampirinya.


Saat itu terjadi, Liu Zhang Chen tampak terdiam menunduk sambil berjalan menjauhinya beberapa langkah. Namun, sebelum ia berjalan menjauhinya, Xiao Qing Xuan langsung menahan tangannya dan menatapnya dengan serius. ”Mau sampai kapan Guru akan menghindar dari kak Ruo? Aku yakin ada sesuatu yang ingin Guru katakan padanya.” ucap Xiao Qing Xuan.


***


Sebuah lembah, dipenuhi dengan tumpukan mayat yang terbakar. Beberapa tebing yang kokoh hancur dan membuat longsor menimpa sebuah desa yang berada di bawahnya. Saat itu terjadi, pemandangan hitam dan berdebu memenuhi penglihatan mereka. Beberapa ada yang buta karena terkena sebuah jarum yang bergerak dari segala arah.


”Ketika kebencian telah mencapai puncaknya maka, lahirlah iblis yang akan menanggung kebencian mereka semua. Semakin banyak kebencian yang mereka ciptakan, semakin kuat Iblis itu menghancurkan mereka. Dan sekarang, kekuatan dari Iblis hitam pasti akan menjadi milikku.”


***


”Zhang Chen! Aku senang kau kembali!” seru Chunyue sambil memeluk leher Liu Zhang Chen yang telah dibawa kembali ke Huanxu, kediaman keluarga Xiao.


”Kakak Xuan! Aku sangat mencemaskanmu dan Tuan panda bahkan mencemaskanmu juga.” seru Zhi Shuang yang langsung memeluk paha Xiao Qing Xuan dan di belakangnya, sudah ada seekor panda raksasa yang sedang memeluknya erat.

__ADS_1


”A- aku tidak bisa bernafas!” ucap Xiao Qing Xuan dengan pelan setelah lehernya terus ditekan oleh panda yang ada di belakangnya.


Saat ini, mereka semua berada di dalam sebuah ruangan yang telah disiapkan beberapa meja duduk yang masing-masing berada di sayap kanan dan kiri kursi utama. Seluruh makanan telah tersaji di atasnya dan semua orang tengah duduk di depan mejanya masing-masing.


Xiao Ruo terus menatap tajam ke arah Liu Zhang Chen yang berada di depannya. Ia terlihat sangat kesal dan membuat suasana di dalam ruangan tersebut terasa mencekam. Sementara, Xiao Qing Xuan yang duduk di kursi utama hanya bisa diam sambil memperhatikan keduanya yang saling bertatapan. ”... Haah, sayang sekali. Tatapan mereka tidak seperti pandangan pertama. Kenapa mereka selalu bertengkar dan tidak ingin berbicara? Mungkinkah Xiao Ruo marah karena aku yang memutuskan untuk membawa Liu Zhang Chen kemari?” batin Xiao Qing Xuan yang memperhatikan sambil memakan satu persatu buah ceri.


”Hei! Zhang Chen! Kau ingin aku suapi?” tanya Chunyue yang terlihat sangat senang sambil memberikannya selembar daging bakar.


Liu Zhang Chen menolak dan berkata, ”Tidak. Aku bisa memakannya sendiri.”


Mendengar hal itu, Chunyue tampak kecewa dan kesal. Ia pun langsung duduk di tempatnya kembali.


”Kak Yue! Bagaimana denganku?” tanya Xiao Qing Xuan pada Chunyue sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.


”Dih!” Chunyue tampak enggan dan ia pun langsung berbalik menghadap Chu Rong yang ada di sebelahnya seolah ia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Qing Xuan padanya.


”Jahat!” batin Xiao Qing Xuan yang tampak kesal dan terpaksa menunjukkan senyum ramahnya pada semua orang.


Xiao Ruo tiba-tiba datang menghampirinya dan duduk tepat di sebelahnya dengan mengambil selembar daging bakar untuknya. ”Kenapa tidak bilang sejak awal kalau kau ingin disuapi? Sekarang, buka mulutmu!” ucapnya sambil menaruh sumpitnya di depan wajahnya.


Xiao Qing Xuan langsung mengalihkan perhatiannya dan berkata dalam benaknya, ”Padahal aku mencoba untuk bersikap seperti laki-laki tapi, Xiao Ruo selalu memanjakan ku seperti ini. Haah, bisa-bisa aku terlalu mengandalkannya nanti.”

__ADS_1


”Ada apa, adik Xuan? Kau tidak ingin makan kalau aku yang suapi? Kau ingin kak Yue yang melakukannya? Jika iya, aku bisa memaksanya.” celetuk Xiao Ruo yang membuat Chunyue bergerak menjauh darinya.


Xiao Qing Xuan tertegun dan langsung berkata, ”Tidak! Bukan seperti itu! Aku berpikir kalau, kak Ruo tidak perlu melakukan semuanya untukku. Karena, aku memiliki jalan berpikirku sendiri. Jangan sampai hal itu membuat kak Ruo dalam bahaya.”


__ADS_2