Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 13 - Dewa Penipu


__ADS_3

Dua bulan lalu, wilayah perbatasan Longyuan.


Sebuah peti mati terbuka dan menunjukkan tubuh seorang pemuda yang memiliki lubang di dadanya. Wajahnya pucat dan ekspresinya menunjukkan bahwa ia sangat menyesali kematiannya sendiri. Kedua tangannya dilipat dan tampak jelas, terdapat sebuah kelopak bunga tabebuya di atasnya.


Saat ini, ruangan itu begitu sepi dan hanya ada tiga orang penyusup yang berada di sana. Salah satunya adalah dewa penipu bernama Hui Song, Dewa Cahaya.


”Energi kehidupan yang sangat tebal. Dia pasti sangat menyesal karena telah meninggalkan seseorang yang begitu berarti baginya. Aku bisa merasakannya. Dia sangat ingin dihidupkan kembali agar orang itu tidak menderita lebih lama lagi. Orang itu sangat lemah terlebih, ia akan menemui ajalnya sama seperti dirinya.” ucap Hui Song yang memperhatikan mayat pemuda.


Hui Song menyentuh dahi pemuda dan bergumam, ”Namamu adalah Xiao Ruo yang lahir pada hari kesembilan tahun empat saat bunga mulai bermekaran. Kau dianugerahi cahaya kehidupan yang membuatmu tidak menyerah pada kehidupan. Beruntung saja aku bertemu denganmu saat kau terbunuh oleh guru besarmu sendiri. Aku datang kemari untuk menghidupkanmu kembali.”


***


”Aku tidak pernah tahu kalau dewa penipu seperti Hui Song bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Memangnya ada kekuatan seperti itu?” gumam Xiao Qing Xuan yang tampak bingung setelah Xiao Ruo menceritakan semua hal yang terjadi.


”Bagaimana menurut adik Xuan? Apakah itu adalah hal yang bagus? Bagaimana perasaanmu saat ini? Apakah kau sedih karena aku tidak tenang atau kau senang karena bisa melihatku berdiri di sini?” tanya Xiao Ruo.


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan sedih dan menjawab, ”Aku tidak tahu apa yang kurasakan saat ini. Pikiranku terus berputar-putar.”


Xiao Ruo terdiam selama beberapa saat. Ia pun menarik Xiao Qing Xuan ke belakang begitu ia melihat Liu Zhang Chen yang sedang berjalan menghampiri keduanya. Ekspresinya tampak kesal dan marah padanya. Saat Liu Zhang Chen membunuh Xiao Qing Xuan, ia sangat tidak menyangka dan benar-benar sangat membencinya sejak saat itu. Ia mengambil pedang yang tergeletak di tanah dan menghunuskannya ke arah Liu Zhang Chen.


”Kak Ruo? Ada apa? Mengapa kau menghunuskan pedang ke arahnya?” tanya Xiao Qing Xuan.

__ADS_1


Xiao Ruo menatap serius ke arahnya dan menjawab, ”Dia itu monster! Dia yang sudah membuat adik Xuan terus menderita!”


Begitu mendengarnya, Liu Zhang Chen merasa sangat terkejut dan ekspresinya menunjukkan rasa bersalahnya yang besar.


”Sudahlah. Lagipula, itu masalah lama dan aku tidak benar-benar mati, iya kan?” ucap Xiao Qing Xuan yang mencoba untuk mendinginkan suasana.


”Tetap saja aku tidak bisa memaafkannya! Meskipun adik Xuan merasa kalau hal ini tidak masalah bagimu tapi, aku tidak akan pernah bisa memaafkannya! Dia yang sudah membuatmu menderita! Aku ingin dia mati sekarang juga!” ucap Xiao Ruo dengan dingin sambil mencengkram pedangnya dengan sangat kuat.


”Kak Ruo! Jangan katakan hal itu padanya!” bentak Xiao Qing Xuan sambil menahan pergerakan Xiao Ruo.


”Apa yang kau lakukan adik?! Aku ingin segera membunuhnya!” teriak Xiao Ruo yang merasa sangat kesal setelah Xiao Qing Xuan melingkari bahunya.


”Mungkin sampai di sini saja. Jaga Qing Xuan dengan baik.” ucap Liu Zhang Chen yang langsung berbalik membelakangi mereka berdua.


Liu Zhang Chen terdiam selama beberapa saat. Ia pun menoleh ke arah Xiao Ruo dan berkata, ”Maafkan aku. Suatu saat kau akan bertemu denganku lagi dan saat itulah, kau bisa membunuhku.” ucapnya diakhiri dengan senyum tipis setelah itu, ia pun pergi meninggalkan tempat tersebut bersama dengan Jinyu Xiaojie.


Tak lama setelah keduanya pergi, Xiao Qing Xuan akhirnya melepaskan tangannya yang melingkari bahu Xiao Ruo. Tidak seperti tadi, Xiao Ruo tampak sedikit tenang ketika ia tidak lagi melihat Liu Zhang Chen.


Setelah melihatnya terus terdiam, Xiao Qing Xuan tersenyum canggung karena ia tidak tahu apa yang harus dikatakan padanya saat ini. Rasanya ia telah membuat kesalahan dengan menahan Xiao Ruo untuk tidak melukai Liu Zhang Chen. Dengan sangat perlahan, ia mencoba untuk melihat ekspresi Xiao Ruo saat ini sambil bertanya, ”Kau tidak apa-apa 'kan?”


Beberapa saat setelahnya, Xiao Ruo menoleh ke arah Xiao Qing Xuan sambil memakaikannya sebuah topi bambu untuknya. ”... Selama adik Xuan bersamaku, kau pasti akan merasa aman.”

__ADS_1


Sementara ini, Liu Zhang Chen tengah berjalan menuju suatu tempat yang telah dikacaukan olehnya. Saat ini, Zhi Shuang belum mendapatkan kekuatannya kembali. Hal ini, membuat Liu Zhang Chen terpaksa harus terus membawanya sampai ia mendapatkan kekuatannya kembali.


”Haah,... Aku hampir saja melihat pertunjukan bagus. Mengapa kau tidak membiarkan anak itu membunuhmu?” ucap Jinyu Xiaojie.


Liu Zhang Chen menoleh ke arahnya dan berkata, ”Berhenti mengeluh dan jangan mengikutiku.” ucapnya sambil kembali menatap ke depan dengan ekspresi serius. ”... Oh, ya. Kau mungkin tahu tentang dewa cahaya, Hui Song. Apakah kau tidak akan mengatakan apapun padaku tentang dewa penipu itu?”


Jinyu Xiaojie tertegun dan melirik sedikit ke arah Liu Zhang Chen. ”... Kenapa harus mengatakannya? Aku hanya membuang-buang waktuku saja. Dia itu terlalu menjijikan seperti taik!”


”Seberapa menjijikannya dia?”


Jinyu Xiaojie berpikir sebelum menjawab, ”Lebih dari yang anak itu lakukan selama ini. Dia juga kanibal pemakan manusia. Kau pasti akan muntah jika melihatnya!”


”Lalu, bagaimana dengan kuilnya? Apakah dia juga tinggal di air sepertimu?” tanya Liu Zhang Chen kembali.


”Tentu saja tidak!” celetuk Jinyu Xiaojie. ”... Dia tinggal di puncak Shenwu pegunungan Shinyu. Di sana ada sebuah kuil megah berwarna hitam yang dihiasi tirai-tirai merah. Selain itu, dia memiliki penjaga yang bertubuh kekar seperti gajah dan beberapa hewan sihir yang berada di tingkat tinggi.”


Liu Zhang Chen menjadi tidak berekspresi saat mendengarnya, ia pun kembali berjalan mendahuluinya dan berkata, ”Terima kasih sudah memberitahukannya padaku.”


Jinyu Xiaojie terkejut dan langsung berkata sambil menutup mulutnya, ”Mengapa aku mengatakannya terus terang?”


Liu Zhang Chen menjawab, ”Kepribadian mu yang banyak bicara membuat semua orang tidak bisa mempercayaimu seratus persen. Pantas saja kau termasuk dalam tiga Dewa penipu.”

__ADS_1


”.....”


__ADS_2