
”Tuan besar! Tuan besar!” seru seorang pemuda yang berlari menghampiri Xiao Lian Lei saat ia dan beberapa pasukannya tengah berjalan menuju desa Shaanxi.
”Apa yang terjadi? Mengapa kau begitu terburu-buru?” tanya Xiao Lian Lei setelah ia menoleh ke arahnya.
Pemuda itu tampak kelelahan setelah berlarian terus mengejarnya. Lalu, tak lama setelah mengistirahatkan dirinya, ia pun menjawab, ”Ada kabar bahwa saat ini Tuan muda Xiao berada di Mubei. Pemimpin Sekte Puncak Donqiong telah berhasil menemukannya dan membawanya kembali bersamanya.”
Xiao Lian Lei terlihat kecewa setelah mendengarnya. Tak lama, ia pun segera berbalik membelakangi mereka dan berkata, ”Kalau begitu, kita akan pergi ke Mubei sekarang.”
”Tapi, Tuan besar! Apakah pemimpin He akan mengembalikan Tuan muda Xiao begitu saja? Saya hanya takut kejadian beberapa tahun lalu kembali terulang dan membuat Anda tidak bisa mendapatkan Tuan muda kembali.” tanya seorang pemuda.
Xiao Lian Lei menghela nafasnya dan berkata, ”Apapun yang terjadi, dia tetaplah putra dari keluarga Xiao. Putra dari He Mu'an Qing dan putra dari Xiao Lian Lei. Semua itu tidak akan pernah berubah.”
***
”Hmm,... Pada akhirnya aku tidak jadi kembali ke Huanxu dan nyasar ke tempat ini. Kak Ruo pergi bersama dengan ibunya lalu, Guru besar Chen tidak diketahui dimana keberadaannya. Sekarang, aku terpaksa harus ikut dengan paman He yang diam-diam menyebalkan.” gumam Xiao Qing Xuan saat ia sedang duduk di bawah pohon tabebuya yang berada tak jauh dari kediamannya.
”Tuan muda! Tuan muda!” seru seorang pemuda dan seorang gadis yang berlari menghampirinya dengan terburu-buru.
Benar saja saat Xiao Qing Xuan mencoba untuk menoleh ke belakang dan melihat siapa yang telah memanggilnya, sebuah meja duduk dan taplak meja terpasang di depannya. Lalu, beberapa mangkuk bubur dan sayur-sayuran serta daging cincang terpasang rapi di atasnya.
”Seperti jasa profesional yang ada di restoran mewah.” batin Xiao Qing Xuan yang terlihat heran setelah melihatnya.
”Sejak kemarin sore, Tuan muda belum makan sama sekali. Karena itu, pelayan ini membawakan beberapa makanan untuk Anda!” ucap pelayan wanita yang tiba-tiba berdiri di belakangnya.
Xiao Qing Xuan menatapnya dengan heran. Di sebelahnya saat ini, Chang Ye tampak sedang memperhatikannya. Ia sepertinya ingin memastikan Xiao Qing Xuan akan memakan makanannya saat ini mengingat, kejadian kemarin yang pastinya membuat ia tidak nafsu makan lagi.
__ADS_1
”Aku tidak bisa makan dengan tenang jika kalian terus memperhatikanku seperti itu. Apakah kalian takut aku tidak akan menghabiskannya?” tanya Xiao Qing Xuan sambil menatap keduanya dengan heran.
Chang Ye langsung berkata, ”Abaikan keberadaan kami, Tuan muda. Paman memerintahkan kami untuk terus mengawasimu bahkan saat mandi sekalipun.”
Xiao Qing Xuan tampak terkejut dan ia pun langsung melemparnya dengan sendok yang ada di tangannya. Namun, Chang Ye berhasil menangkap sendok tersebut sambil berkata, ”Saat Tuan muda melarikan diri ke gunung Meiyou, Paman terluka parah. Ia terus mencoba menembus dinding penghalang yang dibuat oleh Paman Liu. Namun, ia malah kehabisan tenaga dan tidak sadarkan diri selama beberapa hari. Jadi, wajar jika dia memerintahkan kami untuk mengawasimu.”
Xiao Qing Xuan mengalihkan perhatiannya seolah ia tak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Chang Ye padanya. Ia mengambil sebuah minuman yang berada di sebelah lengannya. Lalu, tiba-tiba saja ia berhenti ketika melihat seekor kadal yang mengambang di gelasnya.
”Air jenis apa yang kalian berikan padaku? Ini bukan air comberan kan?” tanya Xiao Qing Xuan yang tampak kesal setelah melihatnya.
”Ah! Maafkan aku Tuan muda! Ini adalah kesalahanku! Tolong hukum saya!” ucap pelayan wanita yang langsung berlutut di depan meja Xiao Qing Xuan.
Xiao Qing Xuan menjadi tidak berekspresi setelah mendengarnya. ”Sudahlah, lupakan! Aku rasa aku hanya ingin makan saja—
Serangga laba-laba raksasa mengambang di atas mangkuk bubur Xiao Qing Xuan saat ia baru saja menyendoknya. Ia semakin tidak berselera makan dan kemudian menyingkirkan mangkuk tersebut dari hadapannya. Wajahnya pucat karena membayangkan jika saja ia benar-benar memakan makanannya. Lalu, ia pun mengambilnya sepiring daging cincang yang berada di sebelahnya dan ia menemukan sebuah cacing besar yang keluar dari dalam sana.
”M~ maafkan aku Tuan muda. Aku akan bawakan yang baru.” ucap pelayan wanita sambil membawa kembali barang-barang yang ada di atas meja.
”Tidak perlu!” celetuk Xiao Qing Xuan. ”... Selera makanku sudah hancur. Rasanya aku akan sanggup tidak makan selama setahun.”
Chang Ye tertegun dan langsung berkata, ”Tidak bisa Tuan muda! Kau harus makan meskipun sedikit!”
”Ogah ah!” ucap Xiao Qing Xuan yang langsung berdiri meninggalkannya.
”Tuan muda! Kau mau pergi kemana?” tanya Chang Ye yang langsung berlari menghampirinya.
__ADS_1
”Menemui paman aneh itu. Kemana dia pergi?”
”Aku rasa dia sudah tidak ada di tempatnya sejak pagi. Ketika aku tanya pada semua orang, mereka tidak tahu dia pergi kemana.”
Xiao Qing Xuan tertegun dan bertanya kembali, ”Mengapa tak ada seorangpun yang mengetahuinya? Bukankah dia itu adalah pemimpin mereka?” tanyanya dengan heran. ”Ah! Mungkinkah tidak ada yang mempedulikannya? Uhh, kasihan sekali.”
Chang Ye tertawa dan melanjutkan, ”Belakangan ini ia memang sedikit aneh. Saat aku datang dan mengejar Tuan muda, paman tidak ikut dengan pasukan miliknya. Dia malah berdiri di tempat yang sama seolah menunggu sesuatu datang padanya.” pikir Chang Ye.
Mendengar hal itu, Xiao Qing Xuan langsung saja terkejut. Ia awalnya juga merasa heran mengapa saat itu He Nan Ming tidak ikut mengejarnya seperti pasukan yang lain. Namun, sepertinya ia sudah mendapatkan jawabannya.
”Boleh aku tahu dimana penjara bawah tanah kalian?” tanya Xiao Qing Xuan yang terlihat mencemaskan sesuatu.
Chang Ye tertegun dan langsung bertanya, ”Memangnya ada apa Tuan muda?”
Xiao Qing Xuan langsung menjawab, ”Jangan banyak tanya! Aku hanya ingin tahu dimana letak penjara bawah tanahnya!” ucapnya dengan suara yang terburu-buru.
Chang Ye menatapnya dengan serius. Ia pun mengerti mengapa Xiao Qing Xuan begitu ingin tahu dimana letak penjara bawah tanah mereka. Karena itu, ia pun langsung menarik tangan Xiao Qing Xuan dan membawanya pergi menuju suatu tempat sambil berkata, ”Aku akan mengantarkan Tuan muda ke sana!”
***
”Berguru pada Iblis putih lalu mengacaukan dunia. Kau membuat keponakanku menderita bahkan membuatnya harus menelan kematiannya yang pahit. Lalu, setelah dia berhasil hidup kembali, kau malah membawanya pergi ke tempat yang sangat jauh. Sebenarnya, kau memiliki tujuan apa?” tanya He Nan Ming saat dirinya duduk di atas sebuah kursi kayu sambil mengaduk cangkirnya.
Saat ini, Liu Zhang Chen berada di dalam sebuah penjara bawah tanah dengan kedua tangan yang dirantai dan kepala yang terus menunduk. Rambutnya lepek karena keringat dan pakaian putihnya hancur karena darahnya sendiri. Ia memiliki banyak luka cambuk di tubuhnya dan beberapa luka tusukan bara api yang tidak sampai menembus tubuhnya.
Saat ditanya, Liu Zhang Chen tersenyum seringai dan menjawabnya dengan pelan, ”Memangnya kenapa? Tugasku sebagai Gurunya masih belum selesai. Jadi, apapun yang terjadi, aku harus melindunginya meskipun sampai membuatnya jauh dari keluarganya sendiri.”
__ADS_1
He Nan Ming membanting cangkirnya dan menatapnya dengan sangat marah. ”Sudah cukup! Aku sudah puas menyiksamu sampai seperti ini. Aku rasa, sekarang adalah saatnya.”