Become A Protagonist 2

Become A Protagonist 2
Chapter. 20 - Jiu Meishan


__ADS_3

Dua bulan lalu, kuil Dewa Cahaya, Wilayah Mubei.


”A-Ruo. Kau pasti bertanya-tanya mengapa kau bisa hidup kembali.” ucap Hui Song saat ia duduk di sebelah peti mati milik Xiao Ruo. ”... Aku melihat energi kehidupanmu yang sangat besar. Kematian bukanlah sesuatu yang kau inginkan untuk saat ini. Melindungi seseorang yang berharga bagimu, adalah sesuatu yang sangat kau inginkan.”


”Hanya itu yang kau katakan padaku? Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang ada di desa? Apakah mereka menganggapku sudah mati?” tanya Xiao Ruo yang terlihat gelisah ketika ia telah duduk dan merasakan udara segar yang ada di sekitarnya. ”... Apakah aku harus takut padamu dan kau mengancam akan mengambil nyawaku?”


Hui Song menghela nafasnya. Setelah itu, ia pun berkata, ”... Aku tidak mungkin membunuh seorang manusia yang tidak bersalah sepertimu apalagi, kau tampaknya sangat baik terhadap siapapun. Yang harus kau waspadai saat ini adalah inkarnasi Iblis hitam dan seorang Dewa penipu yang pertama. Namun, sepertinya mustahil kalau kau bersikap waspada terhadap adikmu.”


Xiao Ruo tak berkutik dan tetap diam sambil menurunkan pandangannya.


”Tenang saja, kau tidak perlu takut padaku. Aku ini dewa yang baik hati. Seharusnya, jika kau ingin melindungi Adikmu, kau harus waspada dengan seseorang yang bernama Jiu Meishan. Dia adalah Dewa Pohon persik yang cukup berbahaya. Dia sangat setia pada Iblis hitam. Selama bertahun-tahun, ia terus mencari keberadaan Inkarnasi Iblis hitam yang baru. Jika dia berhasil menemukannya, Jiu Meishan akan mengambil kekuatannya dan menjadikan dirinya sebagai wadah dari Inkarnasi Iblis hitam.”


Xiao Ruo tertegun setelah ia mendengar ceritanya. ”... Lalu, bagaimana jika kekuatannya benar-benar diambil olehnya? Memangnya ada seseorang yang mampu melakukannya?”


Hui Song menjawab, ”Jiu Meishan sudah berumur ratusan tahun. Tentu saja dia bisa melakukan hal semudah itu. Jika dia berhasil menyerap kekuatan seseorang maka, orang itu akan mati dengan perlahan.”


***


”Adik Xuan! Menghindar dari sana!” teriak Xiao Ruo yang langsung menarik tangan Xiao Qing Xuan ke belakang. Ia pun akhirnya berdiri dengan pedang yang dihunuskan ke arah Jiu Meishan yang muncul secara mendadak.

__ADS_1


Jiu Meishan menatapnya dengan bingung dan bertanya, ”Apakah tidak ada sambutan untukku? Anak muda di depanku langsung menghunuskan pedangnya seolah membuatku terlihat seperti musuh bagi kalian.” ucapnya sambil berjalan maju menghampiri Xiao Qing Xuan.


”Siapa orang ini? Aku tidak pernah melihatnya.” batin Liu Zhang Chen yang tampak waspada.


”Hei! Xiao Ruo! Kau ingin melindungi Yang Mulia atau kau ingin menjauhkannya dari keluarganya?” tanya Jiu Meishan kembali. ”Yang Mulia, kemarilah! Aku datang karena pamanmu sangat merindukanmu.”


”Kenapa seluruh dunia memanggilku seperti itu? Rasanya aku bukan berasal dari golongan bangsawan.” batin Xiao Qing Xuan yang merasa heran pada dirinya sendiri.


”Tidak mau!” celetuk Xiao Qing Xuan yang langsung memeluk pinggang Xiao Ruo dari belakang. ”... Jika kak Ruo menghunuskan pedangnya, itu artinya kau adalah orang yang berbahaya. Aku tidak tahu mengapa semua dewa penipu memanggilku 'Yang Mulia' padahal aku sendiri tidak mengetahui apa-apa.”


Jiu Meishan melengkungkan bibirnya dan berkata sambil mengulurkan tangannya, ”... Kemarilah Yang Mulia. Aku akan membawamu kembali ke Mubei. Pamanmu akan segera menyatakan perang dengan Huanxu dan sebentar lagi, kau akan kehilangan Ayahmu.”


”Jika Yang Mulia ingin tahu, mengapa Yang Mulia tidak ikut denganku saja?” tanya Jiu Meishan kembali.


Xiao Ruo semakin menariknya ke belakang dan berkata, ”Tidak perlu mengikutimu! Akulah yang akan membawanya kembali ke sana!” ucapnya dengan ekspresi yang terlihat serius.


Jiu Meishan mengalihkan perhatiannya dengan malas. ”... Aku sangat membenci para pengganggu yang ada di sini. Apakah Yang Mulia tidak keberatan jika aku membunuh mereka?” ucapnya sambil mengeluarkan sebuah pedang yang berukuran sangat besar.


”.....”

__ADS_1


”Hei! Sudah cukup bercandanya kan?” tanya Xiao Qing Xuan dengan dingin sambil memunculkan beberapa pedang yang langsung mengarah pada Jiu Meishan dengan jarak yang sangat dekat.


”Oh, tidak. Bola matanya telah berubah! Apa jadinya jika dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri?” batin Liu Zhang Chen yang memperhatikan bola mata Xiao Qing Xuan berubah merah.


Jiu Meishan tersenyum dan berkata, ”Yang Mulia senang sekali melakukan kekerasan. Sejak dulu, aku tidak pernah mengkhianatimu. Aku berjanji akan membawamu kembali ke tempat asalmu.” ucapnya sambil membungkuk di hadapan Xiao Qing Xuan.


”Adik Xuan! Tetaplah di belakangku!” bisik Xiao Ruo sambil menarik Xiao Qing Xuan menjauh.


Xiao Qing Xuan melepaskan pegangan Xiao Ruo secara tiba-tiba. Ia pun segera membelakanginya sambil memegangi dadanya yang terasa panas. ”... Rasanya seperti ada yang ingin keluar dalam tubuhku! Panas sekali! Entah bagaimana dia melakukannya, orang ini tampaknya sedang menarik kekuatanku secara perlahan.” batin Xiao Qing Xuan yang kemudian menghilangkan pedangnya.


”Aku tidak akan pergi denganmu.” ucap Xiao Qing Xuan sambil berjalan kembali. ”... Ayo kita pergi saja dari sini.”


Xiao Ruo langsung berlari menghampirinya. Saat ini, muncul firasat buruk dalam benaknya. Dengan datangnya Jiu Meishan, mereka harus berhati-hati dengannya karena orang ini mampu membunuh lawannya dalam diam. Ia mungkin tidak terlihat melakukan apapun saat ini. Namun, tak ada yang menduga bahwa ia sudah melakukan serangannya sejak tadi.


Saat sedang berjalan, Xiao Qing Xuan terbatuk darah secara tiba-tiba sehingga membuat semua orang terkejut. Mengetahui bahwa serangan ini berasal dari Jiu Meishan, Xiao Ruo langsung mengeluarkan pedangnya dan bergerak menyerang tanpa memperhitungkannya lebih dulu.


Jiu Meishan seketika menghilang dari pandangannya. Ia pun muncul kembali di depan Xiao Qing Xuan yang sedang duduk berlutut setelah setengah dari kekuatannya dipaksa untuk keluar.


”Maaf, Yang Mulia. Sebelumnya aku hanya mengujimu saja. Lain kali, aku akan melakukannya dengan baik.” ucap Jiu Meishan diakhiri dengan senyum seringai.

__ADS_1


Saat ia mengakhirinya, Liu Zhang Chen muncul di belakang Xiao Qing Xuan dan ia langsung menebas kepala Jiu Meishan di depannya. Namun, Jiu Meishan sudah menghilang lebih dulu dan ia tidak muncul kembali selama beberapa saat.


__ADS_2