
”Ada apa adik Xuan? Mengapa kau terus memandangiku?” tanya Xiao Ruo ketika ia melihat Xiao Qing Xuan terus memperhatikan dirinya.
”Tidak apa-apa. Aku hanya tidak menyangka bisa bertemu dengan kak Ruo.” jawab Xiao Qing Xuan yang kembali berkata dalam benaknya, ”Tidak ku sangka, Xiao Ruo ternyata jauh lebih baik dibandingkan dengan membaca novelnya. Aku benar-benar seperti seorang Putri yang dilindunginya meskipun tubuhku saat ini adalah seorang pria.”
”Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan?” tanya Xiao Ruo yang semakin meragukan ekspresi Xiao Qing Xuan saat ini.
Xiao Qing Xuan terkejut. Ia berkedip selama beberapa kali dan menjawab, ”T~ tidak. Aku hanya berpikir untuk memakan daging panggang.”
Xiao Ruo tertegun. Ia tersenyum tipis dan bertanya, ”Apakah adik Xuan ingin memakan daging panggang?” tanyanya yang membuat Xiao Qing Xuan terdiam bingung. ”... Karena kita masih berada jauh dari kota dan hari sudah semakin malam, mungkin kita akan beristirahat di sini. Aku akan menyiapkan daging panggangnya. Adik Xuan pergilah ke gua yang ada di sana. Tidak ada satupun hewan buas yang akan tinggal di dalamnya.” ucapnya sambil menunjuk ke arah sebuah gua yang berada tak jauh di belakang mereka.
Xiao Qing Xuan melihat ke arah gua lalu, ia pun kembali menatap ke arah Xiao Ruo yang sedang berjalan menuju suatu tempat. ”Kemana kak Ruo akan pergi?”
Xiao Ruo menoleh ke belakang dan menjawab, ”Mencari bahan makanan.”
”Aku akan membantu!” celetuk Xiao Qing Xuan.
”Tidak perlu. Adik Xuan beristirahatlah di sana. Aku saja yang akan melakukannya.” jawabnya sambil berjalan kembali ke dalam hutan.
__ADS_1
Xiao Qing Xuan menghela nafasnya dan berkata dalam benaknya, ”Tubuhku akan sakit-sakitan jika aku diam saja di sini. Aku terancam tidak bisa melakukan apapun jika Xiao Ruo terus melakukan semuanya untukku. Aku seharusnya melakukan sesuatu di sini.”
Xiao Qing Xuan turun dari atas punggung keledai dan berjalan memasuki hutan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini. Ekspresinya tampak kosong dan tatapannya terus mengawasi sekitar. Rumputnya sangat berembun dan basah. Hari semakin gelap dan muncul beberapa suara raungan kecil dari dalam hutan.
Saat sedang berjalan tanpa arah dengan rumput yang cukup tinggi, kakinya menginjak sebuah benda lunak yang bersembunyi di tengah-tengah rumput. Ia pun merasa penasaran dengan benda tersebut dan akhirnya mencoba untuk mencarinya. Xiao Qing Xuan cukup terkejut setelah ia menyentuh sebuah benda lunak yang lembab dan dingin. Benda itu juga terasa lengket dan berbau amis. Lalu, setelah ia mengangkatnya, benda tersebut adalah sebuah tangan manusia yang dimakan setengah.
Xiao Qing Xuan sedikit terkejut namun, ia tampak tidak berekspresi saat melihatnya. Ia pun mencoba untuk memperhatikan sekilas. ”... Apakah ini kanibalisme? Bentuk gigitannya mirip sekali dengan rahang manusia.” gumam Xiao Qing Xuan yang langsung mengalihkan perhatiannya pada bercak darah yang berada di setiap helai rumput. Jejak darah tersebut mengarah ke suatu tempat yang cukup dekat dengan tempatnya berdiri saat ini. Ia pun mencoba untuk mengikuti jejaknya dengan membawa tangan manusia yang ditemukan olehnya. Tak lama setelah ia berjalan, seorang laki-laki berjubah hitam sedang menurunkan kepalanya dan memakan tubuh manusia yang berada di bawahnya.
”Uhh,... Apakah genrenya sudah berubah? Apakah orang itu menambahkan karakter zombi dalam ceritanya?” batin Xiao Qing Xuan yang memperhatikannya dari kejauhan.
”Oh? Sepertinya aku kedatangan tamu yang sangat istimewa di sini. Aku telah membuat kesalahan yang sangat besar karena tidak menyambutmu lebih dulu.” ucap laki-laki dengan tatapan kosong.
Sementara ini, seekor rusa terbunuh dengan anak panah yang menembus lehernya. Xiao Ruo berjalan menghampiri rusa tersebut untuk mengambil anak panahnya kembali. Saat ia menyentuh bangkai rusa tersebut, tiba-tiba saja firasatnya berubah menjadi sangat buruk.
Sebuah hawa kekuatan yang sangat besar, mengalir di dalam bangkai rusa yang baru saja mati. Bisikan-bisikan gelap itu terus bergema di telinganya. Ia menjadi sangat terkejut dan langsung menutup kedua telinganya begitu suara bisikan ini semakin besar.
”Apa yang terjadi di sini?” batin Xiao Ruo sambil menutup kedua telinganya. Tiba-tiba saja, ekspresinya menjadi sangat terkejut begitu ia tahu bahwa ada seseorang yang berada di belakangnya.
__ADS_1
Saat orang itu sedang mengangkat pedangnya, Xiao Ruo segera melompat dan menghindarinya secepat mungkin. Saat melihatnya, dia adalah seorang pemuda yang memegang sebuah pedang algojo berukuran sangat besar. Rambutnya menutupi kelopak matanya sehingga ia pun tak bisa menatapnya dengan jelas.
”Hawa kekuatan yang sangat mirip denganku bahkan sangat sulit dibedakan! Apakah dia sama sepertiku?” batin Xiao Ruo yang memperhatikannya dari kejauhan.
Laki-laki itu mengangkat kepalanya sedikit dan menatap ke arah Xiao Ruo. ”... Oh, jadi kau sama sepertiku. Rupanya kau juga dibangkitkan dari kematian.” ucapnya yang membuat Xiao Ruo menjadi sedikit terkejut.
Xiao Ruo terdiam dengan ekspresi yang sama.
”Bukankah kau adalah anak yang memiliki energi kehidupan yang sangat besar? Tuan mengatakan kalau kau ingin melindungi seseorang. Dalam dirimu, kau pasti bertanya-tanya mengapa kau harus mati secepat itu dan meninggalkannya begitu saja. Kau melihatnya begitu menderita sehingga kau memiliki keinginan untuk hidup. Tak ku sangka ternyata kau begitu pengertian.” ucap pemuda dengan senyum seringai.
”Lalu, kenapa? Apakah kau menginginkan nyawaku?” tanya Xiao Ruo dengan ekspresi serius.
Pemuda itu menancapkan pedangnya di atas tanah. Ia mengangkat kepalanya lagi dan menatap Xiao Ruo dengan ekspresi dingin.
Saat menatap matanya, Xiao Ruo menjadi sangat terkejut ketika ia melihat bola mata pemuda ini berwarna jingga. Tidak salah lagi, dia pasti salah satu dari Inkarnasi Kaisar bumi namun, ia dikuasai oleh sihir gelapnya sendiri sehingga bola matanya pun berubah.
”Ternyata benar. Kau sama sepertiku. Tampaknya kau adalah Inkarnasi yang pertama. Tak ku sangka inkarnasi yang pertama begitu baik pada adiknya sendiri. Tapi, mereka tidak pernah tahu kalau kau tidak segan membunuh seorang manusia.” jelas pemuda. ”... Oh, ya hampir saja lupa. Namaku, Mo Yunyang. Aku adalah Inkarnasi Kaisar bumi yang kelima. Lupakan kejadian tadi. Aku tahu aku tidak akan menang melawan mu. Karena itu, aku tidak memiliki niat untuk membunuhmu atau bertarung denganmu. Aku kemari untuk mengatakan satu hal yang sangat penting mengenai inkarnasi Iblis Hitam yang pergi bersamamu. Saat ini, dia sedang berhadapan dengan Dewa Cahaya, Hui Song. Kau pasti tahu kalau saat ini adalah jam makan malamnya. Dia itu, tidak senang jika ada yang mengganggu waktunya.”
__ADS_1