
"Gina, kau baik-baik saja?" tanya Junghyun.
"Tidak, maksudku, aku baik! Aku akan menyetir dan jangan mencegahku!" ujar Grizzy lalu berjalan mendahului mereka.
Mau tidak mau, Junghyun dan Taehyung pun menuruti kemauan Grizzy. Mereka menuju motel yang sudah disiapkan oleh Sungkyuu, letaknya tidak terlalu jauh dari tempat dimana Park Soon Il berada. Setelah sampai mereka turun sambil membawa barang bawaan masing-masing. Mereka heran karena Sungkyuu hanya memesan dua kamar, disini Grizzy akan tidur sendirian sedangkan Junghyun dan Taehyung akan satu kamar.
"Apaa?! Aku tidak mau!" tolak Junghyun.
"Apa alasanmu?" tanya Grizzy datar.
"Aku tidak bisa tidur jika ada orang lain di samping ku!" ujar Junghyun.
"Aku tidak masalah, Taehyung tidurlah bersamaku!" ucap Grizzy mengejutkan kedua lelaki itu.
"Apaaa? Tidak, tidak apa yang akan ku katakan pada ayah jika dia mengetahui hal ini,masuklah! Taehyung akan satu kamar denganku!" ujar Junghyun memutuskan.
Grizzy tersenyum tipis lalu masuk ke kamarnya yang kebetulan berhadapan dengan kamar Junghyun. Dikamar Junghyun, dua laki-laki samasekali tak berbicara satu sama lain, keduanya sama-sama sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Taehyung mulai mengeluarkan laptopnya dan beberapa lembar data serta satu buku catatan. Dia melihat Junghyun yang baru saja keluar dari kamar mandi, wajah Junghyun terlihat kesal sejak tadi, Taehyung yang tidak peduli pun merasa sedikit terganggu dengan sikap kekanakan yang dimiliki Junghyun.
"Aku akan tidur di sofa, jadi kau bisa tidur di ranjang!" ujar Taehyung dengan mata yang terus menatap layar laptop.
Tanpa membalas perkataan Taehyung, Junghyun langsung mengambil posisi tidur di ranjangnya. Taehyung hanya menggelengkan kepalanya, Dia jelas heran dengan lelaki yang satu kamar dengannya sekarang. Dia tidak seperti kelihatannya, di Sekolah, dia terkenal nakal dan terus menindas yang lemah, merasa dirinya paling berkuasa. Namun, sekarang ini, Junghyun terlihat tidak berdaya di hadapan Grizzy, seolah sesuatu sedang menekannya. Taehyung pun belum bisa menemukan latar belakang Grizzy sampai saat ini, identitasnya sangat sulit dicari.
"Siapa dia? Darimana dia berasal? Apa Kaki dan tangan sangat spesial sampai-sampai semua orang yang terlibat dengannya sangat tunduk? Apa mungkin dia bukanlah kaki tangan, melainkan Mafia yang sebenarnya?" batin Taehyung.
Disisi lain, Grizzy pun tengah membuka laptopnya, dia masih setia mencaritahu siapa yang datang dan pergi di mansionnya. Namun, saat teringat sesuatu dia pergi dari motel secara diam-diam. Grizzy pun tak menggunakan mobilnya, dia berjalan melewati setiap bangunan lalu menemukan sebuah perkampungan, Grizzy terus menelusuri jalan perkampungan itu sampai dia tiba disebuah rumah kecil diujung jalan. Senyuman misterius terukir saat seorang laki-laki keluar dari dalam rumah, suasananya redup karena lampu jalanan tidak berfungsi hal itu membuat orang itu tidak bisa melihat wajah Grizzy dengan jelas, kondisi jalan pun sepi. Lelaki itu mendekatinya, dan menatap heran ke arah Grizzy.
"Kau mencari seseorang? apa kau tersesat?" tanya orang itu.
"Aku tersesat, bisakah aku meminjam ponselmu dan menunggu sampai temanku datang?" ujar Grizzy.
"Baiklah, masuklah terlebih dahulu, ponselku ada di rumah" jawab laki-laki itu.
Laki-laki itu mengajak Grizzy masuk ke dalam rumahnya, tanpa ragu dan rasa curiga, Grizzy pun mengiyakan orang itu dan mengikutinya dari belakang. Suasana rumah yang kumuh, lebih mirip dengan tempat penyekapan, namun Grizzy sama sekali tidak menunjukan ekspresi tidak nyaman. Gerak-gerik pria itu sudah mencurigakan sejak awal, dia terus menerus memperhatikan Grizzy. Laki-laki itu pergi kearah dapur, Grizzy menggunakan kesempatan ini untuk menghubungi Taehyung lewat pesan teks.
"Pergilah ke tempat itu, aku akan menunggumu disana!"
Taehyung yang membaca pesan itu pun langsung mengetahui tempat apa yang Grizzy maksud, dia sempat melihat ke arah Junghyun yang sedang tertidur, namun setelah itu dia bergegas pergi.
Disisi lain, laki-laki itu telah kembali dari dapur membawa sebuah minuman ditangannya. Dia memberikannya pada Grizzy, Grizzy menerimanya, dia bahkan langsung meminumnya. Sampai beberapa saat Grizzy pingsan tak sadarkan diri, laki-laki itu tertawa puas. Dia menidurkan Grizzy di sofanya, wajahnya semakin mendekat ke arah Grizzy, semakin mendekat lagi, saat hampir bersentuhan Grizzy membuka matanya dan membuat laki-laki itu terkejut, belum sempat menghindar Grizzy menyemburnya dengan air yang ia minum tadi. Ternyata Grizzy tidak benar-benar meminumnya, itu hanya akal-akalan Grizzy untuk menyerangnya saat laki-laki itu lengah.
"Sialan!!" umpat laki-laki itu.
Grizzy menendang area paha laki-laki itu, sampai laki-laki itu berteriak kesakitan. Grizzy meludah sekali untuk benar-benar memastikan minuman itu tidak masuk ke kerongkongannya.Laki-laki itu bangkit sambil menodongkan sebuah pisau ke arah Grizzy. Lagi-lagi Grizzy tersenyum misterius melihat apa yang dilakukan oleh laki-laki itu.
"Hey! Kau tidak bisa bermain-main denganku lagi, kau tidak tahu aku siapa? Aku adalah..!" ucap laki-laki itu terpotong oleh Grizzy.
"Park Soon Il!" ujar Grizzy menyela.
Laki-laki itu terkejut saat Grizzy mengetahui namanya.
"Siapa kau? Bagaimana kau tahu namaku, bagaimana bisa kau menemukan ku, dasar bedebah!" sarkas Soon il.
Soon Il menyerang Grizzy dengan pisau di tangannya, Grizzy tidak langsung melawannya, melainkan mencoba menghindarinya lebih dulu. Namun, saat pisau itu menyayat lengan bawah Grizzy, wajah Grizzy terlihat kesal.
"Kau sungguh merepotkan!" gerutu Grizzy.
Grizzy mulai melawannya, dia tidak terlihat takut menghadapi pembunuh bayaran yang terlibat dalam pembantaian keluarganya ini. Grizzy mulai membalikan semua serangan yang diberikan kepadanya, dia membuat Soon Il menusuk tangannya sendiri. Tidak sampai disitu, Soon Il masih terus menyerang Grizzy, tenaganya lumayan kuat, namun Grizzy juga tidak berhenti sampai disitu, dia tidak akan membiarkan siapapun melukai wajahnya. Grizzy mulai menendang tangan Soon Il dan berhasil menjatuhkan pisaunya, yang kedua untuk wajah Soon Il, cukup keras hingga membuatnya tersungkur. Grizzy merogoh saku jaketnya, namun siapa sangka kalau Soon Il kembali bangkit dan berhasil meraih pisaunya. Dia berusaha menusuk Grizzy, siapa yang akan menyangka kalau Grizzy menahan pisau itu dengan tangannya. Darah mengucur dari telapak tangan Grizzy.
"Aku, Putri Edard Lesham D'Angelo! Grizelle Edard Viviana D'Angelo!" ujar Grizzy lirih.
Soon Il membulatkan matanya, tersirat jelas kalau dia sangat terkejut. Namun, tatapan Grizzy menunjukan kalau dia marah, Grizzy mengeluarkan tangan kirinya yang ternyata mengambil sebuah suntikan yang berisi obat bius, Grizzy menyuntikan nya ke leher Soon Il. Soon Il tak berhenti memelototi Grizzy bahkan sampai dia terkulai lemas sebelum akhirnya pingsan. Pisau jatuh, darah sudah keluar terlalu banyak dari telapak tangan Grizzy, namun dia masih bersikap seolah dia baik-baik saja.
"Sial, dia benar-benar menyusahkan!" Gerutu Grizzy sambil melihat kearah tangannya sendiri.
"Lee Gina!" panggil seseorang dari arah pintu, Grizzy berbalik.
__ADS_1
Taehyung, dia berlari kearah Grizzy dan mendapati seisi ruangan yang sudah berantakan, dia juga terkejut saat mengetahui Soon Il sudah tak sadarkan diri di lantai. Taehyung kaget saat sadar darah mengalir dari telapak tangan Grizzy, dia meraih tangan Grizzy untuk memastikan lagi.
"Astaga! Tanganmu, ayo pergi ke rumah sakit sekarang!" ujar Taehyung panik.
"Obati saja dengan alat yang ada!" ujar Grizzy terdengar santai.
"Apa? Inii sudah terlalu parah, apa kau sudah gila?" oceh Taehyung namun Grizzy malah tersenyum melihat tingkahnya.
"Apa itu, kau baru saja tersenyum, bagaimana bisa kau tersenyum saat kondisimu seperti ini?" sambung Taehyung belum berhenti mengoceh.
"Lalu, bagaimana seharusnya? Apa aku harus menangis kesakitan dan menyalahkan mu karena kau datang terlambat sampai akhirnya aku seperti ini?" ujar Grizzy.
"Aku bukan tipe gadis yang seperti itu, ini adalah bagian dari pekerjaanku, aku sudah menyerahkan seluruh hidupku untuk ini, aku selalu siap jika kematian itu benar-benar datang kepadaku saat aku menjalankan tugasku, aku sudah siap menghadapi resiko terbesarnya, jadi jangan mencemaskan ku, obati saja dengan obat yang ada!" ujar Grizzy lalu duduk di sofa.
Taehyung yang mendengar semua penuturan itu jadi canggung, dia terlihat ragu-ragu mengambil langkahnya. Tetapi, setelah itu dia berlari ke mobil dan kembali membawa kotak P3K. Taehyung membantu Grizzy mengobati lukanya, dia membasuh lukanya terlebih dahulu menggunakan air, Taehyung heran darahnya terlalu banyak yang keluar namun Grizzy sama sekali tidak menunjukan ekspresi kesakitan, dia tetap santai saja. Taehyung mulai memberikan antiseptic lalu mulai memasang perbannya. Setelah selesai, Taehyung merasa janggal karena ada darah lain, dia kembali meraih tangan Grizzy dan membuka lengan jaketnya. Benar saja, ada luka sayatan disana.
"Apa ada luka lain?" tanya Taehyung.
"Entahlah!" balas Grizzy.
"Hey, apa kau sama sekali tidak merasakan sakit? Katakan kepadaku kalau kau merasakan sakit!" ucap Taehyung lagi-lagi mengoceh.
"Hanya itu saja yang ku tahu!"
balas Grizzy terdengar santai.
"Pasang plester saja lalu bantu aku membawa bedebah ini ke mobil!" sambung Grizzy.
Setelah semua selesai, mereka kembali ke motel. Taehyung menyetir sedangkan Grizzy menyiapkan suntikan. Grizzy kembali menyuntikan obat bius itu ke Soon Il, obat itu bisa bertahan sampai enam jam , jadi mereka akan meninggalkan Soon Il di dalam mobil sampai pagi tiba. Sekarang pukul tiga pagi, Grizzy dan Taehyung kembali ke kamarnya masing-masing dan mulai beristirahat sebentar sebelum kembali memburu satu pembunuh bayaran lainnya.
Keesokan harinya, Grizzy terbangun dari tidurnya. Tiba-tiba saja dia teringat pada file yang dikirimkan Daniel. Dia pun membuka laptopnya lalu mulai mencari file yang di maksud. Ketemu. Dia mulai membaca informasi yang di dapatkan oleh Daniel.
"Yoo Eun Byul?" ucap Grizzy bertanya-tanya.
"Apa kau tidak lapar?" tanyanya.
Mendengar hal itu, Grizzy memutar bola matanya malas namun akhirnya pasrah saat Junghyun memaksanya untuk sarapan diluar. Bukan tanpa alasan, mengingat efek dari obat bius itu yang semakin habis Grizzy pun mengiyakan karena mungkin saja Soon Il sudah sadar.
Taehyung ikut serta bersama mereka, Junghyun masih belum sadar dengan orang yang tengah tertidur di kursi paling belakang. Setelah sampai Grizzy meminta sedikit waktu untuk memakaikan sesuatu ke kaki Soon Il, disaat itulah Junghyun sadar kalau sejak tadi mereka tidak hanya bertiga melainkan ada orang lain di mobil ini. Junghyun terkejut sampai tidak bisa berkata-kata, orang itu seolah sandera dengan tangan kaki yang diikat, mulutnya pun tertutup solatip, tidak hanya itu sekarang grizzy memasangkan benda seperti gelang ke salah satu kaki Soon Il, dia juga menutup matanya sekarang.
Tidak bisa dibayangkan seperti apa perasaan Soon Il saat ini. Setelah selesai Grizzy tersenyum dan mengajaknya masuk ke kedai. Namun, Junghyun sudah merasa tidak nyaman nerada di antara mereka.
"Apa mereka psikopat, tak berperasaan sekali!" gumam Junghyun saat Grizzy dan Taehyung sudah berjalan terlebih dahulu.
Grizzy dan Taehyung menikmati makanan mereka dengan santai. Sedangkan Junghyun merasa ngeri berada di antara mereka. Lalu, mata Junghyun menatap sesuatu yangg asing ditangan Grizzy.
"Ada apa dengan tanganmu? Siapa yang berani melukaimu?" tanya Junghyun tegas.
"Laki-laki yang ku sekap di mobil!" jawab Grizzy santai sambil terus menikmati makanannya.
"Apa? Kau seharusnya membawanya ke kantor polisi, mengapa kau malah membawanya ke dalam mobil?" ujar Junghyun.
"Berhenti membuat kegaduhan, dsn jangan menghalangiku! Jika polisi ikut campur dalam misi ku tanpa aku minta, maka yang melaporkannya akan mati lebih dulu!" jawab Grizzy sambil menatap tajam Junghyun.
Grizzy beranjak dari kursinya.
"Kau mau kemana?" tanya Taehyung.
"Habiskan saja makanan kalian, aku akan memeriksa orang itu!" ujar Grizzy lalu melenggang pergi.
"Dia agresif! Bagaimana kejadiannya sampai dia terluka seperti itu?" tanya Junghyun.
"Entahlah aku datang saat semua selesai!" jawab Taehyung dingin.
"Menyebalkan!" gerutu Junghyun lagi.
__ADS_1
Grizzy kembali ke mobil dan benar saja Soon Il sudah siuman. Namun, tenaganya tidak akan cukup kuat, tubuhnya melemah sesuai dengan efek obat itu. Grizzy membuka solatip yang menutupi mulut Soon Il.
"Halo! Kau bisa mendengar ku?" tanya Grizzy.
"Kau!" ujar Soon Il lirih.
"Ya, ini aku, Grizelle D'Angelo! Kau mengingatku bukan?" tanya Grizzy lagi.
"Bagaimana bisa kau menemukanku?" tanya Soon Il.
"Itu karena kau berada di pihak yanng salah, tempat persembunyian mu terlalu mudah untuk ditemukan! Aku akan menawarkan sesuatu padamu, ikuti semua yang aku katakan dan aku akan membiarkanmu hidup!" ujar Grizzy.
"Hahaha, apa kau bodoh? Aku tidak semudah itu mempercayai orang lain!" tolaknya.
"Aku tidak akan memaksamu, kau tahu? Ada sebuah alat yang melingkar di kakimu, jika disamakan, alat ini sebanding dengan alat yang digunakan untuk orang-orang yan terjerat hukuman mati di keluarga kami, kau mau mencobanya?" tuturan Grizzy seketika membuat Soon Il takut.
Tanpa menunggu Junghyun dan Taehyung masih asyik sarapan, Grizzy pergi membawa mobil itu menuju ke suatu tempat. Sebuah gedung kosong yang cukup jauh dari kedai tempat Grizzy meninggalkan kedua laki-laki itu. Grizzy melepaskan ikatan kaki Soon Il, lalu menyeretnya masuk.
"Aku akan kembali menawarkan ini kepadamu, lakukan apa yang aku mau dan aku akan membiarkanmu hidup?" ujar Grizzy.
"Tidak, aku tidak akan pernah melakukan itu! Tidak akan!" teriak Soon Il.
"Kau benar-benar tidak takut mati ya? Kalau begitu matilah!" ujar Grizzy, dia membuka penutup mata Soon Il, lalu sedikit menjauh.
"Ini akan sakit! Tahanlah sebisa mu, aku akan mendengarkan mu memohon kepadaku!" sambung Grizzy lalu mulai menekan tombolnya.
Soon Il berteriak kesakitan, dia meminta Grizzy berhenti namun Grizzy hanya menatapnya, Soon Il terus berteriak meminta tolong dan memohon kepada Grizzy untuk menghentikannya, namun Grizzy seolah menikmati pertunjukan itu. Grizzy terus menatapnya sambil tersenyum, sampai Soon Il benar-benar mengatakan sesuatu yang ingin Grizzy dengar.
"Aku akan melakukan apapun untukmu! Aku akan berada di pihakmu sampai akhir! Aku berjanji!" teriak Soon Il.
"Janji?" tanya Grizzy.
"Iya, iya aku berjanji!" balas Soon Il, Grizzy menghentikannya.
Mereka kembali ke tempat awal, Junghyun dan Taehyung pasti tengah kebingungan disana. Kali ini Grizzy membiarkan kaki, mata dan mulut Soon Il terbuka. Meskipun Soon Il berniat kabur, itu tidak akan mudah baginya, karena alat itu akan terus melekat di kakinya sampai Grizzy sendiri membukanya. Grizzy sampai, Junghyun dan Taehyung langsung menghampiri mobil lalu masuk. Keduanya terkejut saat mengetahui Soon Il sudah siuman dan duduk dikursi belakang dengan tenang.
"Tidak apa, santai saja!" ujar Grizzy.
Junghyun dan Taehyung akan mengira kalau Grizzy akan membawa mereka kembali ke motel, namun mereka salah. Grizzy membawa mereka ke tempat lain, tempat ini lebih mirip dengan rumah susun.
"Kau yakin ini rumahnya?" tanya Grizzy.
"Aku yakin!" jawab Soon Il.
Grizzy mengambil sebuah ponsel dari dashboard mobilnya, lalu mengarahkannya ke wajah Soon Il. Itu milik Soon Il yang Grizzy ambil dirumahnya, Grizzy menggunakan itu untuk menghubungi Gong Yoo. Satu balasan masuk.
"Aku di Seoul!"
"Bedebah itu!" gerutu Grizzy.
Grizzy kembali menggunakan kecepatan penuh menuju motelnya.
"Kemana kita?" tanya Taehyung.
"Pulang! Gong Yoo ke Seoul!" ujar Grizzy.
"Bisakah kau turunkan kecepatanmu?" tanya Junghyun panik.
Grizzy tak menghiraukan ucapan Junghyun, padahal Junghyun sudah mengatakannya berulang kali. Sesampainya di motel mereka semua turun kecuali Soon Il yang akan menunggu di mobil. Grizzy menelfon ayahnya saat sampai di lift. Dia langsung berbicara begitu telfon diangkat.
"Ayah pesankan private jet untuk ke Seoul sekarang! Kita akan pulang!" ujarnya lalu menutup telfonnya.
Begitu sampai, mereka langsung berkemas dan kembali bertemu di lift, Grizzy nampak buru-buru seakan-akan mangsanya akan hilang. Namun, sebelum dia memasuki mobilnya, dia kembali menerima telfon kali ini datang dari Italia.
"Ciao! Grizelle! Danny! Danny è critico a causa di Lucas!!"..
__ADS_1