Bellissimo Piccolo Mostro

Bellissimo Piccolo Mostro
Caccia Alle Informazioni


__ADS_3

Dongil, Kangsoo dan Minseok sudah sampai di sebuah restoran yang mana menjadi tempat bertemu mereka dengan Sungkyuu setelah tempat awalnya di ganti. Mereka tidak keberatan jika hal ini bisa membawa mereka bertemu dengan orang tua licik itu. Namun, karena status Minseok masih sebagai buron, hal itu sedikit menyulitkan Kangsoo dan Dongil yang harus membantu penyamarannya.


Setelah beberapa saat, mereka berhasil sampai di ruang vip tempat Sungkyuu menunggu. Kangsoo mendampingi Minseok masuk, sedangkan Dongil memantau dari kamera yang terpasang di arloji Kangsoo, kamera itu juga terhubung ke Kenzio hingga Kenzio, Daniel dan Gabriel bisa melihatnya juga di mansion.


Sandiwara dimulai, kali ini lepas dari pengawasan Grizzy bukan berarti hidup mereka aman. Ada banyak ancaman jika kali ini gagal dan penyamaran mereka terbongkar. Penolakan dari Sungkyuu bukan masalah besar, namun jika sampai Sungkyuu tahu Grizzy ada di balik semua ini, Grizzy pasti tidak akan melepaskan mereka begitu saja.


" Tuan Kang rupanya.. Anda benar-benar masih hidup ya? ", tanya Sungkyuu begitu Minseok memasuki ruangan, namun pertanyaan itu lebih terdengar seperti cibiran halus.


" Saya tidak punya waktu untuk berbasa-basi lagi! ", balas Minseok dingin.


" Kalau begitu anda bisa mengatakannya sekarang, ada perlu apa anda ingin menemuiku? Bukankah kontrak kita sudah selesai? ", tanya Sungkyuu.


" Aku berniat mengambil alih mansion itu, aku akan membelinya dari mu dengan harga tinggi! ", ucap Minseok yakin.


" Kau mau membeli mansion itu? Tiba-tiba, apa sesuatu menekan mu? ", tanya Sungkyuu lagi.


" Orang ini benar-benar bukan orang sembarangan! Sangat pandai mendebat! ", gumam batin Kangsoo yang baru pertama kali tatap muka dengan Sungkyuu.


" Aku akan membelinya dengan cara baik-baik, berapapun yang kau mau aku akan bayar, setidaknya setelah ini mansion akan aman ada di tangan ku! ", ujar Minseok.


" Aku akan dengan senang hati menjualnya kepadamu.." Ucap Sungkyuu sambil menunjukkan senyuman misteriusnya


" Apa? Tidak benar! Tidak mungkin semudah itu kan? ", tanya Kangsoo pada dirinya sendiri.


" Kau pikir aku akan mengatakan hal itu? Hahaha.. ", sambung Sungkyuu setelahnya.


" Sudah ku duga, laki-laki tua bau tanah itu bisa becanda juga ternyata? ", Kangsoo yang masih bergumam dengan batinnya sendiri.


" Katakan saja, apa kau akan menjualnya kepadaku? ", tanya Minseok.


" Tidak! ", jawab Sungkyuu tegas.


" Kau yakin? Aku tidak akan terburu-buru dan akan memberikanmu waktu untuk memikirkannya! Jangan sampai mansion itu malah jatuh ke tangan pemiliknya! Kita semua akan amat jika hal itu terjadi! ",ucap Minseok yang penuh keyakinan.


" Apa maksudmu? ", tanya Sungkyuu.


Sekilas Minseok memberi isyarat kepada Kangsoo untuk menjelaskan kepada Sungkyuu.Kangsoo pun sedikit maju dan mulai menjelaskan.


" Aku akan menjelaskannya Tuan ", ujar Kangsoo.


Sungkyuu mengangguk mempersilahkan.


" Belakangan ini, hampir semua orang yang terlibat dengan pembantaian mansion itu mati satu persatu dengan cara mengenaskan, bahkan beberapa di antaranya tak di temukan mayatnya.


Pembunuh mereka yang tak lain adalah Mafia D'Angelo yang saat ini. Mafia itu berusaha mencari siapa pemilik mansion itu saat ini, dia mendatangi setiap orang yang terlibat dan berusaha menguras informasi untuk mencapai ke titik puncaknya. Setelah mendapatkan informasi yang dia mau, dia akan membunuh orang itu bahkan dia tidak segan untuk menghabisi keluarganya.


Hal ini sudah cukup bukti dengan terbunuhnya para pembunuh bayaran yang misterius. Terbunuhnya suami dan hilangnya detektif eunbyul, jatuhnya mobil Heeyoung ke jurang dan yang terakhir adalah terbunuhnya Tuan Hong dan putrinya.


Saya telah menyelidiki hal ini namun belum bisa membuka topeng dari Mafia D'Angelo yang sebenarnya, situasinya mendesak dan mungkin saja Anda adalah target berikutnya! ", jelas Kangsoo panjang lebar.


" Bagaimana anda bisa begitu yakin kalau masalah ini adalah ulah Mafia D'Angelo? ", tanya Sungkkyuu mencoba menguji Kangsoo.


" Masalah ini sangat jelas, tentang pengeboman, penembakan dan pembunuhan ini jelas melibatkan senjata api, penyelundupan senjata api ini tidak bisa di lakukan oleh orang biasa, fdan hanya bisa di lakukan oleh orang yang berkuasa di dalam lingkup wilayah dan organisasi yang memadai, sejauh ini hanya ada Mafia D'Angelo yang mempunai kekuasaan seperti itu! ", ujar Kangsoo.


" Orang ini benar-benar menguji ku! ", gumam batin Kangsoo yang sudah mulai kesal.


" Mafia D'Angelo sudah mati! Jelas-jelas kita semua membunuhnya saat itu! ", ucap Sungkyuu tidak setuju.


" Bagus! Anda mngakuinya sendiri! ", gumam batin Kangsoo lagi.


" Mafia nya memang sudah mati! Namun, keluarga D'Angelo bukan hanya mereka yang kita bunuh! Ada pihak lain di dalamnya yang mana mereka adalah pewaris keluarga D'Angelo setelah D'Angelo meninggal, dan mereka tidak akan diam saja, mereka pasti sudah menyiapkan sesuatu sejak lama untuk membalas dendam! " sarkas Minseok berusaha memprovokasi keyakinan Sungkyuu.


" Saat ini keturunan D'Angelo tidak lagi berkuasa, kekuasaannya di ambil alih oleh orang yang lebih kuat, bahkan anak-anak D'Angelo sudah seperti tulang bawang yang tidak terlihat dalam keluarga Mafia! Dengar-dengar mereka di asingkan ke negara lain! ", tambah Kangsoo.


Hening sejenak, Sungkyuu tidak menjawab lagi, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu, sesuatu yang sangat sulit di tebak oleh Kangsoo. Minseok memecahkan keheningan.


" Aku akan memberikanmu waktu untuk memikirkan hal ini, ku harap itu tidak akan lama, aku permisi dulu! ", Ujar Minseok beranjak.


" Mansion itu tidak ada di tanganku! ", ujar Sungkyuu menghentikan Minseok dan Kangsoo.

__ADS_1


" Apa kau bilang??? ", tanya Minseok.


" Mansion itu tidak ada di tanganku! Itu ada di tangan Hwang! ", ujar Sungkyuu.


" Kau gila? Kita sedang dalam bahaya saat ini kenapa kau malah memberikannya ke orang liik itu??!! ", tanya Minseok terdengar marah.


Tidak ada jawaban dari Sungkyuu, dia masih menatap kosong ke arah depan.


" Ku harap kau baik-baik saja setelah ini! Aku juga tidak akan mengejar mansion itu sampai ke pintu Hwang! Setidaknya mati atau penjara seumur hidup tidak ada bedanya! ", pungkas Minseok sebelum akhirnya melenggang pergi.


Disisi lain, Dongil yang mendengar semua percakapan mereka dari dalam mobil pun ikut merasa kesal. Tak di sangka Sungkyuu hanya menguras informasi lalu dengan mudahnya mengatakan kalau mansion itu tidak ada di tangannya.


Minseok dan Kangsoo tiba di van, Dongil kembali memasang borgol ke tangan Minseok. Lalu segera meninggalkan area prkir restoran.


Di waktu yang sama, Grizzy diam-diam mengajak Na Yeon bertemu di restoran vip yang berbeda dengan Sungkyuu. Kali inibenar-benar yang berbintang sehingga mungkin pertemuan mereka akan aman dan tidak di ketahui pihak manapun. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Na Yeon tiba. Grizzy menyambutnya dengan senyuman.


" Sudah lama? ", tanya Yeon.


" Belum, aku baru tiba beberapa menit yang lalu! ", jawb Grizzy.


" Tetapi, kenapa kita bertemu di tempat yang seperti ini? Ini mungkin terlalu mahal! ", ucap Yeon heran.


" Ini bukan masalah besar, setidaknya sesuatu yang akan kita bahas mungkin akan lebih mahal bahkan lebih mahal dari harga nyawa orang! ", balas Grizzy


Pernyataan itu terlalu ambigu untuk seorang Na Yeon hingga Na Yeon tidak langsung mengerti dengan apa yang Grizzy maksud.


" Maksudmu? ", tanya Yeon.


" Kau sudah dengar tentang Jieun dan ayahnya? ", tanya Grizzy.


" Em benar, aku sudah mendengarnya, mereka meninggal dengan cara yang mengenaskan! ", jawab Yeon.


Benar, namun bukan hanya itu yang ingin Grizzy dengar dari Yeon.


" Kecelakaan dan kematian mereka yang terjadi di hari yang sama tentu bukan hanya kebetulan! Itu adalah pembunuhan yang sudah di rencanakan, menurutmu siapa yang membunuh mereka? ", tanya Grizzy dengan nada santainya.


" Seorang Mafia! ", jawab Yeon.


" Benar! kau mungkin suda membahas ini dengan ayahmu, Tuan muda Hwang! ", sahut Grizzy.


Yeon tersentak dengan panggilan hingga membelalakkan matanya tak percaya, terlebih Yeon tidak tahu siapa yang ada di depannya saat ini.


" Ba-bagaimana kau..


" Tidak perlu khawatir, hanya aku yang tahu! " ucap Grizzy memotong.


Yeon masih menatap tak percaya ke arah Grizzy. Sejauh ini identitas aslinya tidak pernah di ketahui siapapun, namun Grizzy bisa mengetahui ini memunkinkan Grizzy bukan orang biasa, namun Yeon tidak tahu Grizzy adalah kawan atau lawannya saat ini.


" Tidak perlu takut! Aku temanmu bukan? ", tanya Grizzy.


" Tapi bagaimana bisa kau tahu hal itu? ", tanya Yeon.


" Apa itu penting? Aku hanya ingin membantumu terlepas dari kekangan ayahmu, apa kau tidak mau? ", tawar Grizzy.


Yeon terdiam, dia benar-benar tidak percaya dengan situasi saat ini. Grizzy seolah mengetahui semua tentangnya, bahkan sampai tahu apa yang tengah di alaminya.


Sebelum memutuskan untuk bertemu, Grizzy benar-benar menguras informasi tentang Yeon. Yang mana Yeon yang sebagai putra kedua malah di pilih sebagai pewaris Hwang, padahal ada Ryeong sebagai putra pertama Hwang, namun Hwang sendiri malah menjadikan Ryong sebagai kasimnya sampai ke generasi berikutnya. Meski Ryeong terlihat menerima keputusan itu, namun tidak bisa di pungkiri kalau hatinya beronntak da cemburu.


Sedangkan Yeon sendiri benar-benar tidak mengharapkan kekuasaan itu, dia bahkan ingin mengalah dan memberikan kekuasaan itu pada kakak nya. Keegoisan Hwang yang membuat anak-anak nya tetap patuh benar-benar sangat berpengaruh.


" Apakah aku bisa mempercayai mu sekarang? ", tanya Yeon.


" Kau boleh tidak percaya padaku, namun aku mengajakmu bertemu ditempat tertutup ini hanya ingin membantumu! Aku ingin menyelamatkanmu agar tidak bernasib sama dengan Jieun! ", ujar Grizzy.


Yeon tiba-tiba menodongkan pistol ke arah Grizzy, Grizzy membawa benda yang sama namun dia sudah berjani tidak akan langsung bertindak pada Yeon. Grizzy mengangkat kedua tangannya, membuktikan kalau dia tidak punya senjata.


" Aku disini benar-benar ingin membantumu, aku bisa menyelamatkanmu dari buruan Mafia itu dan juga kakakmu! ", ujar Grizzy.


Yeon mulai menurunkan senjatanya begitu mendengar kata 'kakak'.

__ADS_1


" Apa maksudmu? " Tanya Yeon.


" Kakakmu masih mengejar kekuasaan Hwang, jika ayahmu tidak bisa memberikannya kepada kakakmu meski kau sudah bilang kau tidak membutuhkan itu, dia akan tetap kesulitan mendapatkannya, jadi jalan keluarnya adalah ada dua cara, membunuhmu atau ayahmu! ", ucap Grizzy menjelaskan.


" Itu tidak mungkin! Ryeong tidak akan melakukan hal itu! ", bantah Yeon.


" Itu tidak mungkin bagimu, namun itu mungkin bagi Ryeong yang haus akan kekuasaan, bahkan membunuh kau dan ayahmu bukan lah masalah besar baginya asal dia bisa mendapatkan kekuasaan itu! ", jelas Grizzy.


" Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk menghentikan Ryeong? ", tanya Yeon lagi.


" Apa dia begitu bodoh? Mengapa topik ini tidak kunjung sampai? Apa aku terlalu berbelit? ", tanya batin Grizzy kesal.


" Ka...


Drrtt.. Drrtt..


Belum sempat berbicara, telepon berdering, tertera Junghyun di sana, mau tidak mau dia harus menjawabnya dulu sebelum melanjutkan perbincangannya dengan Yeon.


Namun, sebuah kejutan menusuk telinganya begitu Grizzy menjawab telepon.


" APA??? "


Grizzy buru-buru beranjak begitu mendengar apa yang Junghyun di katakan, bahkan dia sampai melupakan topik yang tengah ia bahas dengan Na Yeon.


" Aku harus pergi, ada sesuatu yang sangat penting, kau bisa mencariku jika perlu bantuan ku! ", ujar Grizzy lalu melenggang pergi meninggalkan Yeon.


Grizzy buru-buru mengendarai mobilnya pulang ke rumah, yang mana di sana sudah ada Goeun juga. Entah itu tipuan, jebakan atau benar-benar terjadi Grizzy hanya perlu pulang untuk memastikan sendiri kebenarannya.


Sesampainya di Mansion Lee, Grizzy tidak melihat mobil Sungkyuu, itu artinya Sungkyuu belum pulang. Grizzy juga menelepon Taehyung untuk melacak keberadaan Sungkyuu saat ini, Grizzy juga meminta Taehyung meneleponnya saat Sungkyuu tengah dalam perjalanan pulang. Setelah itu, barulah Grizzy masuk ke dalam Mansion.


Saat sampai di lantai dua, terlihat Goeun tengah terduduk sambil memeluk lututnya, dan juga ada Junghyun yang terlihat ketakutan disana. Namun, yang lebih mengejutkannya adalah, Bibi Oh yang tengah terkapar di lantai dengan darah di kepalanya.


" Gina kau datang..? ", ucap Junghyun terbata begitu Grizzy sampai.


" Ada apa dengan bibi oh? ", tanya Grizzy.


" Ceritanya panjang, kita harus mengurus bibi oh dulu! ", ujar Junghyun.


Grizzy berjongkok dan mencoba memeriksa nadinya, namun ternyata Bibi Oh sudah tidak bernyawa lagi. Tatapan Grizzy biasa saja tidak seperti orang yang terkejut melihat kematian orang secara tragis di depannya.


" Dia baik-baik saja bukan? ", tanya Junghyun khawatir.


" Kau baik-baik saja, dia sudah mati! ", jawab Grizzy santai.


" Bagaimana bisa kau mengatakan aku baik-baik saja jika dia sudah mati?!!! ", tanya Junghyun yang mulai panik.


Grizzy tak menghiraukannya dan memilih menelepon anak buahnya untuk mengurus mayat bibi Oh.


" Datang ke mansion Lee! Aku ada tugas untukmu! ", ucap Grizzy di telepon lalu menutup teleponnya.


Grizzy melihat ke arah Junghyun yang masih panik, dia pasti sangat ketakutan karena dia membunuh Asisten rumah tangganya secara tidak sengaja, namun bagaimanapun juga pasti ada hal lain yang membuat Junghyun mengambil tindakan beresiko ini.


" Tenanglah, aku akan merahasiakan ini, kau tidak perlu khawatir, aku sudah menyuruh orang untuk mengurus mayat bibi oh, aku akan menguburkannya dengan layak! ", ujar Grizzy yang juga mencoba menenangkan Junghyun.


Junghyun mengangguk mengerti, lalu dia menyerahkan sebuah dokumen ke Grizzy.


" Ini dokumen kepemilikan Mansion mu, aku sudah membantumu sampai ke hal jahat seperti ini, aku harap kau juga akan melindungi ku dan ayahku setelah ini! ", ucap Junghyun lirih.


Sekilas Grizzy melihat ke arah Goeun yang juga masih ketakutan.


" Tolong beri jaminan juga untuk Goeun, dia membantuku! ", pinta Junghyun.


" Tentu, namun aku perlu bantuanmu sekali lagi! ", ucap Grizzy.


" Apa itu? ", tanya Junghyun.


" Tolong ulur waktu ayah, buat Ayah lama kembali agar aku bisa membersihkan ini! ", pinta Grizzy.


Junghyun ikut melirik ke arah Goeun.

__ADS_1


" Biarkan Goeun disini bersamaku, pergilah, jangan buat ayah kembali dengan cepat, jangan pulang sebelum aku selesai membersihkan ini! ", pungkas Grizzy.


Junghyun mengangguk lalu melenggang pergi. Saat Junghyun keluar, dia berpapasan dengan beberapa orang bertubuh kekar sampai di halaman rumahnya. Mereka adalah anak buah yang Grizzy telepon tadi, tak di sangka mereka sangat cepat. Tanpa berlama-lama lagi, Junghyun pun pergi mencegat ayahnya yang memang sudah memasuki jam pulang.


__ADS_2