
Grizzy mengajak Alexa keluar karena mulai tidak nyaman dengan situasi canggung itu. Namun, mereka tidak langsung pulang, melainkan mampir ke sebuah restoran untuk singgah sejenak sambil menikmati makan siang.
Bahkan, Grizzy belum sempat melihat novel yang ia cari namun ia sudah pergi lebih dulu.
Grizzy duduk di kursi paling ujung, awalnya Alexa hanya berdiri, namun begitu Grizzy mempersilahkannya duduk, dengan ragu Alexa melakukan apa yang Grizzy perintahkan.
Selama ini, setiap kali Tuannya menikmati makan, para pelayan akan berdiri sampai Grizzy selesai makan.
Setelah itu, mereka bisa langsung kembali bekerja, menyelesaikan pekerjaan sebelum akhirnya makan bersama dengan pelayan lainnya.
Hingga duduk di meja yang sama dengan seorang Nona besar bukan lah hal yang biasa dilakukan oleh pelayan.
Grizzy memesan beberapa makanan untuknya, dia juga memesankan makanan yang sama untuk Alexa. Dia tidak ingin, perbedaan derajat selalu membatasi adaptasinya.
"Sei nervoso?"
(Kau gugup?) Tanya Grizzy.
"Sì, questa è la prima volta, oggi non lo dimenticherò mai, Alexa è molto grata a Miss.."
(Iya, ini adalah kali pertamanya, hari ini tidak akan saya lupakan, Alexa sangat berterimakasih pada Nona..) balas Alexa.
"Non esitare.. ti chiederò spesso di uscire.."
(Jangan sungkan.. Aku akan sering-sering mengajakmu keluar..) ujar Grizzy.
"Grazie signorina"
(Terimakasih, nona..)
"Abbiamo bisogno di comprare vestiti?"
(Apa kita perlu beli baju?) tanya Grizzy.
"Huh?"
(Ya??)
(Ku pikir aku memerlukan beberapa baju.. Kita akan pergi lagi setelah ini, pastikan kau tidak kehabisan tenaga, jadi makanlah yang banyak!) ujar Grizzy.
"Bene!"
(Baik!)
Makanan yang di pesan Grizzy datang, Alexa terlihat takjub melihat makanan-makanan asing yang ada di depan matanya. Selama ini dia hanya makan makanan Italia, itu pun yang ia makan tidak semewah yang dimakan oleh majikannya.
Sekarang, dia makan makanan yang sama dengan Grizzy, jelas membuatnya begitu terhormat, bahkan sampai terharu.
"Buon appetito!"
(Selamat makan!) ujar Grizzy.
"Buon appetito!"
(Selamat makan!) balas Alexa.
Mereka berdua menikmati makanannya, Alexa nampak kelaparan hingga menghabiskan semua makanannya. Hal itu membuat Grizzy merasa lega karena awalnya dia ragu, dia khawatir jika makanan Inggris tidak cocok untuk Alexa.
Namun, setelah melihatnya menghabiskan makanannya, Grizzy pikir Alexa cukup menyukainya.
Saat sedang melihat sekitar, netra Grizzy tidak sengaja melihat sosok Ciel yang menggunakan Sweater hitam yang di balut dengan jaket kulit berwarna hitam tengah berjalan menuju ke lantai dua.
Awalnya dia ragu, namun dia kembali meyakinkan dirinya dengan apa yang di lihatnya.
Grizzy beranjak.
"Signorina.. Cosa c'è che non va?"
(Nona.. Ada apa?) Tanya Alexa.
"Vado in bagno, non andare da nessuna parte finché non torno, capito?"
(Aku akan pergi ke toilet, jangan kemana-mana sampai aku kembali, mengerti?)
"Si, capisco!"
(Ya, aku mengerti!) balas Alexa.
Grizzy pun pergi, bukan ke toilet melainkan ke lantai dua untuk memastikan.
Karena seharusnya, Ciel masih berada di kampus hari ini, jika tidak seharusnya Leon juga ada di sekitarnya karena mereka selalu berdua.
Grizzy melihat Ciel duduk di meja yang sama dengan laki-laki dengan setelan jas mewah di sana.
Meski sudah menahan diri untuk tidak curiga, namun rasa penasaran Grizzy membawanya mendekat hingga duduk di meja yang tak jauh dari Ciel dengan posisi duduk yang saling membelakangi.
Perbincangan dimulai, Grizzy hanya perlu mendengarkan mereka baik-baik tanpa ketahuan. Jika hal itu terjadi, akan sulit mencari alasan untuk menyangkalnya.
"Kau terlambat dua menit!"
"Jangan mencoba menceramahi ku!" suara Ciel terdengar begitu dingin.
"Kau masih sama tajamnya! Menakutkan! Begini, aku mencari barang bagus untuk Raymond.. Dia menginginkan sesuatu yang mungil.."
"Kau memanggil ku untuk hal ini? Apa kau pikir aku mempunyai nya? Cari orang lain saja dan jangan pernah menghubungiku untuk hal-hal seperti ini!" balas Ciel masih begitu dingin.
"Dia akan membayar mahal, aku pun akan menambahkannya! Bagaimana?"
"Kau selalu pandai bernegosiasi, namun aku benar-benar tidak memilikinya!" jawab Ciel.
Grizzy sendiri masih belum mengerti apa yang mereka bahas. Perbincangan mereka terlalu ambigu dan tidak dapat di cerna dengan mudah oleh Grizzy.
"Kau tidak memilikinya, namun kau bisa mencarinya kan?"
"Jangan konyol!" balas Ciel.
"Dua kali lipat!"
"Sialan!" balas Ciel lalu beranjak dan pergi melewati Grizzy tanpa sadar.
"Hubungi aku jika sudah dapat!" teriak laki-laki berjas itu.
Se-perginya Ciel, Grizzy juga ikut beranjak dan pergi, namun begitu menuruni tangga seseorang menyapa Grizzy tepat saat Grizzy berdiri di belakang Ciel.
"Grizzy???"
__ADS_1
"Leon?" gumam Grizzy dengan raut wajah terkejutnya.
Ciel berbalik dan ikut terkejut saat mendapati Grizzy ada di belakangnya.
"Grizzy? Sejak kapan kau disana?" tanya Ciel.
"Uh? Aku baru saja---
"Signorina?"
(Nona?) panggil Alexa memotong Grizzy.
"Alexa?"
Segera Grizzy turun dan menghampiri Alexa.
"Non dire niente!"
(Jangan berbicara apapun!) ujar Grizzy berbisik.
Alexa mengangguk mengerti, sementara Grizzy dalam kecanggungan yang tak terelakkan.
"Grizzy? Apa ada masalah?" tanya Ciel.
"Tidak ada.." jawab Grizzy cepat.
"Kau tidak masuk hari ini? Aku tidak melihatmu di kampus.." ujar Leon.
"Ya, aku memang tidak masuk, aku ada urusan pribadi pagi tadi.." jawab Grizzy.
Situasinya benar-benar canggung, mereka bahkan berbincang sambil berdiri. Hingga tak lama setelah itu, ponsel Grizzy berdering, Kangsoo meneleponnya di saat-saat seperti ini, cukup menguntungkan bagi Grizzy.
"Sebentar.." ujar Grizzy lalu keluar untuk menjawab telepon.
Alexa sendiri mengikuti Grizzy karena tidak nyaman berada bersama dua laki-laki yang tidak dikenalnya.
"Sì, Kangsoo"
(Ya, Kangsoo)
"Signorina, è venuto il signor Zeano Frans che stava aspettando davanti al cancello principale"
(Nona, Tuan Zeano Frans datang dia menunggu di depan gerbang utama)
"Per quanto?"
(Sudah berapa lama?)
"Una decina di minuti fa..."
(Sekitar sepuluh menit yang lalu..)
"Di' a Kenzio di salire sull'auto che ho messo a disposizione, poi fai entrare Zeano. Quando Zeano entra in casa, lascia andare Kenzio.. Digli che lo aspetterò al cancello principale!"
(Suruh Kenzio masuk ke mobil yang aku sediakan, lalu izinkan Zeano masuk.. Saat Zeano memasuki rumah, biarkan Kenzio pergi.. Katakan padanya aku akan menunggunya di gerbang utama!)
"Bene!"
(Baik!)
Grizzy kembali masuk dan pamit pulang kepada kedua temannya itu, agar bisa meminimalisir kecurigaan, Grizzy pun memberanikan diri mengundang mereka berdua ke rumahnya.
"Maaf Ciel, Leon.. Sepertinya ada masalah lain yang datang, aku akan segera pulang, jika kalian luang mampirlah ke rumahku kapan-kapan.." ujar Grizzy.
"Ya, ku pastikan kami akan mampir, kalau begitu hati-hati dijalan.." balas Leon.
"Ya"
Grizzy segera keluar dan memasuki mobilnya sebelum akhirnya pergi meninggalkan area parkir restoran.
Setelah menjauh dari restoran itu, barulah dia bernafas lega karena akhirnya keluar dari zona canggung.
Sementara Alexa yang duduk disampingnya sama sekali tidak mengerti situasi tadi, dia hanya dia menuruti perintah dari Grizzy.
"Alexa, ascoltami... ti lascerò al cancello principale, una volta che Kenzio sarà con lui. Lo lascerò a te per le tue cure.. Ricorda! Abbi cura di lui per me.."
(Alexa, dengarkan aku... Aku akan menurunkan mu di gerbang utama, setelah Kenzio datang ikutlah bersamanya. Aku akan menyerahkan dia kepadamu untuk kau jaga.. Ingat! Jaga dia baik-baik untukku..) ujar Grizzy.
"Va bene, ma tu?"
(Baik, namun bagaimana denganmu?)
"Tranquilli, vado a casa.. quando la situazione migliorerà chiamerò Kenzio.."
(Tenang saja, aku aku akan pulang.. Aku akan menghubungi Kenzio saat situasi mulai membaik..)
"Bene!"
(Baik)
Disatu sisi, setelah se-perginya Grizzy, Leon merasakan sesuatu yang aneh, yang ternyata dirasakan juga oleh Ciel. Hanya saja, mereka masih bersikap santai setelah Grizzy pergi sekalipun.
"Ciel.. Apa kau pikir Grizzy tidak mencurigakan?" tanya Leon.
"Kau berpikir demikian? Sepertinya kita memikirkan hal yang sama.." balas Ciel.
"Jika itu menyangkut diriku, aku pasti tidak akan melepaskan mu!" gumam batin Ciel.
Sementara itu, disisi lain Kangsoo tengah buru-buru membantu Kenzio membawa semua alat-alat yang dibutuhkannya ke dalam mobil. Setelah semuanya selesai, Kenzio akan menunggu di mobil lalu, Zeano akan masuk ke wilayah King Emeralda.
Tepat, setelah Zeano memarkirkan mobilnya, dia masuk lalu Kenzio mulai pergi dari sana.
Dengan begitu, meskipun Zeano mencarinya ke seluruh ruangan dia tidak akan menemukan Kenzio.
Akal-akal an ini sangat mudah ditebak, namun berhubung IQ yang dimiliki Zeano sangat rendah, akan sangat memudahkan untuk Grizzy membodohi nya.
Grizzy sampai setelah mobil yang dibawa Kenzio keluar dari gerbang utama, dengan segera Alexa berpindah ke mobil Kenzio lalu pergi ke sebuah tempat yang sudah Grizzy beritahu kepada Alexa.
Mobil Kenzio melaju lebih dulu sebelum akhirnya Grizzy menuju ke kediaman menyusul Zeano.
"Hufffttt.. Apa aku melakukan kesalahan besar saat mencegah pertemuan mereka? Tidak nyaman sekali!!" gerutu Grizzy sambil melajukan mobilnya.
Tak lama setelah itu, Grizzy pun sampai. Begitu Grizzy turun dari mobil, semua bodyguard yang ada membungkuk memberi hormat padanya.
Tanpa berlama-lama lagi, kakinya melangkah masuk ke dalam mansion megahnya.
__ADS_1
Grizzy tidak berniat menyapa Zeano, dia memilih untuk pergi ke ruang kerjanya dan melihat apa yang sudah di dapatkan oleh Kenzio.
Kenzio sudah berhasil menemukan beberapa tempat perdagangan budak, senjata ilegal dan juga lapak obat-obatan terlarang.
Saat tengah melihat datanya, pintu ruangannya di ketuk, Grizzy memberi instruksi masuk kepada siapapun yang ada diluar.
Kangsoo datang bersama Zeano, segera Zeano menyapa dan duduk di sofa yang tersedia.
"Gevda.. Che altro mi nascondi?"
(Gevda.. Apalagi yang kau sembunyikan dariku?) tanya Zeano.
"Cosa ne pensi Giovane Maestro Frans, se vieni ad aiutarmi, faresti meglio ad accompagnarmi in posti dove potresti essere stato prima..!"
(Apa yang kau pikirkan Tuan Muda Frans, jika kau datang untuk membantuku, lebih baik kau temani aku ke tempat-tempat yang mungkin kau pernah kunjungi sebelumnya!) balas Grizzy sambil memberikan daftar tempatnya kepada Zeano.
"Oh? Non so se ti piacciono gli schiavi, quando hai iniziato a collezionarli?"
(Wow? Aku tidak tahu kalau kau suka budak, sejak kapan kau mulai mengoleksinya?) tanya Zeano.
"Non essere stupida! Preferisco l'alcol alle persone umili. Vuoi divertirti? Ne ho bisogno per aumentare il mio entusiasmo per l'apprendimento.."
(Jangan bodoh! Aku lebih menyukai alkohol dibandingkan dengan orang rendahan seperti mereka.. Mau bersenang-senang? Aku membutuhkan beberapa untuk meningkatkan semangat belajarku..) jawab Grizzy dengan senyum yang tidak bisa di deskripsikan.
"Desideroso di imparare? Cosa stai studiando?"
(Semangat belajar? Apa yang sedang kau pelajari?) tanya Zeano lagi.
"Visto che per caso sei venuto da me da solo, voglio una nuova arma.. Me la puoi dare?"
(Karena secara kebetulan kau datang sendiri kepadaku, aku menginginkan senjata baru.. Bisakah kau memberikannya kepadaku?) tanya Grizzy.
"Che cosa?"
(Apa?)
"Colt M1911A1"
(Colt M1911A1)
"Te ne ho regalato uno speciale e anche con il tuo **** inciso.. Ancora non ti basta?"
(Bukankah aku sudah memberikan mu yang khusus dan juga dengan ukiran namamu.. Masih kurang?) tanya Zeano.
"Quello che mi hai dato con quella targa d'oro non era una Colt M1911A1 ma una Smith & Wesson M&P.."
(Yang kau berikan dengan lapisan emas itu bukan Colt M1911A1 melainkan Smith & Wesson M&P..) jawab Grizzy.
"Ma perché chiedi anche armi da fuoco militari, chiedi solo un'altra arma.."
(Tapi, kenapa kau malah meminta senjata api militer, minta saja senjata yang lain..)
"Se ti dispiace non insisto! Kangsoo, per favore portalo fuori.."
(Jika kau keberatan aku tidak akan memaksa! Kangsoo, tolong antarkan dia keluar..) ujar Grizzy.
"Aspetta, aspetta, aspetta un minuto!! Va bene, ci provo, ma dammi un po' di tempo per parlare con Kenzio!"
(Tunggu, Tunggu, Tunggu dulu!! Baiklah, aku akan memberikannya, namun beri aku sedikit waktu untuk berbicara dengan Kenzio!) ucap Zeano.
"Tocca a Kenzio, non mi preoccuperei se Kenzio vuole vederti.. Comunque, se posso suggerire, è meglio non spingerlo troppo forte, lo disgusterai solo se continui a spingerlo. mettilo il più a suo agio possibile.. Capito?"
(Itu tergantung pada Kenzio, aku pun tidak akan repot-repot melakukan ini jika Kenzio mau menemuimu.. Namun, jika boleh aku sarankan, lebih baik jangan terlalu memaksanya, kau hanya akan membuat dia jijik padamu jika kau terus mendesaknya.. Bersikaplah normal dan buat dia senyaman mungkin.. Mengerti?)
"Sì, sì ho capito!"
(Iya, iya aku mengerti!) balas Zeano.
"Allora, perché sei ancora qui?"
(Lalu, kenapa masih disini?)
"Aspettando Kenzio"
(Menunggu Kenzio..)
"Lo farò dopo che avrai preso il tuo tempo per me!"
(Aku akan melakukan itu setelah kau meluangkan waktumu untukku!) tekan Grizzy.
"Gevda? Cosa vuoi fare? Vuoi costringermi a farlo con te?"
(Gevda? Apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin memaksaku melakukan itu denganmu?) tanya Zeano yang sudah berpikiran negatif.
"A cosa stai pensando, dannazione? Voglio che tu venga con me in quel posto!!"
(Apa yang kau pikirkan, sialan? Aku ingin kau ikut bersama ku ke tempat itu!!) ucap Grizzy ketus.
"Non voglio"
(Tidak mau)
"Va bene! Allora Kenzio passerà solo del tempo con me!"
(Oke! Kalau begitu Kenzio hanya akan menghabiskan waktu bersamaku!)
"Sfortunato! ok verrò!! Dimmi quando parti!"
(Sial! Baiklah aku akan ikut!! Katakan padaku kapan kau akan pergi!) ujar Zeano yang akhirnya mengalah.
"Ti chiamo, assicurati di non essere morto fino ad allora!"
(Aku akan menghubungimu, pastikan kau belum mati sampai saat itu tiba!) balas Grizzy.
"Huft.. Per questo mi rifiuto di sposare la figlia di D'Angelo.. oltre ad essere crudele è anche un po' pazza!"
(Huft.. Itulah alasan kenapa aku menolak untuk menikahi putri D'Angelo.. selain kejam dia juga agak gila!) gumam Zeano sambil beranjak.
"L'ho sentito, lo sai!"
(Aku mendengarnya, lho!)
"Non mi interessa!"
(Aku tidak peduli!) balas Zeano sebelum akhirnya pergi meninggalkan ruangan dengan diantar oleh Kangsoo.
__ADS_1